Home » Headline » Dr.Munawaroh, MSi Desak Pemerintah Libatkan Kelompok & Organisasi Perempuan Kirim Relawan ke Sumatera Pasca Bencana

Dr.Munawaroh, MSi Desak Pemerintah Libatkan Kelompok & Organisasi Perempuan Kirim Relawan ke Sumatera Pasca Bencana

dito 05 Des 2025 161

NasionalPos.com, Jakarta-

Di tengah duka mendalam atas bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat akhir November 2025, memicu respon dari berbagai kalangan, salah seorang diantara dari seorang akademisi perempuan yakni Dr. Munawaroh, MSi seorang dosen di Universitas Negeri Jakarta

Kepada wartawan, Jumat, 5/12/2025 di Jakarta, ia mengatakan bahwa dirinya mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera mengorganisir kelompok perempuan dan organisasi perempuan di seluruh Indonesia dikirim sebagai relawan ke lokasi terdampak, adapun tujuannya adalah membantu penanganan korban, terutama di bidang pelayanan dasar dan trauma-healing bagi korban serta keluarga mereka, sekaligus menunjukkan peran aktif perempuan dalam kontribusinya terhadap negara.

“Krisis kemanusiaan akibat banjir dan longsor tidak boleh dihadapi hanya oleh aparat militer, aparat penanggulangan bencana, dan tim tanggap darurat, perempuan itu lebih memiliki kepekaan sosial dan kapasitas emosional yang sangat diperlukan dalam pemulihan psikologis korban,” ujarnya.

Menurutnya bahwa organisasi perempuan harus segera dikerahkan bersama struktur kemanusiaan resmi pendekatan ini mendapat dukungan dari literatur kebencanaan: penelitian dan kajian kebijakan menyatakan bahwa perempuan memainkan peranan penting di seluruh fase penanggulangan bencana baik dari mitigasi, tanggap darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.

Baca Juga :  DPR akan Panggil Pemerintah Terkait Iuran Wajib Tapera

“Secara filosofis, keterlibatan perempuan dalam aksi kemanusiaan memunculkan perspektif kepedulian, empati, dan pemulihan sosial-komunitas, yang melengkapi upaya teknis dan material.” tukas Munawaroh

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa di dalam teori manajemen bencana kontemporer menganjurkan kolaborasi multipihak diantaranya adalah pemerintah, lembaga formal, komunitas lokal, masyarakat sipil, agar tanggapan terhadap krisis lebih efektif dan menyeluruh.

Di dalam kerangka ini, perempuan dan organisasi-organisasi perempuan bukan sekadar penerima manfaat, tetapi subjek agen perubahan yang mampu memperkuat ketahanan sosial pasca bencana.

 

“Secara historis di Indonesia, bahwa perempuan telah berperan dalam upaya tanggap darurat dan pemulihan, baik lewat komunitas lokal maupun organisasi sosial. Namun seringkali peran itu kurang mendapatkan perhatian formal dan dukungan struktural. ” Jelasnya

 

Sedangkan Situasi darurat di Sumatera, lanjut nya, kini dengan ribuan korban, pengungsi, hilangnya infrastruktur dasar, sehingga menghadirkan momentum penting untuk mengakui dan mengaktualisasikan kembali peran perempuan dalam manajemen bencana.

 

Dari sudut humanis, imbuh nya, krisis ini memperlihatkan bahwa dampak bencana tidak hanya fisik (kerusakan rumah, infrastruktur, korban jiwa) tetapi juga psikologis seperti trauma, kehilangan, rasa takut, serta ketidakpastian yang memerlukan intervensi sensitif, empatik, dan berkelanjutan.

Baca Juga :  IYCTC Dorong Pengesahan RPP Kesehatan untuk Perlindungan Masyarakat Rentan dari Bahaya Adiksi Rokok

“Hadirnya relawan perempuan yang peduli dan mampu mendampingi korban dalam proses trauma-healing bisa menjadi penyeimbang dalam upaya pemulihan yang lebih manusiawi.”tandas nya

Dr Munawaroh MSi juga mengingatkan bahwa mengacu pada fakta bencana hidrometeorologi telah dominan dan rentan terjadi di Indonesia. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi keharusan Mengorganisir kelompok perempuan dan organisasi perempuan untuk dikerahkan sebagai bagian dari tim tanggap darurat dan pemulihan pasca bencana akan memperluas kapasitas respons dan memberikan dimensi kemanusiaan yang mendalam.

 

Tidak hanya itu, Munawaroh juga menegaskan bahwa pemerintah harus segera membentuk mekanisme koordinasi khusus misalnya lewat kementerian terkait, BNPB, dan jaringan organisasi perempuan agar relawan perempuan diberi pelatihan psikososial, logistik, serta dukungan keamanan dan legitimasi. Hal ini penting agar kehadiran mereka tidak sekadar simbolis, tetapi efektif, berdaya guna, dan berkelanjutan.

“Ini bukan semata belas kasih. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kolektif kita terhadap sesama warga negara dan pengakuan bahwa perempuan punya kapasitas besar untuk membantu bangsa pulih,” pungkas Munawaroh.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Transparansi Dipertaruhkan, Anggaran Sewa Rumah DPRD Banyuwangi Tuai Kecurigaan.

Indra

16 Jan 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM – Anggaran sewa rumah dinas bagi anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi kian memanas. Sorotan tajam publik mencuat setelah beredarnya konten TikTok jurnalis muda bersama Pasopati Jatim yang membongkar Dugaan ketidak jelasan dasar anggaran dan mekanisme pencairannya. Konten tersebut menyinggung perbedaan tafsir antara tunjangan perumahan dan biaya sewa rumah dinas, yang hingga kini dinilai belum …

Pemilu Langsung dan Nasib Jenazah Koruptor

Dhio Justice Law

13 Jan 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI)   NasionalPos.com, Jakarta – Belakangan ini, publik disuguhkan wacana bertema mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Pro kontra pun mencuat, bagi pemerintah termasuk partai-partai koalisi pendukungnya, Pilkada melalui DPRD itu adalah solusi untuk memangkas mahalnya ongkos pilkada langsung. Sementara, disisi oposisi dan masyarakat …

Jejak Panjang H. Amran Sidi : Dari Padang Panjang Ke Kota Padang, Perjuangan Cinta Hj Jusma Hingga Yayasan Baiturahmah

Primadoni,SH

11 Jan 2026

Padang, Nasionalpos .com — H. Amran Sidi lahir pada 20 September 1929 di Padang Panjang, Kota Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sebuah kota kecil yang kelak menjadi saksi awal perjalanan hidupnya. Ia tumbuh dalam kesederhanaan, menjalani masa muda dengan tekad kuat untuk bekerja keras dan bertanggung jawab atas hidup serta keluarganya. Pada tahun 1952, …

Purna Tugas di Bumi Blambangan Kombes Pol Rama Samtama Putra: Banyuwangi Sangat Terkesan.

Indra

10 Jan 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM – Jajaran Polresta Banyuwangi menggelar tradisi Farewell Parade sebagai bentuk penghormatan atas purna tugas Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., yang resmi menyerahkan kepemimpinan kepada Kapolresta yang baru, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., Sabtu (10/1/2026). Dalam momen emosional tersebut, Rama mengungkapkan satu kata kunci untuk menggambarkan …

Hadiri Perayaan Natal 2025 Bersama Pemprov DKI Jakarta, Kardinal Ign Suharyo Sampaikan Pesan Persatuan & Perdamaian

dito

09 Jan 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wagub DKI Rano Karno menghadiri acara Aktualisasi Nilai-Nilai Natal Tahun 2025 Pemprov DKI di Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (9/1/2026) Pram dan Rano tiba sekitar pukul 20.00 WIB. Mereka kompak menggunakan batik cokelat. Begitu tiba, mereka mendapat sambutan hangat dari hadirin. Pram mengaku terkejut dengan acara ini. Menurutnya, …

Berkaca Dari Penculikan Nicolas Maduro, Pengamat Intelijen dan Geopolitik Amir Hamzah: Prabowo Harus Waspadai Fenomena “Kudeta Senyap” Di Circle Kekuasaan

dito

09 Jan 2026

Nasional pos.com, Jakarta- Peristiwa geopolitik yang mengguncang Venezuela menjadi alarm keras bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Kasus penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat, yang diikuti dengan cepatnya pengambilalihan kekuasaan oleh Wakil Presiden Delcy Rodríguez, memunculkan satu isu sensitif namun krusial: pengkhianatan elite dari dalam kekuasaan itu sendiri. Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah …

x
x