Home » Headline » POI Dorong Tingkat kan Kesejahteraan Driver Melalui Penyesuaian Tarif, Bukan Fokus Soal Komisi Bagi Hasil

POI Dorong Tingkat kan Kesejahteraan Driver Melalui Penyesuaian Tarif, Bukan Fokus Soal Komisi Bagi Hasil

dito 04 Jul 2026 138

NasionalPos.com, Jakarta-

Salah satu poin krusial dalam regulasi baru yang di keluarkan oleh Pemerintah dalam bentuk Perpres no.27 tahun 2026 adalah penetapan batas maksimal komisi bagi hasil Driver Ojol dengan aplikator sebesar 8%.

 

Melalui aturan tersebut , para pengemudi ojek online (ojol) dipastikan berhak menerima pendapatan minimal sebesar 92 % dari total tarif setiap layanan terhitung mulai 1 Juli 2026.

 

Namun, yang jauh lebih penting sesungguhnya adalah soal bagaimana pendapatan bersih mitra pengemudi dapat meningkat secara nyata, sehingga mitra pengemudi benar-benar merasakan peningkatan kesejahteraan, demikian di sampaikan Oky Ketua Umum Persahabatan Ojol Indonesia ( POI) kepada wartawan, Sabtu, 4/7/2026 di Jakarta.

 

“Yang paling penting bukan hanya soal besar kecilnya komisi, tetapi bagaimana tarif yang adil dapat membuat pendapatan bersih mitra meningkat dan keberlangsungan kerja mereka tetap terjaga,” ujarnya.

 

Menurut Oky, pihaknya mencermati bahwa dengan lahirnya regulasi baru, yang justru realita nya tidak berdampak bagi peningkatan kesejahteraan ojol secara signifikan, dirinya menduga perjuangan ojol dimanfaatkan oleh orang-orang yang punya kepentingan terhadap ojol; ojol ya ojol, bukan yang lain.

 

Pasalnya, lanjut Oky, di dalam regulasi baru yang bicara masalah kesejahteraan ojol, yang hanya mengacu pada komisi bagi hasil aplikator dengan ojol, padahal mitra tidak hanya ditentukan oleh kecil atau besarnya komisi pembagian aplikasi dengan driver ojol, tetapi juga oleh besaran tarif (argo), jumlah order yang diterima, jarak tempuh, waktu operasional, serta biaya operasional kendaraan seperti BBM, listrik, servis, ban, dan paket data.

Baca Juga :  Puan Ingatkan Pentingnya Iptek Tetap Kedepankan Nilai Budaya

 

Oleh karena itu, guna mencari penyelesaian masalah kesejahteraan ojol, pihaknya sudah beberapa kali bersuara untuk mendorong agar pemerintah, perusahaan aplikator, dan perwakilan mitra duduk bersama untuk melakukan evaluasi tarif secara berkala agar sesuai dengan kondisi ekonomi, inflasi, dan kenaikan biaya operasional, namun upaya itu nampaknya tidak di respon

 

” POI juga mengutamakan dialog yang komprehensif, sehingga masukan yang disampaikan kepada pemerintah lebih akurat dalam mengambil kebijakan terhadap ojek online, namun nampaknya apa yang kami sampaikan tidak di respon oleh pemerintah maupun aplikator dan pihak terkait lainnya” tukas Oky.

 

Di kesempatan ini, Oky juga membeberkan mengenai perhitungan sederhana yang semestinya dapat meningkatkan pendapatan driver ojol sebagai berikut:

 

Contoh perhitungan sederhana saja

 

Skema A

-Tarif perjalanan: Rp10.000

-Komisi aplikasi 8%: Rp800

Baca Juga :  Pj Gubernur DKI: Imlek Momen Jaga Persatuan Antar Umat

-Pendapatan mitra: Rp9.200

 

Skema B

-Tarif dinaikkan menjadi Rp13.000

-Komisi tetap 8%: Rp1.040

-Pendapatan mitra: Rp11.960

 

Artinya, menurut Oky, meskipun persentase komisi tetap 8%, mitra memperoleh tambahan pendapatan sebesar Rp2.760 per order.

 

Namun Sebaliknya, jika tarif tetap Rp10.000 tetapi komisi diturunkan menjadi 0%, pendapatan mitra hanya bertambah Rp800 menjadi Rp10.000. Nilai kenaikannya masih lebih kecil dibandingkan apabila tarif dinaikkan secara proporsional.

 

Dari ilustrasi tersebut, diri nya menilai bahwa penyesuaian tarif yang wajar dan berkeadilan akan memberikan dampak yang lebih besar terhadap peningkatan pendapatan mitra, selama tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat dan keberlangsungan usaha aplikator.

 

Tidak hanya itu, sambung Oky, pihaknya sangat berharap dan bahkan memperjuangkan bersama kawan kawan di kalangan driver ojol untuk terciptanya ekosistem transportasi online yang sehat, berkeadilan, dan berkelanjutan, dengan tentunya melibatkan pemerintah sebagai regulator, perusahaan aplikator sebagai penyedia layanan, dan mitra pengemudi sebagai pelaku utama dapat tumbuh dan berkembang bersama.

 

“POI berkomitmen untuk terus memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan mitra pengemudi melalui dialog, kajian yang objektif, dan solusi yang konstruktif.” Pungkas Oky.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
PUTUSAN MK: PRAJURIT TNI PIDANA UMUM WAJIB DIADILI DI PENGADILAN UMUM,Langkah Bersejarah Menuju Kesetaraan di Hadapan Hukum ,

dito

17 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Putusan Mahkamah Konstitusi yang mewajibkan revisi UndangUndang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer menjadi sorotan penting dalam peta reformasi hukum nasional.   Putusan yang menyatakan bahwa prajurit TNI yang melakukan tindak pidana umum harus diadili di peradilan umum ini dinilai sebagai tonggak konstitusional yang menegaskan prinsip negara hukum: tidak ada satu pun …

Kadispora Buka Event Tournamen Mobile Legend Bang Bang Silampari Wali Kota Cup

Andi Ledi Lubuk Linggau

16 Okt 2026

NASIONALPOS.COM-LUBUK LINGGAU-Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Lubuk Linggau, H Resta Irwan Putra membuka Event Tournamen Mobile Legend Bang Bang (MLBB) Silampari Wali Kota Cup I Tahun 2026 di Cinema Hall Lt.5 Pemkot Kota Lubuk Linggau Jalan Garuda Kelurahan Kayu Ara Kecamatan Lubuk Linggau Barat I, Jum’at(16/10/2026). Kadispora, H Resta Irawan Putra dalam sambutannya …

Blunder Politik Gibran Buah Konspirasi Ketum Partai

Dhio Justice Law

15 Okt 2026

NasionalPos. com – Jakarta — Pengamat kebijakan publik Chazali H. Situmorang (CHS) menilai desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus diarahkan kepada para ketua umum partai politik, bukan semata-mata kepada fraksi-fraksi di DPR RI. Menurutnya, para ketua umum memiliki pengaruh besar dalam menentukan sikap politik partai sehingga harus bertanggung jawab atas keputusan maupun sikap …

Laporkan Dugaan Pelecehan di Kantor Lurah Pasie Nan Tigo, YM Minta Wali Kota Padang Turun Tangan

Zulwandi

15 Okt 2026

Padang, Nasionalpos. Com — Seorang perempuan berinisial YM, yang berprofesi sebagai YouTuber, affiliate marketer, content creator, dan edupreneur di Sumatera Barat, mengaku mengalami dugaan pelecehan verbal dan penghinaan saat berada di Kantor Lurah Pasie Nan Tigo, Kota Padang, pada 28 Agustus 2026 sekitar pukul 09.45 WIB. YM meminta pemerintah daerah menindaklanjuti pengaduannya secara objektif dan …

Di Momentum Hari Musium Nasional, H. Waspada SAg MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor, Himbau Musium Bisa Jadi Ajang Edukasi Anak

dito

13 Okt 2026

NasionalPos.com, Bogor- Pada setiap tanggal 12 Oktober, di peringati sebagai peringatan Hari Musium kemarin, oleh karena itu, terkait dengan hal tersebut, kepada wartawan, H. Waspada MK, S.Ag, MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor dan Dosen PG PAUD UNUSIA Jakarta., Selasa, 13/10/2026 di Bogor, ia mengatakan bahwa tentu musium sangat bermanfaat dan sangat penting bagi anak …

Makan Anggaran Rp1,4 Miliar, Proyek Jalan di Pesisir Barat Malah Diduga Caplok Lahan Mantan Bupati

Taufik Hidayat

12 Okt 2026

Pesisir Barat — Pembangunan proyek jalan menuju rumah sakit di Kabupaten Pesisir Barat yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 senilai Rp1,4 miliar tengah menjadi sorotan publik. Proyek tersebut diduga dibangun di atas lahan pribadi milik mantan Bupati Pesisir Barat, H. Agus Istiqlal, tanpa izin. Protes Langsung di Lokasi Proyek Pemilik lahan, H. …

x
x