Home » Ekonomi » Kupas Isu Keberlanjutan Hingga Kesenjangan Akses Kesehatan dan Pendidikan di DBS Foundation Bestari Festival

Kupas Isu Keberlanjutan Hingga Kesenjangan Akses Kesehatan dan Pendidikan di DBS Foundation Bestari Festival

Dewi Apriatin 29 Okt 2024 117

NasionalPos.com, Jakarta – DBS Foundation dan Bestari Festival berkolaborasi menghadirkan “DBS Foundation Bestari Festival: Impact Beyond”, sebuah festival inovatif dalam upaya menciptakan dampak sosial berkelanjutan. Acara yang berlangsung di Urban Forest Cipete ini mengombinasikan diskusi inspiratif, pelaku social enterprise, dan pertunjukan seni dalam satu pengalaman festival yang menyeluruh. Acara ini dibuka melalui sambutan dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin dan dihadiri oleh Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong, Head of Group Strategic Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika, Co-founder Bestari Festival Firza Daud, serta sederet narasumber lainnya.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, menekankan pentingnya acara ini. “Kementerian Kesehatan melaksanakan transformasi kesehatan untuk mewujudkan cita-cita, yaitu akses kesehatan yang mudah, merata, dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. DBS Foundation Bestari Festival menjadi wadah untuk mengasah insan muda agar lebih peduli, bertumbuh, dan berdampak positif bagi sosial dan lingkungan sekitar. Saya mengapresiasi DBS Foundation sebagai penyelenggara festival ini dan turut mengundang para insan muda untuk ambil bagian dalam menjaga pola hidup sehat, screening faktor risiko penyakit, dan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Saya percaya bahwa acara ini dapat menginspirasi aksi kolektif, menekankan kolaborasi dan inovasi untuk menciptakan dampak sosial yang nyata.”

Acara DBS Foundation Bestari Festival: Impact Beyond sendiri hadir sebagai sebuah festival yang mengupas berbagai isu sosial yang terjadi di tanah air. Sebagai rumah bagi lebih dari 280 juta jiwa penduduknya, Indonesia memiliki teritori yang luas dari Sabang hingga Merauke, dengan lanskap demografi yang sangat beragam, ditambah dengan berbagai potensi dan tantangan yang dihadapinya.

Mengutip temuan International Monetary Fund dalam laporan World Economic Outlook April 2024 lalu, Indonesia memiliki tingkat pengangguran sebesar 5,2 persen, menjadikannya negara dengan tingkat pengangguran tertinggi pada 2024 di antara enam negara ASEAN lainnya. Tingginya angka ini erat kaitannya dengan kualitas pendidikan yang belum merata di seluruh wilayah, begitupun dengan akses pada kebutuhan dasar lainnya seperti kesehatan, literasi keuangan, hingga edukasi akan isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga :  ThinkWithHypefast - Hypefast Ungkap Peran Toko Fisik Sebagai Elemen Strategis dalam Pertumbuhan Brand Lokala

“Acara DBS Foundation Bestari Festival dirancang untuk memantik diskusi dan menginspirasi aksi kolektif seputar dua area prioritas, yaitu menyediakan kebutuhan penting dan mendukung inklusi finansial bagi masyarakat marjinal. Kami berharap festival ini akan memicu semangat atau ‘spark’ pengunjung untuk mengambil langkah kecil yang membawa perubahan besar sesuai filosofi yang kami usung, ‘From a Spark Within to Impact Beyond‘. Kami percaya ‘spark’ atau percikan kecil yang konsisten dan dilakukan bersama-sama akan menciptakan perubahan yang melampaui generasi dan batasan,” ujar Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong.

Head of Group Strategic Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika turut menambahkan, “Di DBS Foundation, kami meyakini bahwa dampak sosial yang berkelanjutan berawal dari pemahaman yang mendalam terhadap hubungan kita dengan dunia sekitar. Melalui DBS Foundation Bestari Festival: Impact Beyond yang juga merupakan perayaan 10 tahun perjalanan DBS Foundation menciptakan dampak di Asia, khususnya Indonesia, kami ingin menginspirasi setiap individu untuk mengambil langkah kecil yang berpotensi menciptakan perubahan besar dan bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik.”

Co-founder Bestari Festival Firza Daud menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi dengan DBS Foundation, “Kami sangat menghargai sinergi dengan DBS Foundation karena kolaborasi ini tidak hanya memperluas cakupan program kami, tetapi juga menegaskan nilai-nilai keberlanjutan yang selama ini kami pegang. Bestari Festival selalu menjadi ruang untuk mengeksplorasi dan memperkuat hubungan antara manusia, alam, dan semua makhluk hidup lainnya. Dukungan DBS Foundation memungkinkan kami untuk menghadirkan pengalaman festival yang tidak hanya menghibur tetapi juga mengedukasi, membangun kesadaran dalam masyarakat, dan menginspirasi aksi nyata bagi keberlanjutan,” tutur Firza.

Keselarasan antara tiga elemen kehidupan

Mengusung konsep dengan pendekatan real experience, para audiens dapat menikmati tiga elemen utama selama acara berlangsung, yaitu:

  • Human Spark Area (education area) – area untuk berdiskusi dan belajar mengenai ‘spark’ diri masing-masing dalam bentuk sharing session dan panel talkshow yang hangat dari para pembicara seperti Founder Sekolahmu Najeela Shihab, Founder QM Financial Ligwina Hananto, praktisi mindfulness Adjie Santosoputro, Head of Executive Koalisi Ekonomi Membumi Gita Syahrani, Co-Founder Du Anyam Azalea Ayuningtyas, Founder Waste4Change M. Junerosano, dan berbagai tokoh lainnya.
  • Sea Turtle Spark Area (art & culture area) – sebuah safe space di area outdoor yang menampilkan karya pelaku social enterprise lokal, seperti alat sensor kualitas udara yang diciptakan oleh Nafas, produk anyaman oleh pengrajin lokal yang dikurasi Du Anyam, sajian makanan yang diolah dari bahan pangan yang berpotensi terbuang oleh FoodCycle, dan mengamati pakan ternak yang digarap dari limbah makanan bersama Magalarva.
  • Leaf Spark Area (food and beverage area) mini food court dengan tenant-tenant yang mengusung semangat kearifan lokal seperti Nasi Peda Pelangi, Meramu Cerita, dan lainnya.
Baca Juga :  DKI Jakarta Raih Penghargaan Pengguna Produk Dalam Negeri Terbaik Dua Kali Berturut-turut

Selain itu, DBS Foundation Bestari Festival juga menampilkan berbagai penampilan yang menghibur seperti music performance dari dua musisi lokal Endah N Rhesa dan Adhitia Sofyan. Ditambah, pengunjung juga berkesempatan melakukan aktivitas yang menentramkan jiwa yaitu singing bowl dan sunset meditation. Seluruh aktivitas ini dilakukan bersama di ruang terbuka hijau di tengah perkotaan, di Urban Forest Cipete.

DBS Foundation Bestari Festival 2024 tidak hanya menjadi sebuah acara, tetapi juga katalis perubahan. Dengan memadukan edukasi, inovasi, dan hiburan, festival ini bertujuan menciptakan gelombang perubahan positif yang akan terus bergema jauh setelah acara berakhir, mendorong masyarakat Indonesia menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan inklusif.

About Bestari Festival

Bestari Festival adalah acara tahunan yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan pribadi dan menginspirasi individu agar dapat menciptakan dampak sosial yang positif. Sebagai platform kolaborasi dan pembelajaran, festival ini mempertemukan para pemimpin, inovator, dan penggerak perubahan dari berbagai bidang untuk membahas isu-isu sosial yang mendesak di Indonesia, mulai dari pendidikan dan keberlanjutan lingkungan hingga kesetaraan gender dan pengembangan usaha sosial.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pengamat: Target Pertumbuhan Ekonomi 6% Antara Harapan, Peluang dan Tantangannya

dito

20 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada tahun 2027 sebagai target yang ambisius, tetapi masih realistis untuk dikejar. Namun, 6 persen tidak akan datang secara otomatis. Pemerintah harus menciptakan sumber pertumbuhan baru di luar konsumsi pemerintah dan belanja APBN, demikian di sampaikan oleh Jan Prince Permata seorang pengamat ekonomi, kepada NasionalPos.com, Kamis, 20/8/2026 di …

Lapak Ayam Badai Gurih Hadir Perdana di Kota Padang, Sajikan Kuliner Kaki Lima Bercita Rasa Hotel

Zulwandi

18 Agu 2026

  Padang, Nasionalpos.com — Lapak Ayam Badai Gurih (ABG) resmi hadir perdana di Kota Padang, Sumatera Barat. Lapak kuliner tersebut berlokasi di Jalan Alai, tepatnya di depan SD 03 Kota Padang Sumatera Barat (Sumbar), dan menawarkan beragam menu dengan cita rasa yang terinspirasi dari pengalaman kuliner hotel. Acara perdana Lapak Ayam Badai Gurih (ABG) digelar …

Kontribusi Pemikiran Anti Penjajahan Sumitro Djojohadikusumo Dalam Undang-Undang Perekonomian Nasional

dito

04 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan: Pergolakan Pemikiran Ekonomi Politik Indonesia karya Agus Rizal dan Dedi Setiadi diluncurkan oleh Nusantara Centre pada tanggal 4 Agustus 2026 di Auditorium Jusuf Ronodipuro, RRI Jakarta.   Acara ini dikemas bersama simposium nasional untuk menggali kedaulatan ekonomi nasional.   Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengangkat kembali pemikiran Prof. …

Mujawar dan Warung Kejujuran di Sudut Jakarta

Dhio Justice Law

05 Jul 2026

NasionalPos. Com, Jakarta – Di sebuah sudut permukiman padat di Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, berdiri sebuah Warung Madura yang tak pernah sepi dari warga sekitar. Warung sederhana itu bukan sekadar tempat membeli beras, gula, kopi, atau mi instan. Di sana, kepercayaan menjadi barang dagangan yang paling berharga.   Di balik etalase warung itu, …

Ketua DPN Bapermen Ajak Masyarakat Gunakan Jasa Syar’i Tour dan Travel untuk Umrah serta Haji Plus

Primadoni,SH

01 Jul 2026

Padang , Nasionalpos.com – Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Badan Advokasi Perlindungan Konsumen (BAPERMEN), Romi Yufhendra, S.H., CPM., CCPS., mengajak masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih biro perjalanan ibadah umrah dan haji plus. Ia merekomendasikan masyarakat menggunakan jasa Syar’i Tour dan Travel yang dinilai memiliki komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para calon jamaah. Menurut …

Dollar Naik, Rezim Runtuh?

Dhio Justice Law

17 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.Com, Jakarta – Setiap kali dolar naik dan rupiah melemah, yang bergetar bukan hanya pasar keuangan. Politik pun ikut berguncang. Di Indonesia, nilai tukar bukan sekadar angka ekonomi. Ia adalah indikator psikologis kekuasaan. Ketika rupiah melemah terlalu dalam, publik mulai mempertanyakan satu hal paling mendasar: apakah …

x
x