Home » Nasional » Bunga Raflesia Endemik Kawasan Perhutani KPH Banyuwangi Utara

Bunga Raflesia Endemik Kawasan Perhutani KPH Banyuwangi Utara

- Banyuwangi 28 Apr 2025 425

.BANYUWANGI, NASIONAL POS –

“ Bunga Rafflesia Zollingeriana ” Endemik Kawasan Hutan Perhutani KPH Banyuwangi Utara ”

” RAFFLESIA Zollingeriana ”, merupakan salah satu tumbuhan yang sangat unik di Kabupaten Banyuwangi.

Flora unik tersebut hanya ditemukan pada 15 provinsi di Indonesia salah satu di Provinsi Jawa Timur.

Rafflesia zollingeriana pada mulanya di temukan oleh BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) yang penggantian nomenclatur terdahulu LIPI, sejak tahun 2021 bersama aparat Perum KPH banyuwangi Utara berada di petak 68a, luas 478,0 Ha Klas Hutan HAS, di RPH Gombeng BKPH Ketapang KPH banyuwangi Utara berada dalam 37 titik.

Rafflesia adalah bunga yang dilindungi tidak dapat diambil tanpa izin, Adapun UU yang berlaku yang melindungi Rafflesia adalah sebagai berikut;

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya,

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa,

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi.

Sehubungan dengan status Rafflesia zollingeriana sebagai tumbuhan endemik yang dilindungi, Peneliti BRIN pada tanggal 22–23 April 2025 melaksanakan kegiatan edukasi dan konservasi di Kampung Batara, Desa Kalipura, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi.

Kegiatan ini melibatkan berbagai komponen masyarakat peduli lingkungan yang dikoordinasikan oleh Saudara Widi (Pemerhati Lingkungan).

Baca Juga :  Pemerintah Perkuat Capaian Pengurangan Emisi Melalui Blue Carbon

Pelaksanaan edukasi dan konservasi ini dipimpin oleh Ibu Febrina Artauli

Siahaan dari Pusat Riset Botani Terapan BRIN dan anggota Yayasan Botani Tropika Indonesia, Ibu Dewi Lestari dari Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi BRIN, serta didukung oleh Bapak Septi Andriki, penggiat konservasi Rafflesia di Bengkulu.

” Kegiatan pembelajaran kepada Masyarakat Blok Papring, Kalipuro Kab. Banyuwangi oleh BRIN ”
Tujuan Pendidikan Lingkungan di Blok Papring Kalipuro Kab. Banyuwangi adalah mengenalkan Rafflesia yang ada di dalam hutan blok Papring dan bagaimana cara mengkonservasi bunga Rafflesia kepada Masyarakat, agar bunga tersebut tidak punah dan tetap Lestari di dalam Kawasan hutan KPH Banyuwangi Utara.

Proses pembelajaran yang dilaksanakan selama 2 (dua) hari, dengan dukungan Yayasan Botani Tropika Indonesia dan Rufford Foundation.

Masyarakat sangat terkesan, bahwa di Banyuwangi ternyata ada salah satu bunga langka yang dalam hal mendapat Perhatian BRIN.

Masyarakat berharap agar kegiatan semacam ini agar ditindaklanjut secara bertahap dan jangan hanya bersifat serimoni “ ungkap Abang Widi “ tokoh Pemerhati Lingkungan di blok Papring. Banyuwangi
Menurut Administratur/KKPH Banyuwangi Utara melalui Wakil Adm / KSKPH Banyuwangi Utara (Edi Purwanto) mengatakan, bahwa Rafflesia zollingeriana merupakan tumbuhan yang memang wajib di lindungi di jaga agar tidak rusak eksosistem, dan Oleh KPH Banyuwangi Utara tumbuhan tersebut telah dilaporkan kepada pimpinan Perhutani pusat termasuk tumbuhan KBKT (Kawasan bernilai konservasi tinggi) dan masuk dalam Prinsip Pengelolaan Hutan berdasarkan Forest Stewardship Councli (FSC) pada prinsip ke 9 yakni “ NILAI KONSERVASI TINGGI “, dan Perhutani KPH Banyuwangi Utara sangat mendukung terhadap kegiatan edukasi dan konservasi bunga Rafflesia yang di laksanakan oleh kawaan-kawan BRIN ‘ paparnya.

Baca Juga :  Polisi dan Warga Gotong Royong Dorong Mobil Mogok

Pada ketepatan waktu yang sama turut hadir Seksi Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam wilayah V Banyuwangi sangat Antusias di dalam mengikuti acara tersebut, dan BKSDA sangat mendorong dan mendukung dengan kegiatan edukasi dan konservasi di temukannya jenis Rafflesia untuk menambah pengkayaan jenis tumbuhan di BKSDA Banyuwangi, ujar Bapak Nurul Huda Sani (Polhut Terampil / KRPH KSDA Wilayah 13 Banyuwangi, Situbondo dan Bandowoso) ‘ ujarnya.
Dengan dilaksanakannya kegiatan pembelajaran konservasi di wilayah Papring, Kalipuro, Banyuwangi, diharapkan Rafflesia zollingeriana dapat tetap lestari dan terjaga keberadaannya.

Selain itu, Rafflesia memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi ekowisata yang edukatif berbasis prinsip keberlanjutan, yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ke depannya, keberadaan Rafflesia zollingeriana harus terus dilestarikan melalui upaya kolaborasi lintas sektor guna memperkuat kesadaran lingkungan dan konservasi spesies, sehingga keberadaannya dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
AWI DPC Banyuwangi Resmi Terbentuk, Mohamad Saiful Rizal : Momentum Perkuat Peran Pers

- Banyuwangi

02 Mei 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Pembentukan Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Banyuwangi menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pers di tingkat daerah. Kehadiran organisasi ini diharapkan mampu menjadi wadah yang tidak hanya menaungi para jurnalis, tetapi juga menjaga marwah profesi kewartawanan agar tetap independen, profesional, dan berpihak pada kebenaran. Aktivis masyarakat sipil sekaligus pegiat politik Banyuwangi, Mohamad …

Pemerintah Percepat Penertiban 4.046 Perlintasan Sebidang di Seluruh Indonesia

ardi

01 Mei 2026

Jakarta,NasionalPos – Pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur. Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan penertiban menyeluruh perlintasan sebidang di seluruh Indonesia guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mempercepat penertiban perlintasan sebidang dengan skala prioritas. “Sebagaimana …

Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

x
x