Home » Nasional » Duet Akademisi TB Massa dan Darni M Daud Jajaki Pilkada NAD

Duet Akademisi TB Massa dan Darni M Daud Jajaki Pilkada NAD

Dhio Justice Law 21 Agu 2024 81

NasionalPos.com, Jakarta – Dua tokoh berlatar akademisi asal Aceh, Prof. Darni M Daud dan Prof. T. B. Massa Ja’far kemungkinan akan berduet dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) pada 2024 ini.

Peluang keduanya untuk maju dalam gelaran Pilkada NAD 2024 terbuka lebar pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait ambang batas syarat pencalonan gubernur/bupati dan walikota.

Saat ini, TB Massa asal Aceh Timur selain dikenal sebagai aktivis politik juga aktif sebagai akademisi bidang Politik di Universitas Nasional (Unas) Jakarta. Sedangkan Darni asal Pidie merupakan mantan Rektor Universitas Syiah Kuala.

Dengan putusan tersebut, maka syarat pencalonan gubernur/wakil gubernur di NAD berubah.

Dalam putusan perkara nomor 60/PUU-XXII/2024, yang dibacakan pada Selasa (20/8/2024) di Gedung MK, Jakarta Pusat, MK menyatakan Pasal 40 ayat (3) UU Pilkada sebagai inkonstitusional. Keputusan ini menurunkan ambang batas syarat pencalonan gubernur di Aceh bagi parpol atau gabungan parpol pengusung, dari 10 persen menjadi 7,5 persen suara sah.

Baca Juga :  Wow Sungguh Sangat Luar Biasa Pembangunan Infrastruktur Jalan Provinsi Banten Berjalan dengan Baik

Bagi Daud dan TB Massa, putusan MK tersebut membawa angin segar bagi kehidupan demokrasi. Lantaran itu, keduanya sedang menjajaki kemungkinan untuk duet dalam gelaran Pilkada di NAD.

“Alhamdulillah, putusan MK itu membuka peluang bagi siapapun untuk maju sebagai calon pemimpin daerah. Bagi kami dari kalangan akademisi, ini membawa angin segar bagi kehidupan demokrasi. Kami berdua (Daud dan TB Massa) memang sedang menjajaki untuk maju dalam gelaran Pilkada di NAD yang merupakan daerah asal kami berdua,” ungkap TB Massa kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/8/2024).

Disisi lain, TB Massa menilai masalah besar yang dihadapi para bakal calon kepala daerah adalah soal biaya politik yang harus disetorkan kepada parpol pengusung.

Menurutnya, soal biaya politik ini yang justru membunuh demokrasi. “Cost politik yang sangat besar yang harus ditanggung oleh balon kepala daerah tidak masuk diakal. Ini membunuh pertumbuhan demokrasi, yaitu keharusan berkompetisi yang fair,” jelas TB Massa.

Baca Juga :  Komisi VIII Dukung Langkah MUI Keluarkan Fatwa Hindari Transaksi Produk Terafiliasi Israel

Selain itu, lanjutnya, juga akan menjebak para kepala daerah terpilih dikemudian hari, sebagai mata rantai korupsi.

Semestinya, partsi politik punya tanggung jawab politik dan moral, bagaimana mampu menjaring dan mendukung para balon kepala daerah yang kredibel. Sebab biaya politik tinggi pada akhirnya rakyat yang harus menanggung dampaknya.

Kerusakan demokrasi sangat mahal harganya. Pemilukada harus mampu memberikan pendidikan politik kepada rakyat. Bukan malah membuat kecewa dan frustasi rakyat karena terbatasnya pilihan.

“Ada balon yang punya kapasitas, tapi tidak ada isi tas. Atau sebaliknya. Kita harus punya komitmen bersama untuk menjaga, agar demokrasi tidak rusak karena permainan money politik. Pemilukada Aceh harus membawa angin segar, mampu menjawab krisis kepemimpinan. Dengan terpilihnya pemimpin daerah yang kapabel, diharapkan mampu menurunkan angka kemiskinan, mensejahterakan dan mencerdaskan rakyat sesuai amanat konstitusi,” pungkasnya. (*)

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
ORARI Jalin Kerjasama dengan PPM-LVRI untuk Pembinaan SDM, Dukungan Komunikasi dan Penguatan Bela Negara

dito

11 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Bertempat di Sekretariat ORARI Pusat, Gedung Bank DKI lantai 10, Jl. Suryopranoto no 8, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Juli 2026, ditandatangani Nota Kesepahaman antara ORARI dengan Pemuda Panca Marga Legiun Veteran RI (PPM-LVRI) dilanjutkan dengan syukuran dalam rangka ulang tahun ke 58 Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI).   Pada kesempatan itu, dalam sambutannya …

Warga Desak APH & Satpol PP Banyuwangi “JANGAN TUTUP MATA!!! Aduan Masyarakat Jangan Diabaikan

- Banyuwangi

10 Jul 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Dugaan masih beroperasinya aktivitas Prostitusi Terselubung di kawasan PAKEM, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, kembali menuai sorotan masyarakat. Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, khususnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan aparat penegak hukum (APH), agar segera turun ke lapangan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar sekaligus mengambil langkah tegas apabila ditemukan adanya …

Saling Tuding dan Saling Lapor, Konflik Perawat dan Security di Puskesmas Krui Masuk Ranah Hukum

- Banyuwangi

10 Jul 2026

Pesisir Barat, Nasinalpos.com – Sebuah Peristiwa memalukan yang mencoreng nama baik Dunia Medis di kabupaten Pesisir Barat Lampung kini menjadi sorotan masyarakat, Salah Seorang tenaga pengamanan (Security) berinisial AD diduga terlibat perkelahian dengan seorang tenaga kesehatan (perawat) berinisial AH di UPTD Puskesmas Krui Kecamatan Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat saat ada seorang pasien membutuhkan rujukan …

HUT ke 58 ORARI Momentum Untuk mengembalikan ORARI sesuai dengan Marwahnya

dito

09 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pada Peringatan HUT ke 58 ORARI, saat yang tepat untuk melakukan refleksi oleh seluruh Komponen ORARI, baik pengurus maupun anggota, demikian di sampaikan oleh Ketua Umum ORARI Pusat hasil Munaslub ORARI 2022, Suryo Susilo YBØJTR kepada wartawan, Kamis, 9 Juli 2026 di Jakarta “Saat ini ORARI masih dalam kondisi yang memprihatinkan,” menurut Suryo. …

Akademisi: Implementasi Pasal 33 UUD 1945, Prabowo Sedang Diuji Melawan Oligarki dan Kapitalisme Global

Dhio Justice Law

09 Jul 2026

NasionalPos. com, Jakarta – Ekonom senior Fuad Bawazier menilai implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 hingga kini belum berjalan secara maksimal. Menurutnya, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sedang menghadapi ujian besar untuk membuktikan bahwa pembangunan ekonomi nasional benar-benar berpijak pada amanat konstitusi. Sebagai keynote speaker dalam Seminar “Konflik Geopolitik dan Ancaman Krisis …

Urban Farming Wahana Efektif Manfaatkan Hasil Pemilahan Sampah”

dito

06 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Urban farming atau urban agriculture adalah kegiatan budidaya tanaman atau memelihara hewan ternak di dalam dan di sekitar wilayah kota besar (metropolitan) untuk memperoleh bahan pangan atau kebutuhan lain.   Di Daerah Khusus ibukota Jakarta, keberadaan Urban farming, nampaknya sudah semakin berkembang dan di budidayakan, di antara urban farming yang tumbuh berkembang di …

x
x