Home » Headline » Menguak Jejak Sejarah Indikasi Keterlibatan Asing Pada Setiap Pergantian Rezim di Indonesia (sebuah analisa)

Menguak Jejak Sejarah Indikasi Keterlibatan Asing Pada Setiap Pergantian Rezim di Indonesia (sebuah analisa)

dito 10 Mar 2023 139

NasionalPos.com, Jakarta– Nasib politik penyelenggaraan Pemilu/Pilpres Indonesia 2024 itu bergantung pada badan-badan intelijen asing, bukan pada rakyat Indonesia, KPU, Parpol atau Ormas!!! Badan-Badan Intelijen Asing itu banyak sekali berperan dan sebagai penentu dalam penyelenggaraan serta proses pemenangan Pemilu/Pilpres di Indonesia.

“Sejarah politik Indonesia mencatat, dari Pemilu 1955 hingga Pemilu 2019 lalu, kekuatan asing ikut intervensi dan ‘bermain’ dan atau bermanuver dalam event Pemilu/Pilpres di Indonesia.”ungkap Setioko, Pemerhati Politik Independen kepada awak media, Jumaat, 10/3/2023

Menurut Setyoko, dugaan intervensi asing tersebut, dari informasi yang diperolehnya, menyebutkan Partai Masyumi jelang Pemilu 1955 pernah disokong oleh CIA dana sebesar $ USD 1 Juta, yang pada saat itu merupakan  jumlah yang sangat besar–untuk memenangkan Pemilu 1955, akhirnya Partai Masyumi keluar sebagai pemenang ke-2, hanya berselisih cukup tipis 1,4 % di bawah perolehan suara PNI yang akhirnya sukses memenangkan Pemilu 1955. PNI memperoleh 22,32 % suara, sedangkan Partai Masyumi meraih 20,92 % suara. Partai Masyumi adalah partai oposisi serta musuh politik paling kuat Presiden Sukarno. Hanya beberapa minggu pasca Konferensi AA April 1955 di Bandung–ada instruksi rahasia NSC kepada CIA, agar CIA bergerak mempengaruhi pemilih/calon pemilih di Indonesia agar tak memilih PNI dan atau PKI yang dianggap pro-Sukarno.

“Harap dicatat pada 1952, tiga tahun sebelum Pemilu pertama digelar di Indonesia itu unsur NU keluar dari Partai Masyumi. Dan unsur NU itu akhirnya menjadi Parpol NU. Partai NU pada Pemilu 1955 itu akhirnya keluar sebagai peringkat ke-3, sedangkan PKI keluar sebagai peringkat ke-4. Meskipun begitu, baik itu PNI maupun Partai Masyumi sesuai hasil pemilu 1955 sama-sama mendapat 57 kursi di DPR. Pada Pemilu 1955 terdapat 260 jumlah kursi DPR”tukas Setyoko

Setyoko juga mengungkapkan bahwa Gagalnya Partai Masyumi memenangkan Pemilu 1955 jelas sekali menunjukkan kegagalan intelijen CIA. Beberapa tahun pasca Pemilu 1955, lagi-lagi CIA mengalami kegagalan intelijen secara telak dalam Peristiwa PRRI/Permesta, di mana banyak tokoh-tokoh Masyumi dan PSI yang terlibat, lalu ditangkap dan ditahan oleh pemerintahan Sukarno.

Bukan hanya itu, lanjut Setyoko, dirinya juga mengaku mendapatkan informasi bahwa Jelang Pemilu Indonesia 1999 Partai Demokrat AS/Bill Clinton, dan juga NDI turut bantu untuk memenangkan Parpol tertentu. Dan pada 1999 — 2002 pun terjadi Amendemen empat tahap terhadap UUD 1945. Di mana untuk proses tersebut di atas pihak asing mendrop dana, konsep, dan tenaga ahli, serta merekrut sejumlah orang Indonesia menjadi antek/kaki tangan asing. Ada oknum tokoh politik Indonesia (piaraan asing) yang menjadi ‘Motor Penggerak’ di Sidang-Sidang Badan Pekerja MPR (ketika itu). Dan saat itu pun bertebaran LSM-LSM bentukan pihak asing. Hari ke-3 Presiden BJ Habibie berkuasa (23 Mei 1998) ada rapat rahasia di sebuah hotel bintang 5 di bilangan Jakarta Pusat, sejumlah oknum elite militer dan tokoh politik terkemuka Indonesia berjumpa dengan simpul keamanan Israel dan Singapura membahas rencana penggulingan Presiden BJ Habibie.

Baca Juga :  Tahun 2023, Saatnya Berbenah & Konsolidasi Sambut Pemilu 2024

“Kendati beberapa minggu setelah BJ Habibie berkuasa sudah ‘diback up’ oleh BND (Dinas Intelijen Jerman) — ada + – sekompi agen BND masuk Jakarta. Kita lihat sendiri hasilnya — BJ Habibie pada akhirnya tumbang dari jabatannya sebagai presiden pada 14 Oktober 1999, setelah pidato pertanggungjawabannya ditolak oleh MPR, di depan Sidang Umum MPR. Lalu, sesudah BJ Habibie jatuh”tutur Setyoko

Setyoko juga mengakui, dirinya mendapat informasi dari pihak terpercaya, yang mengungkap adanya perhelatan rahasia di Singapura antara Gus Dur dengan simpul keamanan AS dan Israel guna menyusun duet Gus Dur — Megawati. Hasilnya kita lihat sendiri pada 20 Oktober 1999 Gus Dur dilantik sebagai Presiden RI yang baru menggantikan BJ Habibie. Dan besoknya pada 21 Oktober 1999 Megawati Sukarno Putri dilantik sebagai Wakil Presiden RI, sedangkan pada tahun 2003 jelang Pilpres 2004, pertama kali Pilpres langsung digelar di Indonesia, pihak asing pun mulai membantu dan mendukung salah satu Capres untuk memenangkan Pilpres 2004,

Indikasi itu, ungkap Setyoko, bahwa Tiga bulan sebelum Pilpres Indonesia 2004 diselenggarakan–ada sebuah Lembaga Think Tank AS melakukan survei semi rahasia, dan sampai pada konklusi bahwa Presiden RI mendatang adalah Jend. SBY (“The Next President Is General Susilo Bambang Yudhoyono”). Ternyata memang konklusi tersebut benar; SBY lewat head to head dengan MSP menang dua putaran dalam Pilpres Indonesia, Juli 2004 serta September 2004.

Sementara itu, Setyoko juga memperoleh informasi adanya Laporan Hasil Survei Semi Rahasia tersebut ditujukan pada Gedung Putih/GW Bush. Hasil Pilpres AS hampir selalu berdampak pada konstelasi politik, pemilu, dan pilpres Indonesia. AS/Clinton/PD dukung PDI Perjuangan dalam Pemilu 1999. Pada akhir Oktober 2001, tiga bulan pasca Megawati gantikan Gus Dur sebagai presiden yang baru — saat Presiden Megawati berkunjung ke Washington — TK (suami MSP) sempat dibisiki oleh Dubes AS–yang baru terpilih, Ralph L. Boyce (belum datang ke Jakarta untuk serahkan surat-surat kepercayaan kepada Presiden RI) — kami (AS/Bush/PR) pada Pilpres Indonesia 2004 mendatang tidak dukung istri anda lagi sebagai Presiden RI. Nach,

Baca Juga :  Prestasi Bicara: Kapolresta Banyuwangi Promosi Jabatan Jadi Ditreskrimsus Polda Papua.

“Pada Pilpres 2004 SBY akhirnya naik menjadi Presiden RI ke-6 didukung penuh oleh AS/Bush/PR. Ralph L. Boyce adalah Dubes AS untuk Indonesia (2001 – 2004). Sedangkan pada Pilpres 2014 Joko Widodo naik menjadi Presiden RI ke-7 didukung penuh oleh AS/Obama/PD. Jelang Pilpres 2014, 14 April 2014–Bacapres Joko Widodo bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati lakukan pertemuan tertutup dengan Dubes AS yang baru (ketika itu) Robert O Blake”kata Setyoko.

Pada Pilpres Indonesia 2014 lalu, Imbuh Setyoko, kekuatan-kekuatan asing, yang terdiri dari 11 negara mendukung nominasi Capres tertentu. Kabarnya, sampai KPU pun ikut digalang kekuatan asing, begitu pula saat jelang Pemilu/Pilpres Indonesia 2014 cukup banyak LSM-LSM Indonesia bentukan negara asing, dan didanai asing untuk memenangkan Capres tertentu. Pada medio Maret 2014 sempat ada jumpa rahasia antara Simpul Keamanan Israel dengan sejumlah Aktivis Kiri Indonesia di Jakarta. Pilpres AS yang telah digelar 4 November 2020 lalu yang, akhirnya dimenangkan oleh Joseph Bidden–bisa saja hal ini akan berdampak pada penyelenggaraan dan hasil Pemilu/Pilpres Indonesia 2024 mendatang.

“Nah, pada Oktober/November 2022 lalu, sesuai dengan informasi yang saya terima–ada dana sangat besar dari luar negeri telah masuk di Jakarta diduga untuk menyukseskan dan memenangkan Pilpres di Indonesia 2024 mendatang. Nampaknya, Dubes AS Sung Yong Kim (keturunan Korea) yang baru 1 semester menjabat itu melakukan “penggalangan” terhadap Parpol-Parpol Islam atau berbasis massa Islam untuk memperluas basis dukungan yang diduga untuk seseorang Bacapres”kata Setyoko.

Selain itu, tambah Setyoko, Setelah pada 15 Februari yang lalu adakan pertemuan dengan jajaran DPP PKS, kemudian  2 Maret lalu dilanjutkan ‘Sang Ambassador’ berjumpa dengan jajaran DPP PPP di Jakarta. Kendalanya, PPP bersama PAN sudah gabung dengan Partai Golkar dalam wadah KIB (Koalisi Indonesia Bersatu). Akan tetapi, hal tersebut di atas adalah hal biasa–dinamika politik.

“Soal ganti/ubah rezim politik itu bukan lagi monopoli AS; Rusia, dan RRC pun lakukan hal yang sama, meski secara kuantitatif AS jauh lebih banyak lakukan pergantian/perubahan rezim di Indonesia ini, karena itu, saya sangat berharap semua pihak agar waspada, mari kita Jaga dan pertahankan kedaulatan NKRI dan juga kedaulatan rakyat Indonesia dalam momentum demokrasi pemilu dan pilpres 2024 mendatang, janganlah sejarah berulang kali, pemilu kita diobok-obok oleh asing”pungkas Setyoko.

 

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
PRJ 2026 Tak Berpihak ke Warga Jakarta, Poros Rawamangun Desak Pemprov DKJ Evaluasi PRJ 2026

dito

15 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta Fair 2026 atau Pekan Raya Jakarta sudah di buka oleh Gubernur Pramono Anung pada tgl 12 Juni 2026 merupakan Event yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1968 silam, dan untuk tahun 2026 ini, merupakan pelaksanaannya ke 57 kalinya.   Adapun untuk tahun ini, harga tiket masuk ajang pameran tahunan ini dibanderol mulai dari …

PPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha

dito

14 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat.   Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …

Jelang Muktamar NU: Sebaiknya Cak Imin Fokus Besarkan PKB, Daripada Bertarung di NU

dito

12 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Di tengah semakin semarak nya situasi menjelang penyelenggaraan Muktamar NU yang rencananya di laksanakan pada tahun 2026 ini,   Tersiar info, mengenai para kandidat calon Ketum PBNU, salah satunya, dikabarkan Gus Imin ketua umum PKB akan maju di muktamar NU, demikian di sampaikan Damuri Fikri pengamat politik kepada wartawan, Jumat, 12/6/2026 di Jakarta. …

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

H. Bagus Machdiantoro Kembali Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Umum BBC Periode 2026-2031

Suryana Korwil Jabar

07 Jun 2026

Bandung, NasionalPos.com – H. Bagus Machdiantoro kembali dipercaya memimpin organisasi BBC untuk periode 2026-2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam forum pertanggungjawaban dan pemilihan kepengurusan yang digelar di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Minggu (7/6/2026). Terpilihnya kembali H. Bagus menjadi momentum penting bagi organisasi yang telah berdiri sejak tahun 1956 tersebut. Dalam wawancara usai …

x
x