Home » Headline » Kinerja PJ Gubernur DKI Jakarta Harus di Tunjang Birokrasi yang BerAKHLAK

Kinerja PJ Gubernur DKI Jakarta Harus di Tunjang Birokrasi yang BerAKHLAK

dito 28 Okt 2022 260

NasionalPos.com, Jakarta– Diperoleh informasi yang menyebutkan beberapa waktu lalu, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono memastikan tidak ada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) pada tahun ini. Sehingga APBD 2022 masih tetap berlaku, ia juga mengatakan Tidak ada APBD perubahan. Jadi adanya darsak (darurat dan mendesak), Salah satu program yang mendesak, menurutnya adalah kesehatan. Hal ini karena Jakarta masih dilanda pandemi covid-19 dan masalah gangguan ginjal akut,

Langkah kebijakan Heru Budi Hartono ( HBH) ini tentunya mengundang pendapat dari berbagai pihak, salah seorang diantaranya adalah Dedy Iskandar, SE, MH Ketua Matra Jakarta, kepada awak media yang menemuinya, ia mengatakan bahwa langkah kebijakan yang diambil oleh Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, sudah tepat dan itu merupakan kebijakan yang sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, yang di dalamnya mengatur tentang Penyusunan APBD & APBD-Perubahan.

“Ya, dikarenakan adanya keterlambatan dilakukan bersama dengan DPRD DKI Jakarta, maka sudah tepat PJ Gubernur membuat Langkah kebijakan tersebut, dengan demikian program yang belum terlaksana dalam APBD 2022, ya harus dituntaskan oleh para SKPD sebagai penanggungjawab pelaksanaan program yang sudah ada di APBD 2022” ungkap Dedy Iskandar, SE, MH Ketua Matra Jakarta, kepada awak media, Jumaat, 28/10/2022 di Balai Kota.

Baca Juga :  Bagi PGE, IPO Dianggap Bernilai Strategis

Menurut Dedy, keputusan PJ Gubernur DKI Jakarta, tidak adanya APBD-Perubahan, juga dapat dimaknai sebagai Langkah untuk menyelesaikan program pembangunan yang belum terselesaikan di masa kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan, dan ini tentunya juga terkait dengan kinerja birokrasi di kalangan Pemprov DKI Jakarta, yang selama ini disinyalir dan diduga adanya faksi-faksi di internal tubuh birokrasi yang saling bersaing dengan cara-cara tidak sehat dan tidak fair, serta bukan dalam rangka bersaing mengukir prestasi melainkan bersaing untuk mengejar jabatan maupun kekuasaan, sehingga berakibat pada menurunnya etos kerja, tidak optimalnya kinerja serta yang lebih fatal disinyalir kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab keterlambatan penyusunan APBD-Perubahan maupun tidak tuntasnya beban tanggungjawab dalam menjalankan Amanah dan tugas sebagai abdi negara.

“Karena itulah, untuk mencegah terjadinya tidak optimalnya capaian kinerja di kalangan birokrasi Pemprov DKI Jakarta, PJ Gubernur DKI Jakarta harus berani bersikap tegas untuk meniadakan faksi-faksi, kelompok-kelompok yang ada di jajaran birokrasi DKI Jakarta, yang bersaing dan justru menjadi penghambat, selain itu PJ Gubernur harus bisa memberikan reward and punishment kepada jajaran birokrasi yang bekerja menjalankan tugas dan tanggungjawabnya”tukas Dedy

Bukan hanya itu, lanjut Dedy, guna menyukseskan Langkah kebijakan pembangunan, maupun pembenahan di Provinsi DKI Jakarta, tentunya PJ Gubernur memerlukan jajaran birokrasi yang loyal, professional dan berkompeten, untuk itulah diperlukan adanya pembenahan di kalangan birokrasi, melalui rekrutmen personalia yang tidak mendasarkan pada kepentingan kelompok ataupun faksi, melainkan mendasarkan pada profesionalitas, kapasitas, kapabilitas, kompetensi, loyalitas dan memiliki kredibilitas maupun akuntabilitas, serta tentunya berbagai prasyarat tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Aparatur Sipil Negara dan juga tentunya BerAKHLAK merupakan akronim dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif., Jika hal tersebut sungguh-sungguh dilakukan oleh Pj Pemprov DKI Jakarta,  maka semua orang di dalam jajaran birokrasi punya kesempatan yang sama dalam berkarir di Pemprov DKI Jakarta sebagai abdi negara yang dapat memberikan pelayanan optimal kepada warga Jakarta.

Baca Juga :  Dari Lelang Tujuh Surat Utang Pemerintah Raup Sebesar Rp15 Triliun

“Selain itu, kami juga sangat berharap Pj Gubernur DKI Jakarta juga bisa menerima masukan dari masyarakat mengenai kinerja birokrasi, sehingga bisa menjadi bahan pertimbangan bagi kebijakan PJ Gubernur DKI Jakarta dalam memberikan reward & punishment kepada kalangan birokrasi Pemprov DKI Jakarta dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya, jadi intinya pelaksanaan Kinerja PJ Gubernur DKI Jakarta Harus di Tunjang oleh Birokrasi BerAkhlak ”pungkas Dedy Iskandar SE, MH. (*dit)

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
40 Perusahaan China Jangan Ditutupi Pergantian Menteri

Dhio Justice Law

19 Sep 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – isu 40 perusahaan asal China diduga tidak mematuhii kewajiban pajak tidak boleh berakhir sebagai pernyataan pejabat yang kemudian tenggelam dalam pergantian kekuasaan.Pemerintah tidak boleh diam. Jika dugaan tersebut memiliki dasar pemeriksaan dan data yang dapat dipertanggungjawabkan, maka pemerintah wajib menjelaskan kepada publik. Bukan …

Akademisi dan Aktivis Ajak Bersatu Lawan Impunitas Di Acara Aksi Kamisan ke 925

dito

18 Sep 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pada aksi massa kamisan ke 925 , di depan istana Negara Jakarta, Kamis, 17 September 2026 kemarin. Selain di hadiri oleh ratusan orang dari kalangan aktivis Hak Azasi Manusia, mahasiswa, akademisi, para pencari keadilan Hak Azasi Manusia, hadir juga seorang dosen senior Paulus Januar, yang menyampaikan kuliah jalanan. Dalam orasinya, Paulus Januar menyampaikan …

KPK Didesak Klarifikasi Status Hukum Jaksa Syahrul

Dhio Justice Law

15 Sep 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk terbuka soal status hukum Jaksa Syahrul dalam perkara korupsi yang menjerat Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Abdul Wahid. “Kami baru saja menyerahkan surat perihal Permintaan Klarifikasi dan Tindak Lanjut Hukum dalam Putusan Nomor 17/Pid.Sus-TPK/2022/PN.Bjm. Surat ini juga kami tembuskan kepada Jaksa Agung dan Jaksa Agung Muda …

PERISTIWA POLITIK DAN PENGARUH GEOPOLITIK GLOBAL.

dito

14 Sep 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Dr Kristiya Kartika        Salah satu Pengamat Politik dan Mantan Pejabat Pemerintah Moch. Said Didu menganalisis secara terbuka bahwa dalam gejolak politik akhir-akhir ini, peran tokoh politik dan mantan Penguasa yang didukung Oligarki domestik dan asing cukup strategis.   Jaringan aktivitas pergerakan regional dan domestik menurutnya juga …

Saat Akademisi Tak Berjarak dengan Kekuasaan

Dhio Justice Law

13 Sep 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – laki)   NasionalPos.com, Jakarta – Dulu, kampus adalah tempat yang paling sering digunakan untuk mempertanyakan kekuasaan. Di ruang dan forum akademik, kebijakan penguasa dibedah, angka diuji, narasi resmi dicurigai, dan keputusan politik diperdebatkan dan ditantang dengan argumen ilmiah Ironis, kini kampus justru semakin sering diminta berjalan searah …

Di Momentum Hari Udara Bersih International, Biru Voice Desak Pemerintah Menjaga Udara Bersih Yang Sudah Semakin Polutif

dito

07 Sep 2026

National pos.com. Jakarta- Mengingat sifat polusi udara yang lintas batas, semua pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab untuk melindungi atmosfer bumi dan memastikan udara yang sehat bagi semua orang.     Bekerja bersama, melintasi batas dan batas, antar sektor dan melampaui silo, akan membantu mengurangi polusi udara, meningkatkan keuangan dan investasi untuk langkah-langkah dan solusi kualitas …

x
x