Home » Headline » Nasib Tragis PPP Diambang Kehancuran?

Nasib Tragis PPP Diambang Kehancuran?

Dhio Justice Law 25 Sep 2025 569

Oleh: Assoc. Prof. Dr. TB Massa Djafar
(Pembina Garda Bumiputera dan Ketua Program Doktor Universitas Nasional)

 

NasionalPos.com, Jakarta – Money politic atau suap dalam sebuah perhelatan demokrasi merupakan tindakan sangat tercela. Calon pemimpin menyogok untuk memenangkan pertarungan demi menduduki tahta kekuasaan. Tindakan itu tak hanya penghinaan terhadap pemilik suara yang berdaulat, tapi merusak masa depan sebuah negara atau organisasi. Sang penyuap yang memimpin, tak akan pernah memikirkan nasib rakyat atau anggotanya. Dia akan fokus pada upaya mengembalikan uang suap layaknya seorang pebisnis yang hanya berhitung untung rugi dan mengabaikan amanah yang diemban.

Fenomena money politic sebenarnya barang usang, namun masih terus terjadi berakibat rusaknya tatanan demokrasi dan sosial sebuah negara atau organisasi. Tautan uang dan politik bahkan tercatat dalam sejarah kelam demokrasi di Amerika Serikat (AS), kala kampanye pemilihan ulang dimasa pemerintahan Nixon tahun 1972. Kasus memalukan ini dikenal dengan nama skandal water gate, dimana Comitee to Reelect President (CREEP) terbukti dalam penggalangan dana illegal. Skandal ini memaksa Nixon untuk mengundurkan diri pada 8 Agustus 1974.

Di Indonesia, fenomena serupa terjadi hampir semua jenjang pemilihan. Sudah menjadi rahasia umum, dalam sebuah pesta akbar demokrasi baik pemilihan presiden (pilpres), pemilihan kepala daerah dan pemilihan legislatif (Pileg) hingga pemilhan kepala desa bahkan pemilihan ketua umum partai politik kerap diwarnai money politic.

Beragam modus money politic dijalankan di Indonesia, mulai dari pembagian sembako hingga pemberian uang tunai. Dengan begitu, calon yang memiliki dana besar bisa dipastikan menjadi pemenang.

Dana besar diperoleh dari donator atau cukong. Perhelatan demokrasi yang bertujuan mencari pemimpin berkualitas tak ubahnya sebuah permainan judi yang bisa diatur pemenangnya. Pemilik modal atau oligarki tentu tak mau rugi karena berlaku prinsip tak ada makan siang gratis. jika calon yang disokong menang, maka akan menagih uang kembali bahkan lebih dengan beragam cara, bisa melalui privilege untuk mendapatkan sebuah proyek raksasa atau memaksa perubahan undang-undang demi kepentingan bisnis semata.

Baca Juga :  Sederhana Namun Bermakna, Satgas Yonif 125/SMB Berbagi Berkat Usai Ibadah Natal Kepada Masyarakat

Fenomena politik transaksional kini dikhawatirkan terjadi di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjelang muktamar X 2025. Sejumlah nama calon ketua umum bermunculan baik dikenal sebagai kader tulen maupun ‘orang luar’ dan orang yang sebenarnya telah gagal memimpin partai berbasis Islam itu. Diantaranya, Mardiono, Sandiaga Uno, Amran Sulaiman, Saifullah Yusuf, hingga Jendral TNI (purn) Dudung Abdurrachman.

Ironisnya, sosok Prof. Dr. Husnan Bey Fanani yang merupakan kader tulen PPP justru tenggelam dan nyaris tak terdengar di pemberitaan media massa. Meskipun Husnan yang merupakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (PP Parmusi) yang juga cucu pendiri Pesantren Gontor, KH Zainuddin Fananie ini mendapat dukungan kuat dari internal PPP melalui sosial media.

Dukungan dari internal PPP kepada Husnan tak lepas dari rekam jejaknya. Husnan tercatat menamatkan pendidikan jenjang S1 di Universitas Punjab, Lahore, Pakistan, kemudian melanjutkan studi S2 di Universitas Rijks Leiden, Belanda selanjutkan menempuh S3 di UIN Sunan Kalijaga. Yogyakarta. Diapun sempat menjabat sebagai duta besar Indonesia di Azerbaijan pada Januari 2016 hingga Juli 2020.

Tak heran, Husnan yang dikenal low profile memiliki modal sosial besar dengan dukungan basis massa Islam termasuk dari kalangan pondok pesantren. Salah satu ‘kelemahan’ Husnan adalah tak punya dukungan dana. Dia memiliki kapasitas, kapabilitas, integritas namun tak punya ‘isi tas’.

Baca Juga :  Polres Lumajang Edukasi Masyarakat tentang Keselamatan di Perlintasan Kereta Api

Meski begitu, Husnan sang Ideolog Islam ini tak gentar dan tetap maju ke medan laga berbekal semangat Amar Ma’ruf Nahi Munkar. Tekadnya bulat mengembalikan kejayaan PPP sebagai partai berbasis Islam yang pada pemilu 2024 lalu terpuruk dengan perolehan suara hanya 3,8 persen atau 5.878.777 suara sehingga tak lolos ke Senayan.

PPP yang di era orde baru hingga pasca reformasi digelari Rumah Besar Umat Islam, telah mencatat prestasi luar biasa bahkan mampu menempatkan Hamsah Haz yang merupakan kader tulen sebagai wakil presiden di era kepemimpinan Megawati Soekarno Putri (2001-2004).

Prinsip Amar Ma’ruf Nahi Munkar yang dipegang teguh Husnan, sejalan dengan tekad Presiden Prabowo untuk membersihkan negeri ini dari para serakahnomics dan koruptor. “Akan kukejar para koruptor meski sampai ke Antartika” itu tekad Presiden Prabowo yang mustahil terwujud jika partai politik masih diisi orang-orang kotor.

Kini, nasib partai Ka’bah berpulang kepada seluruh kader PPP. Apakah akan menyerahkan partainya kepada para kaki tangan oligarki yang menjadi musuh Presiden Prabowo atau memberi kesempatan kepada sosok ideolog Islam yang tak punya ‘isi tas’ sehingga mustahil melakukan money politic.

Dalam perspetif Islam soal money politic atau suap dikenal dengan riswiyah yang hukumnya haram.

“Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah SAW melaknat pemberi suap, penerima suap dan perantaranya, yakni orang yang menghubungkan keduanya” (HR Ahmad).

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Desa Kalibarumanis “Ketuk Pintu” DPRD, Kebun Plasma Lonsum Dipertanyakan: Hak Warga Mandek???

- Banyuwangi

22 Apr 2026

Banyuwangi,  Nasionalpos.com – Pemerintah Desa Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru, secara resmi mengajukan permohonan hearing kepada Ketua DPRD Banyuwangi terkait belum jelasnya realisasi kebun plasma oleh PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (Alas Sukses Estate). Rabu (22/4/2026). Permohonan tersebut tertuang dalam surat tertanggal 20 april 2026 yang ditandatangani Kepala Desa Kalibarumanis, H. Andrian Bayu Donata, S.H. Desa …

Panitia Musda Ke-III Resmi Buka Pendaftaran Bacalon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pesisir Bara

Admin Redaksi

21 Apr 2026

Pesisir Barat NASIONALPOS.com – Panitia Musyawarah Daerah (Musda) Ke- III DPD Partai Golkar Kabupaten Pesisir Barat resmi mengumumkan pembukaan pendaftaran bakal calon Ketua DPD Kabupaten Pesisir Barat untuk masa bakti 2026-20231 mendatang. Pengumuman ini disampaikan melalui konferensi pers yang digelar di Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Pesisir Barat Lampung, pada Selasa 21 April 2026. Ketua …

Aspirasi Warga Banyuwangi Akan Disuarakan di Ibu Kota, Komunitas IWB Siapkan Massa

- Banyuwangi

20 Apr 2026

Banyuwangi ,Nasionalpos.com – Aspirasi warga Banyuwangi dipastikan akan bermuara ke ibu kota. Komunitas Info Warga Banyuwangi (IWB) menegaskan rencana aksi pada 26 April 2026 di Jakarta bukan sekadar wacana, melainkan langkah terukur yang telah melalui prosedur resmi. Pihak IWB menyebutkan, surat pemberitahuan aksi telah dilayangkan dan diterima oleh aparat, termasuk Polres Jakarta Selatan dan Polda …

Dewas KPK Diminta Selidiki dan Klarifikasi Tudingan Terhadap Faisal Assegaf

Dhio Justice Law

18 Apr 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Barang bukti disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diserahkan aktivis Faisal Assegaf terkait kasus dugaan korupsi di Direktorat Jendral Bea Cukai terus menuai polemik. Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof, TB Massa Djafar mengungkapkan kekawatirannya terhadap KPK yang dicurigai publik telah diintervensi kekuatan politik untuk membungkam kelompok sipil …

Sorotan Publik Terhadap Sultan Madura, H.Her

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

17 Apr 2026

NASIONALPOS.com | PAMEKASAN – Nama Khairul Umam atau yang lebih dikenal dengan sapaan akrab Haji Her, pemilik dari Bawang Mas Group, kini menjadi sorotan publik usai dirinya diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada April 2026. Pemeriksaan ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah publik, terutama karena yang bersangkutan selama ini dikenal getol memperjuangkan terbentuknya …

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Perkuat Seluruh Pos Keamanan serta Rest Area di PT Freeport Indonesia

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

17 Apr 2026

  NASIONALPOS.com | Papua – Pascaserangan mendadak dan mematikan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, TNI bahkan menyiagakan kendaraan tempur taktis, salah satunya panser Anoa Pindad, di sejumlah titik PT Freeport Indonesia. Dengan mengenakan senjata lengkap, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyambangi Rest Area Mile 50 PT Freeport …

x
x