Home » Nasional » daerah » Dua Tradisi Pesisir Selatan Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2025

Dua Tradisi Pesisir Selatan Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2025

Primadoni,SH 03 Nov 2025 163

Pessel, Nasionalpos.com — Dua tradisi khas Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, yakni Marapulai Basuntiang dari Inderapura dan Manjalang Rumah Gadang Mandeh Rubiah dari Lunang, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia Tahun 2025. Penetapan tersebut dilakukan oleh Kementerian Kebudayaan RI melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi.

Pengumuman penetapan kedua tradisi ini disampaikan dalam Sidang Penetapan WBTb Indonesia 2025 yang digelar di Hotel Sutasoma Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada 5–11 Oktober 2025. Pesisir Selatan menjadi salah satu daerah yang berhasil meloloskan karya budayanya setelah melalui proses verifikasi yang berlangsung ketat dan berlapis.

Tradisi Marapulai Basuntiang dan Manjalang Rumah Gadang Mandeh Rubiah dinilai mengandung nilai budaya serta sejarah yang kuat. Kedua tradisi ini juga dianggap merepresentasikan kearifan lokal masyarakat Minangkabau di kawasan selatan Sumatera Barat.

Sebelum ditetapkan sebagai WBTb, keduanya melalui tiga tahapan verifikasi penting, mulai dari kajian ilmiah, kelengkapan data, hingga dokumentasi visual berupa foto dan video. Proses ini memastikan bahwa tradisi yang diusulkan memenuhi standar kelayakan nasional.

Baca Juga :  Pangkogabwilhan I TNI Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Pesisir Selatan, Instruksikan Percepatan Distribusi Bantuan

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan, Syafrizal Dihendri, menyambut gembira pencapaian tersebut. Ia menyebutkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, tokoh adat, serta masyarakat setempat dalam menjaga dan merawat tradisi turun-temurun.

“Alhamdulillah, tahun ini Pesisir Selatan kembali menambah dua karya budaya ke daftar Warisan Budaya Takbenda Indonesia,” ujar Syafrizal pada Senin (3/11/2025). Ia menilai penetapan ini sebagai bukti bahwa tradisi daerah masih hidup dan diakui secara nasional.

Menurutnya, kedua tradisi tersebut memiliki makna filosofis yang mendalam terkait nilai gotong royong, penghormatan terhadap adat, serta kekeluargaan, nilai-nilai yang menjadi ciri khas masyarakat Pesisir Selatan. Ia menegaskan bahwa warisan budaya tidak hanya sekadar upacara adat, tetapi juga identitas kolektif yang harus dijaga.

“Dalam Marapulai Basuntiang terdapat simbol tanggung jawab sosial seorang laki-laki yang telah menikah terhadap keluarga dan masyarakat. Sementara Manjalang Rumah Gadang Mandeh Rubiah mencerminkan rasa hormat dan penghargaan terhadap peran perempuan dalam adat Minangkabau,” jelasnya.

Syafrizal juga menilai bahwa pengakuan dari pemerintah pusat ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga budaya lokal. Ia berharap anak muda dapat menjadikan tradisi sebagai kebanggaan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Baca Juga :  Diskominfotik DKI Jakarta Gelar Seminar tentang Perlindungan Data Pribadi

“Kita ingin anak-anak muda Pesisir Selatan bangga terhadap budayanya sendiri. Tradisi ini adalah jati diri yang tidak boleh hilang oleh arus modernisasi,” ujarnya. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus memperkuat pelestarian budaya lewat pendokumentasian serta kegiatan edukatif.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Pesisir Selatan berencana menggelar festival budaya tahunan yang menampilkan berbagai tradisi lokal, termasuk dua tradisi yang baru ditetapkan sebagai WBTb. Agenda ini diharapkan dapat memperluas wawasan masyarakat sekaligus menarik kunjungan wisatawan budaya.

Sertifikat resmi penetapan WBTb Indonesia Tahun 2025 dijadwalkan diserahkan pada 2–3 Desember 2025 di Jakarta. Penyerahan akan dilakukan oleh Kementerian Kebudayaan RI kepada Gubernur Sumatera Barat, didampingi Bupati Pesisir Selatan serta kepala daerah lainnya.

Dengan penetapan ini, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan kekayaan tradisi daerah sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.***

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
SMAN 3 Painan Wakili Pesisir Selatan, Tim Provinsi Lakukan Verifikasi Penilaian Sekolah Sehat Paripurna

Primadoni,SH

22 Jul 2026

Pessel , Nasionalpos.com – SMA Negeri (SMAN) 3 Painan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menerima kunjungan Tim Verifikasi Penilaian Sekolah Sehat Paripurna Tingkat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (22/7/2026). Kunjungan tersebut merupakan tahapan verifikasi lapangan setelah sekolah itu dipercaya mewakili Kabupaten Pesisir Selatan dalam ajang Penilaian Sekolah Sehat Paripurna tingkat provinsi. Tim verifikasi dipimpin Kepala Biro …

Poros Rawamangun Desak Terbentuk nya Team Investigasi Terbengkalai nya Gedung SDN yang Roboh

dito

22 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Kondisi memprihatinkan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi yang dibiarkan rusak selama hampir dua tahun menuai kritik dari berbagai kalangan.   Lambannya penanganan sekolah tersebut menjadi ironi, mengingat lokasinya berada di Jakarta yang merupakan pusat pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia, demikian di sampaikan Rudy Darmawanto SH Ketua Umum Poros Rawamangun kepada wartawan, Rabu, …

Dr. Itje Chodidjah: Pembelajaran Harus Disesuaikan dengan Karakter Generasi Saat Ini

Primadoni,SH

18 Jul 2026

Pessel, Nasionalpos.com – Praktisi Pendidikan, Konsultan Pelatihan Guru, dan Edukator Independen Dr. Itje Chodidjah, M.A. mengimbau para guru di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensi agar mampu menjawab kebutuhan peserta didik yang hidup di era yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Imbauan tersebut disampaikan Dr. Itje saat menjadi …

Disdik Pessel Gelar Temu Pendidikan Nusantara XIII, Perkuat Kompetensi Guru Hadapi Tantangan Pendidikan

Primadoni,SH

18 Jul 2026

Pessel , Nasionalpos.com– Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan menggelar Temu Pendidikan Nusantara (TPN) XIII Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) yang diikuti seluruh kepala sekolah jenjang TK, SD, dan SMP, serta guru pengawas dari berbagai sekolah di Kabupaten Pesisir Selatan. Kegiatan berlangsung di Gedung Painan Convention Center (PCC), Sabtu (18/7/2026). Kegiatan tersebut dibuka …

Konfercab PWI Pessel Digelar 25 Juli, Tiga Calon Perebutkan Kursi Ketua

Primadoni,SH

17 Jul 2026

Pessel, Nasionalpos.com– Tiga calon akan bersaing memperebutkan kursi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, dalam Konferensi Kabupaten (Konfercab) yang dijadwalkan berlangsung di Aula Pertemuan SMKN 1 Painan, Sabtu, 25 Juli 2026. Konfercab merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat kabupaten untuk memilih ketua periode kepengurusan berikutnya sekaligus menentukan arah kebijakan organisasi …

SLF dan Pansus Parkir DKI: Ujian Integritas Pemerintahan Pramono

Dhio Justice Law

15 Jul 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos,com, Jakarta – Pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Tata Kelola Perparkiran DPRD DKI Jakarta seharusnya menjadi momentum memperbaiki tata kelola kota secara menyeluruh, bukan sekadar mengejar peningkatan pendapatan parkir. Sebab, persoalan parkir tidak berdiri sendiri. Ia berkaitan erat dengan kepatuhan bangunan terhadap aturan, termasuk kepemilikan Sertifikat Laik …

x
x