Home » Headline » Di Peringatan Hari Anak Nasional 2023, Pertahankan Predikat Jakarta Sebagai Provinsi Layak Anak Dengan Melahirkan Perda Perlindungan Anak

Di Peringatan Hari Anak Nasional 2023, Pertahankan Predikat Jakarta Sebagai Provinsi Layak Anak Dengan Melahirkan Perda Perlindungan Anak

dito 23 Jul 2023 108

NasionalPos.com, Jakarta- Pada momentum peringatan Hari Anak Nasional di tahun 2023 ini,  Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berhasil penghargaan sebagai “Provinsi Layak Anak” (PROVILA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA), adapun prestasi ini merupakan untuk kedua kalinya di raih Provinsi DKI Jakarta,

Setelah pada tahun 2022 lalu, juga berhasil meraih penghargaan yang sama, adapun Gelar PROVILA didapatkan karena seluruh Kota Administrasi dan Kabupaten Administrasi di Jakarta mendapatkan predikat Kota/Kabupaten Layak Anak.

Prestasi yang diraih provinsi DKI Jakarta tersebut, juga mendapatkan tanggapan dari berbagai kalangan, salah seorang diantaranya adalah H. N. Rudyanto Dharmawan Ketua Satkar Ulama Kota Adm Jakarta Barat, saat di temui awak media, ia mengatakan dirinya sangat mengapreasi prestasi yang telah di capai Provinsi DKI Jakarta, dengan mendapatkan penghargaan sebagai Provinsi Layak Anak.

“Alhamdulillah, kami sangat mengapresiasi penghargaan PROVILA 2023 ini, namun demikian saya berharap Penghargaan ini bukanlah suatu tujuan akhir, namun suatu proses dan pemantik untuk semakin memperjuangkan pemenuhan hak dan perlindungan anak di DKI Jakarta, serta lebih memperhatikan hak-hak anak.” Ucap H. N. Rudyanto Dharmawan yang juga  direktur Utama PT Bada Rock Nusantara, sebuah instansi swasta atau lembaga yang aktif mendukung pendidikan anak anak secara online, melalui program program Badanamu yang bisa di lihat di youtube.

Menurut H. N. Rudyanto Dharmawan, yang juga akrab dipanggil Bang Moo ini, bahwa masuknya aspek perlindungan anak dalam konstitusi, terbitnya sejumlah regulasi terkait perlindungan anak, beragamnya kelembagaan terkait anak serta semakin masifnya kebijakan dan program terkait perlindungan anak, telah meneguhkan betapa spirit pemajuan perlindungan anak di Indonesia semakin baik,

Hal ini nampak pada terbitnya Undang-undang No. 35 tahun 2014 (perubahan atas Undang-undang No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak), dan itu juga nampak oleh adanya upaya dari negara untuk mendorong agar berkomitmen penuh dalam melakukan upaya terbaik untuk memenuhi dan memberikan perlindungan terhadap anak,

Baca Juga :  Hadiri Peringatan HUT TNI ke 77, Dandim Palangka Raya Imbau Prajurit Jaga Kepercayaan Masyarakat

Dengan mengimplementasikan Konvensi Hak Anak dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 yang merupakan perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Adapun aturan tersebut secara tegas menyatakan prinsip dalam mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak, yang meliputi hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan dan hak partisipasi.

“Namun demikian, realitasnya sejumlah permasalahan yang melibatkan anak masih terus terjadi di tanah air, termasuk di Provinsi DKI Jakarta, hal itu bukan karena upaya itu gagal, melainkan fenomena itu masih terjadi di sebabkan oleh berbagai factor, salah satunya adalah pengaruh adanya perilaku buruk yang masih ada di masyarakat” Ungkap Bang Moo.

Sejumlah persoalan, lanjut Bang Moo, seperti: anak yang putus bersekolah/berpendidikan, anak korban kekerasan, anak jalanan, anak terlantar, anak korban narkoba, anak dengan HIV/AIDS, anak adopsi, tawuran yang melibatkan anak-anak, hingga anak berhadapan dengan hukum.

Masih kerap terjadi didalam kehidupan warga Jakarta, sehingga permasalahan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Provinsi DKI Jakarta untuk lebih  meningkatkan pelayanan dan berinovasi mewujudkan berbagai upaya kebijakan melalui sinergi dengan berbagai pihak, agar hak-hak anak dapat terpenuhi, serta menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan tenteram bagi kehidupan anak-anak di Jakarta.

“Nah persoalannya sekarang, bagaimana bisa anak-anak yang hidup tumbuh berkembang di Jakarta itu terlindungi, serta menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan tenteram bagi kehidupan anak-anak di Jakarta, Jika belum adanya peraturan daerah, yang secara fundamental, komprehensif , tersistematis, terstruktur dan massif, mengatur berbagai ketentuan yang disesuaikan dengan kondisi karakteristik masyarakat maupun perkembangan kehidupan di Provinsi DKI Jakarta.”ucap Bang Moo.

Baca Juga :  Pemberhentian Ketua PWNU Jatim Diduga Sarat Politis Jelang Pilpres

Apalagi sebentar lagi, sambung Bang Moo,  Jakarta bukan lagi sebagai Ibu Kota Negara, melainkan menjadi Kota Pusat Perdagangan, bisnis dsb, tentunya kondisi tersebut juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan kehidupan anak-anak, ketika menghadapi masuknya berbagai budaya dari negara lain yang akan melakukan aktivitas bisnisnya di Jakarta,

Oleh karena itu, sesuai dengan Tema Hari Anak Nasional tahun 2023 ini, Anak Terlindungi Indonesia Maju, maka dirinya mengusulkan pembentukan Perda tentang Perlindungan Anak, sebagai payung hukum turunan dari Konvensi Hak Anak dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 yang merupakan perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,

untuk melakukan berbagai upaya melindungi anak, menyelesaikan persoalan anak dan mencegah terjadinya berbagai tindakan yang menciderai kehidupan anak-anak di Provinsi DKI Jakarta,  serta tentunya untuk mempertahankan predikat Jakarta Layak Anak, dan bahkan meningkatkan prestasi tersebut di masa mendatang, terutama menyambut Jakarta tidak lagi menyandang status sebagai Ibukota Negara,

“Lahirnya Peraturan Daerah tentang Perlindungan Anak di DKI Jakarta ini, sangat urgen untuk segera di bentuk, sebaik apapun program perlindungan anak, nampaknya belum dapat optimal pada pelaksanaannya, Jika tidak ada peraturan daerah yang mengatur, mengayomi dan juga menjadi jaminan perlindungan anak, agar bisa memberikan sanksi tegas bagi siapapun yang melakukan tindakan yang menciderai kehidupan anak-anak di Provinsi DKI Jakarta,  Selamat Hari Anak Nasional. Terima kasih.”pungkas Bang Moo yang juga tercatat sebagai Bacaleg DPRD DKI Jakarta dapil Jakarta 9 dari Partai Golkar pada Pemilu 2024 mendatang

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
PRJ 2026 Tak Berpihak ke Warga Jakarta, Poros Rawamangun Desak Pemprov DKJ Evaluasi PRJ 2026

dito

15 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta Fair 2026 atau Pekan Raya Jakarta sudah di buka oleh Gubernur Pramono Anung pada tgl 12 Juni 2026 merupakan Event yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1968 silam, dan untuk tahun 2026 ini, merupakan pelaksanaannya ke 57 kalinya.   Adapun untuk tahun ini, harga tiket masuk ajang pameran tahunan ini dibanderol mulai dari …

PPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha

dito

14 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat.   Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …

Jelang Muktamar NU: Sebaiknya Cak Imin Fokus Besarkan PKB, Daripada Bertarung di NU

dito

12 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Di tengah semakin semarak nya situasi menjelang penyelenggaraan Muktamar NU yang rencananya di laksanakan pada tahun 2026 ini,   Tersiar info, mengenai para kandidat calon Ketum PBNU, salah satunya, dikabarkan Gus Imin ketua umum PKB akan maju di muktamar NU, demikian di sampaikan Damuri Fikri pengamat politik kepada wartawan, Jumat, 12/6/2026 di Jakarta. …

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

H. Bagus Machdiantoro Kembali Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Umum BBC Periode 2026-2031

Suryana Korwil Jabar

07 Jun 2026

Bandung, NasionalPos.com – H. Bagus Machdiantoro kembali dipercaya memimpin organisasi BBC untuk periode 2026-2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam forum pertanggungjawaban dan pemilihan kepengurusan yang digelar di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Minggu (7/6/2026). Terpilihnya kembali H. Bagus menjadi momentum penting bagi organisasi yang telah berdiri sejak tahun 1956 tersebut. Dalam wawancara usai …

x
x