Home » Headline » Mari Hentikan Pancasila Sebagai “Gincu”& Tontonan Penghibur Rakyat

Mari Hentikan Pancasila Sebagai “Gincu”& Tontonan Penghibur Rakyat

dito 01 Jun 2022 460

NasionalPos.com, JakartaMemperingati hari kelahiran Pancasila, 1 Juni 1945 seharusnya juga disertai refleksi yang jujur dari segenap pemuka masyarakat dan penyelenggara negara terhadap tujuan dan cita-cita (end-goals) pancasila sebagai norma fundamental negara (state fundamental norm) yaitu terwujudnya masyarakat yang berkelimpahan akan keadilan dan kemakmuran, masyarakat yang penuh toleransi sama rasa-sama bahagia, atau dalam bahasa klasik sebagai “gemah ripah loh jinawi“. Tak lengkap rasanya bila memperingati hari lahir Pancasila, tanpa menghayati sungguh-sungguh semangat kebatinan, filosofi dasar, tujuan bahkan mungkin juga “musuh-musuh” pancasila. Mengingat pancasila sebagai “working-ideology” dan kaidah berbangsa tidak berada di ruang kosong tetapi eksis ditengah masyarakat global yang sangat dinamis, beragam, dan penuh kontradiksi, demikian disampaikan Bob Randilawe mantan Staf Ahli BPIP, kepada pers, Rabu, (1/06/2022) di Jakarta.

“Pancasila adalah falsafah dan cita-cita otentik bangsa nusantara yang cinta damai namun lebih cinta kemerdekaan.” ucap Bob Randilawe yang juga Wakil Ketua Umum Gerakan Bhineka Nasionalis.

Baca Juga :  Komisi C DPRD DKI Jakarta Lanjutkan Evaluasi Kinerja BUMD di Tahun 2023

Menurut Bob, Ir. Sukarno sebagai penggalinya menegaskan dalam pidato 1 Juni 1945, bahwa Pancasila “digali” dari lapis-lapis peradaban bangsa nusantara yang kini bernama Indonesia. Dan terdapat benang-merah dari setiap lapis peradaban tersebut, yaitu semangat GOTONG ROYONG, gotong royong inilah merupakan esensi Pancasila. Satu untuk semua, semua untuk satu. Bersatu dalam keberagaman. Tunggal Ika dalam Kebhinnekaan.

Bila diibaratkan sebuah pohon kelapa yang tumbuh subur di tanah tropis dan multi-kultur, maka dia (pohon kelapa) tak akan mungkin tumbuh subur di “padang pasir” atau bahkan negeri “bersalju” dengan 4 musim. Namun hingga kini Pancasila belum menjiwai setiap regulasi dan perundangan, pun belum dijiwai oleh seluruh penyeleneggara negara (state aparatus) baik di legislatif, yudikatif, dan terutama di eksekutif, sehingga kondisi tersebut memicu perilaku elit penguasa yang cenderung menjadikan pancasila sebagai “pentungan”, bahkan sekedar alat pemukul lawan-lawan politik pihak yang berkuasa.

“Penguasa (pemerintah) rezim manapun harus mengakhiri kebiasaan yang menjadikan Pancasila sekedar kosmetik dan “gincu” bagi kekuasaan dan tontonan menghibur bagi rakyatnya, ”tukas Bob Randilawe. Negara bertanggung jawab membumikan pancasila dan menjadikannya sebagai nafas kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

Baca Juga :  Operasi Zebra Semeru 2024 Digelar Selama 2 Pekan, Ini Pesan Polisi Banyuwangi

Karena itulah, lanjut Bob, sudah saatnya seluruh komponen bangsa terutama kalangan generasi Milineal untuk bersama-sama bergotong royong dengan penuh kesadaran kolektif maupun individu mewujudkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan juga substansi dalam PEMBUKAAN UUD45, secara kohesif dan penuh kesatuan antar pasal-pasal dan paragrafnya. Jangan dipilah-pilah sesuai kehendak atau kepentingan masing-masing kelompok. Rakyat sudah jenuh dengan janji-janji palsu para elit yang hanya mengurusi kepentingannya.

“Mari ubah paradigma kita dari cara berfikir “pergantian” setiap lima tahun sekali, menjadi cara berfikir PERUBAHAN”, pungkas Bob Randilawe  yang di awal bergulirnya reformasi, menggawangi Gerakan Nasional Republik Indonesia atau GNRI bersama aktivis lintas Suku Agama dan Ras, serta lintas kalangan maupun generasi, yang turut juga melakukan reformasi bersama gerakan mahasiswa saat itu. (*dit)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Perkumpulan Konsumen Transportasi online, Usulkan Status Hybrid bagi Ojol dan pembentukan BLU bid Transportasi Online Berbasis Koperasi

dito

12 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Menanggapi usulan pemerintah agar ojol Berstatus sebagai pelaku UMKM, kepada wartawan, Ign Wibowo ketua umum Perkumpulan Konsumen Transportasi online, Rabu, 12/8/2026 di Jakarta, ia mengatakan bahwa pihaknya sangat tidak setuju jika ojol di masukkan sebagai pelaku UMKM, pasalnya ojol bukan pelaku usaha mandiri seperti pelaku UMKM yang lain, karena tergantung pada penyedia layanan …

Lagi-Lagi Kabupaten Pesisir Selatan Raih Nilai Terbaik, JDIH Diganjar Predikat AA Istimewa

Primadoni,SH

12 Agu 2026

Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pengelolaan dokumentasi dan informasi hukum. Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Kabupaten Pesisir Selatan berhasil meraih nilai 94 dengan predikat AA (Istimewa) berdasarkan hasil Evaluasi Penilaian Kinerja Anggota Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional (JDIHN) Tahun …

Viral Isu Minim Bendera di Siguntur, Hasil Cek Lapangan: Warga Justru Semarakkan HUT RI dengan Berbagai Lomba dan Goro

Primadoni,SH

12 Agu 2026

Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Isu minimnya pemasangan Bendera Merah Putih di Kanagarian Siguntur, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, akhirnya diklarifikasi. Kodim 0311 Pessel menurunkan langsung personil kelapangan untuk memastikan hal tersebut, Dari hasil pengecekan langsung ke lapangan pada Senin (10/8/2026) menunjukkan kondisi …

GGBC Jabotabek Tolak Ojol Berstatus UMKM”

dito

12 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Gojek Grab Bikers Comunity (GGBC) Jabotabek menolak status ojek daring atau ojek online (ojol) menjadi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rencana peraturan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online yang segera disahkan Pemerintah, demikian di sampaikan Aping Ketua Umum GGBC Jabotabek kepada wartawan, Rabu, 12/8/2026 di …

Sambut HUT Kemerdekaan RI, Satpas SIM Tegal Tunjukkan Wajah Pelayanan Polri yang Humanis

- Banyuwangi

11 Agu 2026

TEGAL, NASIONALPOS.COM – Momentum menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi dorongan bagi pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Kabupaten Tegal untuk terus berbenah. Bukan sekadar menyelesaikan urusan administrasi, pelayanan di Satpas SIM Tegal diarahkan untuk menghadirkan wajah pelayanan publik yang humanis, profesional, transparan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, Selasa (11/08/2026). Senyum, keramahan, …

PGRI Lubuk Linggau Bahas Perlindungan dan Profesionalisme Guru

Andi Ledi Lubuk Linggau

11 Agu 2026

NASIONALPOS.COM-LUBUK LINGGAU-Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat diwakili Staf Ahli I Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Achmad Hasian Ritonga, membuka Serasehan Pengurus PGRI Kota Lubuk Linggau bersama pemangku kepentingan pendidikan di Gedung Guru, Kelurahan Senalang, Selasa (11/8/2026). Kegiatan mengusung tema “Perlindungan Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam Upaya Meningkatkan Profesionalisme Guru Menuju Lubuk Linggau JUARA.” …

x
x