- daerahDinas Perpustakaan Kota Bandung Gelar Gala Final Pemilihan Duta Baca 2026
- daerahAktifitas Lapangan Padel Dianggap Mengganggu, Jalan Sutami Mengadu Ke Komisi I
- HeadlineNegara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)
- HeadlineLomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus
- Top NewsKomisi IV DPR RI Terima Audensi Siap Perjuangkan Nasib Pembudidaya Benih Lobster

FSAB Serukan Jadikan Hukum Sebagai Panglima Cegah Konflik dan Penyelesaian Sengketa Pemilu 2024
NasionalPos.com, Jakarta- Tahun 2024 menjadi tahun politik dan tahun pesta demokrasi bagi Indonesia. Pemilu 2024 yang dilaksanakan secara serentak, Pemilihan Legislative dan Pemilihan Presiden/Wakil Presiden, sejatinya menjadi ajang demokrasi yang mesti dilaksanakan secara aman, damai dan bermartabat. Oleh sebab itu, diperlukan kebijakan dan operasionalisasi secara optimal dalam menjamin terciptanya stabilitas politik nasional dalam Pemilu 2024.
Secara umum, ada dua hal krusial yang perlu diantisipasi dalam penyelenggaraan Pemilu Serentak yang bakal dilaksanakan 14 Februari 2024 mendatang.
Pertama, potensi aksi kekerasan, anarkis, intimidasi, berita hoax, buzzer dan lainnya sebagaimana terjadi pada Pemilu sebelumnya. Kedua, permasalahan netralitas TNI/Polri, ASN dan juga termasuk Bawaslu hingga tingkat pengawas TPS, maupun KPU sebagai Penyelenggara Pemilu dari tingkat Pusat hingga KPU Provinsi, KPU Kota/Kabupaten, Panitia Pemilihan Kecamatan, Penyelenggara Pemungutan Suara (di tingkat Kelurahan) dan KPPS di TPS, demikian disampaikan Suryo Susilo Ketua Forum Silahturahmi Anak Bangsa (FSAB) kepada wartawan Selasa, 16 Januari 2024 di Jakarta.
“Konflik sosial akibat dan dalam proses Pemilu tidak terjadi selama KPU dan Bawaslu berdiri tegak di atas prosedur dan peraturan yang berlaku; Agar bisa menjadi wasit yang adil, objektif dan dapat menyelenggarakan Pemilu dengan baik dan benar. Karena biasanya masalah terjadi karena adanya celah dari kekurangan dalam penyelenggaraan Pemilu.” ungkap Susilo.
Bukan hanya itu, lanjut Susilo, konflik sosial juga bisa tersulut, dipicu oleh peserta pemilu atau peserta pilpres 2024 beserta pendukungnya, yang seringkali menunjukkan sikap kurang dewasa dalam menanggapi perbedaan pendapat, dan bahkan hal itu semakin diperparah dengan munculnya buzzer yang justru semakin memperkeruh situasi, sehingga Pilpres sejatinya merupakan ajang demokratis, bisa berubah menjadi ajang kontestasi yang cenderung menghalalkan segala cara, bahkan ada yang di bawa pada persoalan ideologis.
“Oleh karenanya, dengan kondisi tersebut, masyarakat jangan mau terjebak pada konflik sosial karena perbedaan pilihan politik. Pilihan politik ini adalah pilihan yang bersifat politis, bukan ideologis, karena ideologinya sama, yaitu Pancasila. Jadi jangan dibawa ke konflik ideologi. Pemilu hanya kontestasi perbedaan pilihan politik. Selain itu, pemerintah melalui Kemenkominfo bersama Polri agar menertibkan keberadaan para buzzer yang dapat memperkeruh suasana dan menyulut konflik sosial.” tukas Susilo.
Lebih lanjut, Susilo mengatakan apabila konflik sudah mengarah pada anarki dan menimbulkan dampak luas, maka hukum harus ditegakkan. Oleh sebab itu, khususnya aparat Kepolisian dan berbagai aparat, serta Institusi Pemerintah tidak boleh terlibat di dalam proses Pemilu itu, yang menyangkut orientasi politiknya.
Kalau ada sengketa Pemilu seharusnya diselesaikan secara hukum, dan menjadikan Hukum sebagai Panglima untuk mencegah konflik maupun penyelesaian sengketa Pemilu, yang disertai dengan ketegasan sikap aparat penegak hukum dan penyelenggara pemilu yang konsisten menjaga netralitas.
“Hanya menjadikan Hukum sebagai Panglima akan dapat mencegah konflik pemilu dan menyelesaikan sengketa Pemilu 2024. Tentunya hal tersebut juga untuk mewujudkan pelaksanaan Pemilu serentak 2024 sebagai Pesta Demokrasi yang Damai dan bermartabat.” pungkas Suryo Susilo.
Dhio Justice Law
29 Apr 2026
Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …
dito
29 Apr 2026
NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya” Serta …
dito
29 Apr 2026
Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …
Dhio Justice Law
28 Apr 2026
Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …
Suryana Korwil Jabar
28 Apr 2026
Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026 di Hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan No. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat Partai Hanura, Ketua DPD …
Suryana Korwil Jabar
28 Apr 2026
Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026. Yang berlangsung di sebuah hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan, no. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat …
21 Nov 2024 1.760 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.432 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
17 Mei 2022 1.312 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
28 Jul 2025 1.252 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
23 Jul 2025 1.241 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.200 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.106 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.