Home » Headline » Jihad Fi Sabilillah: Antara Ali Khomeini dan Prabowo

Jihad Fi Sabilillah: Antara Ali Khomeini dan Prabowo

Dhio Justice Law 27 Jun 2025 290

Oleh: Ridwan Umar
(Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)

Pada Senin (17 Juni 2025) Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menyatakan keyakinannya Republik Islam menang melawan Zionis Israel. Melalui akun X, Khamenei mengawali keyakinannya itu dengan mengutip ayat suci Al Quran surah As Saff ayat 13. “Help from Allah and an imminent conguest” (Holy Quran: 61:13). The Islamic Republic will triumph over the Zionist regime by the will of god” (Pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat. Republik Islam akan menang atas rezim zionis atas kehendak Allah,”

Jihad Khamenei Bersama Rakyat

Keyakinan Khamenei itu merepresentasi keyakinan seluruh Rakyat Iran. Tak satupun rakyatnya yang menentang keputusan Khamenei untuk menghancurkan Zionis melalui Operasi bersandi True Promis III (Janji Sejati) pasca agresi militer Israel tanpa alasan yang menyebabkan tewasnya Kepala Organisasi Intelijennya, Brigjen Mohammed Kazemi serta sejumlah ilmuwan Iran.

Rakyat Iran tentu siap dengan resiko yang akan diterima dalam perang melawan Zionis dan sekutunya diantaranya Negara super power (AS). Namun, keyakinan Khamenei dan Rakyatnya tak goyah. Tokh selama ini Iran sudah menjalani masa-masa dikucilkan dunia barat dan Iran tetap kokoh berdiri sebagai Negara Berdaulat dan disegani dunia.

Beda dengan Rakyat AS yang menentang keras keputusan Presiden Donald Trump turut campur membela Zionis. Rakyat AS menggelar aksi besar lantaran khawatir dampak buruk atas kebijakan Trump tersebut. Begitupun dengan PM Israel, Benjamin Netanyahu dan rakyatnya yang kini hanya bisa menangis, merengek kepada Iran agar menghentikan serangan yang telah meluluhlantahkan wilayah pendudukan yang dirampas dari Bangsa Palestina.

Mengapa Rakyat Iran bisa solid mendukung pemimpinnya? Karena bagi seorang Muslim, wajib hukumnya taat kepada pemimpin (ulil amri) yang benar. Sikap seorang Muslim itu sebagaimana Al Quran surah An Nisa ayat 59 “Hai Orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya dan ulil amri di antara kamu”.

Rakyat Iran taat pada Khamenei karena sosoknya yang tegas, memiliki integritas dan loyal pada rakyatnya. Khamenei berdiri di depan memimpin perang melawan Zionis dengan resiko menjadi target pembunuhan sebagaimana terungkap dalam sebuah dokumen rahasia Israel.

Baca Juga :  Oditur Militer Terima Tersangka Kasus Suap di Basarnas

Khamenei lahir di Kota Mashhad pada 19 April 1939. Ayahnya seorang ulama miskin yang mengajarkan keluarganya hidup sederhana dan rendah hati. Sang penjaga Revolusi Islam ini sempat mengenyam pendidikan di sekolah Agama Soleiman Khan dan Nawwab, disana ia belajar logika,filsafat dan yurisprudensi Islam dibawah pengawasan sang ayah dan bimbingan sejumlah ulama besar.

Khomenei naik tahta sebagai Pemimpin Tertinggi atau Rahbar pada 1989 menggantikan Khomenei yang wafat. Ali Khamenei tak menolerir maling uang rakyat. Ia telah menjatuhkan vonis mati terhadap pengusaha kakap Iran, Babak Sanjani yang terbukti menggelapkan dana sekitar Rp48,64 triliun terkait kasus ekspor minyak. Sanjani yang dikenal ‘orang dalam’ rezim Mahmoed Ahmadinejad (Presiden Iran) dihukum gantung pada Mei 2014.

Pada 2024 dikabarkan, dua eks menteri rezim mendiang Presiden Ebrahim Raisi, yakni Menteri Pertanian Javad Satadinejad dan Menteri Industri Reza Fatemi Amin dijatuhi vonis penjara masing-masing satu tahun dan dua tahun penjara. Kasus impor teh yang dikenal dengan skandal The Debsh ini melibatkan 60 orang dengan kerugian Negara US$ 3,7 miliar. Dalam kasus ini, kepala eksekutif perusahaan The Debsh, Akbar Rahimi-Darabad divonis 66 tahun penjara.

Begitulah Khamenei bersikap melawan musuh rakyatnya, para koruptor disikat habis termasuk ’para tokoh istimewa’. Maka, tak heran jika rakyat bersamanya dalam Jihad Fi Sabilillah meskipun nyawa taruhannya.

Jihad Prabowo

Lantas, bagaimana dengan jihad Prabowo sebagai pemimpin tertinggi Indonesia? Pasca kemenangan Prabowo pada Pilpres 2024 lalu, seolah menjawab perjuangan keras dan panjang mantan Danjen Kopassus itu untuk menduduki kursi RI 1. Tercatat sang Jendral telah empat kali menjadi kontestan Pilpres sejak 2009 hingga 2024 baik sebagai cawapres maupun capres.

Harapan besar rakyat khususnya para pendukung akan janji Presiden Prabowo untuk berantas koruptor sebagai salah satu jihad menjadikan Indonesia menjadi negeri yang baldatun thayibatun warabbun ghafur (negeri yang makmur dibawah ridho Allah SWT).

Asa Rakyat itupun semakin menyala tatkala jelang Pilpres lalu ia berjanji akan menyisihkan dana khusus untuk mengejar dan menghabisi koruptor dalam waktu singkat. Putera begawan ekonomi, Soemitro Djodjojadikoesoemo itu menilai korupsi adalah masalah utama yang harus diselesaikan pemerintahnnya jika ingin Indonesia maju. “Walaupun mereka (koruptor) lari ke Antartika, saya akan kirim pasukan khusus untuk mencarinya,” tegasnya pada penutupan Rapimnas Partai Gerindra,Sabtu (31 Agustus 2024).

Baca Juga :  Delegasi BKSAP Berkontribusi Aktif dalam Konferensi Parlemen Dunia untuk Dialog Antar-Iman di Maroko

Sayangnya, hingga satu semester lebih kepemimpinannya, Prabowo yang dikenal akrab dengan kalangan ulama ini masih kurang keras bersikap. Meskipun sejumlah kasus besar korupsi telah diungkap, namun tampaknya yang disasar hanya ‘pemain kecil’ sementara dalangnya belum disentuh. Sebut saja kasus korupsi BBM Pertamina dan kasus produksi legal emas merk LM Antam yang rugikan Negara hingga ribuan triliun rupiah. Logika publik, mustahil permainan kotor hampir ribuan triliun tak libatkan lingkar Istana.

Disisi lain, rakyat menyaksikan sejumlah pembantu Presiden Prabowo terindikasi terlibat kasus hukum, mulai dari kasus judi online, rekening gendut, ekspor CPO, hingga kasus suap alih fungsi hutan. Mereka bukan hanya tak tersentuh, bahkan diberi posisi terhormat. Dengan begitu, maka rakyat mulai ragu jika Prabowo bisa mewujudkan janjinya untuk berantas korupsi. Padahal, dunia telah menempatkan Indonesia diposisi teratas dalam soal korupsi. Terbukti dengan masuknya Jokowi sebagai nominasi pemimpin terkorup versi OCCRP (Organized Crime and Corruption Reporting Project).

Prabowo sebagai seorang muslim, tentu mengetahui kewajiban menepati janji, sebagaimana sabda Rasulullah Muhammad SAW “Ada tiga sifat yang jika ada pada seseorang, maka ia adalah orang munafik meskipun ia puasa dan sholat dan mengaku sebagai muslim: jika ia berbicara maka ia berdusta, jika ia berjanji maka ia mengingkari, jika dipercaya maka ia khianat”

Allah SWT pun berfirman dalam Al Quran Surah An-Nahl ayat 91 “Tepatilah janji dengan Allah apabila kamu berjanji. Janganlah kamu melanggar sumpah setelah meneguhkannya, sedangkan kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”

Jika Prabowo bisa segera membersihkan sekelilingnya dari orang-orang terindikasi korupsi dan menyeretnya ke meja hijau, maka tentu rakyat akan sami’ma wa atho’na (taat dan patuh) meski jiwa dan raga dikorbankan. Dengan begitu, Jihad Fi Sabilillah Prabowo bersama rakyat atau sebaliknya.
Wallahu ‘Alam bissawab

(Tulisan ini Digali dari beragam sumber)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
AWI DPC Banyuwangi Resmi Terbentuk, Mohamad Saiful Rizal : Momentum Perkuat Peran Pers

- Banyuwangi

02 Mei 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Pembentukan Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Banyuwangi menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pers di tingkat daerah. Kehadiran organisasi ini diharapkan mampu menjadi wadah yang tidak hanya menaungi para jurnalis, tetapi juga menjaga marwah profesi kewartawanan agar tetap independen, profesional, dan berpihak pada kebenaran. Aktivis masyarakat sipil sekaligus pegiat politik Banyuwangi, Mohamad …

Pemerintah Percepat Penertiban 4.046 Perlintasan Sebidang di Seluruh Indonesia

ardi

01 Mei 2026

Jakarta,NasionalPos – Pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur. Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan penertiban menyeluruh perlintasan sebidang di seluruh Indonesia guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mempercepat penertiban perlintasan sebidang dengan skala prioritas. “Sebagaimana …

Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

x
x