Home » Headline » Di HUT Jakarta ke 496, Diharapkan Budaya Betawi Mesti Menjadi Ikon Jakarta, Pasca Bukan Berstatus Sebagai Ibukota NKRI

Di HUT Jakarta ke 496, Diharapkan Budaya Betawi Mesti Menjadi Ikon Jakarta, Pasca Bukan Berstatus Sebagai Ibukota NKRI

dito 25 Jun 2023 174

NasionalPos.com, Jakarta– Masih terkait dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-496 DKI Jakarta jatuh dirayakan Kamis ini 22/6/2023 kemaren lusa, yang Tahun ini, Pemprov DKI Jakarta mengusung tema HUT ke-496 DKI Jakarta yakni “Jadi Karya untuk Nusantara”. Tema ini diambil sebagai amplifikasi slogan “Sukses Jakarta untuk Indonesia”, Tema ini memiliki makna akan kesiapan Jakarta untuk mengoptimalisasi seluruh sumber daya demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat, serta pemantik kemajuan bagi daerah lain di Indonesia.

Namun demikian selain itu,  yang tidak boleh dilupakan bahwa dengan diterapkan UU Nomor 3 Tahun 2022 tentang ibu kota negara maka kedudukan peran dan fungsi Jakarta sebagai ibu kota negara akan segera beralih ke IKN, Jakarta bukan lagi sebagai ibukota dan tentunya hal ini berdampak pada bagaimana nasib Jakarta selanjutnya, dan bagaimana nasib orang Betawi sebagai tuan rumah Jakarta selanjutnya, demikian dikatakan H. Moohammad N. Rudyanto Dharmawan Ketua Satkar Ulama Jakarta Barat kepada awak media, Minggu, 24 Juni 2023 di Jakarta.

“Ini menyangkut nasib kita semua sebagai masyarakat Betawi ke depan dan masyarakat Jakarta umumnya, tentunya ketika Jakarta tidak menjadi Ibukota, mesti lebih baik, dan lebih sejahtera, tidak lantas membuat Jakarta menjadi redup donk.”ungkap H. Moohammad N. Rudyanto Dharmawan, yang akrab dipanggil dengan sebutan Bang Moo

Tapi, lanjut Bang Moo yang juga tokoh Betawi di kawasan Cengkareng Jakarta Barat, Jakarta bakal menjadi kota yang mesti bisa bersaing dengan kota-kota lain bukan hanya tingkat Nasional maupun Regional, melainkan di Kawasan International, Jakarta nanti menjadi daerah khusus ekonomi berskala global dengan mengundang lebih banyak banyak investor,

Nah tentunya kondisi tersebut sangat menguntungkan warga Jakarta, namun juga harus diantisipasi atau bahkan diwaspadai agar kehadiran para investor, pengusaha maupun pembisnis  yang datang dari daerah lain ataupun datang dari manca negara tersebut, agar tidak menggerus unsur kebudayaan asli kota Jakarta, terutama budaya Betawi dan nilai sejarah Jakarta.

“Karena itu diperlukan langkah antisipasi donk, bukan hanya melalui upaya perlindungan hukum terhadap pelestarian kebudayaan Betawi, melainkan juga perlu adanya perubahan paradigma dari warga Jakarta, khususnya masyarakat Betawi, bahwa Etnis Betawi bersama etnis lain yang tumbuh berkembang di Jakarta, mesti menjadi tuan di negeri sendiri, bukan sebagai peniru atau pengekor budaya bangsa lain, itu kan paradigma lama yang harus ditinggalkan”tukas Bang Moo yang juga pengurus Pemuda Pancasila DKI Jakarta

Baca Juga :  Tuduhan Pemalsuan Dokumen dan Keterlibatan Aktivitas Ilegal Terkait Lahan 52 Ha di Manggala, Manipulatif

Menurut Bang Moo, Masyarakat Betawi sedari awal proses pembentukannya punya kecenderungan untuk bersifat ekletis dan terbuka dalam menyerap unsur-unsur kebudayaan lain di luar dirinya, tak sedikit interaksi dialektisnya dengan nilai-nilai baik kebudayaan lain diinternalisasi sedemikian rupa kedalam diri masyarakat betawi, yang kemudian mewujud secara aktual dalam banyak aspek prilaku maupun karya fisik dan non-fisik dari masyarakat betawi.

“Nah, meskipun nanti Jakarta bukan lagi berstatus sebagai Ibukota NKRI, perda Pelestarian Kebudayaan Betawi harus tetap berjalan dan bahkan diterapkan secara konsekuen, karena sejak kelahirannya tujuh tahun lalu Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta No.4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi.  memiliki tujuan penting dan strategis bagi masa depan masyarakat Betawi di Jakarta, bahkan mesti di tumbuh kembangkan budaya Betawi sebagai Ikon Jakarta pasca melepas statusnya bukan sebagai Ibukota.”tandas Bang Moo

Karena itu, sambung Bang Moo, dirinya sangat berharap di momentum HUT Jakarta ke 496 ini, kaum Betawi yang sudah Bersatu dalam suatu organisasi adat bernama Majelis Amanah Persatuan Kaum Betawi yang sudah lahir dan terbentuk tersebut, dapat menemukan solusi terbaik pasca-Jakarta bukan lagi sebagai ibu kota, terhadap keberadaan kaum Betawi beserta akar kebudayaannya, melalui suatu rumusan ideal, tidak untuk waktu singkat tapi untuk waktu yang panjang dan dapat dirasakan bahkan dilanjutkan oleh generasi Betawi.

Untuk itu, sebagai orang Betawi, dirinya sangat berharap kepada Majelis Amanah Persatuan Kaum Betawi dapat mereformasi nasib masyarakat Betawi baik ekonomi, politik maupun sektor lainnya, seiring dengan keberadaan status Jakarta yang bukan lagi sebagai Ibu kota Negara, Jakarta dan Betawi, ibarat dua sisi mata uang yang tidak boleh dipisahkan, mengingat perkembangan Jakarta harus disertai dengan peningkatan taraf hidup masyarakat Betawi,

Baca Juga :  Pengamat: Implikasi Pengelolaan Keuangan PTDI Bermasalah, Pembayaran Gaji Karyawan Dicicil

Betawi harus berani membangun paradigma baru, jangan terjebak pada pola pikir paradigma lama, kebudayaan Betawi harus menjadi Ikon dan trade mark kota Jakarta sebagai kota International, misalnya masalah Kuliner khas Betawi, mesti ada tuh Kawasan khusus yang menjual kuliner khas Betawi dengan beragam coraknya disatukan dalam satu kawasan, ya, model Mall Kuliner Khas Betawi, sehingga begitu orang masuk ke kawasan tersebut, kagak susah nyari kerak telor, bubur ase, gabus pucung, sengkulun, sayur babanci (nyang sekarang sudah mulai langka nih).

Serta tentunya kuliner khas Betawi itu tetap ada dikenal dari generasi ke generasi, masa’ makanan khas daerah minang ada tempat khusus yang menjualnya, seperti yang ada di Kawasan Senen tuh, begitu pula makanan lapo juga ada kawasan tempat khusus berdirinya lapo kayak nyang ada di terminal Senen dan kawasan cawang Jakarta Timur, nah Kawasan kuliner khas Betawi mesti ada donk, begitu pula seni budaya ondel-ondel, sedih nglihatnya seni tari ondel-ondel jadi ngamen di jalan-jalan, miris nglihatnya.

Mestinya, lanjut Bang Moo, kayak ondel-ondel dan kesenian khas Betawi lainnya kayak gambang kromong, mesti ada pembinaan khusus oleh pemerintah, misalnya di ajarkan ke sekolah-sekolah SMP atau SMA sebagai ekstra kurikuler, sehingga generasi Milineal tidak melupakan seni budaya khas Betawi.

“Karena itu Warga Betawi kudu siap tinggalkan paradigma lama dan berani melakukan perubahan paradigma untuk sambut Jakarta Bukan Berstatus Sebagai Ibukota NKRI, Jakarta ini kampung kite, kalau bukan kite Nyang ngurus, bebenah, Siape lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?Nyok orang Betawi mesti Bersatu terlibat aktif dalam pembangunan Jakarta, bukan sebagai penonton dan penikmat tapi kudu jadi pelaku, subyek pembangunan, jadi tuan rumah di kampung sendiri“pungkas Bang Moo. (*chy)

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Ketum PP- PPM Paramita: PPM Siap sebagai solusi Ketahanan Nasional di bawah naungan Bacadnas

dito

19 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP-PPM), Patriani Paramita Mulia, SH., LL.M, beserta jajaran dan rombongan diterima dengan sangat baik oleh Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas), Letjen TNI Gabriel Lema beserta seluruh pimpinan Bacadnas pada Kamis, 18 Juni 2026 di Markas Besar Badan Cadangan Nasional di Jakarta.   Pada kegiatan ini, Letjen …

PRJ 2026 Tak Berpihak ke Warga Jakarta, Poros Rawamangun Desak Pemprov DKJ Evaluasi PRJ 2026

dito

15 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta Fair 2026 atau Pekan Raya Jakarta sudah di buka oleh Gubernur Pramono Anung pada tgl 12 Juni 2026 merupakan Event yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1968 silam, dan untuk tahun 2026 ini, merupakan pelaksanaannya ke 57 kalinya.   Adapun untuk tahun ini, harga tiket masuk ajang pameran tahunan ini dibanderol mulai dari …

PPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha

dito

14 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat.   Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

Di perlukan Langkah cepat, tepat dan Kolaboratif Untuk Tanggulangi Jakarta Darurat Sampah

dito

06 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta kini berada dalam kondisi darurat sampah dengan produksi harian mencapai lebih dari 9.000 ton, di mana sekitar 7.500 ton di antaranya dibuang ke TPST Bantargebang. Kapasitas penampungan di Bantargebang telah berada di ambang batas kritis, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo Ketua LSM Biru Voice kepada wartawan, Sabtu, 6 Juni 2026 di …

x
x