Home » Nasional » Diduga Ilegal!!  Penebangan di Sempadan Sungai Kedaleman Rogojampi Disorot.

Diduga Ilegal!!  Penebangan di Sempadan Sungai Kedaleman Rogojampi Disorot.

- Banyuwangi 07 Apr 2026 50

BANYUWANGI, NASIONAPOS.COM

Aktivitas penebangan pohon di tepi sungai Jalan Abu Hasan, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, memicu sorotan tajam. Kegiatan tersebut Diduga kuat melanggar aturan sempadan sungai dan terindikasi berlangsung tanpa izin resmi, Selasa (07/04/2026).

Awak media yang turun langsung ke lokasi mendapati sejumlah pekerja tengah melakukan Penebangan dan Pemotongan batang pohon menggunakan mesin gergaji. Lokasi penebangan Diduga berada di area sempadan sungai yang secara aturan dilindungi dan tidak boleh dimanfaatkan secara bebas.

Saat dimintai keterangan, pekerja di lapangan mengklaim aktivitas tersebut telah mengantongi izin lengkap. Mereka juga menyebut pekerjaan itu milik seseorang berinisial AMN, yang disebut memiliki pabrik sepet, serta berkaitan dengan sosok lain berinisial S dari wilayah Songgon.

Namun, klaim tersebut langsung menuai keraguan setelah awak media melakukan penelusuran ke kantor Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Rogojampi yang berlokasi tidak jauh dari titik kegiatan.

Baca Juga :  Acara APDESI Dukung Prabowo-Gibran, Diduga Langgar Aturan Pemilu, Bakal Dilaporkan ke Pihak Berwajib oleh DPP Gerakan Ganjar

Petugas Juru Korsda, Handoko, secara tegas membantah adanya perizinan yang masuk terkait aktivitas tersebut.

“Tidak ada izin yang masuk ke kantor,” ujarnya singkat.

Pernyataan itu diperkuat oleh Pimpinan Korsda Rogojampi, Jasmani, yang menyebut dirinya tengah beristirahat karena kondisi kesehatan usai kecelakaan, namun tetap memberikan keterangan tegas.

“Saya lagi istirahat, Mas, karena sakit habis kecelakaan,” kata Jasmani.

Lebih jauh, Jasmani menegaskan bahwa aktivitas penebangan di lokasi tersebut tidak memiliki dasar perizinan yang jelas dan masuk dalam kawasan yang semestinya dilindungi.

“Kaitannya kayu itu di Desa Kedaleman, pinggir jalan atau pinggir saluran itu tidak ada keterangannya. Secara aturan itu sempadan jaringan irigasi milik dinas pengairan,” jelasnya.

Baca Juga :  Lapas Kelas IIB Lumajang Kanwil Kemenkumham Jatim dan Kejaksaan Negeri Lumajang Teken Perjanjian Kerja Sama.

Ia juga memastikan tidak ada komunikasi maupun pemberitahuan dari pihak pelaksana kepada Korsda Rogojampi, bahkan menilai aktivitas tersebut sebagai pelanggaran serius.

“Tidak ada kabar ke Korsda. Kami tidak berani mengeluarkan izin. Itu penebangan liar, Mas,” tegasnya.

Dengan adanya perbedaan mencolok antara klaim pekerja dan fakta di lapangan, Dugaan praktik ilegal semakin menguat. Aparat Penegak Hukum (APH) dan Pemerintah daerah didesak segera turun tangan untuk mengusut tuntas, termasuk menelusuri pihak-pihak yang disebut terlibat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak yang disebut sebagai pemilik kegiatan (AMN atau S). Jika terbukti melanggar, kasus ini berpotensi menyeret pelaku ke ranah hukum sekaligus menjadi alarm keras atas lemahnya Pengawasan Lingkungan di wilayah tersebut.

(Tim).

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
AWI DPC Banyuwangi Resmi Terbentuk, Mohamad Saiful Rizal : Momentum Perkuat Peran Pers

- Banyuwangi

02 Mei 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Pembentukan Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Banyuwangi menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pers di tingkat daerah. Kehadiran organisasi ini diharapkan mampu menjadi wadah yang tidak hanya menaungi para jurnalis, tetapi juga menjaga marwah profesi kewartawanan agar tetap independen, profesional, dan berpihak pada kebenaran. Aktivis masyarakat sipil sekaligus pegiat politik Banyuwangi, Mohamad …

Pemerintah Percepat Penertiban 4.046 Perlintasan Sebidang di Seluruh Indonesia

ardi

01 Mei 2026

Jakarta,NasionalPos – Pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur. Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan penertiban menyeluruh perlintasan sebidang di seluruh Indonesia guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mempercepat penertiban perlintasan sebidang dengan skala prioritas. “Sebagaimana …

Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

x
x