Home » Top News » Kampung Layar Tancap: Dari RW.06 Manggarai untuk Mendukung Jakarta Kota Sinema

Kampung Layar Tancap: Dari RW.06 Manggarai untuk Mendukung Jakarta Kota Sinema

dito 15 Apr 2026 61

NasionalPos.com, Jakarta-

Di tengah ambisi besar Jakarta untuk meneguhkan diri sebagai Kota Global serta visi Jakarta Kota Sinema sebagai instrumen diplomasi. Sebuah gerakan kultural tumbuh dari akar rumput: Kampung layar tancap di RW. 06 Manggarai.

Masyarakat RW. 06 mengembangkan inisiatif berbasis komunitas yang menjadikan film sebagai medium literasi publik, pendidikan sosial, dan penguatan kebersamaan sosial warga. Kegiatan nobar layar tancap ini berlangsung di RW.06 Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan pada hari Sabtu (11/04/2026).

Melalui pemutaran film “Rumah Tanpa Jendela” yang disutradarai Aditya Gumay, kolaborasi Luminesa, PW Matahari Pagi Indonesia – Jakarta, FILeM, Karang Taruna Unit RW.06, Aspirasi Jakarta, dan pengurus wilayah RW.06 menjadikan hiburan yang mendidik dengan sinema. Acara ini bukan sekadar ruang hiburan, tetapi upaya membangun fondasi ekosistem budaya yang berkelanjutan dari grassroots untuk kota, dari komunitas untuk Jakarta Kota Global.

Dari Akar Rumput ke Kota: Kontribusi untuk Bagi Jakarta Kota Sinema*

Kota Global dan Jakarta Kota Sinema berkaitan erat dengan tingkat literasi. Publik yang memiliki tingkat literasi tinggi menjadi komponen yang menunjang pencapaian Jakarta Kota Global sekaligus visi Jakarta Kota Sinema. Di sisi lain, Jakarta membutuhkan lebih dari sekadar infrastruktur sinema modern. Ia membutuhkan basis penonton yang kritis, apresiatif, dan berbudaya. Di sinilah peran Kampung Layar Tancap menunjukkan aspek krusial untuk ekosistem literasi dan budaya.

Baca Juga :  Kunjungan kerja dihadiri oleh Bupati Musi Rawas, Wakil Bupati Musi Rawas, H Suprayitno. Dandim 0406 Letkol Inf Danny Steven Surbakti, S.A.P., M.M.

 

RW. 06 Manggarai menghadirkan model ekosistem sinema dari bawah (grassroots cinema ekosistem) yang mendorong pada:

1. Peningkatan literasi sinema masyarakat: warga belajar memahami bahasa visual, narasi, dan pesan sosial dalam film.

2. Pembentukan budaya apreasiasi: film tidak hanya konsumsi, tetapi diapresiasi dan didiskusikan.

3. Penguatan identitas Jakarta sebagai kota budaya: sinema tidak lagi eksklusif di pusat perbelanjaan, tetapi hidup di kampung-kampung.

4. Pencegahan perilaku sosial negatif: Dengan menghadirkan ruang ekspresi yang positif, kegiatan ini menjadi alternative nyata untuk mengalihkan energi remaja dan potensi konflik seperti tawuran menuju aktivitas kreatif dan reflektif.

Kolaborasi berbagai komunitas dalam pagelaran layar tancap ini menegaskan bahwa Kota Sinema yang kuat bukan hanya ditopang oleh industri, tetapi oleh masyarakat luas dan komunitas organik. Literasi publik dalam hal ini menjadi fondasi utama bagi tumbuhnya ekosistem kreatif dan budaya yang sehat.

Film Sebagai Bahasa Universal: Dari Layar ke Kesadaran Kolektif*

Film adalah bahasa universal kota modern. Ia mampu menjembatani perbedaan, menyampaikan nilai, dan membangun kesadaran kolektif. Dalam konteks ini, Kampung Layar Tancap menjadi “ruang belajar terbuka yang inklusif” di mana warga Jakarta belajar memahami diri mereka sendiri melalui cerita dan ingatan tentang kota.
Secara filosofis, Kampung Layar Tancap adalah upaya untuk mengembalikan esensi kota sebagai ruang hidup bersama. Di tengah fragmentasi urban, layar tancap sebagai pusat gravitasi sosial yang mendidik, menghibur, dan merekatkan kembali keakraban berwarganegara. Film menjadi wahana publik untuk menyatukan persepsi, getaran perasaan, dan harapan.
Dengan kata lain, layar tancap di RW. 06 adalah simbol bahwa setiap kampung dapat menjadi pusat kebudayaan, setiap warga dapat menjadi pembelajar, dan setiap cerita dapat menjadi jembatan menuju perubahan.
Inisiatif ini diharapkan menjadi model replikasi di berbagai wilayah Jakarta dan mendorong lahirnya kampung-kampung layar tancap lainnya. Dengan demikian, visi Jakarta sebagia Kota Sinema tidak hanya hadir di festival dan gedung bioskop, tetapi juga hidup di gang-gang, ruang-ruang komunitas, dan sanubari rakyat.
Karena pada akhirnya, kota yang besar bukan hanya yang memiliki gedung tinggi, tetapi yang memiliki masyarakat yang tercerahkan dan kecerdasan kolektif.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Drs. Sirajum Munir, M.Pd Seorang Figur Kepala Sekolah yang Sederhana Namun Penuh Dedikasi Tinggi

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

12 Mei 2026

Foto Ekslusif : Drs. Sirajum Munir, M.Pd, Kepala Sekolah SMAN 1 Sumenep    NASIONALPOS.com | Sumenep, Jatim – Saat ini pimpinan tertinggi SMAN 1 Sumenep telah bergeser kepada Drs. Sirajuddim Munir, M.Pd, seorang figur pimpinan yang berprofil sederhana, jumawa dan murah tertawa, namun penuh dengan dedikasi yang tinggi. Kelebihan yang Ia miliki kini menghantarkan dirinya …

Wako-Wawako Hadiri Rapat ParipurnaPenyampaian Rekomendasi Terhadap LKPJ Wali Kota 2025

Admin Redaksi

11 Mei 2026

Nasionalpos.com/LUBUK LINGGAU-Wali Kota bersama Wakil Wali Kota Lubuk Linggau,  H Rachmat Hidayat-H Rustam Effendi menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Lubuk Linggau dalam rangka Penyampaian Rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Lubuk Linggau Tahun 2025 di Gedung DPRD Kota Lubuk Linggau, Senin (11/5/2026). Rapat paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Lubuk …

Pemkot Lubuk Linggau Gelar Kegiatan Identifikasi dan Digitalisasi Naskah Kuno Nusantara

Admin Redaksi

11 Mei 2026

Nasionalpos.com/Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum, Herdawan menghadiri sekaligus membuka kegiatan Identifikasi, Pendaftaran dan Digitalisasi Naskah Kuno Nusantara di ruang audio visual Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Lubuk Linggau, Senin (11/5/2026). Dalam sambutannya, Herdawan menyampaikan pentingnya pelestarian naskah kuno sebagai bagian dari warisan budaya dan sumber ilmu pengetahuan …

PAKAR HUKUM SOROT HILIRISASI ASPAL BUTON DI KARAWANG

dito

09 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Kebijakan pemerintah memusatkan industri pengolahan dan hilirisasi aspal alam Buton di kawasan Karawang, Jawa Barat, menuai sorotan tajam dari kalangan pakar hukum tata negara dan hukum sumber daya alam. Kebijakan ini dinilai bertentangan dengan amanat konstitusi serta prinsip keadilan pemerataan pembangunan wilayah, demikian di sampaikan oleh Andi Darwin Ranreng, S.H., M.H. – pakar …

Wagub Sumsel Kunjungi SMA Negeri 1 Lubuk Linggau, Dorong Gerakan Sekolah Hijau

Admin Redaksi

08 Mei 2026

Nasionalpos.com/LUBUK LINGGAU – Wali Kota Lubuk Linggau, Rachmat Hidayat mendampingi kunjungan Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang ke SMA Negeri 1 Lubuk Linggau, Jumat (8/5/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka “Gerakan Sekolah Hijau” memperingati Hari Pendidikan Nasional. Dalam sambutannya, H Cik Ujang menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan pihak sekolah maupun Pemerintah Kota Lubuk Linggau. …

Komunitas IWB Bersholawat Akan Digelar di Masjid Al Mukhlisin Tegalsari Banyuwangi

- Banyuwangi

07 Mei 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com  – Komunitas IWB Bersholawat akan menggelar kegiatan religi dan silaturahmi masyarakat pada Sabtu, 16 Mei 2026, bertempat di Masjid Al Mukhlisin. Kegiatan yang akan dilaksanakan di Dusun Polean RT/RW 01/05, Desa Tamansari, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi tersebut diharapkan menjadi wadah mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap sholawat dan kegiatan keagamaan, Kamis …

x
x