Ada Upaya Jahat Halangi Bergulirnya Hak Angket Usut Kejahatan Pemilu 2024

- Editor

Rabu, 6 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NasionalPos.com, Tangerang Selatan- Mencermati kondisi perkembangan bergulirnya wacana Hak Angket DPR RI tentang usut tuntas kejahatan pemilu 2024 saat ini,

Pengamat Sosial Politik Agus Yohanes kepada wartawan, ia mengatakan bahwa bergulirnya hak Angket yang didukung oleh seluruh lapisan masyarakat, nampaknya memicu kepanikan di lingkaran istana, bahkan mereka takut jika terbongkarnya kejahatan pemilu itu terbongkar maka bakal bisa merusak semua skenario untuk melanggengkan kekuasaan rezim Jokowi beserta kroni-kroninya.

“Dari situasi politik yang berkembang, saya mencium adanya indikasi skenario jahat yang sedang dilakukan oleh rezim Jokowi tersebut, untuk menghalangi  bergulirnya hak Angket yang disambut sangat antusias oleh seluruh lapisan masyarakat.” Ungkap Agus Yohanes kepada wartawan, Rabu, 6/3/2024 di Tangerang Selatan, Banten.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Agus Yohanes, indikasi adanya skenario jahat yang dirancang oleh rezim Jokowi itu, terendus ketika bermunculan adanya pembentukan opini menyesatkan yang digulirkan secara  massif antara lain bahwa tidak adanya kecurangan dalam pemilu, kemudian soal hak angket digulirkan oleh pihak yang kalah pilpres 2024, rakyat tidak butuh hak angket tapi rakyat butuh pekerjaan seperti disampaikan Kamaruzaman politisi Partai Gerindra,

Baca Juga :   Seekor Anak Gajah Sumatera Lahir di Elephants Flying Squad TN Tesso Nilo

hingga juga dibentuk opini kalau ada kecurangan pemilu atau sengketa pemilu di bawa saja ke Mahkamah Konstitusi, semua opini tersebut dapat dimentahkan dan bahkan dianggap opini yang terkesan ketakutan jika kejahatan pemilu di bongkar, sehingga bukan hanya itu mereka juga merancang penggembosan terhadap partai politik pendukung Hak Angket, lobby sana-sini, tekan sana-sini, serta memberikan iming-iming jabatan ke para politisi pendukung hak angket.

“Tidak hanya sekedar menggembosi parpol pendukung hak angket, akan tetapi mereka juga melakukan Gerakan adu massa, melalui adanya pengerahan massa preman Tolak Hak Angket, ini yang berbahaya, karena jika ini terus dikembangkan maka bisa berdampak pada konflik di tingkat akar rumput.” Tukas Agus Yohanes yang juga mantan aktivis kontras.

Baca Juga :   Personil Satgas Pamtas Yonif 645/Gardatama Yudha Bantu Padamkan Kebakaran Ruko Di Balaikarangan

Dalam scenario itu, lanjut Agus, mereka bakal menciptakan konflik di akar rumput, hal ini sangat tidak manusiawi, kekuatan rakyat di adu dengan kekuatan premanisme, yang sangat brutal, dan di duga dibiarkan ini terjadi oleh aparat keamanan, bahkan nampaknya aparat keamanan memberikan ruang sangat leluasa bagi kekuatan premanisme untuk berhadapan langsung dengan rakyat, dengan demikian patut diduga mereka telah menerapkan politik de vi de et impera (adu domba) yang mengorbankan rakyat, dan ini bentuk nyata scenario jahat mereka untuk menghalangi hak angket.

“ Ya, saya sangat berharap seluruh komponen bangsa Indonesia, mesti mewaspadai upaya jahat untuk halangi Hak Angket dengan mengorbankan rakyat.”pungkas Agus Yohanes.

Berita Terkait

Menhub Sebut Penyeberangan Sumatera-Jawa ditambah Jadi 146 trip
TNI AL dan Brimob lakukan mediasi setelah terjadi bentrok di Sorong
Banyak Nemo Menggemaskan, Konservasi Carita Banten Dipadati Wisatawan
Peringati 68 Tahun Injil Masuk Ke Maybrat, Satgas Yonif 623 Gelar Acara Jalan Santai
Pemerintah Terapkan WFH dan WFO Bagi ASN pada 16-17 April 2024
Pengurus Pusat Pemuda Panca Marga Kutuk Tindakan Brutal OPM
Soal Merapat ke Prabowo Subianto, PKB: Kami Masih Fokus di MK
Presiden Jokowi Tinjau Stasiun Pasar Senen

Berita Terkait

Minggu, 14 April 2024 - 20:12 WIB

Menhub Sebut Penyeberangan Sumatera-Jawa ditambah Jadi 146 trip

Minggu, 14 April 2024 - 19:47 WIB

TNI AL dan Brimob lakukan mediasi setelah terjadi bentrok di Sorong

Minggu, 14 April 2024 - 19:22 WIB

Banyak Nemo Menggemaskan, Konservasi Carita Banten Dipadati Wisatawan

Sabtu, 13 April 2024 - 18:22 WIB

Peringati 68 Tahun Injil Masuk Ke Maybrat, Satgas Yonif 623 Gelar Acara Jalan Santai

Sabtu, 13 April 2024 - 17:11 WIB

Pemerintah Terapkan WFH dan WFO Bagi ASN pada 16-17 April 2024

Senin, 8 April 2024 - 21:44 WIB

Soal Merapat ke Prabowo Subianto, PKB: Kami Masih Fokus di MK

Senin, 8 April 2024 - 21:16 WIB

Presiden Jokowi Tinjau Stasiun Pasar Senen

Senin, 8 April 2024 - 20:00 WIB

PODSI Siapkan Tim Canoeing Incar Tiket Olimpiade Paris di Jepang

Berita Terbaru