- HeadlineNegara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)
- HeadlineLomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus
- Top NewsKomisi IV DPR RI Terima Audensi Siap Perjuangkan Nasib Pembudidaya Benih Lobster
- HeadlineTragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah
- HeadlineNegara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Mikul Duwur Mendem Jero; Ayah Prabowo Tak Taat Filosofi Jawa?
oleh: Ridwan Umar
(Sekjen Gerakan Daulat Bumiputera dan Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI)
NasionalPos.com, Jakarta – Dalam peresmian Pabrik Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Banten, Kamis (6/11/2025), Presiden Prabowo Soebianto mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menghormati pemimpin, baik yang masih menjabat maupun yang purna tugas.
Menurutnya, masyarakat Indonesia seharusnya mengedepankan penghormatan terhadap orang yang berjasa.
“Marilah kita punya rasa keadilan di hati kita. Marilah kita menghormati semua yang berjasa. Kita punya budaya dalam Bahasa Jawa itu mikul duwur mendem jero. Hal yang baik kita angkat setinggi-tingginya, kalau ada kekurangan ya kita pendam, kita perbaiki,” katanya.
Prabowo pun menegaskan dirinya tidak pernah dikendailkan oleh mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Meski, dirinya dan Jokowi memiliki hubungan yang baik.
“Saya bukan Prabowo takut sama Jokowi, Prabowo masih dikendalikan sama Jokowi, nggak ada itu. Pak Jokowi nggak pernah nitip apa-apa sama saya. Pak Prabowo takut sama Pak Jokowi? Nggak ada itu. Untuk apa saya takut sama beliau? Aku hopeng (teman baik) sama beliau kok takut?,” imbuhnya.
Pernyataan Prabowo itu tak pelak menuai pro-kontra di kalangan publik, lantaran sebagian publik menilai pernyataan Prabowo itu sebagai bentuk pembelaan ‘pasang badan’ atas kritik dan desakan publik terhadap Jokowi dan keluarganya serta kroninya agar segera diadili terkait dugaan sejumlah skandal korupsi, kolusi, nepotisme. Diantaranya, dugaan mark up kereta cepat Jakarta – Bandung, dugaan skandal ijazah Jokowi dan Gibran hingga dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dalam kasus KM 50 dan lainnya.
Ayah Prabowo Melawan Hopeng
Keluarga Prabowo tercatat memiliki andil dalam sejarah bangsa ini. Kakeknya, RM Margono adalah salah satu pendiri Bank Nasional Indonesia (BNI) yang sempat diusulkan jadi pahlawan nasional. Sedangkan ayahnya, Sumitro Djojohadikusumo dikenal sebagai bengawan ekonomi.
Di era Presiden Soekarno (Orde lama), Sumitro sempat menjabat Menteri Perdagangan dan Perindustrian (1950-1951) dan Menteri Keuangan (1952-1953). Jabatan terhormat itu diperoleh Sumitro, bukan hanya karena kedekatannya (hopeng) dengan Soekarno. Tapi juga karena kecerdasannya sebagai seorang ilmuwan yang ikut merumuskan kebijakan-kebijakan ekonomi Indonesia saat itu.
Namun, di tengah jalan hubungan baik itu putus saat Sumitro menilai pemerintah sudah kurang mendengar aspirasi rakyat bahkan otoriter. Sikap rezim saat itu dinilai telah mengkhianati cita-cita perjuangan, maka Sumitro memilih jalan ‘perlawanan’ terhadap hopengnya yakni Soekarno.
Diapun menyatakan diri bergabung dalam Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Sumatera. Gerakan PRRI yang dideklarasikan oleh Ahmad Husein (Pemimpin militer PRRI) pada 15 Februari 1958 ini sebagai bentuk protes dari Sumatera Barat atas sikap pemerintah pusat yang sangat sentralisasi dan mengabaikan kepentingan daerah.
Sumitro yang merupakan tokoh Partai Sosialis Indonesia (PSI) diangkat menjadi Menteri Perdagangan dan Perhubungan oleh Syafruddin Prawiranegara selaku Perdana Menteri PRRI. Bagi kalangan Partai Komunis Indonesia (PKI) saat itu, PSI dianggap kelompok sosialis kanan.
Mengetahui kelahiran PRRI, rezim Soekarno meradang. Tindakan represif pun dilakukan terhadap gerakan tersebut dengan memerintahkan penangkapan terhadap seluruh anggota Kabinet PRRI, tak terkecuali terhadap Sumitro.
Saat berjuang di PRRI, Sumitro sudah menikah dengan Dora Marie Sigar yang dianugerahi 4 buah hati, yakni: Biantiningsih Miderawati Djiwandono, Marjani Ekowati le Maistre, Prabowo Subianto dan Hasjim Djojohadikusumo.
Demi melanjutkan perjuangannya, maka Sumitro memutuskan memboyong seluruh keluarganya untuk hijrah ke luar negeri. Namun, akhirnya gerakan PRRI gagal dan diredam rezim Soekarno.
Alhasil, Sumitro dan keluarganya tak bisa balik ke Tanah Air sebab jika pulang, maka akan langsung ditangkap dan ditahan oleh Presiden Soekarno.
Di tengah pelariannya, Sumitro yang dikenal sebagai intelektual juga sosok pergerakan tak kenal menyerah dalam melakukan perlawanan terhadap hopengnya (Soekarno). Diapun didaulat memimpin Gerakan Pembaruan Indonesia (GPI) yang didirikan pada tahun 1961 oleh mayoritas kader PSI.
Selama pengembaraan di negeri orang, Sumitro dan keluarganya pernah tinggal di Singapura, Hong Kong, Kuala Lumpur, Zurich, London, dan Bangkok. Saat itu, Hasjim masih berusia 3 tahun dan Prabowo sendiri berusia 5 tahun.
Saat itu, penderitaan tak pernah lepas dari kehidupan Sumitro dan keluarganya. Prabowo kerap mendapat bullying lantaran dia orang Indonesia.
Untuk menghidupi keluarganya, Sumitro berbisnis mebel dan properti. Beruntung, anak-anak Sumitro dapat meraih prestasi akademik yang baik.
Bianti lulus kuliah di Universitas Wisconsin di AS. Lalu, Prabowo naik kelas lebih cepat bisa setara dengan sang kakak Marjani.
Hingga akhirnya, pelarian Sumitro dan keluarga berakhir saat pergantian rezim Soekarno kepada Soeharto pada 1967. DIapun memutuskan kembali ke Tanah Air.
Presiden Soeharto lalu mempercayakan Sumitro menjadi Menteri Riset. Sementara Prabowo memulai karir ketentaraan sebagai taruna Akademi Militer (Akmil) tahun 1973.
Jika mencermati perjalanan hidup Sumitro kelahiran Kebumen, Jawa Tengah, muncul pertanyaan di benak publik, apakah filosofi Jawa mikul duwur mendem jero yang diserukan Prabowo kepada rakyatnya itu juga diterapkan dalam kehidupan sang ayah?
Bukankah Sumitro sang tokoh pergerakan justru melakukan perlawanan keras terhadap pemimpin yang tak lain adalah hopengnya sendiri (Soekarno) demi membela rakyat yang dizalimi?
Dan, hingga kini sepak terjang Sumitro sang begawan ekonomi justru menjadi inspirasi bagi sebagian orang bahkan generasi muda dalam melawan segala bentuk ketidakadilan, meski itu dari hopeng sendiri.
Wallahu a’lam bishawab
(tulisan ini disari dari beragam sumber)
Dhio Justice Law
29 Apr 2026
Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …
dito
29 Apr 2026
NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya” Serta …
dito
29 Apr 2026
Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …
Dhio Justice Law
28 Apr 2026
Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …
Suryana Korwil Jabar
28 Apr 2026
Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026 di Hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan No. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat Partai Hanura, Ketua DPD …
Suryana Korwil Jabar
28 Apr 2026
Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026. Yang berlangsung di sebuah hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan, no. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat …
21 Nov 2024 1.753 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.430 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
17 Mei 2022 1.311 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
28 Jul 2025 1.247 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
23 Jul 2025 1.239 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.199 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.102 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.