Home » Nasional » Batik Karya Warga Binaan Lapas Banyuwangi Meriahkan Banyuwangi Batik Festival 2024

Batik Karya Warga Binaan Lapas Banyuwangi Meriahkan Banyuwangi Batik Festival 2024

Eni 19 Okt 2024 57

 

BANYUWANGI – NASIONALPOS.com ll Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar Banyuwangi Batik Festival (BBF). Namun ada yang unik dalam gelaran BBF 2024 kali ini, yakni hadirnya Batik Jeruji yang merupakan batik hasil karya Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi dalam event tahunan Pemkab Banyuwangi tersebut.

Batik Jeruji akan dipamerkan pada salah satu stand gelaran acara yang digelar mulai hari ini (18/10) hingga besok (19/10) di De Djawatan, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi itu.

Kepala Lapas Banyuwangi, Agus Wahono menyebut dilibatkannya Lapas Banyuwangi dalam BBF 2024 menjadi salah satu bentuk dukungan dari Pemkab terhadap pembinaan yang ada di Lapas Banyuwangi, khususnya pembinaan membatik yang telah menghasilkan berbagai motif.

“Kami berterimakasih kepada Pemkab yang telah memberikan wadah bagi kami untuk memperkenalkan batik hasil karya Warga Binaan,” ujarnya.

Baca Juga :  IPTU Dyah : Jajaran Satpas SIM Colombo, Bertekat Berusaha Sempurna Dalam Pelayanan Prima Untuk Pemohon SIM-KB

Menurutnya, pameran Batik Jeruji pada BBF 2024 akan dimanfaatkan dengan maksimal untuk mempromosikan batik dengan ciri khas motif gajah oling jeruji kepada masyarakat. Sekaligus sebagai sarana edukasi bahwa tembok tinggi Lapas tidak menghalangi kreatifitas dari para Warga Binaan.

“Melalui pameran ini, kami berharap produk Batik Jeruji dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat dan mampu menarik minat masyarakat untuk menggunakan Batik Jeruji,” harapnya.

Lebih lanjut, Agus mengatakan bahwa motif batik yang dipamerkan didominasi oleh Batik Jenon Jeruji. Hal itu disesuaikan dengan tema BBF 2024 yang mengangkat motif batik lawas khas Banyuwangi, yakni motif Jenon yang syarat akan makna.

Baca Juga :  Polres pelabuhan Tanjung perak Berhasil gagalkan penyelundupan 7,6 juta Barang Rokok ilegal disurabaya

“Kebetulan kami juga memiliki motif Jenon yang kami sebut dengan Batik Jenon Jeruji, dan motif tersebut telah tercatat Hak Cipta nya di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual,” terangnya.

Perlu diketahui bahwa Batik Jeruji Lapas Banyuwangi memiliki ciri khusus dengan adanya motif gajah oling yang dikombinasikan dengan gelang yang menjadi simbol borgol. Batik Jeruji telah memiliki 7 motif unggulan yang juga telah tercatat Hak Cipta di DJKI.

7 motif batik itu diantaranya blue fire kayu mati jeruji, blue fire wayang jeruji, bunga kopi jeruji, gandrung jeruji, sekar jagat wayang jeruji, jenon wayang jeruji dan jenon seblang jeruji. Ketujuh motif itu memadukan motif khas Lapas Banyuwangi dan kearifan lokal Banyuwangi.

**Humas Lapas Banyuwangi/Eni**

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

Unjuk Rasa Terbesar? 5.000 Massa Siap Padati Kantor Bupati Banyuwangi

- Banyuwangi

25 Apr 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Sekitar 5000 massa direncanakan akan turun ke jalan dalam sebuah aksi unjuk rasa besar yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 6 Mei 2026 di Depan Kantor Bupati Banyuwangi. Aksi ini digelar sebagai bentuk tuntutan masyarakat yang mendesak agar Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi segera mengundurkan diri dari jabatannya. Koordinator aksi,Mohamad Amrullah,S.H.M.Hum. menyampaikan bahwa …

Serah Terima Kunci Rumah Parahyangan Garden City di Margaasih: Wujudkan Impian Hunian Nyaman dan Strategis

Suryana Korwil Jabar

25 Apr 2026

Bandung, 25 April 2026, ARMEDIA.NEWS – Momen yang dinanti-nantikan akhirnya tiba! Perumahan Parahyangan Garden City yang berlokasi di Jl. Nanjung, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, mengadakan acara serah terima kunci rumah bagi para pembeli unit huniannya. Acara ini menjadi bukti komitmen pengembang dalam menyelesaikan proyek lebih cepat dari waktu yang dijanjikan dan memberikan hunian …

Argento Resmi Kembalikan Berkas, Tegaskan Keseriusan Maju sebagai Bacalon Ketua DPD II Golkar Pesisir Barat

Admin Redaksi

24 Apr 2026

NASIONALPOS.com Pesisir Barat – Dinamika politik internal Partai Golkar di Kabupaten Pesisir Barat semakin menghangat. Salah satu bakal calon (bacalon) Ketua DPD II Golkar, Argento, secara resmi mengembalikan berkas pendaftaran kepada panitia penjaringan, sebagai bentuk keseriusan dirinya dalam mengikuti proses pemilihan ketua partai. Pengembalian berkas tersebut dilakukan di sekretariat DPD II Golkar Pesisir Barat dan …

22 Tahun Penantian Berakhir: UU Perlindungan PRT Disahkan, Negara Hadir untuk Pekerja Domestik

dito

23 Apr 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PRT) menjadi tonggak historis dalam reformasi kebijakan ketenagakerjaan nasional. Setelah lebih dari dua dekade diperjuangkan, regulasi ini tidak hanya mencerminkan kemajuan legislasi, tetapi juga menjadi bentuk koreksi atas ketimpangan struktural yang selama ini menempatkan pekerja domestik dalam posisi rentan dan minim perlindungan. Secara empiris, urgensi kehadiran UU …

x
x