- Top NewsHUT ke-59 RSIA Restu Ibu, Siapkan Pengembangan Menuju Rumah Sakit Umum
- daerahJaga Kondusivitas Pilratin, Kasat Reskrim Polres Pesibar Ingatkan Masyarakat Hindari Konflik dan Pelanggaran Hukum
- daerahResmi Dibuka ; Warga Kini Bisa Lapor Langsung ke Kapolda Lampung Lewat Hotline Ini
- TNI-POLRISemakin humaris pelayanan SIM di Sumedang utamakan kenyamanan masyarakat.
- HeadlineMomentum Peringatan Hari Santri Nasional, Jadikan Santri Berani dan punya Kemampuan Hadapi Tantangan Zaman

Kabinet Gagal, Reshuffle Menjadi Keharusan
Oleh: Ridwan Umar
Direktur Lentera Keadilan Indonesia (LAKI)
NasionalPos.com, Jakarta – Seiring perjalanan, masalah besar dan sulit diabaikan dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto: semangat perubahan yang dijanjikan belum sepenuhnya tercermin dalam kinerja kabinetnya.
Publik mencatat, Prabowo datang dengan agenda besar pemberantasan korupsi, kedaulatan ekonomi, efisiensi, penguasaan sumber daya alam, dan keberpihakan kepada rakyat. Namun visi sebesar itu tampaknya kehilangan tenaga saat para pembantunya masih bekerja dengan pola lama, lamban mengambil keputusan, dan lebih sibuk menjaga kepentingan daripada menghasilkan perubahan.
Di situlah paradoksnya. Saat Presiden Prabowo menghendaki percepatan, tetapi pembantunya berjalan lambat. Pemerintah menjanjikan perubahan mendasar, tetapi publik belum melihat lompatan yang cukup meyakinkan. Kontroversi kebijakan, lemahnya koordinasi, komunikasi yang tidak efektif, dan hasil kerja yang belum memenuhi harapan akhirnya bermuara pada satu titik: beban politik Presiden Prabowo.
Dalam sistem presidensial, rakyat tidak akan membedah kegagalan secara sektoral. Ketika kementerian gagal bekerja, yang dinilai adalah pemerintah. Dan wajah pemerintah adalah Presiden.
Karena itu, reshuffle bukan sekadar pergantian orang. Ia adalah instrumen koreksi untuk menjaga arah pemerintahan dan kredibilitas Presiden.
Haruskah Dibiarkan Kabinet Menjadi Rem?
Prabowo tidak mungkin menjadi satu-satunya mesin perubahan. Pemerintahan membutuhkan kabinet yang mampu menerjemahkan visi Presiden menjadi kebijakan yang cepat, terukur, dan nyata.
Tetapi tampaknya kabinet tidak bergerak dalam satu irama bahkan menjadi rem. Presiden boleh memiliki gagasan besar, ide cardas namun jika mayoritas menteri masih nyaman dengan cara kerja lama, mempertahankan kepentingan sektoral, atau lebih mengutamakan kalkulasi politik, maka visi perubahan akan berhenti sebagai slogan.
Jabatan menteri bukan hadiah politik. Ia adalah mandat kinerja kepada negara dan rakyat.
Karena itu, ukuran mempertahankan seorang menteri harus sederhana: apakah ia mampu bekerja, mencapai target, menyelesaikan masalah, dan memperkuat agenda Presiden?
Jika jawabannya tidak, konsekuensinya juga harus sederhana: diganti.
Evaluasi tanpa konsekuensi hanya akan menjadi ritual kekuasaan. Tidak ada gunanya rapat berkali-kali jika kegagalan yang sama terus dibiarkan dengan orang yang sama.
Reshuffle Harus Berbasis Kinerja
Prabowo tidak perlu melakukan reshuffle untuk memuaskan tekanan politik. Namun ia juga tidak boleh terlalu lama menunda koreksi karena pertimbangan politik.
Presiden harus menilai kabinet secara objektif: siapa yang menghasilkan capaian, siapa yang mampu menerjemahkan visi pemerintahan, dan siapa yang justru menjadi beban.
Kedekatan politik, jasa masa lalu, atau representasi kelompok tidak boleh menjadi alasan untuk mempertahankan ketidakmampuan.
Kabinet perubahan harus dibangun atas dasar kompetensi, integritas, keberanian, dan hasil kerja.
Indonesia tidak kekurangan orang cerdas dan berpengalaman. Yang dibutuhkan adalah menteri yang mampu mengambil keputusan, bekerja lintas sektor, dan bertanggung jawab atas hasilnya.
Prabowo membutuhkan kabinet pekerja, bukan kabinet penonton.
Momentum Mengoreksi Arah Ekonomi
Reshuffle pun harus menjadi momentum untuk mengoreksi arah ekonomi nasional berdasarkan amanat Pasal 33 UUD 1945.
Keberhasilan ekonomi tidak cukup diukur dari pertumbuhan dan investasi. Pertanyaan yang lebih mendasar adalah: siapa yang menikmati kekayaan Indonesia?
Pasal 33 mengamanatkan perekonomian untuk kemakmuran bersama. Kekayaan alam dan sektor strategis harus dikelola agar manfaatnya sebesar-besarnya kembali kepada rakyat, bukan terkonsentrasi pada kelompok yang memiliki akses ekonomi dan kekuasaan.
Karena itu, kabinet ekonomi harus mampu menutup kebocoran, memperkuat industri nasional, menciptakan lapangan kerja, dan memastikan hasil pembangunan lebih merata.
Pertumbuhan ekonomi tanpa keberpihakan konstitusional hanya akan menghasilkan angka, tanpa keadilan.
Jika Prabowo ingin meninggalkan jejak yang berbeda, ia membutuhkan pembantu yang berani mengoreksi paradigma lama dan menerjemahkan Pasal 33 menjadi kebijakan nyata.
Diam Adalah Risiko Terbesar
Setiap reshuffle memiliki risiko politik. Kepentingan partai dan berbagai kompromi pasti ikut bermain.
Namun mempertahankan menteri yang tidak mampu juga merupakan risiko—dan dampaknya langsung menggerus kepercayaan kepada Presiden.
Prabowo harus memilih: menjaga kenyamanan politik atau menjaga momentum perubahan.
Lebih baik mengambil risiko mengganti pembantu yang gagal daripada membiarkan kegagalan berubah menjadi budaya pemerintahan.
Waktu politik tidak menunggu. Semakin lama koreksi ditunda, semakin besar kekecewaan publik dan semakin kuat persepsi bahwa pemerintahan ini sekadar melanjutkan pola lama dengan wajah baru.
Karena itu, reshuffle bukan lagi sekadar agenda administratif. Ia adalah ujian kepemimpinan Prabowo.
Apakah Presiden berani menempatkan kepentingan perubahan di atas kompromi politik? Apakah standar kabinetnya ditentukan oleh kemampuan bekerja atau sekadar kemampuan menjaga keseimbangan kekuasaan?
Jawabannya akan menentukan arah pemerintahannya.
Prabowo tidak membutuhkan kabinet yang membuatnya nyaman. Ia membutuhkan kabinet yang mampu mewujudkan janji perubahan.
Sebab pada akhirnya, sejarah tidak akan mencatat berapa banyak pertimbangan yang menyebabkan reshuffle ditunda. Sejarah akan mencatat apakah Prabowo berani mengganti mereka yang gagal, atau membiarkan kabinetnya sendiri mengubur agenda perubahan yang ia janjikan kepada rakyat. (X)
dito
21 Okt 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Gagasan awal mengenai Hari Santri diusulkan oleh kalangan pesantren, yang kemudian diperkuat usulannya oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang kemudian di resmikan oleh Presiden Jokowi, bahwa tanggal 22 Oktober di tetapkan sebagai Hari Santri Nasional melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015 guna mengenang jasa para ulama dan santri. Terkait dengan situasi …
dito
21 Okt 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Selama dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, masyarakat Indonesia merasakan mengenai upaya penegakan hukum, maka terkait dengan hal itu Ralian Jawalsen, S.H seorang praktisi hukum. kepada wartawan, Rabu, 21/10/2026, di Jakarta. Ia mengatakan bahwa Pemerintahan Presiden Prabowo- Gibran selama dua tahun ini telah terjadi kemunduran dalam penegakan hukum. …
- Banyuwangi
20 Okt 2026
BANYUWANGI, NASIONALIS. COM – Gelombang penyampaian aspirasi masyarakat di Kabupaten Banyuwangi diperkirakan bakal menjadi sorotan. Kantor Hukum Rifki Pria Hartawan Usman, S.H. & Rekan secara resmi menyampaikan pemberitahuan aksi damai yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 26 Oktober 2026, di depan Kantor Polresta Banyuwangi. Dalam surat pemberitahuan tertanggal 19 Oktober 2026 yang ditujukan kepada Kapolresta Banyuwangi, …
dito
19 Okt 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Transisi energi menjadi isu global yang mendesak karena meningkatnya kesadaran terhadap dampak negatif perubahan iklim. Beberapa negara telah mempraktikkan transisi ke energi baru dan terbarukan (EBT) dengan baik, seperti Swedia, Jerman dan Selandia Baru, demikian di ungkapkan oleh narasumber tunggal: Dr Natalis Situmorang pada Webinar bertajuk Bedah Buku Transisi Energi di Indonesia, Sabtu, …
- Banyuwangi
19 Okt 2026
Banyuwangi, Nasionalis.com – Penanganan empat laporan polisi di Polresta Banyuwangi menjadi perhatian tim kuasa hukum yang mendampingi pelapor berinisial DPS dan IBP. Mereka meminta kejelasan mengenai perkembangan penanganan perkara yang mencakup dugaan tindak pidana terkait urusan keluarga, keuangan, dokumen hak atas tanah perusahaan, hingga penerimaan dana yang dipersoalkan. Sebagai tindak lanjut, tim kuasa hukum menyatakan …
dito
19 Okt 2026
NasionalPos.com, Makassar- Sengketa lahan di Jalan Ince Nurdin No. 37, Kelurahan Baru, Kota Makassar yang mencuat ke publik menjadi titik awal penelusuran lebih luas atas aset tanah peninggalan Pangeran Cornelis Demunic. Demikian disampaikan oleh Kuasa hukum ahli waris, A. Darwin R. Ranreng, kepada wartawan, Senin, 19/10/2026 di Makassar “Hari Senin ini, kami tegaskan bahwa …
21 Nov 2024 2.518 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.923 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
28 Jul 2025 1.670 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
17 Mei 2022 1.667 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
23 Jul 2025 1.571 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.522 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.336 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.