Home » Uncategorized » Laut Sumber Kekayaan Bangsa yang di Abaikan

Laut Sumber Kekayaan Bangsa yang di Abaikan

dito 29 Sep 2025 457

Oleh: Dr Kristiya Kartika *)

Tatkkala mengikuti khotbah Sholat Jum’at disalah satu Perguruan Tinggi Negeri,saya bersebelahan dengan seorang kaum muda yang baru saja lulus program S-1. Saat penulis menanyakan berasal dari Fakultas apa, dengan tenang dan yakin dijawabnya dari Fakultas Teknik Perkapalan. Penulis cukup terkesima dengan jawaban itu, kemudian penulis sadar betapa strategisnya bangsa ini, tatkala kaum mudanya menyentuh laut dengan mempelajari dan mendalami masalah kelautan dalam berbagai perspektif.Mulai dari posisi strategis laut secara fisik, sebagai penghubung antar pulau dan kepulauan di negeri ini serta dengan negeri lain, sampai kekayaan alam yg terkandung didalamnya serta dibawah lautan.

Sedangkan di atas permukaan laut, selain menjadi penyedia strategis alur transportasi umum, laut juga berfungsi sebagai media pariwisata dengan segala keindahan alamnya, bahkan kondisi alam diatas atau disekitar laut,termasuk pergerakan air laut sendiri menjadi materi terakumulasinya unsur-unsur alam yang menjadi sumber energi, khususnya energi non-polusi, serta  elemen-elemen alam yang bisa menghasilkan produk-produk energi sehat adalah surya,angin dan hidro. Surya, angin dan hidro merupakan penghasilan atau energi bersih.

Terminologi energi terbarukan/energi bersih terkait dengan sumber energi tersebut, yang bisa diperbarui secara alami dan mempunyai dampak lingkungan lebih rendah jika dibandingkan dengan energi fosil, yang juga merupakan energi terbarukan adalah energi panas bumi,  (geotermal),energi biomassa,dan energi laut yakni energi gelombang dan pasang surut. Hal-hal diatas memperkuat kesimpulan: peran laut memang strategis !!

KESADARAN PENGELOLA NEGARA:SEBUAH KEYWORD.

Permenungan setelah Sholat Jum’at diatas berlanjut dengan ingatnya kembali kepada salah satu senior yang memiliki berbagai inspirasi kritis-kreatif di GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional  Indonesia), Drs.Sudarijanto Senior  tersebut  kuliah  di ITS pada Fakultas Teknik Perkapalan. Di tengah kesibukannya  kuliah, juga sangat aktif dalam  mengkritisi keadaan di era Orde Baru. Dalam pergaulan sehari-hari tidak   terlihat Senior tesebut sedang menekuni teknik dan teknologi Perkapalan. Tapi  lebih  banyak  mengkaji, mengkritik  dan memberi masukan positif bagi dunia politik. Bahkan akhirnya kuliahnya pindah ke sebuah Sekolah Tinggi Filsafat di Jakarta.

Banyak teman yang sesungguhnya ingin mempertanyakan hal tersebut, tetapi semua mulai menyadari, sikap Senior tersebut mengandung dimensi pemikiran yang  lebih strategik, bisa    terkandung  didalam  pemikirannya, bahwa  yang terpenting dilakukan saat itu adalah mendorong atau mendesak pemerintah agar melahirkan program dan langkah-langkah   yg.strategis dan realistis demi kemajuan rakyat.

Juga perlu mutlak lahirnya kesadaran kolektif dan diperlukannya kekuatan-riil untuk menjaga dan menjadikan kekayaan alam sebagai modal yang harus dikembangkan oleh otak dan tangan bangsa sendiri, bukan dengan mengundang tenaga ahli asing yang  akhirnya merugikan bangsa hingga saat ini.

Saat itu, modal asing dengan segala manifestasinya secara ‘defacto’ dan’ dejure’ sudah  menguasai  dalam  pengelolaan    serta memperjualbelikan produk-2 kekayaan alam Indonesia, termasuk laut dengan segala keistimewaannya. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan lahirnya Undang-undang paling awal sejak berkuasanya Orde Baru.Yakni Undang-undang Nomer 1 tahun1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA).

Seharusnya, pemerintah sejak dahulu menyadari permasalahan ini sebagai persoalan sangat penting yang    akan mewarnai masa depan kemandirian ekonomi bangsa  dan melakukan antisipasi positifnya dengan sangat serius. Dengan melakukan Langkah awal yang mendasar adalah menyiapkan sistem dan struktur pendidikan nasional yang  komprehensif agar bangsa ini mampu mengelola dan menguasai semua elemen strategis kekayaan alam, yang juga mendesak sejak lama, seharusnya Pemerintah menyadari dan sudah menyiapkan strategi Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional serta produktif  yang .nantinya siap  berfungsi  sebagai penanggungjawab/pelaku      manajemen, finansial, marketing dan penguasaan teknologi untuk mengelola secara menyeluruh program/proyek-proyek kekayaan alam, termasuk laut.

Included didalamnya aspek teknologi dan manajemen pengembangannya dalam konteks persaingan   level global.Itulah sebabnya senior yang di bahas tadi, sejak awal besar kemungkinannya sudah tidak tertarik melanjutkan kuliahnya di Teknik Perkapalan, karena tidak ada kesiapan secara konseptual, sistematis yg didukung rencana  anggaran,menyeluruh dan mendalam dari pengelola Negara.

Sementara itu, dalam terminologi lain yang lebih kongkrit, bisa disebut Pemerintah  Indonesia, memang  tidak  memiliki  Visi yang benar dan aplikatif atas pengelolaan kekayaan alam, termasuk kelautan, yang  menguntungkan  rakyat, khususnya  akibat pengaruh kepentingan modal asing.Dengan meremehkan kesiapan sistem dan struktur pendidikan kelautan dan sumber Daya Alam bagi kader-kader bangsa.

PRODUKTIVITAS LAUT MASIH STRATEGIS.

Akibat dari tidak dimilikinya Visi Pemerintah yang bagus dan tepat dibidang Kelautan pada sektor Industri Perkapalan, maritim, bisnis  kelautan, pariwisata  serta  manajemen kekayaan alam dilautan, maka sejak awal Orde Baru tidak dimiliki Sistem serta Strategi bisnis nasional khususnya kelautan  yang  komprehensif, mendalam  dan  implementatif.  Yang ke semuanya itu seharusnya bermuara pada dimilikinya program yang mendukung pengolahan dan pengelolaan berbagai  industri  dan  bisnis  yang kompetitif. maka yang terjadi posisi-posisi strategis dari pengelolaan dan pembangunan kelautan diberbagai bidang mengalami banyak hambatan, baik disektor industri, bisnis  maupun  birokrasi. electricity supply, dan lainnya.

Sedangkan program “toll laut” untuk pengangkutan barang dan penumpang yang tidak merata, khususnya di belahan bumi Indonesia bagian Timur, juga menjadi salah satu penyebab masih terkendalanya Industri Perkapalan dan Maritim kita.

Adalah kajian yang obyektif dari salah satu pemikir dan pelaku masalah pertanian dan bisnis kelautan  Ir.Subiyono, yang menegaskan bahwa fungsi yang konvensional saja dari laut yakni   pengangkutan laut untuk barang dan penumpang, kini ditandai dengan berbagai kendala seperti banyaknya kapal yang menua produktivitasnya, kurang efisien bahan bakar serta perawatan (docking) yang kurang terencana secara komprehensif, Juga pembuatan kapal baru atau pembuatan  kapal bekas dengan biaya CAPEX/biaya investasi yang murah sekali dengan peralatan bernilai eksterior/interior dari kapal-  kapal berkualitas rendah. Namun bersamaan dengan itu disertai dengan tingginya biaya operasi (OPEX). Juga  ditandai rendahnya kualitas,program dan manajemen keselamatan  (Safety) saat  beroperasi.

Rendahnya kualitas design dan kurang terencananya program yang  berkualitas, juga menandai lemahnya kualitas pelayanan pengangkutan laut, serta belum digunakannya “Smart Concept”dalam manajemen pelabuhan dan logistik, menambah problem bisnis kelautan, sedangkan jawaban yang tepat adalah jika pemerintah bersama-sama pihak-pihak Private’s Business (Usaha   Swasta)bekerjasama    menyiapkan infrastruktur yang dilandasi digitalisasi pada semua pelabuhan.

Diantaranya, digitalisasi  manajemen  pelabuhan, penyediaan electricity supply,dan lainnya. Sedangkan program “toll laut” untuk pengangkutan barang dan penumpang yang tidak merata, khususnya di belahan bumi Indonesia bagian Timur, juga menjadi salah satu penyebab masih terkendalanya Industri Perkapalan dan Maritim kita.

Meskipun menurut  pengamat Ir.Subiyono yang adalah Mantan Dirut PTP X, dengan aksentuasi utamanya adalah pendalaman, pengelolaan dan  marketing dibidang agrikultur, tapi dengan obyektif dan cepat telah menemukan beberapa hal strategis peran laut dan kelautan, sekaligus mendalami kekurangan   pengelolaan bisnis kelautan dihubungkan dengan peran strategis  lainnya  yakni  Pertanian/perkebunan, yang di masa mendatang  bisa mengancam kedaulatan maupun produktivitas kelautan secara nasional, Sebab sebuah kenyataan kongkrit masih nyata.

Secara faktual Indonesia sampai saat ini adalah Negara yang memiliki  panjang  laut  kedua  didunia(99.093  Km), lalu bagaimana peran kelanjutannya akan mendukung sector pertanian yang sangat berdimensi prospektif kedepan  yang. menguntungkan melalui transportasi antar pulau bahkan ke seluruh belahan dunia,sebagai captive market ? Begitu pula kenyataannya kita masih import garam laut dari Australia, India, Selandia, Tiongkok, Jerman, Thailand, dan Denmark. Padahal garam laut adalah salah satu garam yang  dihasilkan melalui proses alami penguapan air laut.

LAUT SEBAGAI MEDAN BISNIS SEKALIGUS MEDAN KONFLIK.

Saat Menteri Kelautan dijabat oleh Susi Pudjiastuti, ada beberapa gebrakan yang dilakukan, seperti  menangkap  kapal asing yang beroperasi di laut wilayah Indonesia tanpa izin, yang di sinyalir motif beroperasinya kapal-kapal tidak berizin tersebut, adalah pencurian ikan dan Sumberdaya lainnya yang merupakan kekayaan laut.Besar kemungkinannya sumber- sumber daya laut Indonesia yang memiliki daya Tarik khususnya secara bisnis-ekonomi, tidak tersedia di wilayah negara asal kapal-kapal asing tadi.

Meski di wilayah  negara-negara  yang.memiliki  laut  mempunyai kesamaan kualitas air laut yang memang diperlukan bagi kehidupan biota laut, namun tetap ada perbedaan yang melekat didalamnya sebagai ciri khas alami dari kualitas air laut, seperti  suhu, salinitas, dan  kandungan  oksigen. Kelebihan yang dimiliki laut di Indonesia,terdiri dari dua hal strategis/utama yakni kekayaan keanekaragaman hayati dan potensi sumber daya kelautan.

Indonesia memiliki kelebihan keanekaragaman hayati dalam bentuk luasnya terumbu karang dan hutan mangrove, sementara dengan dimilikinya garis pantai panjang kedua di dunia juga menjadikan Indonesia sangat kaya atas sumber   daya alam laut: ikan serta rumput laut. Disamping itu juga    memiliki peran strategis dalam menyerap karbon global, menjadi jalur transportasi dan perdagangan potensial, included pariwisata bahari.

Selain itu juga terdapat Karbon biru yang memiliki manfaat luas dalam konteks global. khususnya sebagai penyusun kehidupan di bumi yang mempengaruhi  aspek  iklim,ekosistem  /lingkungan masyarakat.Juga mendukung terciptanya kebersihan udara, mitigasi  perubahan  iklim,melindungi  bumi  dari  berbagai pencemaran, peningkatan  ekonomi  lokal, reputasi  bisnis  dan meningkatkan kualitas laut. Karbon biru adalah karbon yang disimpan oleh ekosistem laut dan  pesisir  seperti  hutan  mangrove, dan padang Padang lamun,serta rawa pasang surut.

Kaitan antara peran karbon biru dan karbon global adalah posisi karbon biru sebagai solusi mitigasi perubahan iklim global.Karbon biru disimpan oleh ekosistem pesisir hutan bakau plus padang lamun, yang membantu mengurangi konsentrasi karbondioksida(CO2) pada atmosfir dan menjaga stabilitas iklim global. Peran ini sangat strategis dimanfaatkan untuk kontribusi penyerapan karbon global serta melawan pemanasan global.

Pemerintah, perguruan tinggi, lembaga- lembaga politik dan keamanan, Lembaga-lembaga Ilmiah, dan lembaga-lembaga masyarakat independen, elemen-elemen masyarakat pecinta laut, komunitas dan pelaku bisnis yang menekuni bidang Kelautan harus semakin segera menyadari kondisi penuh tanda-tanya ini.

Kedepan bukan hanya tantangan yang datang,tapi ancaman perpecahan Negara Kesatuan ini.Bukankah kini pulau-pulau di kawasan timur sudah banyak yang dikerjasamakan secara bisnis bahkan dijual ke pihak asing; laut-laut sudah dibangun menjadi daratan baru juga oleh pihak asing yg.bekerjasama dengan pihak domestik yg patut diragukan sikap cinta bangsanya ???!!!!

Serta yang  tidak bisa dilupakan, wilayah negeri ini didominasi oleh laut dan lautan; bukan oleh daratan. Semakin negara, bangsa dan rakyat terasing dengan dunia laut, semakin cepat kemungkinan berpecahnya negara kesatuan tercinta ini !!!********

*).Mantan Ketua Umum Inkindo (Ikatan Nasional Konsultan

Indonesia),mantan Sekjen.LPJKN (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional)-PUPR, mantan

Vice President,Technical Consultancy Development Program for Asia and the Pacific (TCDPAP), mantan Wakil Ketua Tim Konsultansi pada Kantor Menteri Muda Pembangunan Kawasan Timur Indonesia,dan mantan Tim Kerja Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpanrb.) serta Mantan Ketua Presidium GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia). Direktur Utama PT.Haseba Energi dan PT.Alam Aceh Resources(AAR).Pendidikan, terakhir Alumnus Program Doktor dari Faculty of Graduate School of Business Management,San Beda College,Manila, Philippine.*****

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Maybe you will like
Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang ia hadir lewat …

Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

Kodam III/Siliwangi Gelar Kejuaraan Tinju AMPRO Perebutkan Sabuk Emas Pangdam III/Siliwangi

Suryana Korwil Jabar

01 Jun 2026

Bandung, NasionalPos.com – Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kodam III/Siliwangi Tahun 2026, Kodam III/Siliwangi menggelar Pembukaan Gelar Tinju Amatir dan Profesional (AMPRO) Memperebutkan Sabuk Emas Pangdam III/Siliwangi di Lapangan Serka Dedy Unadi Kodam III/Siliwangi, Jalan Aceh No. 69, Kota Bandung, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan yang di hadiri sekitar 150 peserta dan tamu undangan tersebut dibuka oleh …

TB Massa: Indonesia Gagal Bangun Demokrasi

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Prof. (assoc) TB. Massa Djafar menganggap Indonesia telah gagal membangun kehidupan demokrasi. Pernyataan itu disampaikan TB Massa sebagai nara sumber dalam sesi dialog Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa …

Pancasila bukan untuk slogan, tapi untuk dijalankan

dito

01 Jun 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Proses lahirnya Pancasila tidak terjadi dalam ruang hampa, melainkan melalui adu gagasan yang intens dalam sidang PPKI. Namun, adu gagasan ini diselesaikan setelah dihilangkan kata kata kewajiban menjalankan syariat Islam bagi penganutnya. Suatu kompromi nasional saat itu, yang kemudian pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila yang Sah sebagai ideologi negara adalah …

MS. Kaban: Indonesia Belum Menemukan Pemimpin Yang Tepat

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan Menteri Kehutanan, Dr. MS. Kaban menilai Bangsa Indonesia belum menemukan pemimpin yang tepat. Indikasinya, segala bentuk kejahatan dan yang dibenci Allah SWT semakin tumbuh subur. Hal itu dilontarkan Kaban yang juga dikenal senior KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) dalam Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi …

x
x