Home / Ekonomi

Jumat, 16 September 2022 - 18:46 WIB

Kementan: Ketersediaan Telur Ayam Ras di Indonesia Wilayah Timur Aman dan Mencukupi

NasionalPos.com,SulSel – Kementerian Pertanian (Kementerian Pertanian) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menyampaikan ketersediaan telur ayam ras untuk konsumsi di Indonesia Wilayah Timur aman dan mencukupi. Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Nasrullah saat melakukan kunjungan kerja ke salah satu peternakan ayam ras petelur di Sulawesi Selatan, yaitu PT. Cahaya Mario di Kabupaten Sidrap pada hari ini Jumat (16/09/2022).

“Kami hadir disini untuk memastikan ketersediaan telur ayam untuk konsumsi untuk masyarakat di Provinsi Sulawesi Selatan mencukupi, bahkan secara nasional pun juga cukup,” ucap Nasrullah. Menurutnya masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan karena ketersediaannya mencukupi bahkan surplus sampai Desember 2022.

Nasrullah menjelaskan, Kabupaten Sidrap merupakan salah satu daerah sentra produksi ternak ayam ras petelur (layer) terbesar di Provinsi Sulawesi Selatan. Berdasarkan data produksi telur ayam ras di Kabupaten Sidrap sebanyak 75.793 ton dari total populasi ayam ras petelur (layer) sebanyak 5.227.123 ekor, sedangkan kebutuhan telur ayam ras sebanyak 70.472 ton, sehingga terdapat surplus sebanyak 5.321 ton.

Baca Juga  Bisnis Pengembang Perumahan di Penajam Mulai Menggeliat Oleh Adanya IKN Nusantara

Lebih lanjut Nasrullah pun menjelaskan, jumlah penduduk di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 9.022.300 orang dengan konsumsi telur ayam ras per kapita sebesar 19,40 kg/kap/thn, sehingga kebutuhan telur tahun 2022 sebesar 175.033 ton.

IMG 20220916 WA0273 copy 417x203

Ia katakan, total populasi ayam ras petelur (layer) di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 12.982.642 ekor dan proyeksi produksi telur ayam ras Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2022 sebanyak 188.248 ton, sehingga terdapat surplus sebanyak 13.215 ton. “Surplus ini digunakan sebagai Buffer Stock sebanyak 264 ton (2%) dan dijual keluar Pulau Sulawesi, seperti ke Kalimantan, NTT, Maluku dan Papua sebanyak 733 ton (5,55%) per tahun.

Baca Juga  Pertamina Rombak Direksi dan Nomenklatur

“Melihat kondisi ini, kami terus mendorong peternak ayam ras petelur (layer) di Kabupaten Sidrap ini untuk terus meningkatkan produksi dan menargetkan untuk ekspansi ekspor,” ujar Nasrullah. “Harapan kita semua peternakan ayam ras petelur (layer) di Indonesia yang merupakan salah satu usaha yang kebanyakan dikelola oleh peternak lokal ini dapat berpeluang untuk merambah ekspor,” imbuhnya

Sementara itu, pimpinan perusahan peternakan PT. Cahaya Mario, H. Usman Appas menyampaikan, produkdi telur di peternakannya saat ini sudah dikirim keluar Sulawesi seperti ke Kalimantan, NTT, Maluku dan Papua bahkan seluruh wilayah Indonesia timur. “Kami mewakili peternak di Kabupaten Sidrap menyampaikan bahwa produksi telur ayam konsumsi untuk masyarakat di Indonesia Wilayah Timur cukup tersedia dan kami siap mensupplai sesuai kebutuhannya,” pungkasnya.(*)

 

Share :

Baca Juga

pajak

Ekonomi

SOP Baru, Petugas Pajak Dilarang Bertemu WP di Luar Kantor
Sri Mulyani

Ekonomi

Pegawai Kemenkeu Diserang Covid-19 Penyebab Shortfall Hingga Rp128,8 Triliun
Citibank

Ekonomi

Citibank Salah Transfer US$900 Juta Kepada Revlon
Jiwasraya

Ekonomi

DPR Sepakat Bentuk Panja Jiwasraya
sumur minyak

Ekonomi

Pemerintah Ungkap Cadangan Minyak Bumi Indonesia Cukup 9 Tahun Lagi
BUMN

Ekonomi

PTPN Klaim Tak Pernah Rampas Lahan Rakyat
kerjasama freport papua

Ekonomi

Akhirnya, Papua Menerima 10 Persen Saham Freeport
Ketua Umum DPLN PPMI Taiwan Renita Wibowo

Ekonomi

DPLN PPMI Taiwan Apresiasi KDEI dan BP2MI