Home » Headline » Era Digital: Mahasiswa Melemah atau Dilemahkan?

Era Digital: Mahasiswa Melemah atau Dilemahkan?

Dhio Justice Law 25 Mei 2026 1

Oleh: Ridwan Umar

(Diirwktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) 

NasionalPos.Com – Mengapa mahasiswa hari ini tidak lagi seganas generasi sebelumnya?

Meski demonstrasi masih ada.
Kritik masih terdengar.
Namun gaungnya tak lagi cukup kuat mengguncang kekuasaan.

Lalu muncul kesimpulan sederhana:
mahasiswa telah melemah.

Padahal persoalannya mungkin lebih dalam.

Bisa jadi mahasiswa bukan kehilangan daya, melainkan menghadapi sistem politik yang jauh lebih canggih dalam meredam perlawanan.

Pada era Soeharto, kampus menjadi pusat kritik karena ruang informasi dikontrol negara. Ketika krisis ekonomi datang dan legitimasi rezim runtuh, mahasiswa berubah menjadi simbol moral sekaligus pusat perlawanan.

Baca Juga :  Sinergitas AWI Bersama Camat Kota Banyuwangi Perkuat Kolaborasi Informasi dan Pelayanan Publik

Hari ini situasinya berbeda.

Kekuasaan modern tidak selalu membungkam.
Kadang justru merangkul.
Tidak selalu menekan.
Kadang cukup membuat publik lelah dan terdistraksi.

Media sosial, budaya viral, dan banjir informasi membuat kemarahan publik cepat muncul—tetapi juga cepat hilang.

Gerakan mahasiswa akhirnya terpecah dalam banyak isu:
HAM, lingkungan, identitas, demokrasi digital, hingga ekonomi.

Semuanya penting.
Tetapi sulit berubah menjadi gelombang nasional yang solid.

Sementara itu, politik modern tidak lagi terlalu takut pada demonstrasi.
Yang lebih ditakuti adalah narasi yang mampu menyatukan keresahan publik.

Baca Juga :  Polresta Banyuwangi Kembali Ungkap Sindikat Sabu 1,1 KG

Masalahnya, mahasiswa kini bukan lagi satu-satunya produsen opini.
Pengaruh kampus direbut influencer, buzzer, podcaster, dan algoritma.

Kadang satu video pendek lebih kuat dari satu diskusi ilmiah.

Namun menganggap mahasiswa tidak lagi penting juga keliru.

Dalam sejarah Indonesia, mahasiswa mungkin bukan kekuatan utama yang menjatuhkan rezim.
Tetapi mereka hampir selalu menjadi tanda awal retaknya legitimasi kekuasaan.

Karena ancaman terbesar bagi negara modern bukan sekadar demonstrasi jalanan,
melainkan hilangnya kepercayaan publik.

Dan ketika negara mulai kehilangan kemampuan menjelaskan dirinya sendiri,
di situlah gerakan mahasiswa biasanya kembali menemukan momentumnya. (X)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Di HUT ke 23, FSAB Serukan Perkuat Soliditas Kebangsaan Dalam Hadapi Badai Krisis Global

dito

25 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pada setiap tanggal 25 Mei, seluruh pengurus beserta anggota keluarga besar Forum Silahturahmi Anak Bangsa (FSAB) memperingati hari lahirnya FSAB, sebuah organisasi yang memiliki missi menyebarkan “Benih” perdamaian ke masing-masing kelompok yang terkait konflik masa lalu, serta menyuarakan mencegah terjadinya konflik di masa kini dan di masa mendatang. Terkait dengan momentum peringatan Hari …

Warga Jombang Keberatan Adanya Perjudian di Hutan Jati Sendang Rejo;Berharap Kaplores Jombang Ambil Sikap

- Banyuwangi

25 Mei 2026

Jombang, Nasionalpos.com – Perjudian sabung ayam di kawasan hutan jati Sendangrejo Jombang belum tersentuh pihak penegak hukum polres Jombang. Masyarakat sekitar sangat keberatan dengan adanya aktivitas perjudian itu. Seperti yang di katakan salah satu warga sekitar sebut saja (Musdi). Kami sangat keberatan adanya perjudian itu mas,karena adanya perjudian itu berbagai daerah kabupaten lain datang ke …

Ketika Parlemen Kehilangan Suara Rakyat

Dhio Justice Law

24 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)    NasionalPos.Com, Jakarta – Sejatinya, parlemen adalah wakil rakyat. Tetapi realitas politik hari ini, parlemen sudah tidak mewakili rakyat, bahkan lebih dekat dengan kekuasaan? Fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran tampak berjalan. Namun daya kritis parlemen semakin melemah. Ketika hampir semua kekuatan politik berada dalam lingkar kekuasaan, …

Kajari Baru Banyuwangi Diuji Bongkar “Lingkaran Aman”, Publik Tagih Keberanian Tanpa Tebang Pilih

- Banyuwangi

22 Mei 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Pergantian Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi kali ini tidak lagi dipandang sekadar rotasi jabatan rutin birokrasi. Penunjukan Dr. Farid Gunawan sebagai Kajari baru justru memantik perhatian besar publik yang selama ini menunggu keberanian nyata aparat penegak hukum dalam membongkar berbagai persoalan yang dinilai mengendap tanpa kepastian. Di tengah banyaknya sorotan terhadap dugaan penyimpangan …

Forum Komunikasi Ojol Tertindas Gelar Aksi Unras Bertajuk Revisi Perpres 27 Tahun 2026 atau Reformasi

dito

21 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Sekitar Ribuan Driver ojol dari wadah taktis bernama Forum Komunikasi Ojol Tertindas (FORKOT) yang merupakan gabungan berbagai Organisasi, Komunitas dan Paguyuban ojol Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di depan patung kuda di Jalan Thamrin Jakarta pusat, Kamis, 21/5/2026.   ” Kami dari FORKOT dengan ini menyatakan dengan tegas dan mengapresiasi sikap Pemerintah terhadap …

Jaker Bakal Gelar Diskusi Merawat kebudayaan

dito

21 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) bekerja sama dengan Perpustakaan Jakarta akan menggelar “Diskusi Kebudayaan” bertajuk “Merawat Ingatan di Tengah Budaya Instan dan Krisis Makna di Era Digital”   pada Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 15.00–17.00 WIB di Ruang Belajar Lantai 6 Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.   Diskusi ini dihadirkan …

x
x