Home » Headline » Jelang HUT Kemerdekaan RI, Pedagang Bendera Musiman Sepi Pembeli

Jelang HUT Kemerdekaan RI, Pedagang Bendera Musiman Sepi Pembeli

dito 12 Agu 2023 141
NasionalPos.com, Jakarta-   Dari pinggir jalan sampai perkampungan sudah semarak dengan dekorasi perayaan HUT ke-78 Republik Indonesia. Namun, semarak itu tak begitu dirasakan sebagian pedagang bendera musiman. Mereka mengibarkan bendera putih dan pulang kampung lebih awal karena tahun ini sepi pembeli.

Hari sudah menuju tengah malam ketika Asep (30) membongkar gerobak dagangannya di tepi Jalan Raya Panjang, Jakarta Barat, Jumaat (11/8/2023). Pedagang bendera musiman asal Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ini mau pulang kampung karena lebih banyak buntung daripada untung.

”Tahun ini lebih banyak apes. Capek iya, enggak dapat uang karena sepi,” ujar lelaki yang sudah lima tahun jadi pedagang bendera musiman itu.

”Mungkin orang-orang main (beli) online (daring). Online sepertinya lebih murah dari kita-kita (pedagang musiman). Lebih jauh (murah) malah,” kata Triyatno sambil menatap sisa-sisa barang dagangan.

Asep sama seperti pedagang musiman daerah lain yang berkumpul di Jalan Panjang Kebon Jeruk Jakarta Barat. Mereka berdagang dengan sistem bagi hasil.

Si bos menyediakan bambu, bendera merah putih berbagai ukuran, dan gerobak, sedangkan pedagang musiman mengambil untung dari selisih harga. Mereka juga tidak perlu membayar sewa gerobak.

Asep, misalnya, mengambil untung Rp 5.000 sampai Rp 10.000 dari sebatang bambu yang dijual Rp 20.000 sampai Rp 25.000 dan bendera ukuran 90 cm x 60 cm yang dijual Rp 30.000 sampai Rp 40.000.

Baca Juga :  Politisi Partai Demokrat Yakin 9 Hakim MK Bakal Rasional

Bapak tiga anak ini mulai berjualan sejak 31 Juli lalu. Rutenya dari mulai menyusuri jalan raya Panjang ke Kemanggisan, Palmerah, dan paling jauh sampai Tanah Abang.

Saban hari dia berangkat selepas subuh dan pulang setelah maghrib. Dia mendorong gerobak sembari berteriak ”bambu, tiang, bendera” berulang-ulang. Tak lupa dia mengenakan topi dan berkalung handuk untuk mengurangi paaran terik matahari.

Dalam sekali jalan, Asep menghabiskan tiga botol air mineral berukuran 1,5 liter dan dua sampai tiga kali makan agar punya cukup energi pergi pulang.

”Saya enggak kuat lagi. Mending pulang kerja serabutan sambil bantu istri urus sawah milik desa,” ujarnya.

Malam itu selepas merapikan barang dagangan dan mengemas pakaian, Asep bertolak ke terminal bayangan di Slipi untuk pulang ke Bogor.

Asep hanya lulusan SMP di kampungnya. Sebelum bekerja serabutan, dia menggarap sawah milik desa. Namun, seiring waktu harga pupuk tak terjangkau dan harga gabah anjlok.

Alhasil lebih besar pasak daripada tiang. Modal untuk pupuk dan obat semprot hama naik. Sementara hasil panen belum tentu bagus di tengah perubahan iklim, sedangkan kebutuhan hidup tak bisa ditunda pemenuhannya, tiap hari harus dipenuhi, agar bisa terpenuhi kebutuhan hidup keluarganya,

Asep berupaya dengan berbagai cara yang halal, diantaranya berjualan bendera beserta tiang bambu keliling di Jakarta, tapi ternyata berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dirinya dapat keuntungan lumayan, untuk tahun ini rasanya harapan untuk mendapatkan keuntungan seperti tahun sebelumnya, tak bisa diraihnya.

Baca Juga :  Pelaksanaan PRJ Tak Berpihak ke Warga Jakarta, Poros Rawamangun Desak Pemprov DKJ Untuk mengevaluasi PRJ

Sosok Asep pedagang bendera musiman merupakan secuil potret belum meratanya kue pembangunan di Tanah Air. Mereka berusaha memanfaatkan momen HUT ke-78 RI agar dapur tetap mengepul.

Data terbaru Profil Kemiskinan di Indonesia yang dirilis Badan Pusat Statistik pada Senin (17/7/2023) menunjukkan, tingkat kemiskinan per Maret 2023 menurun dibandingkan dengan kondisi Maret 2022 dan September 2022.

Angka kemiskinan nasional menurun jadi 9,36 persen atau 25,9 juta orang per Maret 2023. Namun, kondisi itu belum kembali pulih ke level sebelum pandemi Covid-19. Bahkan, tingkat ketimpangan atau rasio gini justru meningkat setelah beberapa waktu sebelumnya sempat menurun (Kompas, 17 Juli 2023).

Sekretaris Utama BPS Atqo Mardiyanto menyebutkan, rasio gini meningkat karena pemulihan ekonomi belum dirasakan secara merata oleh semua lapisan masyarakat. Pada periode September 2022-Maret 2023, ”kue” pertumbuhan ekonomi yang dirasakan 40 persen penduduk menengah-bawah lebih kecil porsinya dibandingkan kelompok masyarakat 20 persen teratas.

HUT ke-78 RI mengusung tema besar ”Terus Melaju untuk Indonesia Maju”. Semoga laju dan kemajuan itu dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Panitia Musda Ke-III Resmi Buka Pendaftaran Bacalon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pesisir Bara

Admin Redaksi

21 Apr 2026

Pesisir Barat NASIONALPOS.com – Panitia Musyawarah Daerah (Musda) Ke- III DPD Partai Golkar Kabupaten Pesisir Barat resmi mengumumkan pembukaan pendaftaran bakal calon Ketua DPD Kabupaten Pesisir Barat untuk masa bakti 2026-20231 mendatang. Pengumuman ini disampaikan melalui konferensi pers yang digelar di Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Pesisir Barat Lampung, pada Selasa 21 April 2026. Ketua …

Aspirasi Warga Banyuwangi Akan Disuarakan di Ibu Kota, Komunitas IWB Siapkan Massa

- Banyuwangi

20 Apr 2026

Banyuwangi ,Nasionalpos.com – Aspirasi warga Banyuwangi dipastikan akan bermuara ke ibu kota. Komunitas Info Warga Banyuwangi (IWB) menegaskan rencana aksi pada 26 April 2026 di Jakarta bukan sekadar wacana, melainkan langkah terukur yang telah melalui prosedur resmi. Pihak IWB menyebutkan, surat pemberitahuan aksi telah dilayangkan dan diterima oleh aparat, termasuk Polres Jakarta Selatan dan Polda …

Dewas KPK Diminta Selidiki dan Klarifikasi Tudingan Terhadap Faisal Assegaf

Dhio Justice Law

18 Apr 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Barang bukti disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diserahkan aktivis Faisal Assegaf terkait kasus dugaan korupsi di Direktorat Jendral Bea Cukai terus menuai polemik. Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof, TB Massa Djafar mengungkapkan kekawatirannya terhadap KPK yang dicurigai publik telah diintervensi kekuatan politik untuk membungkam kelompok sipil …

Sorotan Publik Terhadap Sultan Madura, H.Her

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

17 Apr 2026

NASIONALPOS.com | PAMEKASAN – Nama Khairul Umam atau yang lebih dikenal dengan sapaan akrab Haji Her, pemilik dari Bawang Mas Group, kini menjadi sorotan publik usai dirinya diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada April 2026. Pemeriksaan ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah publik, terutama karena yang bersangkutan selama ini dikenal getol memperjuangkan terbentuknya …

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Perkuat Seluruh Pos Keamanan serta Rest Area di PT Freeport Indonesia

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

17 Apr 2026

  NASIONALPOS.com | Papua – Pascaserangan mendadak dan mematikan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, TNI bahkan menyiagakan kendaraan tempur taktis, salah satunya panser Anoa Pindad, di sejumlah titik PT Freeport Indonesia. Dengan mengenakan senjata lengkap, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyambangi Rest Area Mile 50 PT Freeport …

Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka

Dewi Apriatin

11 Apr 2026

*Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka*   Majalengka – Sebuah potret buram penegakan hukum kembali tersaji di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ivan Afriandi, seorang jurnalis dari media Jurnal Investigasi, hingga kini (11 April 2026) masih terkatung-katung dalam ketidakpastian hukum. Lebih dari dua tahun sejak laporan resmi dilayangkan …

x
x