Home » Headline » Ada Upaya Jahat Halangi Bergulirnya Hak Angket Usut Kejahatan Pemilu 2024

Ada Upaya Jahat Halangi Bergulirnya Hak Angket Usut Kejahatan Pemilu 2024

dito 06 Mar 2024 105

NasionalPos.com, Tangerang Selatan- Mencermati kondisi perkembangan bergulirnya wacana Hak Angket DPR RI tentang usut tuntas kejahatan pemilu 2024 saat ini,

Pengamat Sosial Politik Agus Yohanes kepada wartawan, ia mengatakan bahwa bergulirnya hak Angket yang didukung oleh seluruh lapisan masyarakat, nampaknya memicu kepanikan di lingkaran istana, bahkan mereka takut jika terbongkarnya kejahatan pemilu itu terbongkar maka bakal bisa merusak semua skenario untuk melanggengkan kekuasaan rezim Jokowi beserta kroni-kroninya.

“Dari situasi politik yang berkembang, saya mencium adanya indikasi skenario jahat yang sedang dilakukan oleh rezim Jokowi tersebut, untuk menghalangi  bergulirnya hak Angket yang disambut sangat antusias oleh seluruh lapisan masyarakat.” Ungkap Agus Yohanes kepada wartawan, Rabu, 6/3/2024 di Tangerang Selatan, Banten.

Menurut Agus Yohanes, indikasi adanya skenario jahat yang dirancang oleh rezim Jokowi itu, terendus ketika bermunculan adanya pembentukan opini menyesatkan yang digulirkan secara  massif antara lain bahwa tidak adanya kecurangan dalam pemilu, kemudian soal hak angket digulirkan oleh pihak yang kalah pilpres 2024, rakyat tidak butuh hak angket tapi rakyat butuh pekerjaan seperti disampaikan Kamaruzaman politisi Partai Gerindra,

Baca Juga :  Raperda Pajak dan Retribusi Daerah akan Pangkas Tumpang Tindih Kebijakan

hingga juga dibentuk opini kalau ada kecurangan pemilu atau sengketa pemilu di bawa saja ke Mahkamah Konstitusi, semua opini tersebut dapat dimentahkan dan bahkan dianggap opini yang terkesan ketakutan jika kejahatan pemilu di bongkar, sehingga bukan hanya itu mereka juga merancang penggembosan terhadap partai politik pendukung Hak Angket, lobby sana-sini, tekan sana-sini, serta memberikan iming-iming jabatan ke para politisi pendukung hak angket.

“Tidak hanya sekedar menggembosi parpol pendukung hak angket, akan tetapi mereka juga melakukan Gerakan adu massa, melalui adanya pengerahan massa preman Tolak Hak Angket, ini yang berbahaya, karena jika ini terus dikembangkan maka bisa berdampak pada konflik di tingkat akar rumput.” Tukas Agus Yohanes yang juga mantan aktivis kontras.

Baca Juga :  KPU Imbau Partai Revisi Bacaleg Pemilu 2024

Dalam scenario itu, lanjut Agus, mereka bakal menciptakan konflik di akar rumput, hal ini sangat tidak manusiawi, kekuatan rakyat di adu dengan kekuatan premanisme, yang sangat brutal, dan di duga dibiarkan ini terjadi oleh aparat keamanan, bahkan nampaknya aparat keamanan memberikan ruang sangat leluasa bagi kekuatan premanisme untuk berhadapan langsung dengan rakyat, dengan demikian patut diduga mereka telah menerapkan politik de vi de et impera (adu domba) yang mengorbankan rakyat, dan ini bentuk nyata scenario jahat mereka untuk menghalangi hak angket.

“ Ya, saya sangat berharap seluruh komponen bangsa Indonesia, mesti mewaspadai upaya jahat untuk halangi Hak Angket dengan mengorbankan rakyat.”pungkas Agus Yohanes.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
PPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha

dito

14 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat.   Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

Di perlukan Langkah cepat, tepat dan Kolaboratif Untuk Tanggulangi Jakarta Darurat Sampah

dito

06 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta kini berada dalam kondisi darurat sampah dengan produksi harian mencapai lebih dari 9.000 ton, di mana sekitar 7.500 ton di antaranya dibuang ke TPST Bantargebang. Kapasitas penampungan di Bantargebang telah berada di ambang batas kritis, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo Ketua LSM Biru Voice kepada wartawan, Sabtu, 6 Juni 2026 di …

Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang …

Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

x
x