Home » Headline » Dr.Munawaroh, MSi Desak Pemerintah Libatkan Kelompok & Organisasi Perempuan Kirim Relawan ke Sumatera Pasca Bencana

Dr.Munawaroh, MSi Desak Pemerintah Libatkan Kelompok & Organisasi Perempuan Kirim Relawan ke Sumatera Pasca Bencana

dito 05 Des 2025 242

NasionalPos.com, Jakarta-

Di tengah duka mendalam atas bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat akhir November 2025, memicu respon dari berbagai kalangan, salah seorang diantara dari seorang akademisi perempuan yakni Dr. Munawaroh, MSi seorang dosen di Universitas Negeri Jakarta

Kepada wartawan, Jumat, 5/12/2025 di Jakarta, ia mengatakan bahwa dirinya mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera mengorganisir kelompok perempuan dan organisasi perempuan di seluruh Indonesia dikirim sebagai relawan ke lokasi terdampak, adapun tujuannya adalah membantu penanganan korban, terutama di bidang pelayanan dasar dan trauma-healing bagi korban serta keluarga mereka, sekaligus menunjukkan peran aktif perempuan dalam kontribusinya terhadap negara.

“Krisis kemanusiaan akibat banjir dan longsor tidak boleh dihadapi hanya oleh aparat militer, aparat penanggulangan bencana, dan tim tanggap darurat, perempuan itu lebih memiliki kepekaan sosial dan kapasitas emosional yang sangat diperlukan dalam pemulihan psikologis korban,” ujarnya.

Menurutnya bahwa organisasi perempuan harus segera dikerahkan bersama struktur kemanusiaan resmi pendekatan ini mendapat dukungan dari literatur kebencanaan: penelitian dan kajian kebijakan menyatakan bahwa perempuan memainkan peranan penting di seluruh fase penanggulangan bencana baik dari mitigasi, tanggap darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.

Baca Juga :  Kemenkumham: 52,97 persen Penghuni Penjara Dari Kasus Narkoba

“Secara filosofis, keterlibatan perempuan dalam aksi kemanusiaan memunculkan perspektif kepedulian, empati, dan pemulihan sosial-komunitas, yang melengkapi upaya teknis dan material.” tukas Munawaroh

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa di dalam teori manajemen bencana kontemporer menganjurkan kolaborasi multipihak diantaranya adalah pemerintah, lembaga formal, komunitas lokal, masyarakat sipil, agar tanggapan terhadap krisis lebih efektif dan menyeluruh.

Di dalam kerangka ini, perempuan dan organisasi-organisasi perempuan bukan sekadar penerima manfaat, tetapi subjek agen perubahan yang mampu memperkuat ketahanan sosial pasca bencana.

 

“Secara historis di Indonesia, bahwa perempuan telah berperan dalam upaya tanggap darurat dan pemulihan, baik lewat komunitas lokal maupun organisasi sosial. Namun seringkali peran itu kurang mendapatkan perhatian formal dan dukungan struktural. ” Jelasnya

 

Sedangkan Situasi darurat di Sumatera, lanjut nya, kini dengan ribuan korban, pengungsi, hilangnya infrastruktur dasar, sehingga menghadirkan momentum penting untuk mengakui dan mengaktualisasikan kembali peran perempuan dalam manajemen bencana.

 

Dari sudut humanis, imbuh nya, krisis ini memperlihatkan bahwa dampak bencana tidak hanya fisik (kerusakan rumah, infrastruktur, korban jiwa) tetapi juga psikologis seperti trauma, kehilangan, rasa takut, serta ketidakpastian yang memerlukan intervensi sensitif, empatik, dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Siapkan Komponen Bangsa, Kodam XII/Tpr Laksanakan Pembinaan dan Pemberdayaan Keluarga Besar TNI

“Hadirnya relawan perempuan yang peduli dan mampu mendampingi korban dalam proses trauma-healing bisa menjadi penyeimbang dalam upaya pemulihan yang lebih manusiawi.”tandas nya

Dr Munawaroh MSi juga mengingatkan bahwa mengacu pada fakta bencana hidrometeorologi telah dominan dan rentan terjadi di Indonesia. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi keharusan Mengorganisir kelompok perempuan dan organisasi perempuan untuk dikerahkan sebagai bagian dari tim tanggap darurat dan pemulihan pasca bencana akan memperluas kapasitas respons dan memberikan dimensi kemanusiaan yang mendalam.

 

Tidak hanya itu, Munawaroh juga menegaskan bahwa pemerintah harus segera membentuk mekanisme koordinasi khusus misalnya lewat kementerian terkait, BNPB, dan jaringan organisasi perempuan agar relawan perempuan diberi pelatihan psikososial, logistik, serta dukungan keamanan dan legitimasi. Hal ini penting agar kehadiran mereka tidak sekadar simbolis, tetapi efektif, berdaya guna, dan berkelanjutan.

“Ini bukan semata belas kasih. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kolektif kita terhadap sesama warga negara dan pengakuan bahwa perempuan punya kapasitas besar untuk membantu bangsa pulih,” pungkas Munawaroh.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Sengketa Tanah 52 Hektar Manggala: Bukti Hanya Fotokopi, Di duga Pemprov-Pemkot Makassar Melanggar Konstitusi dan Hukum Agraria

dito

27 Agu 2026

Nasionalpos.com, Makassar-  Masih terkait dengan Sengketa lahan seluas 52 hektar di Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, A. Darwin R Rangreng SH MH Kuasa hukum pihak pemilik sah, Hj. Magdalena de Munnik, Kepada wartawan, Kamis, 27 Agustus 2026 di Makassar, ia mengatakan kini perkara tersebut kembali mencuat ke permukaan setelah pihak pemilik sah, Hj. Magdalena …

Di tengah di gelar nya Aksi 27 Agustus 2026, Botok Cs Berkesempatan Audiensi Dengan Pimpinan DPR RI Di Sidang Paripurna

dito

27 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Dari pantauan di lapangan di informasikan, massa aksi, sudah berdatangan ke depan gedung DPR RI sejak Pukul 08.30 WIB, massa yang datang nampak dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, serta dari kelompok masyarakat lainnya baik dari dalam Kota Jakarta maupun dari sekitar Bodetabek dan dari luar Bodetabek,   Sementara itu, Koordinator Aliansi Masyarakat Pati …

Sekda Lubuk Linggau Hadiri Simposium Internasional Rakernas JKPI XII

Andi Ledi Lubuk Linggau

27 Agu 2026

Nasionalpos.com-Sekretaris Daerah Kota Lubuk Linggau, H Trisko Defriyansa, menghadiri Simposium Internasional bertema “Pulau-Pulau Penghasil Rempah”, Kamis (27/8/2026), di Gamalama Ballroom Bela Hotel, Kota Ternate. Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakerna) JKPI XII yang berlangsung pada 26–30 Agustus 2026. Baca Juga :  Hadapi Naiknya Harga Energi, Jerman Siapkan Anggaran 65 Miliar EuroSimposium …

Saat RUU Perampasan Aset Jadi Ancaman Ekosistem Kekuasaan

Dhio Justice Law

26 Agu 2026

Oleh: Ridwan Umar Direktur Lentera Keadilan Indonesia (LAKI)   NasionalPos.com, Jakarta – Mengapa RUU Perampasan Aset tak kunjung disahkan? Jawaban yang paling sering terdengar adalah karena persoalan hukumnya rumit. DPR harus berhati-hati. Ada kekhawatiran penyalahgunaan kewenangan, perlindungan hak milik, pembuktian terbalik, hingga mekanisme perampasan aset tanpa putusan pidana. Terdengar semua alasan itu masuk akal. Tetapi …

Meneladani Akhlak Rosulullah SAW Sebagai Qudwah Berbangsa dan Bernegara

dito

25 Agu 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia memperingati kelahiran Rasulullah SAW dengan penuh cinta dan penghormatan.     Momen ini dikenal sebagai Maulid Nabi Muhammad SAW, yang tidak hanya menjadi perayaan sejarah kelahiran manusia agung, tetapi juga momentum untuk merenungi nilai-nilai kehidupan yang beliau ajarkan, demikian di sampaikan oleh Dr KH Yusuf Aman …

Kabinet Gagal, Reshuffle Menjadi Keharusan

Dhio Justice Law

24 Agu 2026

Oleh: Ridwan Umar Direktur Lentera Keadilan Indonesia (LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Seiring perjalanan, masalah besar dan sulit diabaikan dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto: semangat perubahan yang dijanjikan belum sepenuhnya tercermin dalam kinerja kabinetnya. Publik mencatat, Prabowo datang dengan agenda besar  pemberantasan korupsi, kedaulatan ekonomi, efisiensi, penguasaan sumber daya alam, dan keberpihakan kepada rakyat. Namun visi …

x
x