Home » Headline » Komunitas Milineal Desak Surya Paloh, Non-aktifkan DIP dan JGP Sebagai Petinggi Partai Nasdem

Komunitas Milineal Desak Surya Paloh, Non-aktifkan DIP dan JGP Sebagai Petinggi Partai Nasdem

dito 30 Jun 2022 137

NasionalPos.com, Jakarta  — Dalam rangka menegakkan disiplin organisasi di dalam tubuh Partai Nasdem, sesuai dengan hasil Rakernas Partai Nasdem, di pertengahan bulan Juni 2022 lalu, serta untuk menjaga marwah perjuangan dan performance Partai Nasdem di masyarakat maupun di saat mempersiapkan diri menghadapi pemilu 2024 mendatang, tentunya seluruh elit Partai Nasdem, beserta kader, pengurus maupun anggotanya yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, berlomba-lomba bersikap yang bisa menarik simpati masyarakat, bahkan dengan berbagai cara berusaha membangun basis dukungan dan kepercayaan dari masyarakat, demikian disampaikan Anwar S. Koordinator Garda Milineal Nasional Demokrat yang tergabung di Koalisi Gerakan Milineal Lintas Parpol,  Kamis, (30/6/2022) di Jakarta.

“Tapi ironisnya, justru terindikasi adanya petinggi Partai Nasdem, yang bikin kegaduhan, dan bahkan melakukan tindakan yang bertentangan dengan semangat restorasi yang selama ini didengungkan oleh Surya Paloh sebagai Ketua Umum Partai Nasdem,”ungkap Anwar yang juga salah seorang partai Nasdem tersebut.

Menurut Anwar, dari hasil penelusurannya, telah ditemukan dugaan terjadinya praktek kolusi tersebut adalah bahwa DIP  ketua umum ORARI terpilih hasil Munas XI ORARI Lanjutan di Bengkulu tersebut yang melanggar AD/ART ORARI, adalah seorang kader Partai yang juga salah satu ketua DPP Partai Nasdem, dan salah seorang staf ahli di Kementerian Komunikasi & Informasi RI, sedangkan JGP Menteri Komunikasi & Informasi RI yang juga masih sebagai Sekjen DPP Partai Nasdem, adapun perbuatan tersebut diduga melanggar pada ketentuan yang tercantum di Undang-Undang UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih Dan Bebas Dari Korupsi, Kolusi, Dan Nepotisme, dalam Undang-Undang ini, disebutkan bahwa Menteri adalah merupakan penyelenggara negara, sedangkan dalam Undang-undang tersebut tindakan kolusi permufakatan atau kerja sama secara melawan hukum antar Penyelenggara Negara atau antara Penyelenggara Negara dan pihak lain yang merugikan orang lain, masyarakat, dan atau negara, adapun dalam permasalahan  ini di duga Jhonny G Plate Menteri Komunikasi & Informasi RI melakukan permufakatan dengan Donny Imam Priambodo dkk) yang merugikan keluarga besar ORARI, dan bahkan memperuncing terjadinya konflik di ORARI.

Baca Juga :  Pengamat : Program Pengentasan Kemiskinan di Era Pemerintahan Prabowo-Gibran, Sudah Saatnya Berorientasi pada Cipta, Lindungi & Bina Usaha

“Nah jelas sekali, tindakan kedua orang kader tersebut terindikasi tidak sejalan dengan Visi Missi Partai Nasdem, yang menjunjung tinggi nilai-nilai restorasi, demokrasi, kejujuran dan juga menentang adanya kolusi maupun nepotisme”tukas Anwar.

Hal senada juga disampaikan Abraham Bonar Manurung Koordinator Ikatan Generasi Milineal Beringin Karya, juga tergabung di Koalisi Gerakan Milineal Lintas Parpol, kepada awak media, ia mengatakan bahwa Partai Nasdem merupakan asset demokrasi, mestinya para petingginya atau bahkan seluruh kader, pengurus maupun anggotanya, itu menunjukkan performance perilaku, sikap dan tindakan yang etis, tidak melanggar aturan serta tidak merugikan kalangan tertentu, namun kenyataannya, justru diabaikan oleh JGP sebagai sekjen Partai Nasdem dan DIP salah seorang Ketua DPP Partai Nasdem, melalui sikap maupun tindakan mereka berdua ini, berdampak pada perpecahan di tubuh ORARI.

Baca Juga :  Pengamat Unand: Kritik Rocky Gerung Mesti Ditanggapi Secara Akademik

“Ya, terkait masalah itu, Kami sudah bersurat ke DPP Partai Nasdem mendesak Surya Paloh sebagai Ketua Umum DPP Partai Nasdem, agar bersikap konsisten terhadap komitmen untuk menjaga konstitusi Partai Nasdem dan sekaligus disiplin Partai Nasdem terhadap kadernya, dengan menon-aktifkan mereka berdua tersebut, kalau tidak segera penon-aktifkan kepada keduanya, maka rakyat akan menilai Partai Nasdem Restorasinya basa-basi, dan enggan mencoblosnya di Pemilu 2024 mendatang, jika ini terjadi jangan bermimpilah Partai Nasdem bisa mengajukan capres, kasihan capres yang di dukung Partai Nasdem, terindikasi Partai Nasdem memelihara kadernya yang di duga menciptakan kegaduhan di kalangan masyarakat tertentu”pungkas Abraham Bonar Manurung (*dit)

 

 

 

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Transparansi Dipertaruhkan, Anggaran Sewa Rumah DPRD Banyuwangi Tuai Kecurigaan.

Indra

16 Jan 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM – Anggaran sewa rumah dinas bagi anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi kian memanas. Sorotan tajam publik mencuat setelah beredarnya konten TikTok jurnalis muda bersama Pasopati Jatim yang membongkar Dugaan ketidak jelasan dasar anggaran dan mekanisme pencairannya. Konten tersebut menyinggung perbedaan tafsir antara tunjangan perumahan dan biaya sewa rumah dinas, yang hingga kini dinilai belum …

Pemilu Langsung dan Nasib Jenazah Koruptor

Dhio Justice Law

13 Jan 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI)   NasionalPos.com, Jakarta – Belakangan ini, publik disuguhkan wacana bertema mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Pro kontra pun mencuat, bagi pemerintah termasuk partai-partai koalisi pendukungnya, Pilkada melalui DPRD itu adalah solusi untuk memangkas mahalnya ongkos pilkada langsung. Sementara, disisi oposisi dan masyarakat …

Jejak Panjang H. Amran Sidi : Dari Padang Panjang Ke Kota Padang, Perjuangan Cinta Hj Jusma Hingga Yayasan Baiturahmah

Primadoni,SH

11 Jan 2026

Padang, Nasionalpos .com — H. Amran Sidi lahir pada 20 September 1929 di Padang Panjang, Kota Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sebuah kota kecil yang kelak menjadi saksi awal perjalanan hidupnya. Ia tumbuh dalam kesederhanaan, menjalani masa muda dengan tekad kuat untuk bekerja keras dan bertanggung jawab atas hidup serta keluarganya. Pada tahun 1952, …

Purna Tugas di Bumi Blambangan Kombes Pol Rama Samtama Putra: Banyuwangi Sangat Terkesan.

Indra

10 Jan 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM – Jajaran Polresta Banyuwangi menggelar tradisi Farewell Parade sebagai bentuk penghormatan atas purna tugas Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., yang resmi menyerahkan kepemimpinan kepada Kapolresta yang baru, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., Sabtu (10/1/2026). Dalam momen emosional tersebut, Rama mengungkapkan satu kata kunci untuk menggambarkan …

Hadiri Perayaan Natal 2025 Bersama Pemprov DKI Jakarta, Kardinal Ign Suharyo Sampaikan Pesan Persatuan & Perdamaian

dito

09 Jan 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wagub DKI Rano Karno menghadiri acara Aktualisasi Nilai-Nilai Natal Tahun 2025 Pemprov DKI di Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (9/1/2026) Pram dan Rano tiba sekitar pukul 20.00 WIB. Mereka kompak menggunakan batik cokelat. Begitu tiba, mereka mendapat sambutan hangat dari hadirin. Pram mengaku terkejut dengan acara ini. Menurutnya, …

Berkaca Dari Penculikan Nicolas Maduro, Pengamat Intelijen dan Geopolitik Amir Hamzah: Prabowo Harus Waspadai Fenomena “Kudeta Senyap” Di Circle Kekuasaan

dito

09 Jan 2026

Nasional pos.com, Jakarta- Peristiwa geopolitik yang mengguncang Venezuela menjadi alarm keras bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Kasus penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat, yang diikuti dengan cepatnya pengambilalihan kekuasaan oleh Wakil Presiden Delcy Rodríguez, memunculkan satu isu sensitif namun krusial: pengkhianatan elite dari dalam kekuasaan itu sendiri. Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah …

x
x