Home » Headline » FSAB : Hari Raya Idul Fitri 1444 H Momentum Menjaga Persatuan dan Kesatuan seluruh Anak Bangsa

FSAB : Hari Raya Idul Fitri 1444 H Momentum Menjaga Persatuan dan Kesatuan seluruh Anak Bangsa

dito 21 Apr 2023 120

NasionalPos.com, Jakarta– Hari Raya Idul Fitri dimaknai sebagai hari pengembalian ke fitrah manusia, fitrah yang suci, tanpa dosa, bersih, penuh cinta dan kasih sayang.

Hal tersebut selaras dengan konsep asal muasal manusia yang ketika masih bayi adalah suci bersih tanpa noda; kemudian setelah menapakkan kaki ke dunia nyata, bayi yang suci tersebut seiring waktu akan bergelimang dengan dosa dan kesalahan, demikian disampaikan Suryo Susilo Ketua Forum Silahturahmi Anak Bangsa (FSAB) kepada awak media, Jumaat, 21/4/2023 di Jakarta.

“Maka, di Hari Raya Idul Fitri ini sudah sepantasnya, dengan segenap hati kita dapat saling memaafkan; Sekaligus memohon ampunan kepada Allah SWT, atas segala khilaf dan dosa yang telah memberikan warna kelam dalam hidup kita.” ucap Suryo Susilo.

Menurut Suryo, bahwa fitrah manusia yang suci dan memiliki potensi untuk menebar kebaikan selaras dengan ajaran Nya, agar manusia dapat senantiasa berbuat kebaikan dan mewujudkan kehidupan yang menjamin ketentraman dan keselamatan bagi seluruh penduduk bumi ini. Maka, sudah menjadi tugas manusia untuk saling memaafkan dan berbuat baik kepada sesama demi terciptanya kehidupan yang penuh dengan kedamaian.

“Moment hari Raya Idul Fitri diharapkan mampu menjadi titik persatuan atas segala perbedaan, termasuk perbedaan pendapat, dan perbedaan pilihan politik di Pemilu Serentak tahun 2024 mendatang” tukas Suryo.

Makna memaafkan, lanjut Suryo, yang disadari dengan benar akan mengantarkan manusia pada langkah perdamaian yang mampu menyatukan perbedaan.

Di Hari nan Fitri, sebaiknya dapat menjadi refleksi dan saling mengevaluasi diri, agar mampu menemukan titik terang dalam menghadapi segala bentuk permasalahan, konflik, tantangan, hambatan dan sebagainya di masa kini maupun di masa mendatang, terutama dalam perhelatan Pemilu serentak tahun 2024 mendatang,

Baca Juga :  Lapas Kelas IIA Jember Terima Kunjungan Istimewa Dari Komandan Secaba Rindam Brawijaya Jember

Adapun makna memaafkan tersebut, sudah diterapkan dan menjadi tradisi di keluarga besar Forum Silahturahmi Anak Bangsa (FSAB), yang beranggotakan anak cucu dari mereka yang pernah berkonflik di masa lalu, kemudian bertemu dan saling memaafkan konflik yang terjadi di masa lalu, yang melibatkan bapak atau kakek mereka.

“Untuk membentuk sikap dapat saling memaafkan dan kemudian menjalin menjadi semangat persaudaraan yang kuat sebagai sesama anak bangsa, memang bukan hal yang mudah, upaya tersebut membutuhkan proses melalui pendekatan persuasif, psikologis, historis dan bahkan pendekatan religius, serta tentunya pendekatan ideologis Pancasila, yang merupakan konsensus nasional dan mendasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.” tukas Suryo.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa terkait dengan makna Idul Fitri yang mengandung prinsip lengkap menembus semua dimensi yang mengatur seluruh khazanah fundamental dan aktivitas manusia; maka, hal tersebut membawa pesan: yang pertama; kesatuan wujud, yaitu semua makhluk termasuk manusia kendati berbeda-beda, diciptakan oleh Allah SWT.

Kedua, kesatuan kemanusiaan, di mana manusia berasal dari tanah dan dari adam, sehingga seluruh umat manusia harus saling menghormati, serta mempererat persatuan. Sikap saling menghormati dan upaya mempererat persatuan sangat penting terutama menyongsong tahun 2024 yang merupakan Tahun Politik, yang sangat menentukan arah masa depan bangsa Indonesia.

Karena itulah, lanjut Suryo, apa yang sudah dilakukan dan diterapkan oleh keluarga besar FSAB, diharapkan dapat terus dipertahankan, dan dapat menjadi role model tradisi di tengah kehidupan bangsa dan negara, di momentum Hari Raya Idul Fitri 1444 H ini, menyongsong pelaksanaan Pemilu serentak tahun 2024 mendatang.

Baca Juga :  Jalan Kembali Diakses Pascalongsor di Desa Satar Lenda, NTT

Hal senada juga disampaikan Faisal Saleh Sekretaris FSAB, kepada wartawan yang menghubunginya di tempat terpisah, ia mengatakan pada esensi nya menyambut hari kemenangan Idul fitri itu harus mampu menaklukkan hawa nafsu, rasa ego dan rasa mau menang sendiri.

Hari Raya Idul Fitri itu lanjut Faisal Saleh, bukan hanya menampilkan pakaian baru, sarung baru dan baju koko baru, tapi utamanya adalah penampilan baru sebagai manusia, makhluk Tuhan YME, Allah SWT agar dapat lebih baik tingkat keimanan kepada Yang Maha Kuasa, dan berperilaku lebih baik terhadap sesama manusia.

“Mari kita jadikan momentum 1 Syawal 1444 H untuk menyelesaikan masalah yang menghambat terjalinnya keharmonisan hubungan, dan terus menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh komponen anak bangsa agar terwujud langkah yang sama dalam melihat negeri yang kita cintai bersama ini, suatu momentum untuk saling menghilangkan rasa ego dalam diri.” tukas Faisal Saleh.

Seiring dengan pernyataan Faisal Saleh tersebut, di akhir perbincangan dengan wartawan, Susilo juga menyampaikan bahwa dirinya sepakat bila Hari Raya Idul Fitri dijadikan momentum untuk membina dan memperkokoh persatuan dan kesatuan menyambut tahun 2024 yang merupakan tahun politik, yang rawan konflik seiring dengan menguatnya politik identitas.

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 H kepada seluruh komponen anak bangsa. Mohon Maaf Lahir dan Batin, Mari kita tingkatkan semangat gotong royong dan mendahulukan kepentingan nasional diatas kepentingan golongan dan pribadi, sebagai landasan dalam membangun kebersamaan dan memperkokoh persatuan bangsa.” pungkas Suryo Susilo. (*Red)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Ojol jadi UMKM, ganti Istilah bukan Ganti nasib, Perpres no 27 tahun 2026 Rentan Di gugat Di batalkan

dito

23 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ojol bakal resmi menyandang status UMKM. Pemerintah bilang ini kabar baik. Tapi coba tanya: apa yang benar-benar berubah buat pengemudi di jalan?     Selama bertahun-tahun, status ojol ada di zona abu-abu, bukan buruh, bukan juga pengusaha. Sekarang lewat Perpres 27/2026, status itu “diselesaikan.” Jutaan pengemudi otomatis jadi pelaku usaha mikro. Tanpa daftar. …

TB Massa: Prabowo Pimpin Revolusi Atau Melanjutkan Pola Rezim Lama?

Dhio Justice Law

23 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Saatnya Presiden Prabowo Subianto memimpin revolusi untuk menjawab keraguan rakyat. Saat ini, ada sebagian masyarakat yang menilai Pemerintahan Prabowo hanya kelanjutan dari rezim Jokowi. Pengamat politik sekaligus Ketua Program Studi Doktor Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof. Dr. TB Massa Djafar, mengatakan keresahan masyarakat terhadap berbagai persoalan nasional semakin meningkat. …

Menkumham Di desak Andi Darwin R Rangreng SH MH, Segera Tutup Celah Hukum Pembentukan Organisasi Advokat Lewat Jalur ORMAS

dito

22 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Terkait dengan semakin menjamurnya organisasi advokat baru yang terbentuk di duga adanya celah hukum selama ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk membentuk organisasi advokat melalui jalur pendaftaran Organisasi Kemasyarakatan (ORMAS) berbasis perkumpulan. Maka kepada wartawan, Sabtu, 22/8/2026 di Jakarta, Praktisi hukum Andi Darwin R Rangreng SH MH, ia mengatakan bahwa dirinya …

Mukerda III MUI Provinsi Jakarta Sudah Sukses di Laksanakan, MUI Siap Siaga Menyongsong Lima Abad Jakarta

dito

21 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pada tanggal, 18-19 Agustus 2026 bertempat di Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk Jakarta Barat, telah terselenggara Musyawarah Kerja Daerah ke 3 ( Mukerda III) MUI Provinsi DKI Jakarta dengan Mengusung tema “Khidmah Keumatan Menyongsong Lima Abad Jakarta”, acara ini menjadi agenda strategis untuk merumuskan program kerja dan memperkuat sinergi keumatan yang berada …

Dana USD 26 Juta Adalah Amanah Kemanusiaan Secara Hukum Terpisah dari Kasus Febrie Adrianyah,Harus di Kembalikan

dito

21 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Terkait dengan keberadaan dana sebesar USD 26.000.000 yang saat ini ikut menjadi barang bukti dalam penyidikan, kepada wartawan, Jumat , 21 Agustus 2026 di Masjid Almusyawaoroh Klapa Gading Jakarta Utara, Andi Darwin R. Ranreng, S.H. selaku kuasa hukum Agustino Boer, menjelaskan bahwa dana tersebut adalah dana amanah kemanusiaan murni yang secara hukum …

Pengamat: Target Pertumbuhan Ekonomi 6% Antara Harapan, Peluang dan Tantangannya

dito

20 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada tahun 2027 sebagai target yang ambisius, tetapi masih realistis untuk dikejar. Namun, 6 persen tidak akan datang secara otomatis. Pemerintah harus menciptakan sumber pertumbuhan baru di luar konsumsi pemerintah dan belanja APBN, demikian di sampaikan oleh Jan Prince Permata seorang pengamat ekonomi, kepada NasionalPos.com, Kamis, 20/8/2026 di …

x
x