- HukumUang Titipan Pelunasan Rp50 Juta Diterima, BPR Arto Moro Diduga Tetap Tolak Pelunasan dan Hendak Lelang Rumah yang Masih Berperkara di PN Semarang
- NasionalStaf Ahli II Pimpin Rapat Evaluasi PB-PSWA dan Kerja Sama PT Linggau Bisa
- NasionalWako Ikuti Rakor Lintas Sektoral Penanganan Karhutla
- daerahMuslim M Yatim Ajak Masyarakat Rawat Persatuan dalam Keberagaman
- HukumKeluarga Fujiyanto/Yanto/Petak nyatakan Komitmen Untuk Restorative Justice/RJ terkait kasus Sholeh, melalui Kuasa Hukumnya Adv. Sukindar, S.H.*

Membedah Alam Pemikiran Dalam Perspektif Indonesia.
NasionalPos.com, Jakarta- Membaca pemikiran Denny Indrayana yang menyebutkan ” Bagaimana Jokowi Mendukung Ganjar, Mencadangkan Prabowo dan Menolak Anies”, memang pemikirannya ada benarnya, khususnya kalau dilihat dari perspektif demokrasi liberal, demikian dikatakan Dr.Kristiya Kartika, M.Si, M.Kom, adalah mantan Ketua Presidium GMNI kepada pers, Selasa, 25/4/2023 di Jakarta.
“Dalam diskursus ideologis Demokrasi liberal melahirkan tradisi berpikir sebebas-bebasnya tentang segala sesuatu, selama didukung atau disetujui oleh mayoritas orang atau pihak Warga negara.”ungkap Dr.Kristiya Kartika, M.Si, M.Kom,.
Akan tetapi lanjut Dr Kristiya, persoalannya sekarang, pemikiran tersebut kurang membedah pemikiran anatomi warga negara secara sosial- ekonomi, apakah mereka yang mendukung pemikiran-pemikiran yang ada adalah warga negara yang tergolong dalam mereka yang selama ini diuntungkan oleh kebijakan yang ada, atau justru yang dirugikan. Padahal, dalam konteks Indonesia, sdh sejak lama sebelum Indonesia Merdeka, Bung Karno menegaskan keyakinan hasil kajian yang mendalam dan meluas, serta mendapat respon positif dari Para Perintis Kemerdekaan.
“Bung Karno telah menegaskan bahwa bangsa ini tidak menganut paham demokrasi liberal yang merupakan bagian integral dari Kapitalisme/Liberalisme. “tukas Dr Kristiya Kartika yang juga mantan Ketua Umum Inkindo (Ikatan Nasional Konsultan Indonesia)
Ia juga mengungkapkan, masih menurut Bung Karno, bahwa kedepan setelah Indonesia Merdeka, yang diawali sesudah dan sebelum Kemerdekaan diraih, kita harus membela kepentingan rakyat yang selama sekitar 2,5 abad sebelumnya telah menjadi korban penjajahan disegala aspek kehidupan, sedangkan penjajahan adalah akibat implementasi Demokrasi Liberal yang berakar pada Kapitalisme serta Aroganisme, oleh karena itulah Demokrasi Liberal tidak cocok diterapkan di Indonesia, kemudian yang cocok diterapkan adalah Demokrasi Indonesia yang merupakan demokrasi perwakilan, yang secara substansial tertuang dalam Preambulle/pembukaan serta Batang tubuh dan Penjelasan UUD 1945 yg disahkan 18 Agustus 1945.
“Saya mencermati bahwa Pemikiran Denny Indrayana tidak jauh dari pantulan keinginan idealistik para tokoh yang cenderung berpikir liberalistik menggantikan UUD 1945 yg asli kedalam UUD “baru” setelah mengalami 4 kali Amandeman.”tutur Dr Kristiya Kartika.
Fakta-fakta, lanjut Dr Kristiya Kartika, dari saksi sejarah amandeman sejak awal, diantaranya adalah tmantan Rektor UGM, secara terbuka dan tegas mengungkapkan bahwa dibalik amandemen tersebut, disinyalir ada kekuatan pendorongnya yakni antara lain tersedianya secara fisik ‘sekarung dollar’ dari AS, sehingga dengan adanya indikasi tersebut, dirinya menyakini bukan hanya ‘sekarung dollar’ yang menjadi penopang keyakinan banyak kaum intelektual negeri ini yang mendukung pemikiran Liberalistik. Tapi ada juga gagasan yang idealistik didukung humanisme sebagai buah kebebasan akademik. Meski itu semua bisa dianggap cukup ideal dari segi gagasan yang obyektif dan adil.
“Namun demikian semestinya sejak awal kita harus memahami aspek sejarah yang pernah menimpa bangsa ini sebagai latar belakang yang seharusnya menjadikan kita memahami akar persoalan bangsa ini kedepannya.”tandas Dr Kristiya Kartika mantan Sekum LPJKN (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional)
Dia juga menegaskan bahwa tertindasnya kehidupan mayoritas rakyat Indonesia adalah akibat perilaku kekuasaan kaum Penjajah yg “bersekutu” dengan “kaum elit” minoritas lapis kekuasaan feodalistik Nusantara , Yang seharusnya membedakan Insan Indonesia, termasuk kaum Intelektual, dengan yang lainnya adalah ide Kerakyatan, intinya adalah membela kepentingan mayoritas massa rakyat Indonesia, dengan tentunya menerapkan metode pelaksanaannya adalah Implementasi “demokrasi perwakilan”, yang konsekuensi logisnya harus diterapkan terhadap berbagai produk Hukum nasional dan peradaban pemikiran Insan Indonesia.
“Jangan lupa, Jokowi dan kita semua adalah orang Indonesia yang harus berpikir mengutamakan kepentingan nasional yang berorientasi pada kedaulatan ditangan rakyat, dan didukung persatuan dan kesatuan serta kemandirian. “tukas Dr Kristiya Kartika.
Lebih lanjut Dr Kristiya Kartika juga menjelaskan bahwa perkembangan kebudayaan dunia dan global yang antara lain ditandai terutama oleh kemajuan teknologi komunikasi dengan berbagai ‘kemajuan’ harus dimanfaatkan, hanya saja kemajuan teknologi komunikasi yang implementasinya berupa “digitalisasi” diberbagai tempat yang secara substansial ditandai oleh berbagai produk yang menguntungkan yakni : lebih effektif, lebih cepat dan lebih murah, harus tetap berguna dan menguntungkan mayoritas massa rakyat.
Ia juga mengingatkan kewaspadaan wajib terus ditingkatkan secara kritis tapi kreatif atas berbagai informasi terkait digitalisasi seperti fenomena “cyber”. Cyber dalam prakteknya banyak digunakan sebagai senjata untuk lakukan campur tangan atas berbagai kebijakan Negara.
Sedangkan, Sambung Dr Kristiya, Program aktual yang harus didukung, misalnya pemanfaatan Teknologi komunikasi maju yakni “Artificial Intellegent-AI” ( kecerdasan buatan) untuk membongkar korupsi dan menghindarkan terjadinya korupsi.
Korupsi merugikan rakyat dan hanya bisa dilakukan oleh kaum Elit yang minoritas, maka analisis atas pemanfaatan “digitalisasi” harus disesuaikan untuk kepentingan masyarakat, yang mendasarkan pada analisis struktur dan anatomi sosial-ekonomi masyarakat. Digitalisasi yang berpihak kepada kepentingan mayoritas massa rakyat mutlak harus dijadikan landasan utama dalam pengambilan keputusan Negeri ini.
“Banyak diantara kita yang kurang menyadari bahwa pemikiran setiap kebijakan Negara harus memiliki dimensi perspektif secara global dan dinamik. “ujar Dr.Kristiya Kartika
Muaranya, menurut Dr Kristiya, harus disadari akan terjadi penjajahan non senjata, tapi penjajahan biologis dan perang finansial yang sekarang sudah terjadi, yang justru menjadi ancaman serius bagi keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Diakhir perbincangan dengan wartawan, Dr Kristiya menyampaikan bahwa Jika benar prediksi Denny Indrayana tentang Rencana Jokowi tersebut, bisa saja hal itu dikarenakan Jokowi membela kepentingan dan keutuhan bangsa ini, khususnya dalam menghadapi serta mengantisipasi pengaruh gobal kedepan dan menolak campur tangan Asing yang merugikan Rakyat dan bangsa ini.
“Dengan demikian dari situasi tersebut, maka dapat dikatakan pasca habisnya masa kepemimpinan Jokowi bukankah tanggungjawab kedepan atas bangsa ini lebih tepat jika berada ditangan Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo, diharapkan dapat melanjutkan kebijakan fundamental yang telah diciptakan oleh Jokowi.”pungkas Dr.Kristiya Kartika, M.Si, M.Kom yang juga mantan TCDPAP (Technical Consutancy Development Program for Asia and the Pacific).
Andi Ledi Lubuk Linggau
22 Sep 2026
NASIONALPOS.COM-LUBUK LINGGAU-Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat, diwakili Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, H Wiwin Eka Saputra, memimpin rapat evaluasi rutin Perizinan Berusaha Pengusahaan Sarana Jasa Lingkungan Wisata Alam (PB-PSWA) tahun 2026 pada BUMD Lubuk Linggau di Op. Room Lantai 3 Pemkot Lubuk Linggau, Selasa (22/9/2026). Dalam rapat tersebut, HbWiwin …
Andi Ledi Lubuk Linggau
22 Sep 2026
NASIONALPOS.COM-LUBUK LINGGAU-Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hjdayat menghadiri rakor lintas sektoral yang dilaksanakan Polres Lubuk Linggau dalam rangka pencegahan dan penanganan Karhutla di wilayah Kota Lubuk Linggau. Selasa (22/9/2026). Kapolres Lubuk Linggau, AKBP Catur Erwin Setiawan dalam arahannya menekankan, bahwa kasus pembakaran lahan akan dilakukan pemeriksaan tidak hanya kepada pemilik lahan, melainkan juga …
Dhio Justice Law
19 Sep 2026
Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – isu 40 perusahaan asal China diduga tidak mematuhii kewajiban pajak tidak boleh berakhir sebagai pernyataan pejabat yang kemudian tenggelam dalam pergantian kekuasaan.Pemerintah tidak boleh diam. Jika dugaan tersebut memiliki dasar pemeriksaan dan data yang dapat dipertanggungjawabkan, maka pemerintah wajib menjelaskan kepada publik. Bukan …
dito
18 Sep 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Pada aksi massa kamisan ke 925 , di depan istana Negara Jakarta, Kamis, 17 September 2026 kemarin. Selain di hadiri oleh ratusan orang dari kalangan aktivis Hak Azasi Manusia, mahasiswa, akademisi, para pencari keadilan Hak Azasi Manusia, hadir juga seorang dosen senior Paulus Januar, yang menyampaikan kuliah jalanan. Dalam orasinya, Paulus Januar menyampaikan …
Andi Ledi Lubuk Linggau
17 Sep 2026
NASIONALPOS.COM-LUBUK LINGGAU-Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat diwakili Sekretaris Daerah, H Trisko Defriyansa memimpin rapat persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Lubuk Linggau Tahun 2026, di Op Room Dayang Torek, Pemkot Lubuk Linggau, Kamis (17/9/2026). Rapat tersebut digelar sebagai langkah awal untuk mematangkan berbagai persiapan rangkaian kegiatan HUT ke-25 Kota Lubuk Linggau …
Dhio Justice Law
15 Sep 2026
NasionalPos.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk terbuka soal status hukum Jaksa Syahrul dalam perkara korupsi yang menjerat Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Abdul Wahid. “Kami baru saja menyerahkan surat perihal Permintaan Klarifikasi dan Tindak Lanjut Hukum dalam Putusan Nomor 17/Pid.Sus-TPK/2022/PN.Bjm. Surat ini juga kami tembuskan kepada Jaksa Agung dan Jaksa Agung Muda …
21 Nov 2024 2.371 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.815 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
17 Mei 2022 1.592 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
28 Jul 2025 1.586 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
23 Jul 2025 1.497 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.465 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.292 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.