Home » Top News » Kampung Layar Tancap: Dari RW.06 Manggarai untuk Mendukung Jakarta Kota Sinema

Kampung Layar Tancap: Dari RW.06 Manggarai untuk Mendukung Jakarta Kota Sinema

dito 15 Apr 2026 82

NasionalPos.com, Jakarta-

Di tengah ambisi besar Jakarta untuk meneguhkan diri sebagai Kota Global serta visi Jakarta Kota Sinema sebagai instrumen diplomasi. Sebuah gerakan kultural tumbuh dari akar rumput: Kampung layar tancap di RW. 06 Manggarai.

Masyarakat RW. 06 mengembangkan inisiatif berbasis komunitas yang menjadikan film sebagai medium literasi publik, pendidikan sosial, dan penguatan kebersamaan sosial warga. Kegiatan nobar layar tancap ini berlangsung di RW.06 Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan pada hari Sabtu (11/04/2026).

Melalui pemutaran film “Rumah Tanpa Jendela” yang disutradarai Aditya Gumay, kolaborasi Luminesa, PW Matahari Pagi Indonesia – Jakarta, FILeM, Karang Taruna Unit RW.06, Aspirasi Jakarta, dan pengurus wilayah RW.06 menjadikan hiburan yang mendidik dengan sinema. Acara ini bukan sekadar ruang hiburan, tetapi upaya membangun fondasi ekosistem budaya yang berkelanjutan dari grassroots untuk kota, dari komunitas untuk Jakarta Kota Global.

Dari Akar Rumput ke Kota: Kontribusi untuk Bagi Jakarta Kota Sinema*

Kota Global dan Jakarta Kota Sinema berkaitan erat dengan tingkat literasi. Publik yang memiliki tingkat literasi tinggi menjadi komponen yang menunjang pencapaian Jakarta Kota Global sekaligus visi Jakarta Kota Sinema. Di sisi lain, Jakarta membutuhkan lebih dari sekadar infrastruktur sinema modern. Ia membutuhkan basis penonton yang kritis, apresiatif, dan berbudaya. Di sinilah peran Kampung Layar Tancap menunjukkan aspek krusial untuk ekosistem literasi dan budaya.

Baca Juga :  Kongres DPC GWI Kabupaten Tangerang: Momen Penting Perkuat Solidaritas dan Program Kerja

 

RW. 06 Manggarai menghadirkan model ekosistem sinema dari bawah (grassroots cinema ekosistem) yang mendorong pada:

1. Peningkatan literasi sinema masyarakat: warga belajar memahami bahasa visual, narasi, dan pesan sosial dalam film.

2. Pembentukan budaya apreasiasi: film tidak hanya konsumsi, tetapi diapresiasi dan didiskusikan.

3. Penguatan identitas Jakarta sebagai kota budaya: sinema tidak lagi eksklusif di pusat perbelanjaan, tetapi hidup di kampung-kampung.

4. Pencegahan perilaku sosial negatif: Dengan menghadirkan ruang ekspresi yang positif, kegiatan ini menjadi alternative nyata untuk mengalihkan energi remaja dan potensi konflik seperti tawuran menuju aktivitas kreatif dan reflektif.

Kolaborasi berbagai komunitas dalam pagelaran layar tancap ini menegaskan bahwa Kota Sinema yang kuat bukan hanya ditopang oleh industri, tetapi oleh masyarakat luas dan komunitas organik. Literasi publik dalam hal ini menjadi fondasi utama bagi tumbuhnya ekosistem kreatif dan budaya yang sehat.

Film Sebagai Bahasa Universal: Dari Layar ke Kesadaran Kolektif*

Film adalah bahasa universal kota modern. Ia mampu menjembatani perbedaan, menyampaikan nilai, dan membangun kesadaran kolektif. Dalam konteks ini, Kampung Layar Tancap menjadi “ruang belajar terbuka yang inklusif” di mana warga Jakarta belajar memahami diri mereka sendiri melalui cerita dan ingatan tentang kota.
Secara filosofis, Kampung Layar Tancap adalah upaya untuk mengembalikan esensi kota sebagai ruang hidup bersama. Di tengah fragmentasi urban, layar tancap sebagai pusat gravitasi sosial yang mendidik, menghibur, dan merekatkan kembali keakraban berwarganegara. Film menjadi wahana publik untuk menyatukan persepsi, getaran perasaan, dan harapan.
Dengan kata lain, layar tancap di RW. 06 adalah simbol bahwa setiap kampung dapat menjadi pusat kebudayaan, setiap warga dapat menjadi pembelajar, dan setiap cerita dapat menjadi jembatan menuju perubahan.
Inisiatif ini diharapkan menjadi model replikasi di berbagai wilayah Jakarta dan mendorong lahirnya kampung-kampung layar tancap lainnya. Dengan demikian, visi Jakarta sebagia Kota Sinema tidak hanya hadir di festival dan gedung bioskop, tetapi juga hidup di gang-gang, ruang-ruang komunitas, dan sanubari rakyat.
Karena pada akhirnya, kota yang besar bukan hanya yang memiliki gedung tinggi, tetapi yang memiliki masyarakat yang tercerahkan dan kecerdasan kolektif.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Membaca Motif Politik di Balik Satgas Dasco

Dhio Justice Law

30 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Posisi Sufmi Dasco Ahmad sebagai Ketua Satgas Pemulihan Pasca Bencana DPR RI sulit dibaca semata sebagai langkah teknokratis. Dalam politik, terutama pada lingkar kekuasaan inti, hampir tidak ada penempatan strategis yang benar-benar netral dari kepentingan politik. Apalagi Dasco bukan hanya pimpinan DPR. Ia …

Di duga Sampah sebagai Bancakan Anggaran: Poros Rawamangun Kritik Keras Arah Kebijakan Pemprov DKI

dito

29 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Kritik keras terhadap arah kebijakan pengelolaan sampah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali mencuat. Ketua Umum organisasi masyarakat Poros Rawamangun, Rudy Darmawanto, SH kepada wartawan, yang menghubungi nya, ia menilai kebijakan pemilahan sampah yang saat ini digencarkan Pemprov DKI Jakarta belum sepenuhnya menyentuh akar persoalan pengelolaan sampah di ibu kota. “Kebijakan tersebut berpotensi hanya …

Harapan orang tua Agar Mulyana 40 tahun yang Hilang Cepat Kembali

Admin Redaksi

29 Mei 2026

Garut, JejakKasus45.Com Sebuah keluarga kecil yang sederhana dengan jumlah keluarga lima orang di kampung Galumpit RT 02, RW 25, Kelurahan Marga Wati, Kecamatan Garut kota, Kabupaten Garut, Keluarga Bendi(65) dan Iwok(55). diliputi kesedihan yang mendalm, pasalnya Anak Sulung nya Mulyana (40) yang merupakan tulang punggung keluarga, meniggalkan rumah sejak hari Minggu 10 Mai 2026, hingga …

Tulang Punggung Keluarga Mulyana 40 Tahun Pergi Untuk Mencari Rumput Hingga Kini sudah 19 hari masih Belum Kembali.

Admin Redaksi

29 Mei 2026

Sebuah Keluarga Kecil yang sederhana, keluarga Bendi (65) dan Iwok (55) di Kampung Galumpit RT/RW 02/25, Kelurahan  Margawati, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Selalu berharap Anak sulungnya Mulyana (40), yang merupakan tulang punggung keluarga bisa kembali secepatnya kerumah. Dihari Minggu 10 Mai 2026 Mulyana, seperti biasanya melakukan pekerjaan sehari hari Mencari Rumput, serta membawa alat-alat …

PPM – LVRI: Rawat Kebhinekaan dengan Sikap Toleran

dito

28 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Merawat kebhinekaan dengan sikap toleran terhadap keberagaman menjadi suatu keharusan sebagai upaya menjaga keutuhan kedaulatan Bangsa Indonesia.   Kebhinekaan merupakan perilaku saling menghargai dan menghormati perbedaan berbagai ragam suku, ras, agama yang bertujuan untuk dapat saling mengenal baik disisi keyakinan maupun tradisi.   Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Kaderisasi dan Keanggotaan (KK) Pimpinan …

Pemkot Lubuk Linggau Dukung Lomba Cerdas Cermat dan Penyuluhan Bahaya Narkoba Linggau Pos

Admin Redaksi

25 Mei 2026

Nasionalpos.com/LUBUK LINGGAU – Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rachmat Hidayat diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lubuk Linggau, H Trisko Defriyansa menerima audiensi manajemen Linggau Pos di ruang kerjanya, Senin (25/5/2026).   Audiensi tersebut membahas rencana pelaksanaan lomba cerdas cermat dan penyuluhan tentang bahaya narkoba dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara serta Hari Anti …

x
x