Home » Headline » Nasib Tragis PPP Diambang Kehancuran?

Nasib Tragis PPP Diambang Kehancuran?

Dhio Justice Law 25 Sep 2025 668

Oleh: Assoc. Prof. Dr. TB Massa Djafar
(Pembina Garda Bumiputera dan Ketua Program Doktor Universitas Nasional)

 

NasionalPos.com, Jakarta – Money politic atau suap dalam sebuah perhelatan demokrasi merupakan tindakan sangat tercela. Calon pemimpin menyogok untuk memenangkan pertarungan demi menduduki tahta kekuasaan. Tindakan itu tak hanya penghinaan terhadap pemilik suara yang berdaulat, tapi merusak masa depan sebuah negara atau organisasi. Sang penyuap yang memimpin, tak akan pernah memikirkan nasib rakyat atau anggotanya. Dia akan fokus pada upaya mengembalikan uang suap layaknya seorang pebisnis yang hanya berhitung untung rugi dan mengabaikan amanah yang diemban.

Fenomena money politic sebenarnya barang usang, namun masih terus terjadi berakibat rusaknya tatanan demokrasi dan sosial sebuah negara atau organisasi. Tautan uang dan politik bahkan tercatat dalam sejarah kelam demokrasi di Amerika Serikat (AS), kala kampanye pemilihan ulang dimasa pemerintahan Nixon tahun 1972. Kasus memalukan ini dikenal dengan nama skandal water gate, dimana Comitee to Reelect President (CREEP) terbukti dalam penggalangan dana illegal. Skandal ini memaksa Nixon untuk mengundurkan diri pada 8 Agustus 1974.

Di Indonesia, fenomena serupa terjadi hampir semua jenjang pemilihan. Sudah menjadi rahasia umum, dalam sebuah pesta akbar demokrasi baik pemilihan presiden (pilpres), pemilihan kepala daerah dan pemilihan legislatif (Pileg) hingga pemilhan kepala desa bahkan pemilihan ketua umum partai politik kerap diwarnai money politic.

Beragam modus money politic dijalankan di Indonesia, mulai dari pembagian sembako hingga pemberian uang tunai. Dengan begitu, calon yang memiliki dana besar bisa dipastikan menjadi pemenang.

Dana besar diperoleh dari donator atau cukong. Perhelatan demokrasi yang bertujuan mencari pemimpin berkualitas tak ubahnya sebuah permainan judi yang bisa diatur pemenangnya. Pemilik modal atau oligarki tentu tak mau rugi karena berlaku prinsip tak ada makan siang gratis. jika calon yang disokong menang, maka akan menagih uang kembali bahkan lebih dengan beragam cara, bisa melalui privilege untuk mendapatkan sebuah proyek raksasa atau memaksa perubahan undang-undang demi kepentingan bisnis semata.

Baca Juga :  Ronny Bara Pratama Ketua DPD KNPI DKI Jakarta: Pemberdayaan Pemuda itu Butuh Sinergisitas & Kepastian Hukum

Fenomena politik transaksional kini dikhawatirkan terjadi di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjelang muktamar X 2025. Sejumlah nama calon ketua umum bermunculan baik dikenal sebagai kader tulen maupun ‘orang luar’ dan orang yang sebenarnya telah gagal memimpin partai berbasis Islam itu. Diantaranya, Mardiono, Sandiaga Uno, Amran Sulaiman, Saifullah Yusuf, hingga Jendral TNI (purn) Dudung Abdurrachman.

Ironisnya, sosok Prof. Dr. Husnan Bey Fanani yang merupakan kader tulen PPP justru tenggelam dan nyaris tak terdengar di pemberitaan media massa. Meskipun Husnan yang merupakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (PP Parmusi) yang juga cucu pendiri Pesantren Gontor, KH Zainuddin Fananie ini mendapat dukungan kuat dari internal PPP melalui sosial media.

Dukungan dari internal PPP kepada Husnan tak lepas dari rekam jejaknya. Husnan tercatat menamatkan pendidikan jenjang S1 di Universitas Punjab, Lahore, Pakistan, kemudian melanjutkan studi S2 di Universitas Rijks Leiden, Belanda selanjutkan menempuh S3 di UIN Sunan Kalijaga. Yogyakarta. Diapun sempat menjabat sebagai duta besar Indonesia di Azerbaijan pada Januari 2016 hingga Juli 2020.

Tak heran, Husnan yang dikenal low profile memiliki modal sosial besar dengan dukungan basis massa Islam termasuk dari kalangan pondok pesantren. Salah satu ‘kelemahan’ Husnan adalah tak punya dukungan dana. Dia memiliki kapasitas, kapabilitas, integritas namun tak punya ‘isi tas’.

Baca Juga :  Tiga Kelas Internasional Dibuka Fakultas Ekonomi UNJ

Meski begitu, Husnan sang Ideolog Islam ini tak gentar dan tetap maju ke medan laga berbekal semangat Amar Ma’ruf Nahi Munkar. Tekadnya bulat mengembalikan kejayaan PPP sebagai partai berbasis Islam yang pada pemilu 2024 lalu terpuruk dengan perolehan suara hanya 3,8 persen atau 5.878.777 suara sehingga tak lolos ke Senayan.

PPP yang di era orde baru hingga pasca reformasi digelari Rumah Besar Umat Islam, telah mencatat prestasi luar biasa bahkan mampu menempatkan Hamsah Haz yang merupakan kader tulen sebagai wakil presiden di era kepemimpinan Megawati Soekarno Putri (2001-2004).

Prinsip Amar Ma’ruf Nahi Munkar yang dipegang teguh Husnan, sejalan dengan tekad Presiden Prabowo untuk membersihkan negeri ini dari para serakahnomics dan koruptor. “Akan kukejar para koruptor meski sampai ke Antartika” itu tekad Presiden Prabowo yang mustahil terwujud jika partai politik masih diisi orang-orang kotor.

Kini, nasib partai Ka’bah berpulang kepada seluruh kader PPP. Apakah akan menyerahkan partainya kepada para kaki tangan oligarki yang menjadi musuh Presiden Prabowo atau memberi kesempatan kepada sosok ideolog Islam yang tak punya ‘isi tas’ sehingga mustahil melakukan money politic.

Dalam perspetif Islam soal money politic atau suap dikenal dengan riswiyah yang hukumnya haram.

“Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah SAW melaknat pemberi suap, penerima suap dan perantaranya, yakni orang yang menghubungkan keduanya” (HR Ahmad).

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
PPI Siap Tempuh Jalur Hukum Terhadap pihak pihak yang Fitnah Kapolri Baru

dito

06 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Rudy Darmawanto SH Ketua Umum Presidium Pemuda Indonesia (PPI) saat di hubungi wartawan, Selasa, 6/10/2026 di Jakarta, ia mengatakan pergantian Kapolri dari Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo ke Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto merupakan langkah yang mengejutkan semua pihak yang di lakukan oleh Presiden Prabowo Subianto, sebab di laksanakan dalam waktu singkat …

Poros Rawamangun siap Mengawal Tugas Amanah Kapolri Baru, Polri Bersama Rakyat

dito

05 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Keberlanjutan kepemimpinan di Korps Bhayangkara resmi bergulir usai Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026) lalu, menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo yang telah menjabat sejak 2021. Momen pergantian pucuk pimpinan ini disambut oleh berbagai kalangan masyarakat, termasuk …

Nasabah klaim dirugikan dalam kredit BPR Arto moro,ketua KANNI semarang soroti dugaan ketidakberesan,nasabah ns berjuang mencari keadilan

Indri Kalteng

05 Okt 2026

    SEMARANG, JAWA TENGAH — http://Nasionalpos.com// Persoalan kredit antara seorang nasabah berinisial NS, perempuan berusia 62 tahun, dengan BPR Arto Moro Semarang mendapat sorotan dari Ketua Komite Advokasi Hukum Nasional Indonesia (KANNI) Kota Semarang, Johanes Krisnantoro (JK). NS, warga Perumahan Wanamukti, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, mengaku mengalami persoalan berkepanjangan terkait fasilitas kredit yang diperolehnya …

UU Pengaturan Reforma Agraria: Dibuat Instan, Lahir Sumir, Rentan di Uji Materiil ke MK

dito

05 Okt 2026

NasionalPos. com, Jakarta- Di sela-sela aktivitasnya di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, advokat Andi Darwin R. Ranreng, S.E., S.H. dari Kantor Hukum DRR Associate menyampaikan catatan kritis atas Undang-Undang tentang Pengaturan Reforma Agraria yang baru saja di sahkan DPR RI tanggal 24/9/2026.   Dalam kesempatan ini, Ia menyampaikan dukungannya terhadap reforma agraria, akan tetapi ia menilai …

Jelang Akhir Anggaran Tahun 2026 DKI Jakarta, Poros Rawamangun Desak Aparat Hukum Usut Tuntas 5 Kasus Dugaan Korupsi di Jakarta

dito

04 Okt 2026

Nasional pos.com, Jakarta- Tahun anggaran 2026 belum berakhir, tapi catatan hitam dugaan korupsi di lingkungan Pemprov DKI Jakarta sudah menggunung, dari hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan mengungkap 5 kasus dugaan korupsi dengan total nilai fantastis mencapai lebih dari setengah triliun rupiah, demikian di sampaikan Rudy Darmawanto SH Ketua Umum Poros Rawamangun, Minggu, 4/10/2026 di Jakarta. …

Permasalahan Dokter dan Dokter Gigi Asing Berpraktik Di Indonesia

dito

04 Okt 2026

Nasional pos.com, Jakarta- Presiden Prabowo pada pidato di Rapat Paripurna DPR dalam rangka HUT Kemerdekaan ke 81, mengemukakan mengenai kemungkinan mengundang dokter dari negara lain untuk praktik di Indonesia untuk waktu yang terbatas.   Hal ini untuk mengatasi kekurangan yang menurutnya, Indonesia kini membutuhkan setidaknya 84.781 dokter umum, 127.580 dokter gigi, dan 55.712 dokter spesialis. …

x
x