Home » Headline » Dari Pancasila untuk Dunia, Menghidupkan Kembali Spirit Bandung di Kalangan Generasi Muda

Dari Pancasila untuk Dunia, Menghidupkan Kembali Spirit Bandung di Kalangan Generasi Muda

dito 01 Jul 2026 7

NasionalPos.com, Jakarta- 

Semangat Konferensi Asia-Afrika kembali dihidupkan melalui penyelenggaraan Festival dan Pameran Konferensi Asia-Afrika 2026 yang mengusung tema “Re imajinasi Konferensi Asia-Afrika untuk Generasi Muda dan Jakarta Kota Global: Solidaritas, Multi diplomasi, dan Multi narasi Sejarah Dunia.” Bertempat di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.

 

Acara ini diselenggarakan oleh Perluni Unika Atma Jaya, Iluni FH Unika Atma Jaya, Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB), Youth for Global Solidarity, Tinta Narrativa, dan Aspirasi Jakarta serta didukung oleh kampus Unika Atma Jaya.

 

Yang juga di hadiri Dubes Palestina, Dubes Iran, Dubes Ethiopia serta di hadiri kalangan akademisi dari berbagai kampus Perguruan Tinggi di Jakarta maupun dengan juga di hadiri dari kalangan Gen Z.

 

Berangkat dari keyakinan bahwa Konferensi Asia-Afrika bukan sekadar peristiwa historis, melainkan tonggak lahirnya tatanan dunia yang lebih adil dan setara, festival ini mengajak generasi muda untuk membaca kembali warisan diplomasi Indonesia sebagai sumber inspirasi bagi masa depan.

 

Di tengah perubahan geopolitik, disrupsi teknologi, krisis kemanusiaan, dan tantangan pembangunan global, nilai-nilai yang lahir di Bandung pada tahun 1955 tetap menawarkan arah moral bagi kerja sama antarbangsa.

 

Spirit Bandung menjadi warisan intelektual dan moral yang terus relevan bagi dunia. Spirit Bandung dipandang sebagai modal sejarah (strategic historical asset) Indonesia dalam membangun diplomasi internasional yang berpijak pada kemerdekaan, kesetaraan, perdamaian, dan keadilan antarbangsa.

 

Salah satu kegiatan dari forum utama dalam festival adalah Talkshow Histori bertajuk “Konferensi Asia-Afrika dan Pusaka Diplomasi Internasional Soekarno untuk Generasi Muda”, yang menghadirkan Sidarto Danusubroto, mantan Ketua MPR RI sekaligus ajudan terakhir Presiden Soekarno.

 

Dalam pemaparannya, Sidarto Danusubroto mengajak generasi muda untuk memahami Konferensi Asia-Afrika sebagai tonggak perubahan dalam sejarah hubungan internasional modern.

 

“Konferensi Asia-Afrika yang berlangsung di Bandung pada 18–24 April 1955 merupakan momentum ketika negara-negara Asia dan Afrika membangun solidaritas berdasarkan pengalaman bersama sebagai bangsa-bangsa yang pernah mengalami kolonialisme.” Ungkap Sidarto Danusubroto

 

Lebih lanjut Sidarto Danusubroto, mengatakan Diprakarsai oleh Indonesia, Myanmar, India, Pakistan, dan Sri Lanka, konferensi tersebut melahirkan Dasasila Bandung yang menjadi prinsip penting dalam hubungan internasional, sekaligus menginspirasi proses dekolonisasi, solidaritas Global South, dan lahirnya Gerakan Non-Blok.

Baca Juga :  Tradisi Pembaretan Dalmas Polda NTB, Menyongsong Personel Baru dengan Semangat Bhayangkara

 

“Spirit Bandung bukan hanya forum diplomasi, tetapi juga merupakan titik temu antara politik, moralitas, dan peradaban. Di dalamnya terkandung keyakinan bahwa martabat manusia, kedaulatan bangsa, dan keadilan global harus menjadi fondasi utama dalam membangun tatanan dunia yang damai dan setara.” Tegas Sidarto Danusubroto

 

Lebih jauh, Sidarto Danusubroto menjelaskan bahwa Indonesia memiliki legitimasi historis yang sangat kuat dalam percaturan diplomasi internasional. Tidak banyak negara yang memiliki pengalaman sejarah yang mampu mengubah arah hubungan internasional sebagaimana Konferensi Asia-Afrika.

Oleh karena itu, Spirit Bandung merupakan aset strategis yang harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa.

 

Dalam paparannya, beliau juga mengulas bagaimana Presiden Soekarno mewariskan pusaka diplomasi internasional bagi Indonesia melalui rangkaian gagasan besar yang meliputi Konferensi Asia-Afrika, Gerakan Non-Blok, hingga pidato monumental “To Build the World Anew” yang disampaikan dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1960.

Dalam pidato tersebut, Soekarno memperkenalkan Pancasila sebagai landasan etis universal yang berakar pada penghormatan terhadap kemanusiaan, kemerdekaan bangsa, keadilan sosial, dan perdamaian dunia.

 

Pemikiran Soekarno menunjukkan bahwa diplomasi tidak hanya berfungsi sebagai instrumen politik luar negeri, tetapi juga sebagai wahana membangun peradaban yang dipandu oleh nilai-nilai luhur, solidaritas, dan cita-cita kemanusiaan.

 

“Warisan tersebut menjadi dasar penting bagi lahirnya Gerakan Non-Blok serta semakin menguatnya partisipasi negara-negara baru merdeka dalam tata hubungan internasional.” Tandas Sidarto Danusubroto

 

Talkshow juga mengangkat kembali perjalanan intelektual Soekarno dalam menggali Pancasila sebagai philosophische grondslag atau dasar filosofis negara Indonesia.

 

Proses tersebut, sebagaimana dijelaskan Sidarto Danusubroto, berawal dari perenungan mendalam selama masa pengasingan di Ende, Nusa Tenggara Timur, dan mencapai puncaknya melalui pidato bersejarah tanggal 1 Juni 1945 di hadapan BPUPKI.

 

Lebih lanjut Sidarto Danusubroto menjelaskan bahwa Soekarno menegaskan bahwa Pancasila bukanlah konsep yang diimpor dari luar, melainkan nilai-nilai yang digali dari pengalaman historis, kebudayaan, dan kehidupan masyarakat Indonesia sendiri.

Baca Juga :  Ari Bagus Pranata Sebagai Aktivis Muda Ini Apresiasi Bukti Nyata Program Bupati Banyuwang

 

Selain Talkshow Histori, Festival dan Pameran Konferensi Asia-Afrika 2026 menghadirkan dua forum strategis lainnya yang menerjemahkan Spirit Bandung ke dalam konteks abad ke-21.

 

Forum “Reimajinasi Konferensi Asia-Afrika Melalui Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, dan Inovasi Perkotaan” membahas bagaimana ekonomi kreatif, seni, kebudayaan, desain, dan inovasi kota dan forum ”

 

Dari Konferensi Asia-Afrika 1955 ke Abad ke-21: Sister City Pendidikan Sebagai Wahana Strategis Diplomasi Kota Jakarta–Moskow” mengangkat pentingnya diplomasi kota (city diplomacy) melalui kerja sama pendidikan, penelitian, pertukaran akademik, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global.

 

Di sesi diskusi tentang Diplomasi Kota Jakarta- Moskow, di hadiri sebagai narasumber perwakilan kedubes Rusia, mantan Dubes Untuk Rusia, perwakilan akademisi dan dari perwakilan Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan.

 

Ketiga forum tersebut menunjukkan bahwa warisan Konferensi Asia-Afrika terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Jika pada tahun 1955 solidaritas dibangun melalui perjuangan melawan kolonialisme, maka pada abad ke-21 solidaritas diwujudkan melalui kolaborasi ilmu pengetahuan, kebudayaan, ekonomi kreatif, teknologi, pendidikan, dan inovasi sebagai fondasi perdamaian dunia.

 

Sementara itu, Suryo Susilo Ketua Forum Silahturahmi Anak Bangsa ( FSAB) saat ditemui wartawan, di sela-sela acara, ia mengatakan bahwa Festival dan Pameran Konferensi Asia-Afrika 2026 menjadi penegasan bahwa Indonesia tidak hanya memiliki sejarah besar dalam diplomasi internasional, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk terus menghidupkan nilai-nilai tersebut bagi generasi masa depan.

 

Menurutnya, Spirit Bandung, Pancasila, dan pusaka diplomasi Soekarno diposisikan bukan sebagai monumen masa lalu, melainkan sebagai sumber inspirasi untuk membangun dunia yang lebih adil, damai, inklusif, dan berkeadaban.

 

“Tentunya kami berharap kegiatan ini bisa menjadi wahana edukatif sekaligus inspiratif bagi generasi muda terutama kalangan Gen Z agar bisa berkonstribusi positif bagi kemajuan negeri ini, terima kasih kepada panitia pelaksana, para narasumber , para perwakilan negara sahabat, peserta dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini” tukas Suryo Susilo.

Tags :

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Rita Shafira Bongkar Dugaan Konspirasi Jahat di Pemkot Bandung

Dhio Justice Law

29 Jun 2026

NasionalPos. com, Jakarta – Rita Shafira sosok wanita tangguh dan berani berdiri sendiri memperjuangkan kebenaran dan keadilan untuk masyarakat. Baginya, bekerja sebagai abdi negara tidak hanya membutuhkan keberanian, tapi juga kejujuran, keuletan, pantang menyerah dan siap menghadapi risiko. Prinsip itulah yang membuat Rita Shafira masih berdiri tegak digaris perjuangan pengabdian untuk masyarakat. “Amanah dan tugas …

Ketika Meritokrasi Dipertanyakan dalam Pengangkatan Komisaris BUMN

Dhio Justice Law

29 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengangkatan komisaris pada perusahaan-perusahaan BUMN kembali menjadi sorotan publik setelah muncul nama-nama yang memiliki kedekatan dengan figur publik maupun pejabat negara. Misalnya, pengangkatan Barry Tamin sebagai Komisaris Independen di PT Sarinah yang diketahui merupakan adik ipar dari Raffi Ahmad, serta sorotan terhadap pengangkatan Mufli Budi Ananda, yang dikenal sebagai asisten pribadi Raffi …

Himbauan MUI Khutbah Jum’at tentang Cegah Narkoba Sarana Efektif Sadarkan Umat Lawan Penyalahgunaan Narkoba

dito

26 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2026 ini , yang jatuh tepat di tanggal 26 Juni , maka Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan instruksi khusus melalui Surat Himbauan Nomor Kep-63/DP-MUI/VI/2026. MUI mengimbau seluruh masjid dan khatib di Indonesia untuk menggelar khutbah Jumat serentak dengan tema “Bahaya Narkoba dan Penyelamatan Generasi Bangsa …

Dapur MBG beserta Aktivitasnya di Pulogebang Permai, Resah kan Warga, Warga Tuntut Tutup

dito

24 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Meski dapur MBG di komplek Pulogebang Permai RT 01/RW 12 Kelurahan Pulogebang dalam tahap persiapan operasi namun pada realitas nya di duga justru menimbulkan keresahan masyarakat dilingkungan komplek tersebut .   Adapun keresahan itu muncul antara dari soal Amdal yang dicurigai akan berdampak kepada masyarakat sekitarnya, baik masalah Bau, maupun masalah sanitasi, serta …

Poros Rawamangun Peringatkan Sudin Dishub Jakarta Timur, agar Bijaksana Dalam Lakukan Penertiban

dito

20 Jun 2026

NationalPos.com, Jakarta- Peristiwa pengemudi ojek online (ojol) yang memohon-mohon hingga menangis histeris karena motornya diangkut petugas Suku Dinas Perhubungan (Sudin Dishub) Jakarta Timur terjadi di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Kendaraan tersebut ditindak karena kedapatan parkir di atas trotoar yang melanggar aturan dan memicu kemacetan. Setelah video yang menayangkan Kejadian tersebut viral, hingga menuai respon simpatik …

KM Fortune Melimpah Disita, Nasib 1 Nahkoda dan 36 ABK Jadi Sorotan

- Banyuwangi

20 Jun 2026

Jakarta, Nasionalpos.com – Tim Kuasa Hukum PT Fortun Berkah Samudra menyampaikan keprihatinan atas penanganan perkara yang saat ini sedang berlangsung terhadap KM. FORTUNE MELIMPAH 99 GT 258. Perkara tersebut tidak hanya berdampak terhadap perusahaan sebagai pemilik kapal, tetapi juga berdampak langsung terhadap 1 (satu) orang nahkoda dan 36 (tiga puluh enam) Anak Buah Kapal (ABK) …

x
x