Home » Nasional » Kasus Pengancaman Istri Jurnalis di Murung Raya Dihentikan, Polisi Diduga Tidak Profesional

Kasus Pengancaman Istri Jurnalis di Murung Raya Dihentikan, Polisi Diduga Tidak Profesional

Indra 27 Sep 2025 62

NASIONALPOS.COM –

Kasus pengancaman menggunakan senjata tajam yang dialami seorang istri jurnalis di Murung Raya belum juga mendapatkan keadilan. Kepolisian Sektor (Polsek) Tanah Siang Selatan dinilai tidak mampu menangani kasus tersebut hingga tuntas.

Sudah hampir sebulan kasus ini bergulir, terduga pelaku belum juga ditetapkan sebagai tersangka, padahal, barang bukti berupa senjata tajam sudah dimiliki kepolisian. Terduga pelaku juga sudah mengakui perbuatannya di depan dewan adat dan bahkan pihak kepolisian.

Semestinya, menurut suami korban, terduga pelaku sudah bisa ditetapkan sebagai tersangka karena sudah ada bukti dan pelaku juga sudah mengakui perbuatannya. Namun, Polisi malah meminta agar kasus ini dikembalikan ke sidang adat.

“Senjata tajam yang digunakan pelaku sudah dikantongi kepolisian, pelaku juga sudah pernah mengakui perbuatannya, tetapi polisi belum menetapkan pelaku sebagai tersangka dan juga belum menahannya, ada apa ini?” ujar Amos Diaz, suami korban, Sabtu (27/9/2025).

Tidak hanya itu, pihak kepolisian semakin menunjukkan ketidakbecusannya menangani kasus ini lantaran menghentikan kasusnya dan menyarankan ke suami korban agar kasus ini dibawa kembali ke sidang adat.

“Polisi dari Polsek Tanah Siang Selatan menyarankan agar saya membawa kembali kasus ini ke sidang adat, padahal barang buktinya sudah cukup untuk menetapkan terduga pelaku sebagai tersangka. Ada apa ini?” ungkap Amos.

Baca Juga :  Delapan Sektor Prioritas Telah Ditetapkan Pemerintah Untuk APBN 2023

Sebelumnya, Polsek Tanah Siang Selatan Kabupaten Murung Raya telah memastikan penanganan kasus dugaan pengancaman yang dilakukan SHI terhadap MLW, warga Desa Tahujan Ontu, berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku.

Jajaran Polsek Tanah Siang Selatan telah melakukan serangkaian langkah penyelidikan. Sejumlah saksi dimintai keterangan dan bukti-bukti pendukung sudah dikumpulkan. Penyidik juga menegaskan penanganan kasus ini dilakukan secara profesional dan transparan.

Kapolsek Tanah Siang Selatan Ipda Yusuf Ronie SIK. menegaskan, aparat tidak akan mentolerir tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan warga. “Setiap bentuk pengancaman, apalagi dengan senjata tajam, kami tindak sesuai prosedur hukum. Tidak boleh ada aksi yang meresahkan masyarakat,” tegasnya.

Selain proses hukum, Polsek juga telah menggandeng pemangku adat setempat dalam penanganan perkara. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan penyelesaian kasus berjalan seimbang antara hukum positif dengan kearifan lokal. Pendekatan ini diharapkan mampu meredam ketegangan sekaligus menjaga harmonisasi sosial di Desa Tahujan Ontu.

Kasus dugaan pengancaman dengan senjata tajam terhadap Milawati, istri jurnalis sekaligus Kepala Biro DomainRakyat.com, masih menjadi perhatian publik lantaran sudah hampir sebulan kasus ini bergulir, pihak kepolisian belum juga menetapkan terduga pelaku sebagai tersangka. Bahkan, kasus ini diduga telah dihentikan oleh pihak kepolisian Polsek Tanah Siang Selatan.

Baca Juga :  Negara Harus Hadir, Selamatkan Pengemudi Ojek Online Dari hubungan Kerja Menyesatkan

Menurut Amos, dirinya tidak akan membiarkan kasus ini berhenti di tengah jalan. Ia menegaskan akan membawa kasus ini ke Komnas Perlindungan Perempuan dan Anak (Komnas PPA), serta melaporkan kinerja Polsek Tanah Siang Selatan ke Propam Polres Murung Raya, atau bahkan ke Propam Polda Kalteng.

“Kasus ini tidak akan berhenti sampai di sini, saya akan melapor ke Komnas Perlindungan Perempuan dan melaporkan ke Propam Polres Murung Raya, atau bahkan ke Propam Polda Kalteng,” tegasnya.

Dalam keterangannya, Amos menegaskan bahwa dirinya tidak akan menyerah sampai pelaku dihukum sesuai hukum yang berlaku, karena jika tidak, hukum benar-benar tidak akan bisa tegak untuk masyarakat kecil.

“Bayangkan, seorang jurnalis saja yang istrinya mengalami pengancaman tidak bisa mendapatkan keadilan, apalagi masyarakat biasa yang tidak punya kekuatan finansial dan tidak punya koneksi,” ujarnya.

Amos juga menyampaikan harapannya kepada seluruh insan pers agar turut memberitakan dan memviralkan kasus yang menimpa istrinya agar kasus ini benar-benar ditangani pihak kepolisian. Menurutnya, kepolisian kadang hanya mau bekerja kalau sudah viral.

“Kita taulah di negeri ini. Bagi masyarakat kecil “No Viral, No Justice”. Jadi, harus viral dulu baru ada keadilan,” pungkasnya.

Untuk info lebih lanjut. Hubungi nomor wa suami korban: 082154574607

(Tim).

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Ada Jokowi Dibalik Perpecahan PPP?

Dhio Justice Law

28 Sep 2025

NasionalPos.com, Jakarta – Mardiono terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat Umum Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) secara aklamasi dalam Muktamar ke – 10 PPP di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (27/9/2025) dinilai sarat rekayasa. Publikpun curiga ada Jokowi dibalik skenario kisruh PPP. Terkait teripilihnya Mardiono sebagai Ketum PPP melalui aklamasi di Muktamar ke-10, berkembang isu tak …

Susilo: Diplomasi Rakyat Saluran Terbaik Sampaikan Aspirasi Rakyat dari seluruh dunia untuk Hidup Dalam Damai, Persahabatan, dan Kemakmuran

dito

28 Sep 2025

Nasional pos.com, Jakarta- Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Rusia (PPIR), Suryo Susilo memenuhi undangan dari  Majelis Rakyat Eurasia dan Afrika untuk hadir di acara Majelis Rakyat Dunia (World People Assembly) di World Trade Center, Moscow, Rusia, tanggal 20-21 September 2025  lalu. Majelis Rakyat Dunia merupakan transformasi dari Majelis Rakyat Eurasia dan Afrika, yang mencerminkan perluasan misi dan …

PPP Pecah, KH Husnan Solusi Rekatkan Persaudaraan Partai Ka’bah

Dhio Justice Law

27 Sep 2025

NasionalPos.com, Jakarta – Acara pembukaan muktamar ke-X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) diwarnai adu jotos dua kubu calon ketua umum. Aksi tak terpuji itu membuat prihatin tokoh partai Ka’bah, KH. Husnan Bey Fananie. “Astagfirullah, kami cuma bisa mengelus dada dan mohon maaf kepada Umat dan bangsa ini atas peristiwa yang tak seharusnya terjadi dan jadi tontonan …

Haidar Alwi Menilai Tuduhan Kapolri Persekusi Calon Kapolri Pilihan Presiden Hanya Upaya Adu Domba

dito

26 Sep 2025

NasionalPos.com, Jakarta-Tuduhan bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan persekusi atau sengaja mencari-cari kesalahan Calon Kapolri pilihan Presiden Prabowo merupakan narasi yang lemah, tidak berdasar, dan berpotensi menimbulkan kerusakan besar dalam tatanan politik maupun keamanan nasional.   Demikian disampaikan oleh Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi menanggapi pernyataan Kol (Purn) Sri Radjasa dalam …

Periode Triwulan III Tahun 2025, Kegiatan berlangsung di kantor Sekretariat KPU Kabupaten Karawang,

Ipin Leaa

25 Sep 2025

Karawang||nasionalpos.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karawang, menggelar rapat koordinasi Persiapan Rapat Pleno Pemutakhiran Dapat Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Periode Triwulan III Tahun 2025, Kegiatan berlangsung di kantor Sekretariat KPU Kabupaten Karawang, ‎ ‎ ‎Rakor tersebut mengundang pemangku kepentingan dari Polres Karawang, Kodim 0604 Karawang, Badan Kesbangpol, Bawaslu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan Kantor …

Jelang Muktamar PPP, KH Husnan Dicengkeram Oligarki

Dhio Justice Law

25 Sep 2025

NasionalPos.com, Jakarta – Menjelang Muktamar X 2025 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dinamika meningkat. Sejumlah nama dari luar partai maupun internal yang bermunculan, isu politik transaksionalpun ikut mewarnai. Pengamat politik yang juga Ketua Program Doktor Universitas Nasional (UNAS), Assoc. Prof. Dr. TB Massa Djafar menilai dalam setiap perhelatan demokrasi di partai manapun di Indonesia isu politik …

x
x