Home » Headline » FSAB Serukan Jadikan Hukum Sebagai Panglima Cegah Konflik dan Penyelesaian Sengketa Pemilu 2024

FSAB Serukan Jadikan Hukum Sebagai Panglima Cegah Konflik dan Penyelesaian Sengketa Pemilu 2024

dito 16 Jan 2024 145

NasionalPos.com, Jakarta-  Tahun 2024 menjadi tahun politik dan tahun pesta demokrasi bagi Indonesia. Pemilu 2024 yang dilaksanakan secara serentak, Pemilihan Legislative dan Pemilihan Presiden/Wakil Presiden, sejatinya menjadi ajang demokrasi yang mesti dilaksanakan secara aman, damai dan bermartabat. Oleh sebab itu, diperlukan kebijakan dan operasionalisasi secara optimal dalam menjamin terciptanya stabilitas politik nasional dalam Pemilu 2024.

Secara umum, ada dua hal krusial yang perlu diantisipasi dalam penyelenggaraan Pemilu Serentak yang bakal dilaksanakan 14 Februari 2024 mendatang.

Pertama, potensi aksi kekerasan, anarkis, intimidasi, berita hoax, buzzer dan lainnya sebagaimana terjadi pada Pemilu sebelumnya. Kedua, permasalahan netralitas TNI/Polri, ASN dan juga termasuk Bawaslu hingga tingkat pengawas TPS, maupun KPU sebagai Penyelenggara Pemilu dari tingkat Pusat hingga KPU Provinsi, KPU Kota/Kabupaten, Panitia Pemilihan Kecamatan, Penyelenggara Pemungutan Suara (di tingkat Kelurahan) dan KPPS di TPS, demikian disampaikan Suryo Susilo Ketua Forum Silahturahmi Anak Bangsa (FSAB) kepada wartawan Selasa, 16 Januari 2024 di Jakarta.

Baca Juga :  PT JIEP Berhasil Kembalikan Fungsi Hutan Kota di Kawasan Industri Pulogadung

“Konflik sosial akibat dan dalam proses Pemilu tidak terjadi selama KPU dan Bawaslu berdiri tegak di atas prosedur dan peraturan yang berlaku; Agar bisa menjadi wasit yang adil, objektif dan dapat menyelenggarakan Pemilu dengan baik dan benar. Karena biasanya masalah terjadi karena adanya celah dari kekurangan dalam penyelenggaraan Pemilu.” ungkap Susilo.

Bukan hanya itu, lanjut Susilo, konflik sosial juga bisa tersulut, dipicu oleh peserta pemilu atau peserta pilpres 2024 beserta pendukungnya, yang seringkali menunjukkan sikap kurang dewasa dalam menanggapi perbedaan pendapat, dan bahkan hal itu semakin diperparah dengan munculnya buzzer yang justru semakin memperkeruh situasi, sehingga Pilpres sejatinya merupakan ajang demokratis, bisa berubah menjadi ajang kontestasi yang cenderung menghalalkan segala cara, bahkan ada yang di bawa pada persoalan ideologis.

“Oleh karenanya, dengan kondisi tersebut, masyarakat jangan mau terjebak pada konflik sosial karena perbedaan pilihan politik. Pilihan politik ini adalah pilihan yang bersifat politis, bukan ideologis, karena ideologinya sama, yaitu Pancasila. Jadi jangan dibawa ke konflik ideologi. Pemilu hanya kontestasi perbedaan pilihan politik. Selain itu, pemerintah melalui Kemenkominfo bersama Polri agar menertibkan keberadaan para buzzer yang dapat memperkeruh suasana dan menyulut konflik sosial.” tukas Susilo.

Baca Juga :  Mematahkan Belenggu"Independen" Produk Orba

Lebih lanjut, Susilo mengatakan apabila konflik sudah mengarah pada anarki dan menimbulkan dampak luas, maka hukum harus ditegakkan. Oleh sebab itu, khususnya aparat Kepolisian dan berbagai aparat, serta Institusi Pemerintah tidak boleh terlibat di dalam proses Pemilu itu, yang menyangkut orientasi politiknya.

Kalau ada sengketa Pemilu seharusnya diselesaikan secara hukum, dan menjadikan Hukum sebagai Panglima untuk mencegah konflik maupun penyelesaian sengketa Pemilu, yang disertai dengan ketegasan sikap aparat penegak hukum dan penyelenggara pemilu yang konsisten menjaga netralitas.

“Hanya menjadikan Hukum sebagai Panglima akan dapat mencegah konflik pemilu dan menyelesaikan sengketa Pemilu 2024. Tentunya hal tersebut juga untuk mewujudkan pelaksanaan Pemilu serentak 2024 sebagai Pesta Demokrasi yang Damai dan bermartabat.” pungkas Suryo Susilo.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Transisi Energi Berkeadilan Sosial di Indonesia, Kebutuhan Mendesak Agar Diterapkan Secara Kolaboratif

dito

19 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Transisi energi menjadi isu global yang mendesak karena meningkatnya kesadaran terhadap dampak negatif perubahan iklim.   Beberapa negara telah mempraktikkan transisi ke energi baru dan terbarukan (EBT) dengan baik, seperti Swedia, Jerman dan Selandia Baru, demikian di ungkapkan oleh narasumber tunggal: Dr Natalis Situmorang pada Webinar bertajuk Bedah Buku Transisi Energi di Indonesia, Sabtu, …

Ahli Waris Tegaskan Lahan Bersejarah Jl. Ince Nurdin dan Jejak Aset Lainnya, Sah Miliknya, Berdasarkan Data Eigendom Verponding yang Diakui UUPA

dito

19 Okt 2026

NasionalPos.com, Makassar- Sengketa lahan di Jalan Ince Nurdin No. 37, Kelurahan Baru, Kota Makassar yang mencuat ke publik menjadi titik awal penelusuran lebih luas atas aset tanah peninggalan Pangeran Cornelis Demunic. Demikian disampaikan oleh Kuasa hukum ahli waris, A. Darwin R. Ranreng, kepada wartawan, Senin, 19/10/2026 di Makassar   “Hari Senin ini, kami tegaskan bahwa …

PUTUSAN MK: PRAJURIT TNI PIDANA UMUM WAJIB DIADILI DI PENGADILAN UMUM,Langkah Bersejarah Menuju Kesetaraan di Hadapan Hukum ,

dito

17 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Putusan Mahkamah Konstitusi yang mewajibkan revisi UndangUndang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer menjadi sorotan penting dalam peta reformasi hukum nasional.   Putusan yang menyatakan bahwa prajurit TNI yang melakukan tindak pidana umum harus diadili di peradilan umum ini dinilai sebagai tonggak konstitusional yang menegaskan prinsip negara hukum: tidak ada satu pun …

Blunder Politik Gibran Buah Konspirasi Ketum Partai

Dhio Justice Law

15 Okt 2026

NasionalPos. com – Jakarta — Pengamat kebijakan publik Chazali H. Situmorang (CHS) menilai desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus diarahkan kepada para ketua umum partai politik, bukan semata-mata kepada fraksi-fraksi di DPR RI. Menurutnya, para ketua umum memiliki pengaruh besar dalam menentukan sikap politik partai sehingga harus bertanggung jawab atas keputusan maupun sikap …

Di Momentum Hari Musium Nasional, H. Waspada SAg MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor, Himbau Musium Bisa Jadi Ajang Edukasi Anak

dito

13 Okt 2026

NasionalPos.com, Bogor- Pada setiap tanggal 12 Oktober, di peringati sebagai peringatan Hari Musium kemarin, oleh karena itu, terkait dengan hal tersebut, kepada wartawan, H. Waspada MK, S.Ag, MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor dan Dosen PG PAUD UNUSIA Jakarta., Selasa, 13/10/2026 di Bogor, ia mengatakan bahwa tentu musium sangat bermanfaat dan sangat penting bagi anak …

Makan Anggaran Rp1,4 Miliar, Proyek Jalan di Pesisir Barat Malah Diduga Caplok Lahan Mantan Bupati

Taufik Hidayat

12 Okt 2026

Pesisir Barat — Pembangunan proyek jalan menuju rumah sakit di Kabupaten Pesisir Barat yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 senilai Rp1,4 miliar tengah menjadi sorotan publik. Proyek tersebut diduga dibangun di atas lahan pribadi milik mantan Bupati Pesisir Barat, H. Agus Istiqlal, tanpa izin. Protes Langsung di Lokasi Proyek Pemilik lahan, H. …

x
x