Home » Headline » Cegah Lahirnya Koruptor, Mari Dukung Himbauan KPK, Hajar Serangan Fajar di Pemilu 2024

Cegah Lahirnya Koruptor, Mari Dukung Himbauan KPK, Hajar Serangan Fajar di Pemilu 2024

dito 18 Sep 2023 198

NasionalPos.com, Jakarta- Fenomena politik uang atau money politic tetap menjadi ancaman serius menjelang pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Karenanya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui program ‘Hajar Serangan Fajar’ mengimbau masyarakat ikut mengawal Pemilu dengan menentang dan menolak praktik politik uang yang dapat menjelma menjadi korupsi, himbauan itu juga disebarkan dan terpampang di pamlet di beberapa tempat, termasuk diantaranya terpasang di stasiun MRT di kawasan Blok M Plaza Jakarta Selatan.

Himbuan KPK tersebut, juga direspon oleh berbagai kalangan masyarakat, salah seorang diantaranya adalah H. Mohammad Rudyanto Dharmawan Ketua Satkar Ulama Kota Adm Jakarta Barat, saat di temui wartawan, ia mengatakan sudah bukan menjadi rahasia lagi jika setiap penyelenggaraan Pemilu baik tingkat nasional maupun tingkat daerah masih dikotori dengan politik uang.

Apabila masyarakat dengan senang hati menerima politik uang, maka perilaku tersebut dapat memberatkan para kepala daerah serta wakil rakyat. Sebab, ongkos politik/demokrasi yang tergolong sangat mahal dapat memicu kepala daerah/wakil rakyat melakukan tindak pidana korupsi.

“Oleh karena itu, Saya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh KPK, melalui sosialisasi pencegahan money politik, atau suap politik yang bakal terjadi di setiap momentum demokrasi, seperti pada pemilu serentak pilpres dan pemilu legistaif, tanggal 14 Februari 2024 mendatang, apalagi sosialisasi itu dengan Bahasa sederhana mudah dicerna, menggelitik dan bagusnya dipasang di ruang publik”ucap H. Mohammad Rudyanto Dharmawan kepada wartawan, pada hari Senin, 18 September 2023 di Stasiun MRT di kawasan Blok M Plaza, Jakarta Selatan.

Baca Juga :  Masalah Istaka Karya Pailit Ditanggapi Serius Kementerian BUMN

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh KPK tersebut, hal itu merupakan tindakan edukatif untuk memberikan kesadaran kepada Masyarakat agar mencegah terjadinya suap politik di penyelenggaraan pemilu, aktivitas suap politik itu biasa disebut serangan fajar.

Adapun serangan fajar ini merupakan bagian dari penyakit pemilu yang bersumber dari politik uang. Orang membayar uang, membayar jasa, dan membayar janji-janji agar seseorang memilih atau melirik calon yang diinginkan oleh penerima,

Hal inilah yang menyebabkan dari pemilu ke pemilu tidak lagi berkualitas, dan bahkan di tengarai pemilu tidak melahirkan wakil rakyat yang tidak amanah, serta kemudian melahirkan seorang koruptor, sehingga tanpa disadari Masyarakat yang memiliki hak suara tidak lagi menjadi subyek untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan amanah, melainkan malahan menjadi obyek penderita yang hanya dimanfaatkan untuk mendapatkan suara dukungan oleh para pencari kursi kekuasaan.

“Bagaimana bisa memerangi korupsi kalau masyarakat yang memiliki hak politik menerima suap politik?, hal itu tanpa disadari pemilih sudah terlibat korupsi sejak awal, tanpa disadari mendorong lahirnya koruptor baru, uang rakyat di korupsi agar bisa balik modal, modal yang di pakai untuk menyuap rakyat, kondisi ini jelas yang rugi adalah rakyat, rakyat lagi-lagi jadi korban, ini yang harus dicegah.”tukas H. Mohammad Rudyanto Dharmawan yang biasa disebut Bang Moo sebagai panggilan akrabnya.

Baca Juga :  51 Jemaah Dibadalhajikan, 136 Orang Disafariwukufkan

Karena itulah, lanjut Bang Moo, untuk mencegah terjadinya suap politik atau sering disebut dengan istilah serangan fajar tersebut, bukan hanya melalui penerapan hukum saja, melainkan juga melalui menciptakan kesadaran Masyarakat untuk menolak berbagai bentuk suap politik, dengan alasan terima duitnya menderita selama lima tahun, ya, kalau tidak ingin menderita kehidupan maupun penghidupan selama lima tahun, ya, sudah seharusnya rakyat menolak berbagai bentuk suap politik.

“Untuk itulah, mari kita dukung KPK, bersama-sama memerangi korupsi dengan menolak politik uang, dan hajar serangan fajar, Pilihlah  calon wakil rakyat maupun calon presiden berdasarkan karakter, kepeduliaannya, empatinya, sikap keberpihakannya kepada rakyat, gagasannya, rekam jejak yang baik, jangan karena uang, Sudah bukan zamannya lagi memberikan hak pilih karena uang, tapi gunakanlah hak pilih untuk memilih  orang yang amanah karena orang yang amanah tidak bakal korupsi.”pungkas H. Mohammad Rudyanto Dharmawan yang juga terpanggil sebagai Bacaleg DPRD DKI Jakarta Partai Golkar di dapil 9 Jakarta ( Kec Cengkareng, Kec. Tambora & Kec Kalideres)

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Blunder Politik Gibran Buah Konspirasi Ketum Partai

Dhio Justice Law

15 Okt 2026

NasionalPos. com – Jakarta — Pengamat kebijakan publik Chazali H. Situmorang (CHS) menilai desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus diarahkan kepada para ketua umum partai politik, bukan semata-mata kepada fraksi-fraksi di DPR RI. Menurutnya, para ketua umum memiliki pengaruh besar dalam menentukan sikap politik partai sehingga harus bertanggung jawab atas keputusan maupun sikap …

Di Momentum Hari Musium Nasional, H. Waspada SAg MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor, Himbau Musium Bisa Jadi Ajang Edukasi Anak

dito

13 Okt 2026

NasionalPos.com, Bogor- Pada setiap tanggal 12 Oktober, di peringati sebagai peringatan Hari Musium kemarin, oleh karena itu, terkait dengan hal tersebut, kepada wartawan, H. Waspada MK, S.Ag, MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor dan Dosen PG PAUD UNUSIA Jakarta., Selasa, 13/10/2026 di Bogor, ia mengatakan bahwa tentu musium sangat bermanfaat dan sangat penting bagi anak …

Makan Anggaran Rp1,4 Miliar, Proyek Jalan di Pesisir Barat Malah Diduga Caplok Lahan Mantan Bupati

Taufik Hidayat

12 Okt 2026

Pesisir Barat — Pembangunan proyek jalan menuju rumah sakit di Kabupaten Pesisir Barat yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 senilai Rp1,4 miliar tengah menjadi sorotan publik. Proyek tersebut diduga dibangun di atas lahan pribadi milik mantan Bupati Pesisir Barat, H. Agus Istiqlal, tanpa izin. Protes Langsung di Lokasi Proyek Pemilik lahan, H. …

Team PPI Siap Tegakkan Hukum Dukung Kapolri dan Polri Bersama Masyarakat

dito

07 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Terkait dengan adanya dugaan penyebaran berita hoax cenderung fitnah bahkan terkesan pembunuhan karakter terhadap pribadi Jendral Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru, maka Presidium Pemuda Indonesia telah membentuk team untuk menelusuri nya, demikian di katakan Rudy Darmawanto SH Ketua Presidium Pemuda Indonesia kepada wartawan, Rabu, 7/10/2026 di Jakarta.   “Kami sangat concern …

Umi Calon Kades Nomor Urut Satu Ingin Menjadikan Desa Padaasih Lebih Maju dan Kuat

ardi

07 Okt 2026

NasionalPos.com,Subang — Calon Kades Sumiati Agus SKM,MEM atau lebih akrabnya disapa sehari hari oleh warga masyarakat Padaasih Umi indung Lembur Padaasih mengikuti pengundian nomor urut Calon Kades desa Padaasih di Sekretariat Pilkades Desa Padaasih Subang Jawa Barat .Selasa (06/10/26). Dalam pengundian nomor urut calon kepala desa Padaasih Umi mendapatkan nomor urut Satu (1) dan disambut …

PPI Siap Tempuh Jalur Hukum Terhadap pihak pihak yang Fitnah Kapolri Baru

dito

06 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Rudy Darmawanto SH Ketua Umum Presidium Pemuda Indonesia (PPI) saat di hubungi wartawan, Selasa, 6/10/2026 di Jakarta, ia mengatakan pergantian Kapolri dari Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo ke Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto merupakan langkah yang mengejutkan semua pihak yang di lakukan oleh Presiden Prabowo Subianto, sebab di laksanakan dalam waktu singkat …

x
x