Home » Nasional » Dugaan Korupsi Banyuwangi Mulai Disentuh Pusat, Publik Tantang Keberanian Aparat Bongkar Aktor Utama

Dugaan Korupsi Banyuwangi Mulai Disentuh Pusat, Publik Tantang Keberanian Aparat Bongkar Aktor Utama

- Banyuwangi 07 Mei 2026 167

BANYUWANGI, Nasionalpos.com –
Gelombang tekanan publik terhadap dugaan praktik korupsi di Banyuwangi kini mulai mendapat respons serius dari pemerintah pusat. Pasca aksi masyarakat Banyuwangi bersama puluhan aktivis di Jakarta, laporan yang disertai dokumen dan bukti pendukung dikabarkan telah mendapat perhatian dari sejumlah kementerian hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Situasi ini memunculkan pertanyaan besar di tengah publik : Siapa saja yang akan terseret jika Kasus tersebut benar-benar dibuka secara menyeluruh?

Ketua Info Warga Banyuwangi (IWB), Abi Arbain, menyebut pihaknya telah menerima komunikasi langsung dari beberapa lembaga negara terkait laporan yang mereka ajukan. Menurutnya, langkah ini menjadi sinyal awal bahwa dugaan skandal korupsi di Banyuwangi tidak lagi bisa dianggap isu pinggiran yang mudah diredam.

“Kami tidak datang dengan tangan kosong. Semua data, dokumen, kronologi, hingga bukti pendukung sudah kami serahkan. Tinggal sekarang, apakah aparat berani membuka semuanya atau tidak,” tegas Abi, Kamis (07/05/2026).

Baca Juga :  PK Jhoni Allen Marbun Ditolak Mahkamah Agung

Abi menilai masyarakat sudah terlalu lama disuguhi narasi pembangunan tanpa pernah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di balik berbagai proyek dan kebijakan daerah. Karena itu, ia menegaskan bahwa laporan yang disampaikan bukan sekadar kritik politik, melainkan tuntutan agar dugaan penyimpangan anggaran dan penyalahgunaan kekuasaan diusut tanpa pandang bulu.

Ia juga mengingatkan agar aparat penegak hukum tidak bermain aman atau berhenti pada level bawah. Menurutnya, publik kini menunggu keberanian negara untuk menyentuh pihak-pihak yang selama ini dianggap memiliki pengaruh kuat dan sulit disentuh hukum.

“Kalau memang ada indikasi korupsi, bongkar sampai ke akar. Jangan hanya cari tumbal kecil sementara aktor utamanya dibiarkan aman. Hukum jangan tajam ke bawah lalu mendadak tumpul ketika berhadapan dengan kekuasaan,” ujarnya keras.

Baca Juga :  Dilantik Bersamaan, Djoko dan Iwan Diminta Laksanakan Tugas Sesuai Arahan

Abi menegaskan Banyuwangi tidak boleh menjadi daerah yang seolah kebal terhadap penegakan hukum. Ia menyinggung sejumlah daerah lain seperti Jember, Bondowoso, dan Situbondo yang lebih dulu terseret pengungkapan kasus korupsi, sehingga tidak ada alasan bagi aparat untuk menutup mata terhadap berbagai dugaan yang kini mencuat di Banyuwangi.

Meski demikian, pihaknya mengaku tetap menghormati proses hukum dan tidak akan mencampuri kewenangan aparat. Namun IWB memastikan akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut agar tidak berhenti di tengah jalan atau hilang tanpa kejelasan sebagaimana banyak laporan dugaan korupsi lainnya.

“Publik sedang melihat. Kalau kasus ini kembali tenggelam, masyarakat akan bertanya ada apa di balik semua ini. Tapi kalau dibuka terang-benderang, itu akan menjadi bukti bahwa hukum memang masih punya keberanian dan marwah,” pungkasnya.

(Tim).

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
KM Fortune Melimpah Disita, Nasib 1 Nahkoda dan 36 ABK Jadi Sorotan

- Banyuwangi

20 Jun 2026

Jakarta, Nasionalpos.com – Tim Kuasa Hukum PT Fortun Berkah Samudra menyampaikan keprihatinan atas penanganan perkara yang saat ini sedang berlangsung terhadap KM. FORTUNE MELIMPAH 99 GT 258. Perkara tersebut tidak hanya berdampak terhadap perusahaan sebagai pemilik kapal, tetapi juga berdampak langsung terhadap 1 (satu) orang nahkoda dan 36 (tiga puluh enam) Anak Buah Kapal (ABK) …

Klarifikasi Dugaan Pungli, SMAN 3 Painan Tegaskan Dana Orang Tua Merupakan Sumbangan Berdasarkan Kesepakatan Bersama

Primadoni,SH

19 Jun 2026

Pessel, Nasionalpos.com — Mencuatnya dugaan pungutan liar (pungli) di SMA Negeri (SMAN) 3 Painan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), pihak sekolah bersama Komite Sekolah dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Sumatera Barat (Sumbar) memberikan klarifikasi terbuka kepada publik. Mereka menegaskan bahwa dana yang selama ini dibayarkan oleh orang tua siswa bukanlah pungutan liar, melainkan sumbangan yang …

Ketum PP- PPM Paramita: PPM Siap sebagai solusi Ketahanan Nasional di bawah naungan Bacadnas

dito

19 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP-PPM), Patriani Paramita Mulia, SH., LL.M, beserta jajaran dan rombongan diterima dengan sangat baik oleh Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas), Letjen TNI Gabriel Lema beserta seluruh pimpinan Bacadnas pada Kamis, 18 Juni 2026 di Markas Besar Badan Cadangan Nasional di Jakarta.   Pada kegiatan ini, Letjen …

PPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha

dito

14 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat.   Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …

Jelang Muktamar NU: Sebaiknya Cak Imin Fokus Besarkan PKB, Daripada Bertarung di NU

dito

12 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Di tengah semakin semarak nya situasi menjelang penyelenggaraan Muktamar NU yang rencananya di laksanakan pada tahun 2026 ini,   Tersiar info, mengenai para kandidat calon Ketum PBNU, salah satunya, dikabarkan Gus Imin ketua umum PKB akan maju di muktamar NU, demikian di sampaikan Damuri Fikri pengamat politik kepada wartawan, Jumat, 12/6/2026 di Jakarta. …

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

x
x