Home » Nasional » Layar Tancep sebagai Literasi dan Membangun Keakraban Sosial, Luminesa Hadirkan Film untuk Menghibur dan Mendidik Masyarakat

Layar Tancep sebagai Literasi dan Membangun Keakraban Sosial, Luminesa Hadirkan Film untuk Menghibur dan Mendidik Masyarakat

dito 01 Jan 2026 91

NasionalPos.com, Jakarta-

Forum Peduli Literasi Masyarakat melahirkan wadah baru yang berfokus pada audio visual bernama Komunitas Luminesa dengan tujuan menjadi medium untuk edukasi dan produksi pengetahuan.

Pada momen perayaan tahun baru Komunitas Luminesa mengadakan pemutaran layer tancap. Dengan diadakannya layar tancap merupakan upaya kultural untuk menghidupkan kembali memori kolektif warga terhadap tradisi menonton bersama yang pernah tumbuh subur di ruang-ruang publik Jakarta pada masa lampau.

“Di tengah perubahan pola konsumsi hiburan yang semakin individual dan berbasis gawai, komunitas Luminesa menghadirkan kembali layar tancep sebagai ruang bersama untuk menonton film, membangun literasi, serta memperkuat keakraban sosial di tengah masyarakat,” ujar Dahlan founder Luminesa.

Komunitas Luminesa memutar film ‘Buaye Gile’ dan ‘Musuh Bebuyutan’ yang dibintangi oleh Benyamin Sueb yang merupakan legenda dan ikon kebudayaan Betawi. Benyamin Sueb telah menjadi memori kolektif bagi masyarakat Jakarta dalam bidang kesenian dan budaya, tetapi menghadirkan Benyamin dalam masa kini merupakan semangat literasi untuk generasi Z dan orang muda untuk memahami sejarah dan sosial budaya Jakarta lewat sinema.

Kegiatan layar tancep yang digelar Luminesa tidak semata menjadi hiburan malam bagi warga, melainkan dirancang sebagai praktik literasi audiovisual yang menghidupkan kembali tradisi menonton bersama. Dalam konteks ini, film diposisikan sebagai teks budaya yang dapat dibaca, dimaknai, dan didiskusikan secara kolektif.

Baca Juga :  Usai Kedatangan Bus Migran, Walikota Washington Umumkan Keadaan Darurat

“Menonton film bersama adalah pengalaman sosial. Ia membuka ruang dialog, menumbuhkan empati, dan mempererat rasa kebersamaan. Layar tancep memungkinkan masyarakat kembali berkumpul, saling menyapa, dan berbagi makna,” tutur Dahlan.

layar tancep memiliki fungsi penting sebagai medium kohesi sosial. Aktivitas menonton bersama di ruang terbuka mendorong interaksi antarwarga, membangun semangat gotong royong, serta memperkuat ikatan sosial yang kerap tergerus oleh hiburan lewat gawai yang serba personal dan tertutup. Warga terlibat sejak tahap persiapan, mulai dari penataan ruang, penyediaan perlengkapan, hingga makan bersama pasca pemutaran, yang secara alami membangun rasa memiliki dan kebersamaan.

Dari sisi literasi, film menjadi sarana pembelajaran yang kontekstual dan mudah diakses. Melalui narasi visual, masyarakat diajak membaca realitas sosial, memahami nilai-nilai kemanusiaan, serta mengasah kemampuan berpikir kritis. Diskusi ringan setelah pemutaran film menjadi bagian integral dari kegiatan, mendorong warga untuk bertukar pandangan dan mengekspresikan pendapat secara terbuka.

Baca Juga :  Satgas Yonif 126/KC Berikan Pelayanan Kesehatan Gratis Kepada Masyarakat Di Perbatasan

Inisiatif ini juga sejalan dengan pendekatan literasi kontemporer yang menekankan pentingnya literasi visual dan media sebagai pelengkap literasi baca-tulis. Dalam dunia yang dipenuhi arus informasi audiovisual, kemampuan memahami pesan film, gambar, dan cerita visual menjadi kompetensi penting bagi masyarakat.

Luminesa menilai bahwa layar tancep adalah bentuk literasi yang membumi dan inklusif. Menjembatani hiburan, pendidikan, dan interaksi sosial dalam satu ruang yang egaliter. Dengan menghadirkan film di ruang publik, literasi tidak lagi terasa elitis, melainkan hadir sebagai praktik budaya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Ke depan, Luminesa memiliki program workshop film untuk orang muda sebagai pelatihan intens membuat film. Luminesa juga berkomitmen untuk terus mengembangkan program layar tancep literasi sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang tidak hanya terhibur, tetapi juga kritis, berempati, dan solid secara sosial. Melalui film dan kebersamaan, Luminesa percaya bahwa literasi dapat menjadi jalan untuk memperkuat ikatan sosial dan nilai gotong royong di tengah masyarakat.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

TB Massa: Indonesia Gagal Bangun Demokrasi

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Prof. (assoc) TB. Massa Djafar menganggap Indonesia telah gagal membangun kehidupan demokrasi. Pernyataan itu disampaikan TB Massa sebagai nara sumber dalam sesi dialog Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa …

Pancasila bukan untuk slogan, tapi untuk dijalankan

dito

01 Jun 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Proses lahirnya Pancasila tidak terjadi dalam ruang hampa, melainkan melalui adu gagasan yang intens dalam sidang PPKI. Namun, adu gagasan ini diselesaikan setelah dihilangkan kata kata kewajiban menjalankan syariat Islam bagi penganutnya. Suatu kompromi nasional saat itu, yang kemudian pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila yang Sah sebagai ideologi negara adalah …

MS. Kaban: Indonesia Belum Menemukan Pemimpin Yang Tepat

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan Menteri Kehutanan, Dr. MS. Kaban menilai Bangsa Indonesia belum menemukan pemimpin yang tepat. Indikasinya, segala bentuk kejahatan dan yang dibenci Allah SWT semakin tumbuh subur. Hal itu dilontarkan Kaban yang juga dikenal senior KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) dalam Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi …

Cherie dan Vivianne Wangsa Harumkan Indonesia, Masuk Tiga Besar Nilai Tertinggi Festival Musik Internasional

- Banyuwangi

31 Mei 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh putri daerah asal Kabupetan Banyuwangi di kancah internasional. Dua bersaudara, Cherie Callista Wangsa dan Vivianne Vernetta Wangsa, sukses mengharumkan nama Bumi Blambangan bahkan Indonesia dalam ajang Champs Universal Music Festival (CUMF) 2026 yang berlangsung di Johor, Malaysia. Tidak sekadar meraih gelar juara di kategori masing-masing, keduanya juga …

Membaca Motif Politik di Balik Satgas Dasco

Dhio Justice Law

30 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Posisi Sufmi Dasco Ahmad sebagai Ketua Satgas Pemulihan Pasca Bencana DPR RI sulit dibaca semata sebagai langkah teknokratis. Dalam politik, terutama pada lingkar kekuasaan inti, hampir tidak ada penempatan strategis yang benar-benar netral dari kepentingan politik. Apalagi Dasco bukan hanya pimpinan DPR. Ia …

x
x