Home » Nasional » Layar Tancep sebagai Literasi dan Membangun Keakraban Sosial, Luminesa Hadirkan Film untuk Menghibur dan Mendidik Masyarakat

Layar Tancep sebagai Literasi dan Membangun Keakraban Sosial, Luminesa Hadirkan Film untuk Menghibur dan Mendidik Masyarakat

dito 01 Jan 2026 76

NasionalPos.com, Jakarta-

Forum Peduli Literasi Masyarakat melahirkan wadah baru yang berfokus pada audio visual bernama Komunitas Luminesa dengan tujuan menjadi medium untuk edukasi dan produksi pengetahuan.

Pada momen perayaan tahun baru Komunitas Luminesa mengadakan pemutaran layer tancap. Dengan diadakannya layar tancap merupakan upaya kultural untuk menghidupkan kembali memori kolektif warga terhadap tradisi menonton bersama yang pernah tumbuh subur di ruang-ruang publik Jakarta pada masa lampau.

“Di tengah perubahan pola konsumsi hiburan yang semakin individual dan berbasis gawai, komunitas Luminesa menghadirkan kembali layar tancep sebagai ruang bersama untuk menonton film, membangun literasi, serta memperkuat keakraban sosial di tengah masyarakat,” ujar Dahlan founder Luminesa.

Komunitas Luminesa memutar film ‘Buaye Gile’ dan ‘Musuh Bebuyutan’ yang dibintangi oleh Benyamin Sueb yang merupakan legenda dan ikon kebudayaan Betawi. Benyamin Sueb telah menjadi memori kolektif bagi masyarakat Jakarta dalam bidang kesenian dan budaya, tetapi menghadirkan Benyamin dalam masa kini merupakan semangat literasi untuk generasi Z dan orang muda untuk memahami sejarah dan sosial budaya Jakarta lewat sinema.

Kegiatan layar tancep yang digelar Luminesa tidak semata menjadi hiburan malam bagi warga, melainkan dirancang sebagai praktik literasi audiovisual yang menghidupkan kembali tradisi menonton bersama. Dalam konteks ini, film diposisikan sebagai teks budaya yang dapat dibaca, dimaknai, dan didiskusikan secara kolektif.

Baca Juga :  Pemkab Pesisir Selatan Genjot Hilirisasi Gambir, Targetkan Jadi Pusat Ekspor Global

“Menonton film bersama adalah pengalaman sosial. Ia membuka ruang dialog, menumbuhkan empati, dan mempererat rasa kebersamaan. Layar tancep memungkinkan masyarakat kembali berkumpul, saling menyapa, dan berbagi makna,” tutur Dahlan.

layar tancep memiliki fungsi penting sebagai medium kohesi sosial. Aktivitas menonton bersama di ruang terbuka mendorong interaksi antarwarga, membangun semangat gotong royong, serta memperkuat ikatan sosial yang kerap tergerus oleh hiburan lewat gawai yang serba personal dan tertutup. Warga terlibat sejak tahap persiapan, mulai dari penataan ruang, penyediaan perlengkapan, hingga makan bersama pasca pemutaran, yang secara alami membangun rasa memiliki dan kebersamaan.

Dari sisi literasi, film menjadi sarana pembelajaran yang kontekstual dan mudah diakses. Melalui narasi visual, masyarakat diajak membaca realitas sosial, memahami nilai-nilai kemanusiaan, serta mengasah kemampuan berpikir kritis. Diskusi ringan setelah pemutaran film menjadi bagian integral dari kegiatan, mendorong warga untuk bertukar pandangan dan mengekspresikan pendapat secara terbuka.

Baca Juga :  Tersangka Pelaku Penganiayaan Mantan Istri Siri di Jalan Bulak Banteng Tanjung Diamankan Polisi

Inisiatif ini juga sejalan dengan pendekatan literasi kontemporer yang menekankan pentingnya literasi visual dan media sebagai pelengkap literasi baca-tulis. Dalam dunia yang dipenuhi arus informasi audiovisual, kemampuan memahami pesan film, gambar, dan cerita visual menjadi kompetensi penting bagi masyarakat.

Luminesa menilai bahwa layar tancep adalah bentuk literasi yang membumi dan inklusif. Menjembatani hiburan, pendidikan, dan interaksi sosial dalam satu ruang yang egaliter. Dengan menghadirkan film di ruang publik, literasi tidak lagi terasa elitis, melainkan hadir sebagai praktik budaya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Ke depan, Luminesa memiliki program workshop film untuk orang muda sebagai pelatihan intens membuat film. Luminesa juga berkomitmen untuk terus mengembangkan program layar tancep literasi sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang tidak hanya terhibur, tetapi juga kritis, berempati, dan solid secara sosial. Melalui film dan kebersamaan, Luminesa percaya bahwa literasi dapat menjadi jalan untuk memperkuat ikatan sosial dan nilai gotong royong di tengah masyarakat.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Sorotan Publik Terhadap Sultan Madura, H.Her

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

17 Apr 2026

NASIONALPOS.com | PAMEKASAN – Nama Khairul Umam atau yang lebih dikenal dengan sapaan akrab Haji Her, pemilik dari Bawang Mas Group, kini menjadi sorotan publik usai dirinya diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada April 2026. Pemeriksaan ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah publik, terutama karena yang bersangkutan selama ini dikenal getol memperjuangkan terbentuknya …

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Perkuat Seluruh Pos Keamanan serta Rest Area di PT Freeport Indonesia

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

17 Apr 2026

  NASIONALPOS.com | Papua – Pascaserangan mendadak dan mematikan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, TNI bahkan menyiagakan kendaraan tempur taktis, salah satunya panser Anoa Pindad, di sejumlah titik PT Freeport Indonesia. Dengan mengenakan senjata lengkap, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyambangi Rest Area Mile 50 PT Freeport …

Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka

Dewi Apriatin

11 Apr 2026

*Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka*   Majalengka – Sebuah potret buram penegakan hukum kembali tersaji di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ivan Afriandi, seorang jurnalis dari media Jurnal Investigasi, hingga kini (11 April 2026) masih terkatung-katung dalam ketidakpastian hukum. Lebih dari dua tahun sejak laporan resmi dilayangkan …

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Dewi Apriatin

10 Apr 2026

Boyolali — Ketua DPRD Boyolali Susetya Kusuma DH.SH. menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) 2026 dan Musyawarah Nasional Sekretariat bersama Wartawan Indonesia (Munas SWI) 2026. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi dari panitia penyelenggara di Kantor DPRD Boyolali, pada kamis (09/04/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Boyolali menyambut baik agenda …

Hampir Setahun Jalan di Tempat, Laporan Dhofir di Banyuwangi Disorot Publik

- Banyuwangi

07 Apr 2026

BANYUWANGI,  NASIONALPOS.COM – Mandeknya Penegakkan hukum kembali mencuat. Kali ini datang dari penanganan kasus dugaan pencemaran nama baik dan ancaman melalui media sosial yang dilaporkan oleh Dhofir, pemilik akun TikTok Pasopati Jatim. Hampir satu tahun berjalan, laporan tersebut disebut tak kunjung bergerak signifikan. Dalam keterangannya kepada awak media, Dhofir secara blak-blakan menilai kinerja penyidik Subdit …

Diduga Ilegal!!  Penebangan di Sempadan Sungai Kedaleman Rogojampi Disorot.

- Banyuwangi

07 Apr 2026

BANYUWANGI, NASIONAPOS.COM – Aktivitas penebangan pohon di tepi sungai Jalan Abu Hasan, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, memicu sorotan tajam. Kegiatan tersebut Diduga kuat melanggar aturan sempadan sungai dan terindikasi berlangsung tanpa izin resmi, Selasa (07/04/2026). Awak media yang turun langsung ke lokasi mendapati sejumlah pekerja tengah melakukan Penebangan dan Pemotongan batang pohon menggunakan mesin …

x
x