Home » Headline » Dari Pancasila untuk Dunia, Menghidupkan Kembali Spirit Bandung di Kalangan Generasi Muda

Dari Pancasila untuk Dunia, Menghidupkan Kembali Spirit Bandung di Kalangan Generasi Muda

dito 01 Jul 2026 187

NasionalPos.com, Jakarta- 

Semangat Konferensi Asia-Afrika kembali dihidupkan melalui penyelenggaraan Festival dan Pameran Konferensi Asia-Afrika 2026 yang mengusung tema “Re imajinasi Konferensi Asia-Afrika untuk Generasi Muda dan Jakarta Kota Global: Solidaritas, Multi diplomasi, dan Multi narasi Sejarah Dunia.” Bertempat di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.

 

Acara ini diselenggarakan oleh Perluni Unika Atma Jaya, Iluni FH Unika Atma Jaya, Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB), Youth for Global Solidarity, Tinta Narrativa, dan Aspirasi Jakarta serta didukung oleh kampus Unika Atma Jaya.

 

Yang juga di hadiri  Dubes Palestina, Dubes Ethiopia, dan cultural council Kedutaan Iran serta di hadiri kalangan akademisi dari berbagai kampus Perguruan Tinggi di Jakarta maupun dengan juga di hadiri dari kalangan Gen Z.

 

Berangkat dari keyakinan bahwa Konferensi Asia-Afrika bukan sekadar peristiwa historis, melainkan tonggak lahirnya tatanan dunia yang lebih adil dan setara, festival ini mengajak generasi muda untuk membaca kembali warisan diplomasi Indonesia sebagai sumber inspirasi bagi masa depan.

 

Di tengah perubahan geopolitik, disrupsi teknologi, krisis kemanusiaan, dan tantangan pembangunan global, nilai-nilai yang lahir di Bandung pada tahun 1955 tetap menawarkan arah moral bagi kerja sama antarbangsa.

 

Spirit Bandung menjadi warisan intelektual dan moral yang terus relevan bagi dunia. Spirit Bandung dipandang sebagai modal sejarah (strategic historical asset) Indonesia dalam membangun diplomasi internasional yang berpijak pada kemerdekaan, kesetaraan, perdamaian, dan keadilan antarbangsa.

 

Salah satu kegiatan dari forum utama dalam festival adalah Talkshow Histori bertajuk “Konferensi Asia-Afrika dan Pusaka Diplomasi Internasional Soekarno untuk Generasi Muda”, yang menghadirkan Sidarto Danusubroto, mantan Ketua MPR RI sekaligus ajudan terakhir Presiden Soekarno.

 

Dalam pemaparannya, Sidarto Danusubroto mengajak generasi muda untuk memahami Konferensi Asia-Afrika sebagai tonggak perubahan dalam sejarah hubungan internasional modern.

 

“Konferensi Asia-Afrika yang berlangsung di Bandung pada 18–24 April 1955 merupakan momentum ketika negara-negara Asia dan Afrika membangun solidaritas berdasarkan pengalaman bersama sebagai bangsa-bangsa yang pernah mengalami kolonialisme.” Ungkap Sidarto Danusubroto

 

Lebih lanjut Sidarto Danusubroto, mengatakan diprakarsai oleh Indonesia, Myanmar, India, Pakistan, dan Sri Lanka, konferensi tersebut melahirkan Dasasila Bandung yang menjadi prinsip penting dalam hubungan internasional, sekaligus menginspirasi proses dekolonisasi, solidaritas Global South, dan lahirnya Gerakan Non-Blok.

Baca Juga :  Pengaduan Kasus Dugaan Terlibatnya Politisi Nasdem di Kasus Bakamla 2016, Tak Direspon Komjak, PERAK Mengadu Ke Wantimpres

 

“Spirit Bandung bukan hanya forum diplomasi, tetapi juga merupakan titik temu antara politik, moralitas, dan peradaban. Di dalamnya terkandung keyakinan bahwa martabat manusia, kedaulatan bangsa, dan keadilan global harus menjadi fondasi utama dalam membangun tatanan dunia yang damai dan setara.” Tegas Sidarto Danusubroto

 

Lebih jauh, Sidarto Danusubroto menjelaskan bahwa Indonesia memiliki legitimasi historis yang sangat kuat dalam percaturan diplomasi internasional. Tidak banyak negara yang memiliki pengalaman sejarah yang mampu mengubah arah hubungan internasional sebagaimana Konferensi Asia-Afrika.

Oleh karena itu, Spirit Bandung merupakan aset strategis yang harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa.

 

Dalam paparannya, beliau juga mengulas bagaimana Presiden Soekarno mewariskan pusaka diplomasi internasional bagi Indonesia melalui rangkaian gagasan besar yang meliputi Konferensi Asia-Afrika, Gerakan Non-Blok, hingga pidato monumental “To Build the World Anew” yang disampaikan dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1960.

Dalam pidato tersebut, Soekarno memperkenalkan Pancasila sebagai landasan etis universal yang berakar pada penghormatan terhadap kemanusiaan, kemerdekaan bangsa, keadilan sosial, dan perdamaian dunia.

 

Pemikiran Soekarno menunjukkan bahwa diplomasi tidak hanya berfungsi sebagai instrumen politik luar negeri, tetapi juga sebagai wahana membangun peradaban yang dipandu oleh nilai-nilai luhur, solidaritas, dan cita-cita kemanusiaan.

 

“Warisan tersebut menjadi dasar penting bagi lahirnya Gerakan Non-Blok serta semakin menguatnya partisipasi negara-negara baru merdeka dalam tata hubungan internasional.” Tandas Sidarto Danusubroto

 

Talkshow juga mengangkat kembali perjalanan intelektual Soekarno dalam menggali Pancasila sebagai philosophische grondslag atau dasar filosofis negara Indonesia.

 

Proses tersebut, sebagaimana dijelaskan Sidarto Danusubroto, berawal dari perenungan mendalam selama masa pengasingan di Ende, Nusa Tenggara Timur, dan mencapai puncaknya melalui pidato bersejarah tanggal 1 Juni 1945 di hadapan BPUPKI.

 

Lebih lanjut Sidarto Danusubroto menjelaskan bahwa Soekarno menegaskan bahwa Pancasila bukanlah konsep yang diimpor dari luar, melainkan nilai-nilai yang digali dari pengalaman historis, kebudayaan, dan kehidupan masyarakat Indonesia sendiri.

Baca Juga :  Pascagempa M6,9 Sejumlah Warga Kabupaten Kepulauan Mentawai Masih Mengungsi

 

Selain Talkshow Histori, Festival dan Pameran Konferensi Asia-Afrika 2026 menghadirkan dua forum strategis lainnya yang menerjemahkan Spirit Bandung ke dalam konteks abad ke-21.

 

Forum “Reimajinasi Konferensi Asia-Afrika Melalui Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, dan Inovasi Perkotaan” membahas bagaimana ekonomi kreatif, seni, kebudayaan, desain, dan inovasi kota dan forum ”

 

Dari Konferensi Asia-Afrika 1955 ke Abad ke-21: Sister City Pendidikan Sebagai Wahana Strategis Diplomasi Kota Jakarta–Moskow” mengangkat pentingnya diplomasi kota (city diplomacy) melalui kerja sama pendidikan, penelitian, pertukaran akademik, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global.

 

Di sesi diskusi tentang Diplomasi Kota Jakarta- Moskow, di hadiri sebagai narasumber perwakilan kedubes Rusia, mantan Dubes Untuk Rusia, perwakilan akademisi dan dari perwakilan Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan.

 

Ketiga forum tersebut menunjukkan bahwa warisan Konferensi Asia-Afrika terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Jika pada tahun 1955 solidaritas dibangun melalui perjuangan melawan kolonialisme, maka pada abad ke-21 solidaritas diwujudkan melalui kolaborasi ilmu pengetahuan, kebudayaan, ekonomi kreatif, teknologi, pendidikan, dan inovasi sebagai fondasi perdamaian dunia.

 

Sementara itu, Suryo Susilo Ketua Forum Silahturahmi Anak Bangsa ( FSAB) saat ditemui wartawan, di sela-sela acara, ia mengatakan bahwa Festival dan Pameran Konferensi Asia-Afrika 2026 menjadi penegasan bahwa Indonesia tidak hanya memiliki sejarah besar dalam diplomasi internasional, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk terus menghidupkan nilai-nilai tersebut bagi generasi masa depan.

 

Menurutnya, Spirit Bandung, Pancasila, dan pusaka diplomasi Soekarno diposisikan bukan sebagai monumen masa lalu, melainkan sebagai sumber inspirasi untuk membangun dunia yang lebih adil, damai, inklusif, dan berkeadaban.

 

“Tentunya kami berharap kegiatan ini bisa menjadi wahana edukatif sekaligus inspiratif bagi generasi muda terutama kalangan Gen Z agar bisa berkonstribusi positif bagi kemajuan negeri ini, terima kasih kepada panitia pelaksana, para narasumber , para perwakilan negara sahabat, peserta dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini” tukas Suryo Susilo.

Tags :

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
PUTUSAN MK: PRAJURIT TNI PIDANA UMUM WAJIB DIADILI DI PENGADILAN UMUM,Langkah Bersejarah Menuju Kesetaraan di Hadapan Hukum ,

dito

17 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Putusan Mahkamah Konstitusi yang mewajibkan revisi UndangUndang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer menjadi sorotan penting dalam peta reformasi hukum nasional.   Putusan yang menyatakan bahwa prajurit TNI yang melakukan tindak pidana umum harus diadili di peradilan umum ini dinilai sebagai tonggak konstitusional yang menegaskan prinsip negara hukum: tidak ada satu pun …

Blunder Politik Gibran Buah Konspirasi Ketum Partai

Dhio Justice Law

15 Okt 2026

NasionalPos. com – Jakarta — Pengamat kebijakan publik Chazali H. Situmorang (CHS) menilai desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus diarahkan kepada para ketua umum partai politik, bukan semata-mata kepada fraksi-fraksi di DPR RI. Menurutnya, para ketua umum memiliki pengaruh besar dalam menentukan sikap politik partai sehingga harus bertanggung jawab atas keputusan maupun sikap …

Di Momentum Hari Musium Nasional, H. Waspada SAg MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor, Himbau Musium Bisa Jadi Ajang Edukasi Anak

dito

13 Okt 2026

NasionalPos.com, Bogor- Pada setiap tanggal 12 Oktober, di peringati sebagai peringatan Hari Musium kemarin, oleh karena itu, terkait dengan hal tersebut, kepada wartawan, H. Waspada MK, S.Ag, MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor dan Dosen PG PAUD UNUSIA Jakarta., Selasa, 13/10/2026 di Bogor, ia mengatakan bahwa tentu musium sangat bermanfaat dan sangat penting bagi anak …

Makan Anggaran Rp1,4 Miliar, Proyek Jalan di Pesisir Barat Malah Diduga Caplok Lahan Mantan Bupati

Taufik Hidayat

12 Okt 2026

Pesisir Barat — Pembangunan proyek jalan menuju rumah sakit di Kabupaten Pesisir Barat yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 senilai Rp1,4 miliar tengah menjadi sorotan publik. Proyek tersebut diduga dibangun di atas lahan pribadi milik mantan Bupati Pesisir Barat, H. Agus Istiqlal, tanpa izin. Protes Langsung di Lokasi Proyek Pemilik lahan, H. …

Pernikahan RINI ANGGRAENI dan AZHAR DZULFIQAR di BANDUNG Berlangsung Megah, Karangan Bunga Tokoh Publik Curi Perhatian

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANDUNG, NASIONALPOS.COM — Suasana penuh kebahagiaan dan kemeriahan menyelimuti pernikahan Rini Anggraeni, S.Tr.Kes., dan Azhar Dzulfiqar, S.T., yang berlangsung pada Minggu (11/10/2026) di Maison Grande, Bandung, Jawa Barat. Perhelatan istimewa ini menjadi momentum bersejarah bagi kedua mempelai untuk memulai perjalanan baru dalam membangun rumah tangga. Pernikahan tersebut berlangsung dengan nuansa elegan, memadukan kesakralan prosesi dengan …

Dugaan Penarikan Kendaraan oleh Debt Collector di Banyuwangi, WOM Finance Diminta Buka Dasar Hukumnya

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS. COM – Penarikan satu unit mobil Toyota Avanza tahun 2009 bernomor polisi DK 1156 IS di wilayah Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, tepatnya di depan Masjid Arohman, menuai keberatan dari pemilik kendaraan, (RR). Mobil yang disebut dibeli melalui pembiayaan WOM Finance tersebut diduga telah ditarik paksa oleh pihak ketiga yang disebut sebagai debt …

x
x