Home » Headline » Implikasi Moeldoko Ajukan PK Ke MA, Jangan-Jangan Koalisi Besar Vs Kotak Kosong di Pilpres 2024?

Implikasi Moeldoko Ajukan PK Ke MA, Jangan-Jangan Koalisi Besar Vs Kotak Kosong di Pilpres 2024?

dito 06 Apr 2023 77

NasionalPos.com, Jakarta- Panggung politik nasional, saat ini nampaknya sedang diramaikan adanya tindakan Kepala Staf Presiden atau KSP Moeldoko mengajukan peninjauan kembali atau PK ke Mahkamah Agung untuk menggugat putusan kasasi dalam kasus Kongres Luar Biasa atau KLB Demokrat.

Tentunya hal tersebut berimplikasi terhadap keberadaan DPP Partai Demokrat dibawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono yang sudah terlanjur memberikan dukungan penuh terhadap Anies Baswedan sebagai Bakal Calon Presiden di Pilpres 2024 mendatang, demikian disampaikan Bithor Suryadi pengamat politik, kepada awak media, Kamis, 6/4/2023 di Jakarta.

“Ya, tentu itu, pengajuan PK oleh kubu Moeldoko tersebut, implikasinya koalisi parpol pendukung Bacapres Anies Baswedan akan goyah.”ungkap Bithor.

Sebab, lanjut Bithor, apabila gugatan PK dari kubu Moeldoko tersebut dikabulkan, maka negara akan mengakui DPP Partai Demokrat  di bawah kepemimpinan Moeldoko, yang belum tentu memberikan dukungan terhadap Anies Baswedan, kalau ini terjadi tentunya pencapresan Anies Baswedan tidak mencukupi tiket untuk didaftarkan ke KPU sebagai Capres, pada bulan Oktober 2023 mendatang, karena yang bersangkutan hanya didukung oleh dua partai politik, yakni PKS dan Partai Nasdem.

Baca Juga :  Susuri Sungai Barito, Dandim 1012/Btk Bantu Anak Stunting Dan Silaturahmi Bersama Anggota Koramil Jajaran

“Ya, jelas kurang toh, hanya didukung PKS dan Partai Nasdem, artinya Koalisi Perubahan itu di Gembosi, tidak bisa usung Anies di 2024 ya, mudah-mudahan itu tidak terjadi.”tukas Bithor yang juga Penasihat Repdem

Sementara itu, menurut Bithor, disisi lain, saat ini sudah terjalin komunikasi anta relit parpol yang cenderung akan membentuk koalisi besar, yang saat ini Koalisi Besar 5 Parpol itu menunggu PDIP Gabung berarti jadi 6 Parpol, yakni PDI-P, Partai Golkar, Partai Gerindra, PAN, PPP dan PKB, yang kemungkinan hasil Musyawarah mufakat antar para ketua Parpol Koalisi Besar itu tunjuk Puan- Bowo, nah jika ini terjadi, maka Koalisi Besar ini akan mulus memenangkan calon pasangan capres-cawapresnya.

Baca Juga :  Berkat Tangan Budi Arie Setiadi Menteri Koperasi, Koperasi Merah Putih Bakal Berkembang pesat

“Jangan jangan Koalisi Besar 6 Parpol itu lawan Kotak Kosong ? Kenapa hanya berKoalisi, harusnya mereka berFusi aja jadi 1 Parpol seperti di RRT ?, jadi nggak usah ada pemilihan presiden secara langsung, ya, buat apa ada pilpres, kalau presidennya sudah ditentukan oleh Koalisi Besar tersebut? kemudian rakyat hanya jadi penonton saja, inilah tantangan dan permasalahan demokrasi di negeri ini.”pungkas Bithor Suryadi.

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

DPD Partai Hanura Jabar Gelar Musda 2026 di Bandung

Suryana Korwil Jabar

28 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026 di Hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan No. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat Partai Hanura, Ketua DPD …

Partai Hanura Gelar Musda 2026 di Bandung, Fokus pada Regenerasi Kepemimpinan

Suryana Korwil Jabar

28 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026. Yang berlangsung di sebuah hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan, no. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat …

x
x