Home » Headline » Mari Hentikan Pancasila Sebagai “Gincu”& Tontonan Penghibur Rakyat

Mari Hentikan Pancasila Sebagai “Gincu”& Tontonan Penghibur Rakyat

dito 01 Jun 2022 514

NasionalPos.com, Jakarta– Memperingati hari kelahiran Pancasila, 1 Juni 1945 seharusnya juga disertai refleksi yang jujur dari segenap pemuka masyarakat dan penyelenggara negara terhadap tujuan dan cita-cita (end-goals) pancasila sebagai norma fundamental negara (state fundamental norm) yaitu terwujudnya masyarakat yang berkelimpahan akan keadilan dan kemakmuran, masyarakat yang penuh toleransi sama rasa-sama bahagia, atau dalam bahasa klasik sebagai “gemah ripah loh jinawi“. Tak lengkap rasanya bila memperingati hari lahir Pancasila, tanpa menghayati sungguh-sungguh semangat kebatinan, filosofi dasar, tujuan bahkan mungkin juga “musuh-musuh” pancasila. Mengingat pancasila sebagai “working-ideology” dan kaidah berbangsa tidak berada di ruang kosong tetapi eksis ditengah masyarakat global yang sangat dinamis, beragam, dan penuh kontradiksi, demikian disampaikan Bob Randilawe mantan Staf Ahli BPIP, kepada pers, Rabu, (1/06/2022) di Jakarta.

“Pancasila adalah falsafah dan cita-cita otentik bangsa nusantara yang cinta damai namun lebih cinta kemerdekaan.” ucap Bob Randilawe yang juga Wakil Ketua Umum Gerakan Bhineka Nasionalis.

Baca Juga :  BPW Peradin Jatim Gelar Pembinaan di BPC Madiun

Menurut Bob, Ir. Sukarno sebagai penggalinya menegaskan dalam pidato 1 Juni 1945, bahwa Pancasila “digali” dari lapis-lapis peradaban bangsa nusantara yang kini bernama Indonesia. Dan terdapat benang-merah dari setiap lapis peradaban tersebut, yaitu semangat GOTONG ROYONG, gotong royong inilah merupakan esensi Pancasila. Satu untuk semua, semua untuk satu. Bersatu dalam keberagaman. Tunggal Ika dalam Kebhinnekaan.

Bila diibaratkan sebuah pohon kelapa yang tumbuh subur di tanah tropis dan multi-kultur, maka dia (pohon kelapa) tak akan mungkin tumbuh subur di “padang pasir” atau bahkan negeri “bersalju” dengan 4 musim. Namun hingga kini Pancasila belum menjiwai setiap regulasi dan perundangan, pun belum dijiwai oleh seluruh penyeleneggara negara (state aparatus) baik di legislatif, yudikatif, dan terutama di eksekutif, sehingga kondisi tersebut memicu perilaku elit penguasa yang cenderung menjadikan pancasila sebagai “pentungan”, bahkan sekedar alat pemukul lawan-lawan politik pihak yang berkuasa.

“Penguasa (pemerintah) rezim manapun harus mengakhiri kebiasaan yang menjadikan Pancasila sekedar kosmetik dan “gincu” bagi kekuasaan dan tontonan menghibur bagi rakyatnya, ”tukas Bob Randilawe. Negara bertanggung jawab membumikan pancasila dan menjadikannya sebagai nafas kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

Baca Juga :  Kapolres Bojonegoro Raih Penghargaan Jawa Pos Radar Bojonegoro Awards 2024

Karena itulah, lanjut Bob, sudah saatnya seluruh komponen bangsa terutama kalangan generasi Milineal untuk bersama-sama bergotong royong dengan penuh kesadaran kolektif maupun individu mewujudkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan juga substansi dalam PEMBUKAAN UUD45, secara kohesif dan penuh kesatuan antar pasal-pasal dan paragrafnya. Jangan dipilah-pilah sesuai kehendak atau kepentingan masing-masing kelompok. Rakyat sudah jenuh dengan janji-janji palsu para elit yang hanya mengurusi kepentingannya.

“Mari ubah paradigma kita dari cara berfikir “pergantian” setiap lima tahun sekali, menjadi cara berfikir PERUBAHAN”, pungkas Bob Randilawe  yang di awal bergulirnya reformasi, menggawangi Gerakan Nasional Republik Indonesia atau GNRI bersama aktivis lintas Suku Agama dan Ras, serta lintas kalangan maupun generasi, yang turut juga melakukan reformasi bersama gerakan mahasiswa saat itu. (*dit)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Blunder Politik Gibran Buah Konspirasi Ketum Partai

Dhio Justice Law

15 Okt 2026

NasionalPos. com – Jakarta — Pengamat kebijakan publik Chazali H. Situmorang (CHS) menilai desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus diarahkan kepada para ketua umum partai politik, bukan semata-mata kepada fraksi-fraksi di DPR RI. Menurutnya, para ketua umum memiliki pengaruh besar dalam menentukan sikap politik partai sehingga harus bertanggung jawab atas keputusan maupun sikap …

Di Momentum Hari Musium Nasional, H. Waspada SAg MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor, Himbau Musium Bisa Jadi Ajang Edukasi Anak

dito

13 Okt 2026

NasionalPos.com, Bogor- Pada setiap tanggal 12 Oktober, di peringati sebagai peringatan Hari Musium kemarin, oleh karena itu, terkait dengan hal tersebut, kepada wartawan, H. Waspada MK, S.Ag, MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor dan Dosen PG PAUD UNUSIA Jakarta., Selasa, 13/10/2026 di Bogor, ia mengatakan bahwa tentu musium sangat bermanfaat dan sangat penting bagi anak …

Makan Anggaran Rp1,4 Miliar, Proyek Jalan di Pesisir Barat Malah Diduga Caplok Lahan Mantan Bupati

Taufik Hidayat

12 Okt 2026

Pesisir Barat — Pembangunan proyek jalan menuju rumah sakit di Kabupaten Pesisir Barat yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 senilai Rp1,4 miliar tengah menjadi sorotan publik. Proyek tersebut diduga dibangun di atas lahan pribadi milik mantan Bupati Pesisir Barat, H. Agus Istiqlal, tanpa izin. Protes Langsung di Lokasi Proyek Pemilik lahan, H. …

Pernikahan RINI ANGGRAENI dan AZHAR DZULFIQAR di BANDUNG Berlangsung Megah, Karangan Bunga Tokoh Publik Curi Perhatian

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANDUNG, NASIONALPOS.COM — Suasana penuh kebahagiaan dan kemeriahan menyelimuti pernikahan Rini Anggraeni, S.Tr.Kes., dan Azhar Dzulfiqar, S.T., yang berlangsung pada Minggu (11/10/2026) di Maison Grande, Bandung, Jawa Barat. Perhelatan istimewa ini menjadi momentum bersejarah bagi kedua mempelai untuk memulai perjalanan baru dalam membangun rumah tangga. Pernikahan tersebut berlangsung dengan nuansa elegan, memadukan kesakralan prosesi dengan …

Dugaan Penarikan Kendaraan oleh Debt Collector di Banyuwangi, WOM Finance Diminta Buka Dasar Hukumnya

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS. COM – Penarikan satu unit mobil Toyota Avanza tahun 2009 bernomor polisi DK 1156 IS di wilayah Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, tepatnya di depan Masjid Arohman, menuai keberatan dari pemilik kendaraan, (RR). Mobil yang disebut dibeli melalui pembiayaan WOM Finance tersebut diduga telah ditarik paksa oleh pihak ketiga yang disebut sebagai debt …

Karhula TNBBS Pesisir BARAT Disorot : 2 Hektare Terbakar, Kapolres Turun Langsung – Pembakar Hutan Jangan Berharap LOLOS!!!

- Banyuwangi

08 Okt 2026

PESISIR BARAT, NASIONALPOS.COM  — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, menjadi peringatan keras bahwa ancaman terhadap kawasan hutan tidak boleh dianggap sepele. Sekitar ±2 hektare kawasan hutan terdampak kebakaran, sementara dampak lingkungan masih dalam pendataan. Peristiwa tersebut diketahui pada Rabu, …

x
x