Home » Headline » Mari Hentikan Pancasila Sebagai “Gincu”& Tontonan Penghibur Rakyat

Mari Hentikan Pancasila Sebagai “Gincu”& Tontonan Penghibur Rakyat

dito 01 Jun 2022 459

NasionalPos.com, JakartaMemperingati hari kelahiran Pancasila, 1 Juni 1945 seharusnya juga disertai refleksi yang jujur dari segenap pemuka masyarakat dan penyelenggara negara terhadap tujuan dan cita-cita (end-goals) pancasila sebagai norma fundamental negara (state fundamental norm) yaitu terwujudnya masyarakat yang berkelimpahan akan keadilan dan kemakmuran, masyarakat yang penuh toleransi sama rasa-sama bahagia, atau dalam bahasa klasik sebagai “gemah ripah loh jinawi“. Tak lengkap rasanya bila memperingati hari lahir Pancasila, tanpa menghayati sungguh-sungguh semangat kebatinan, filosofi dasar, tujuan bahkan mungkin juga “musuh-musuh” pancasila. Mengingat pancasila sebagai “working-ideology” dan kaidah berbangsa tidak berada di ruang kosong tetapi eksis ditengah masyarakat global yang sangat dinamis, beragam, dan penuh kontradiksi, demikian disampaikan Bob Randilawe mantan Staf Ahli BPIP, kepada pers, Rabu, (1/06/2022) di Jakarta.

“Pancasila adalah falsafah dan cita-cita otentik bangsa nusantara yang cinta damai namun lebih cinta kemerdekaan.” ucap Bob Randilawe yang juga Wakil Ketua Umum Gerakan Bhineka Nasionalis.

Baca Juga :  Perubahan Iklim Picu Peningkatan Kejadian Bencana

Menurut Bob, Ir. Sukarno sebagai penggalinya menegaskan dalam pidato 1 Juni 1945, bahwa Pancasila “digali” dari lapis-lapis peradaban bangsa nusantara yang kini bernama Indonesia. Dan terdapat benang-merah dari setiap lapis peradaban tersebut, yaitu semangat GOTONG ROYONG, gotong royong inilah merupakan esensi Pancasila. Satu untuk semua, semua untuk satu. Bersatu dalam keberagaman. Tunggal Ika dalam Kebhinnekaan.

Bila diibaratkan sebuah pohon kelapa yang tumbuh subur di tanah tropis dan multi-kultur, maka dia (pohon kelapa) tak akan mungkin tumbuh subur di “padang pasir” atau bahkan negeri “bersalju” dengan 4 musim. Namun hingga kini Pancasila belum menjiwai setiap regulasi dan perundangan, pun belum dijiwai oleh seluruh penyeleneggara negara (state aparatus) baik di legislatif, yudikatif, dan terutama di eksekutif, sehingga kondisi tersebut memicu perilaku elit penguasa yang cenderung menjadikan pancasila sebagai “pentungan”, bahkan sekedar alat pemukul lawan-lawan politik pihak yang berkuasa.

“Penguasa (pemerintah) rezim manapun harus mengakhiri kebiasaan yang menjadikan Pancasila sekedar kosmetik dan “gincu” bagi kekuasaan dan tontonan menghibur bagi rakyatnya, ”tukas Bob Randilawe. Negara bertanggung jawab membumikan pancasila dan menjadikannya sebagai nafas kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

Baca Juga :  Rico Sia Minta Kementerian ESDM Beri Perhatian Tambang Ilegal di Papua Barat

Karena itulah, lanjut Bob, sudah saatnya seluruh komponen bangsa terutama kalangan generasi Milineal untuk bersama-sama bergotong royong dengan penuh kesadaran kolektif maupun individu mewujudkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan juga substansi dalam PEMBUKAAN UUD45, secara kohesif dan penuh kesatuan antar pasal-pasal dan paragrafnya. Jangan dipilah-pilah sesuai kehendak atau kepentingan masing-masing kelompok. Rakyat sudah jenuh dengan janji-janji palsu para elit yang hanya mengurusi kepentingannya.

“Mari ubah paradigma kita dari cara berfikir “pergantian” setiap lima tahun sekali, menjadi cara berfikir PERUBAHAN”, pungkas Bob Randilawe  yang di awal bergulirnya reformasi, menggawangi Gerakan Nasional Republik Indonesia atau GNRI bersama aktivis lintas Suku Agama dan Ras, serta lintas kalangan maupun generasi, yang turut juga melakukan reformasi bersama gerakan mahasiswa saat itu. (*dit)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Reshuffle Kabinet: Ujian Otoritas Prabowo Di Tengah Ancaman Delegitimasi

Dhio Justice Law

07 Agu 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI)   NasionalPos.com, Jakarta – Setiap pemimpin memiliki momentum untuk menentukan arah sejarahnya. Bagi Presiden Prabowo Subianto, momentum saat ini adalah reshuffle kabinet. Reshuffle bukan sekadar mengganti orang di kursi menteri, tapi sebuah pernyataan politik tentang standar kepemimpinan yang ingin dibangun seorang presiden. Saat itulah publik akan menilai, apakah …

PRAKTISI HUKUM ANDI DARWIN RANRENG, EKSEKUSI LAHAN 6.900 M² TERANCAM MERAMPAS HAK MILIK PIHAK KETIGA SELUAS 4,5 HEKTAR

dito

06 Agu 2026

NasionalPos.com, Makassar- Perkembangan sengketa tanah di kawasan Tallo, Makassar, yang kini digunakan sebagai Asrama Polisi (Aspol) Polda Sulsel, nampak menemukan titik terang benderang untuk membuktikan kebenaran dan keabsahan kliennya sebagai pemilik lahan tersebut, yang tidak di pindah tangan kan ke pihak manapun,demikian di sampaikan Andi Darwin R. Ranreng, Pimpinan DRR Associates Legal Consultants yang bertindak …

Kontribusi Pemikiran Anti Penjajahan Sumitro Djojohadikusumo Dalam Undang-Undang Perekonomian Nasional

dito

04 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan: Pergolakan Pemikiran Ekonomi Politik Indonesia karya Agus Rizal dan Dedi Setiadi diluncurkan oleh Nusantara Centre pada tanggal 4 Agustus 2026 di Auditorium Jusuf Ronodipuro, RRI Jakarta.   Acara ini dikemas bersama simposium nasional untuk menggali kedaulatan ekonomi nasional.   Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengangkat kembali pemikiran Prof. …

JDIH Kabupaten Pesisir Selatan Hadirkan Inovasi Layanan Hukum Digital untuk Wujudkan Pemerintahan Transparan

Primadoni,SH

04 Agu 2026

Pessel, Nasionalpos.com — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melalui Bagian Hukum Sekretariat Daerah terus memperkuat pelayanan informasi hukum kepada masyarakat dengan menghadirkan inovasi Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH). Layanan berbasis digital ini menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan akses cepat, akurat, dan terpercaya terhadap berbagai dokumen hukum resmi tanpa dipungut …

Viviannne Vernetta Wangsa Memukau Panggung Awarding Banyuwangi Ethno Carnival, Suara Emas Generasi Muda Gaungkan Pesona Budaya Blambangan

- Banyuwangi

03 Agu 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM  – Penampilan penyanyi muda berbakat Viviannne Vernetta Wangsa menjadi salah satu sajian paling memikat dalam malam Awarding Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026. Dengan membawakan lagu legendaris Banyuwangi “Grajagan Banyuwangi”, Viviannne sukses mencuri perhatian para tamu undangan, pegiat seni, pelaku budaya, serta masyarakat yang memadati lokasi acara. Di bawah sorotan lampu panggung, Viviannne tampil …

A.DARWIN R. RANRENG SH,MH : DUA LEMBAGA NEGARA BERSENGKETA ATAS TANAH YANG BUKAN MILIK MEREKA, TAPI TANAH ITU MILIK WARGA NEGARA YANG TIDAK PERNAH MENJUALNYA

dito

02 Agu 2026

NasionalPos.com, Makassar- Terkait sengketa tanah di Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, yang sedang diperebutkan antara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan RI dan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan tersebut.   Kepada wartawan yang menghubungi, Minggu, 2 Agustus 2026 di Makassar, Andi Darwin R. Ranreng SH, MH, selaku Kuasa Hukum dari Hj. Magdalena Demunic / …

x
x