Home » Ekonomi » Dollar Naik, Rezim Runtuh?

Dollar Naik, Rezim Runtuh?

Dhio Justice Law 17 Mei 2026 323

Oleh: Ridwan Umar

(Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)

NasionalPos.Com, Jakarta – Setiap kali dolar naik dan rupiah melemah, yang bergetar bukan hanya pasar keuangan. Politik pun ikut berguncang.

Di Indonesia, nilai tukar bukan sekadar angka ekonomi. Ia adalah indikator psikologis kekuasaan. Ketika rupiah melemah terlalu dalam, publik mulai mempertanyakan satu hal paling mendasar: apakah negara masih benar-benar memegang kendali?

Rakyat mungkin tidak memahami mekanisme moneter global, suku bunga The Fed, atau arus modal internasional. Tetapi rakyat memahami harga. Mereka merasakan beras yang naik, cicilan yang terasa lebih berat, biaya hidup yang makin menekan, dan lapangan kerja yang makin sulit.

Di titik itu, ekonomi berhenti menjadi urusan teknokrat. Ia berubah menjadi ancaman politik.

Sejarah menunjukkan bahwa rezim jarang jatuh hanya karena oposisi kuat. Banyak kekuasaan justru mulai retak ketika tekanan ekonomi membuat rakyat kehilangan rasa aman. Ketika kebutuhan pokok terasa makin mahal, kepercayaan publik perlahan terkikis. Dan bagi kekuasaan, hilangnya kepercayaan selalu lebih berbahaya daripada kritik.

Masalah terbesar dari kenaikan dolar sebenarnya bukan pada kurs itu sendiri, melainkan pada efek psikologisnya. Dolar yang terus naik menciptakan kesan bahwa negara sedang berada dalam tekanan. Investor mulai ragu. Pelaku usaha menahan ekspansi. Kelas menengah mulai cemas. Elite politik mulai membaca arah angin.

Baca Juga :  PT. “K” Line (Indonesia) Lakukan Kegiatan CSR “Green Growth” untuk Membangun Ekosistem Hijau di Indonesia

Dalam politik modern, persepsi sering kali lebih menentukan daripada kenyataan.

Sebuah pemerintahan masih bisa bertahan dalam ekonomi yang sulit selama publik percaya pemimpinnya mampu mengendalikan keadaan. Tetapi ketika muncul kesan bahwa pemerintah mulai kehilangan kontrol, kepanikan bisa menyebar jauh lebih cepat daripada krisis itu sendiri.

Di era media sosial, keadaan menjadi lebih rumit. Pelemahan rupiah bukan lagi sekadar berita ekonomi di halaman bisnis. Ia berubah menjadi amunisi politik, bahan propaganda, dan alat pembentukan opini publik.

Narasi seperti “negara menuju krisis”, “rupiah hancur”, atau “investor kabur” memiliki daya ledak politik yang besar—bahkan ketika kondisi fundamental belum tentu separah itu.

Karena itu, stabilitas ekonomi hari ini tidak cukup dijaga dengan kebijakan fiskal dan moneter semata. Ia juga dijaga melalui kemampuan negara mengelola persepsi.

Di sinilah kualitas kepemimpinan diuji.

Publik tidak selalu menuntut keadaan sempurna. Tetapi publik ingin melihat ketenangan, arah yang jelas, dan keyakinan bahwa pemerintah memahami situasi. Ketika pemimpin terlihat panik, pasar ikut panik. Ketika elite terlihat saling menyalahkan, ketidakpercayaan tumbuh lebih cepat.

Baca Juga :  Sinergisitas Organisasi Advokat & Kemendibudristek, Cegah Kriminalitas di Dunia Pendidikan

Dalam konteks Indonesia, tekanan dolar juga memiliki dimensi historis yang sensitif. Bangsa ini pernah mengalami trauma besar ketika krisis moneter menghancurkan stabilitas ekonomi dan meruntuhkan kekuasaan yang sebelumnya tampak begitu kuat. Karena itu, setiap pelemahan rupiah selalu membawa bayang-bayang sejarah yang tidak pernah benar-benar hilang dari memori politik nasional.

Namun kondisi hari ini tentu berbeda dengan 1998. Sistem perbankan lebih kuat, cadangan devisa lebih besar, dan kontrol negara terhadap sektor keuangan jauh lebih baik. Tetapi satu hal tetap sama: kekuasaan selalu bergantung pada kepercayaan.

Dan kepercayaan adalah sesuatu yang bisa melemah jauh lebih cepat daripada nilai tukar.

Kenaikan dolar mungkin tidak langsung menjatuhkan rezim. Tetapi jika ia bertemu dengan pengangguran, korupsi, ketimpangan, dan kemarahan sosial, maka tekanan ekonomi bisa berubah menjadi delegitimasi politik.

Sebab pada akhirnya, rezim tidak runtuh dalam satu malam.

Ia melemah perlahan—ketika rakyat mulai lelah, kelas menengah mulai pesimis, dan elite mulai menjaga jarak. (X)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Blunder Politik Gibran Buah Konspirasi Ketum Partai

Dhio Justice Law

15 Okt 2026

NasionalPos. com – Jakarta — Pengamat kebijakan publik Chazali H. Situmorang (CHS) menilai desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus diarahkan kepada para ketua umum partai politik, bukan semata-mata kepada fraksi-fraksi di DPR RI. Menurutnya, para ketua umum memiliki pengaruh besar dalam menentukan sikap politik partai sehingga harus bertanggung jawab atas keputusan maupun sikap …

Di Momentum Hari Musium Nasional, H. Waspada SAg MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor, Himbau Musium Bisa Jadi Ajang Edukasi Anak

dito

13 Okt 2026

NasionalPos.com, Bogor- Pada setiap tanggal 12 Oktober, di peringati sebagai peringatan Hari Musium kemarin, oleh karena itu, terkait dengan hal tersebut, kepada wartawan, H. Waspada MK, S.Ag, MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor dan Dosen PG PAUD UNUSIA Jakarta., Selasa, 13/10/2026 di Bogor, ia mengatakan bahwa tentu musium sangat bermanfaat dan sangat penting bagi anak …

Makan Anggaran Rp1,4 Miliar, Proyek Jalan di Pesisir Barat Malah Diduga Caplok Lahan Mantan Bupati

Taufik Hidayat

12 Okt 2026

Pesisir Barat — Pembangunan proyek jalan menuju rumah sakit di Kabupaten Pesisir Barat yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 senilai Rp1,4 miliar tengah menjadi sorotan publik. Proyek tersebut diduga dibangun di atas lahan pribadi milik mantan Bupati Pesisir Barat, H. Agus Istiqlal, tanpa izin. Protes Langsung di Lokasi Proyek Pemilik lahan, H. …

Pernikahan RINI ANGGRAENI dan AZHAR DZULFIQAR di BANDUNG Berlangsung Megah, Karangan Bunga Tokoh Publik Curi Perhatian

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANDUNG, NASIONALPOS.COM — Suasana penuh kebahagiaan dan kemeriahan menyelimuti pernikahan Rini Anggraeni, S.Tr.Kes., dan Azhar Dzulfiqar, S.T., yang berlangsung pada Minggu (11/10/2026) di Maison Grande, Bandung, Jawa Barat. Perhelatan istimewa ini menjadi momentum bersejarah bagi kedua mempelai untuk memulai perjalanan baru dalam membangun rumah tangga. Pernikahan tersebut berlangsung dengan nuansa elegan, memadukan kesakralan prosesi dengan …

Dugaan Penarikan Kendaraan oleh Debt Collector di Banyuwangi, WOM Finance Diminta Buka Dasar Hukumnya

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS. COM – Penarikan satu unit mobil Toyota Avanza tahun 2009 bernomor polisi DK 1156 IS di wilayah Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, tepatnya di depan Masjid Arohman, menuai keberatan dari pemilik kendaraan, (RR). Mobil yang disebut dibeli melalui pembiayaan WOM Finance tersebut diduga telah ditarik paksa oleh pihak ketiga yang disebut sebagai debt …

Karhula TNBBS Pesisir BARAT Disorot : 2 Hektare Terbakar, Kapolres Turun Langsung – Pembakar Hutan Jangan Berharap LOLOS!!!

- Banyuwangi

08 Okt 2026

PESISIR BARAT, NASIONALPOS.COM  — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, menjadi peringatan keras bahwa ancaman terhadap kawasan hutan tidak boleh dianggap sepele. Sekitar ±2 hektare kawasan hutan terdampak kebakaran, sementara dampak lingkungan masih dalam pendataan. Peristiwa tersebut diketahui pada Rabu, …

x
x