Home / Headline / Hukum / Megapolitan / Pemerintahan

Rabu, 21 September 2022 - 21:56 WIB

Berbekal 2 Materi, DPRD DKI Jakarta Gelar Bimtek Di Semarang

NasionalPos.com, Jakarta– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta mendapat dua materi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) saat orientasi dan bimbingan teknis (Bimtek) ketiga tahun 2022 di Hotel Aston, Semarang, Jawa Tengah, Senin 19/9/2022 hingga Rabu 21/9/2022.

Orientasi dan bimbingan teknis ini untuk memperdalam dan mempertajam serta meningkatkan pemahaman dalam menjalankan fungsi dan tugas selaku anggota dewan, demikian disampaikan Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, SH kepada pers, Rabu, 21/9/2022 di Semarang

“Materi-materi ini sangat penting, mengingat saat ini DPRD Provinsi sedang mengkaji usulan rancangan Perda (Raperda) tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (PKD) terbaru. Selanjutnya, pendalaman terhadap Undang Undang persiapan Jakarta pasca tak lagi menyandang status Ibu Kota,” ucap Pras

Baca Juga  Satgas Yonif 126/KC Berikan Bantuan Sembako Kepada Warga Perbatasan Papua

Lebih lanjut Pras mengingatkan materi yang diberikan masing-masing mengenai Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah, serta mendalami isi dari Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia, bisa menjadi bekal dalam perumusan kebijakan pemerintahan, pembangunan, serta semangat pengabdian dalam menjalankan tugas di lapangan.

“Semoga ini dapat menambah dan meningkatkan pemahaman, sehingga dapat mengimplementasikan saat menjalankan tugas Pemerintah Daerah,” tukasnya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, menilai bimtek ini sangat spesial karena salah satunya membahas tentang Jakarta pasca ada UU Nomor 3 tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara. Pihaknya, menilai DKI Jakarta sudah sangat siap menjadi kota ekonomi. Sebab Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2021 lalu mengungkapkan bahwa indeks pembangunan manusia (IPM) di Jakarta menjadi yang tertinggi.

Baca Juga  Kejagung Nilai Tepat Vonis Bebas Majelis Hakim PN Jaksel Terkait Unlawful Killing Laskar FPI

“Artinya SDM kita sudah siap untuk menjadi kota khusus ekonomi. Hal ini juga karena Jakarta memang sudah menjadi pusat ekonomi sebelum merdeka,” ujarnya.

Khoirudin berharap, dengan memiliki kekhususan dan menjadi Kota Ekonomi, maka pendapatan asli daerah (PAD) diyakini tidak akan menurun, meskipun Jakarta sudah tidak menyandang status Ibu Kota.

“Dampaknya akan sangat besar pada penghasilan daerah kita. Ini juga bisa meningkatkan pembangunan buat Jakarta,” pungkasnya.

 

Share :

Baca Juga

APD corona

Headline

Update Data Corona (26/8/2020) Korban Jumlah Pasien Positif 160.165 Orang dan Meninggal 6.944 Orang
IMG 20190610 WA0102

Ekonomi

Akademisi IPB: Daya Beli Petani Semakin Meningkat
82fb4858 03c5 4c8d 8049 9289f02fb3b9

Megapolitan

ITL Trisakti Perbanyak Kajian Kualitas Keimanan di Bulan Ramadhan
Hacker china

Headline

AS Tuding Hacker China Mencuri Data Penelitian Covid-19
Paket sembako

Megapolitan

Warga Tolak Hujan Sembako di Jakarta Barat
Kim Jong un

Headline

Kim Jong-un Tampak Kurus di Parade Militer
SITEPU

Headline

Kemen PPPA Buka Seleksi Wakil Indonesia untuk Hak Anak di Komisi ASEAN
vaksin corona

Headline

Anies Ungkap Warga Ber-KTP DKI Belum Divaksin Sekitar 2,5 Juta Orang