Home » Headline » Di duga RHS Bidak Untuk Degradasikan Perlawanan Roy Suryo dkk

Di duga RHS Bidak Untuk Degradasikan Perlawanan Roy Suryo dkk

dito 17 Mar 2026 94

NasionalPos.com, Jakarta-

Terkait dengan pemberitaan tentang pertemuan Rismon Haloloan Sianipar dengan Joko Widodo mantan Presiden ke 7 di Solo dan juga bertemu dengan Wapres Gibran Rakabuming Raka, yang kemudian di lanjutkan dengan pernyataan Rismon memohon maaf berkaitan dengan keterlibatan diri nya atas kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden Jokowi tersebut .

Tentunya informasi tersebut mengundang beragam pendapat dari berbagai kalangan, salah seorang diantara nya dari Yulianto Widi Raharjo mantan Ketua Komisi Informasi Provinsi DKI Jakarta.

Kepada pers, ia mengatakan bahwa dirinya menganalisa soal permintaan RJ dari Rismon Haloloan Sianipar, yang berpandangan agak berbeda

“Karena dalam politik ngga ada kebetulan, ngga ada ujug ujug, semuanya ada dalam koridor perencanaan dan skenario memenangkan pergulatan kepentingan.” Ungkap Yulianto Widi Raharjo kepada wartawan, Selasa, 17/3/2026 di Jakarta.

Baca Juga :  ​Kejagung Pastikan Periksa Pejabat Publik soal Kasus Timah

Menurut nya, Rismon Haloloan Sianipar (RHS) di duga bidak yang disusupkan dan memainkan peran sebagai penguat issue. Makanya dia selama ini berteriak paling lantang dibandingkan para tsk lainnya. “11 ribu trilyun palsu” jargon yang diteriakkan dia soal ijazah Jokowi.

Tidak hanya itu, lanjut Yulianto, ketika semua persidangan–baik di KIP dan CLS di Pengadilan Negeri Surakarta akan memenangkan gugatan pihak masyarakat, maka sebelum putusan itu incrach, diperlukan langkah yang bisa membalikkan keadaan di luar persidangan dan membangun persepsi baru yg positif pihak Jokowi di mata publik dan persepsi baru yg negatif di pihak para tersangka, melalui

Baca Juga :  TNI AU: Terbang Napak Tilas, Refleksi Keteguhan Jatidiri Pengawal Dirgantara

Langkah memerintahkan RHS (agen yg disusupkan) untuk minta RJ, dan minta maaf sekaligus menyatakan ijasah Jokowi asli dengan argumentasi bahwa penelitian sifatnya dinamis dan masih on going yg kemudian menyimpulkan bahwa penelitian selama ini salah.

“Argumen yg ngga logis. Namun yg penting adalah mendegradisir Roy Cs dan membangun persepsi dan citra positif Jokowi dan Gibran, namun langkah ini untuk sementara terlihat cantik, tapi takkan berhasil merubah persepsi publik yang semakin yakin bahwa dugaan ijazah Jokowi adalah palsu.” Tandas Yulianto Widi Raharjo.

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

DPD Partai Hanura Jabar Gelar Musda 2026 di Bandung

Suryana Korwil Jabar

28 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026 di Hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan No. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat Partai Hanura, Ketua DPD …

Partai Hanura Gelar Musda 2026 di Bandung, Fokus pada Regenerasi Kepemimpinan

Suryana Korwil Jabar

28 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026. Yang berlangsung di sebuah hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan, no. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat …

x
x