Home » Headline » Implikasi Moeldoko Ajukan PK Ke MA, Jangan-Jangan Koalisi Besar Vs Kotak Kosong di Pilpres 2024?

Implikasi Moeldoko Ajukan PK Ke MA, Jangan-Jangan Koalisi Besar Vs Kotak Kosong di Pilpres 2024?

dito 06 Apr 2023 88

NasionalPos.com, Jakarta- Panggung politik nasional, saat ini nampaknya sedang diramaikan adanya tindakan Kepala Staf Presiden atau KSP Moeldoko mengajukan peninjauan kembali atau PK ke Mahkamah Agung untuk menggugat putusan kasasi dalam kasus Kongres Luar Biasa atau KLB Demokrat.

Tentunya hal tersebut berimplikasi terhadap keberadaan DPP Partai Demokrat dibawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono yang sudah terlanjur memberikan dukungan penuh terhadap Anies Baswedan sebagai Bakal Calon Presiden di Pilpres 2024 mendatang, demikian disampaikan Bithor Suryadi pengamat politik, kepada awak media, Kamis, 6/4/2023 di Jakarta.

“Ya, tentu itu, pengajuan PK oleh kubu Moeldoko tersebut, implikasinya koalisi parpol pendukung Bacapres Anies Baswedan akan goyah.”ungkap Bithor.

Sebab, lanjut Bithor, apabila gugatan PK dari kubu Moeldoko tersebut dikabulkan, maka negara akan mengakui DPP Partai Demokrat  di bawah kepemimpinan Moeldoko, yang belum tentu memberikan dukungan terhadap Anies Baswedan, kalau ini terjadi tentunya pencapresan Anies Baswedan tidak mencukupi tiket untuk didaftarkan ke KPU sebagai Capres, pada bulan Oktober 2023 mendatang, karena yang bersangkutan hanya didukung oleh dua partai politik, yakni PKS dan Partai Nasdem.

Baca Juga :  Milineal NTT Berharap Menkominfo Jhonny G Plate Tidak Hanya Dipanggil Kejakgung Tapi Juga Dipanggil KPK

“Ya, jelas kurang toh, hanya didukung PKS dan Partai Nasdem, artinya Koalisi Perubahan itu di Gembosi, tidak bisa usung Anies di 2024 ya, mudah-mudahan itu tidak terjadi.”tukas Bithor yang juga Penasihat Repdem

Sementara itu, menurut Bithor, disisi lain, saat ini sudah terjalin komunikasi anta relit parpol yang cenderung akan membentuk koalisi besar, yang saat ini Koalisi Besar 5 Parpol itu menunggu PDIP Gabung berarti jadi 6 Parpol, yakni PDI-P, Partai Golkar, Partai Gerindra, PAN, PPP dan PKB, yang kemungkinan hasil Musyawarah mufakat antar para ketua Parpol Koalisi Besar itu tunjuk Puan- Bowo, nah jika ini terjadi, maka Koalisi Besar ini akan mulus memenangkan calon pasangan capres-cawapresnya.

Baca Juga :  Optimalisasi Berantas - Cegah Praktek korupsi di Era Pemerintah Prabowo Subianto

“Jangan jangan Koalisi Besar 6 Parpol itu lawan Kotak Kosong ? Kenapa hanya berKoalisi, harusnya mereka berFusi aja jadi 1 Parpol seperti di RRT ?, jadi nggak usah ada pemilihan presiden secara langsung, ya, buat apa ada pilpres, kalau presidennya sudah ditentukan oleh Koalisi Besar tersebut? kemudian rakyat hanya jadi penonton saja, inilah tantangan dan permasalahan demokrasi di negeri ini.”pungkas Bithor Suryadi.

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Dapur MBG beserta Aktivitasnya di Pulogebang Permai, Resah kan Warga, Warga Tuntut Tutup

dito

24 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Meski dapur MBG di komplek Pulogebang Permai RT 01/RW 12 Kelurahan Pulogebang dalam tahap persiapan operasi namun pada realitas nya di duga justru menimbulkan keresahan masyarakat dilingkungan komplek tersebut .   Adapun keresahan itu muncul antara dari soal Amdal yang dicurigai akan berdampak kepada masyarakat sekitarnya, baik masalah Bau, maupun masalah sanitasi, serta …

Poros Rawamangun Peringatkan Sudin Dishub Jakarta Timur, agar Bijaksana Dalam Lakukan Penertiban

dito

20 Jun 2026

NationalPos.com, Jakarta- Peristiwa pengemudi ojek online (ojol) yang memohon-mohon hingga menangis histeris karena motornya diangkut petugas Suku Dinas Perhubungan (Sudin Dishub) Jakarta Timur terjadi di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Kendaraan tersebut ditindak karena kedapatan parkir di atas trotoar yang melanggar aturan dan memicu kemacetan. Setelah video yang menayangkan Kejadian tersebut viral, hingga menuai respon simpatik …

KM Fortune Melimpah Disita, Nasib 1 Nahkoda dan 36 ABK Jadi Sorotan

- Banyuwangi

20 Jun 2026

Jakarta, Nasionalpos.com – Tim Kuasa Hukum PT Fortun Berkah Samudra menyampaikan keprihatinan atas penanganan perkara yang saat ini sedang berlangsung terhadap KM. FORTUNE MELIMPAH 99 GT 258. Perkara tersebut tidak hanya berdampak terhadap perusahaan sebagai pemilik kapal, tetapi juga berdampak langsung terhadap 1 (satu) orang nahkoda dan 36 (tiga puluh enam) Anak Buah Kapal (ABK) …

Klarifikasi Dugaan Pungli, SMAN 3 Painan Tegaskan Dana Orang Tua Merupakan Sumbangan Berdasarkan Kesepakatan Bersama

Primadoni,SH

19 Jun 2026

Pessel, Nasionalpos.com — Mencuatnya dugaan pungutan liar (pungli) di SMA Negeri (SMAN) 3 Painan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), pihak sekolah bersama Komite Sekolah dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Sumatera Barat (Sumbar) memberikan klarifikasi terbuka kepada publik. Mereka menegaskan bahwa dana yang selama ini dibayarkan oleh orang tua siswa bukanlah pungutan liar, melainkan sumbangan yang …

Ketum PP- PPM Paramita: PPM Siap sebagai solusi Ketahanan Nasional di bawah naungan Bacadnas

dito

19 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP-PPM), Patriani Paramita Mulia, SH., LL.M, beserta jajaran dan rombongan diterima dengan sangat baik oleh Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas), Letjen TNI Gabriel Lema beserta seluruh pimpinan Bacadnas pada Kamis, 18 Juni 2026 di Markas Besar Badan Cadangan Nasional di Jakarta.   Pada kegiatan ini, Letjen …

PRJ 2026 Tak Berpihak ke Warga Jakarta, Poros Rawamangun Desak Pemprov DKJ Evaluasi PRJ 2026

dito

15 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta Fair 2026 atau Pekan Raya Jakarta sudah di buka oleh Gubernur Pramono Anung pada tgl 12 Juni 2026 merupakan Event yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1968 silam, dan untuk tahun 2026 ini, merupakan pelaksanaannya ke 57 kalinya.   Adapun untuk tahun ini, harga tiket masuk ajang pameran tahunan ini dibanderol mulai dari …

x
x