Home » Headline » Pancasilais atau Vampir?

Pancasilais atau Vampir?

Dhio Justice Law 02 Okt 2025 431

Oleh:

Ridwan Umar

(Sekjen Garda Bumiputera dan Direktur Lentera Keadilan Indonesia)

 

NasionalPos.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2025 yang kali ini bertema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya” di lokasi Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Usai upacara, Prabowo menyambangi Museum Pancasila Sakti.

Kegiatan Prabowo itu, diikuti seluruh instansi pemerintah baik sipil maupun milter dengan menggelar upacara. Sayangnya, dimata sebagian publik, hal itu hanya kegiatan seremonial semata tanpa makna.

Perilaku para pejabat eksekutif, legislatif dan yudikatif, mulai dari tingkat pusat sampai ke level bawah tak mencerminkan sikap dan perilaku seorang Pancasilais. Perilaku itu diteladani dari para elit negeri ini yang tak pernah berhenti merampas dan menghabisi hak rakyat layaknya vampir yang menghisap darah korbannya.

Korban para vampir berkedok politisi, pejabat bak pahlawan penyelamat bangsa sudah tak terhitung. Rakyat atau bumiputera sebagai pemilik sah negeri inilah Pancasilais sejati yang berjuang mempertahankan hidup ditengah perilaku zalim para vampir. Bumiputera yang sebagian tak lain anak cucu para pahlawan tanpa tanda jasa, taat pada aturan dan mengais rezeki halal hanya untuk sekedar bertahan hidup. Bumiputera sebagai pemilik sah negeri ini, juga menjaga keharmonisan ditengah keberagaman agama dan budaya negeri.

Fenomena diatas bukan ilusi apalagi bluffing, itu kenyataan pahit yang sudah jadi pengetahuan umum.

 

Pengangguran di Indonesia Tertinggi di Asean

Berdasarkan data World Bank, angka kemiskinan di Indonesia diprediksi meningkat menjadi 194,6 juta jiwa atau jauh diatas 24,06 juta jiwa merujuk pada data September 2024.

Meski, BPS (Badan Pusat Statistik) memiliki standar perhitungan orang miskin berbeda. Dimana BPS mengkategorikan orang miskin jika pengeluarannya dibawah Rp595.242 per kapita per bulan atau sekitar Rp20 ribu per hari.

Namun, sejumlah ekonom menilai kategori perhitungan versi BPS justru sangat miris. Sebab, meskipun kelompok dengan pengeluaran Rp20 ribu per hari itu bisa hidup, tapi tetap akan tergantung pada belas kasih orang lain bahkan bisa terjerat utang.

Publik pun menilai, kategori miskin yang dibuat BPS itu sangat tidak rasional bahkan tak manusiawi. Sebab, seseorang yang mampu mengeluarkan Rp20 ribu perhari sudah dianggap golongan mampu, kenyataannya uang Rp20 ribu hanya untuk beli beras tanpa lauk pauk plus kebutuhan lainnya.

Adapun data BPS terkait pengangguran di Indonesia pada Februari 2025, mencapai 7,28 juta jiwa atau 4,26 persen dari total angkatan kerja. Penyumbang terbesar pengangguran adalah lulusan SMA atau yang sederajat. Besarnya jumlah pengangguran itu, menempatkan Indonesia di peringkat pertama di kawasan Asean pada 2025 ini.

Baca Juga :  Perintah Kapolda Metro Jaya ; Tangkap Debt Collector Berlagak Preman!

 

Para Elit Layaknya Vampir

Kemiskinan di Tanah Air hingga detik ini masih menjadi fokus utama bangsa untuk diatasi, meski ada rasa pesimis dibenak sebagian anak bangsa. Rasa pesimis bukannya tak beralasan, lantaran kemiskinan tampaknya hanya menjadi alat eksploitasi untuk kepentingan politik para elit lokal dan pusat.

Dibenak para elit, rakyat miskin akan mudah dikendalikan khususnya saat pesta demokrasi untuk menentukan pemimpin negeri. Hanya bermodalkan sekantong beras, sebungkus minyak goreng plus uang ratusan ribu rupiah, maka para elit bisa membeli suara rakyat dan berkuasa selama lima tahun.

Ironisnya, ada kalangan terdidik yang andil dalam permainan kotor itu dengan menyajikan hasil survey sebagai legitimasi kemenangan para vampir. Disisi lain, penyelenggara dan pengawas pemilu (KPU dan Bawaslu) tak menjalankan amanah dengan bekerja professional. Penyelenggara pemilu ‘dibantu’ aparat tak jarang ikut dalam skenario para vampir yang disokong oligarki dengan merekayasa aturan dan data-data peserta dan hasil pemilu.

Setelah para vampir dipusat dan daerah berkuasa, maka dimulailah kerja-kerja kotor dengan merampok APBN/APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Negara/Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) yang dikemas dalam proyek pembangunan baik fisik dan non fisik. Bahkan, dana Haji milik Umat Islam dan pengadaan Al-Qur’an pun dikorup, ya itulah para vampir yang tak punya rasa malu dan takut bahkan kepada Allah SWT sang Maha Kuasa.

Para vampir berkuasa dan oligarki pun meraup cuan haram dengan merusak alam dan mengabaikan kepentingan rakyat. Tak jarang, para vampir ‘menggunakan’ tenaga aparat bersenjata dan berdalih penegakan hukum untuk menekan dan meneror rakyat pemilik lahan.

Dalam catatan publik, sejumlah skandal besar korupsi bernilai ratusan triliun hingga ribuan triliun yang terungkap pasca reformasi meski ada yang belum terbukti secara hukum bahkan belum tuntas.

Mirisnya, pelaku korup melibatkan para tokoh yang melahirkan reformasi yang katanya jadi era anti KKN (korupsi, kolusi, nepotisme).

Sejumlah megaskandal mulai di era Gus Dur hingga Jokowi, diantaranya Brunei Gate, Bulog gate, penjualan satelit Indosat, BLBI, Bank Century, proyek Hambalang, PT Masaro, Dana Bansos, BBM oplosan, menara BTS, tambang illegal yang merusak lingkungan serta tanah adat dan kasus besar lainnya.

Belum lagi, kasus calo perkara di lembaga penegak hukum dan peradilan yang melibatkan penegak hukum dan pejabat di institusi penegak hukum.

Tentu bagi publik, megaskandal yang merugikan negara hingga ribuan triliun itu mustahil tak melibatkan para elit atau para vampir. Dibenak para vampir, tak korupsi tak asyik, bahkan besarnya nilai yang dikorup seoleh menjadi prestasi hebat apalagi jika bisa lolos dari jerat hukum dan bisa tetap atau kembali ke pentas politik. Para vampir seolah menjadikan pengalaman korupsi sebagai portofolio untuk menduduki jabatan bergengsi.

Baca Juga :  Bulog Catat Harga Beras Relatif Stabil

Tak jarang para vampir berkamuflase, yang pria tampil bersahaja dengan kostum agamis mengenakan stelan baju koko dan berpeci hitam atau topi haji lengkap dengan sorban sedangkan vampir wanita mengenakan kerudung atau hijab. Mereka tampak santun dihadapan ulama dan para jamaah saat berkunjung ke pondok pesantren, namun sejatinya mereka vampir.

Para vampir juga biasanya tampil di ruang-ruang akademis bicara ‘omong kosong’ soal penegakan hukum, pemberantasan korupsi hingga kesejahteraan rakyat. Bahkan, para vampir tampil di forum-forum dunia atas nama negara berorasi dengan lantang soal demokrasi, HAM, ancaman krisis ekonomi global dan lainnya sambil mengacungkan jari dan sesekali menggebrak meja atau kadang ada vampir yang tampil dengan gaya soft.

Disaat berbeda, para vampir dan keluarganya tampil beda dan flexing (pamer kekayaan dan hidup mewah di sosial media). Mereka tak hanya pamer mobil dan rumah mewah, tapi juga gaya hidup mewah dengan plesiran keliling dunia, bahkan ada yang asyik pesta miras ditemani kepulan asap cerutu bersama para oligarki. Mereka berlomba menunjukkan kelas sosialnya dengan harapan menuai pujian, sementara rakyat yang menyaksikan kepongahan para vampir itu hanya bisa gelelng-geleng kepala dan protes lewat sosial media.

Usai amuk massa di Ibukota dan sejumlah daerah yang berakibat tewasnya 10 orang, kerusakan fasilitan umum dan gedung pemerintah serta penjarahan di rumah sejumlah wakil rakyat dan menteri pada 25 Agustus hingga awal September 2025 lalu, para vampir tampaknya sudah sepakat untuk merubah style-nya di depan publik. Sebagian vampir ada yang tampil dengan kostum dan aksesoris sederhana dan kendaraan murah, tapi mereka lupa di era transparansi ini rakyat tak semudah itu bodohi. Publik meniai perilaku korup para vampir tak berubah, bahkan saling melindungi.

Kini, rakyat atau bumiputera hanya bisa berdoa agar Allah SWT memberi kesabaran menyaksikan perilaku para vampir yang mengklaim diri Pancasilais. Semoga negeri ini tetap aman dan jauh dari amuk massa seperti di Nepal lantaran rakyatnya menganggap pemerintahnya ‘tonedeaf’ (buta tuli).

 

Wallahu a’lam bissawab

(tulisan ini disari dari beragam sumber)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Poros Rawamangun Peringatkan Sudin Dishub Jakarta Timur, agar Bijaksana Dalam Lakukan Penertiban

dito

20 Jun 2026

NationalPos.com, Jakarta- Peristiwa pengemudi ojek online (ojol) yang memohon-mohon hingga menangis histeris karena motornya diangkut petugas Suku Dinas Perhubungan (Sudin Dishub) Jakarta Timur terjadi di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Kendaraan tersebut ditindak karena kedapatan parkir di atas trotoar yang melanggar aturan dan memicu kemacetan. Setelah video yang menayangkan Kejadian tersebut viral, hingga menuai respon simpatik …

KM Fortune Melimpah Disita, Nasib 1 Nahkoda dan 36 ABK Jadi Sorotan

- Banyuwangi

20 Jun 2026

Jakarta, Nasionalpos.com – Tim Kuasa Hukum PT Fortun Berkah Samudra menyampaikan keprihatinan atas penanganan perkara yang saat ini sedang berlangsung terhadap KM. FORTUNE MELIMPAH 99 GT 258. Perkara tersebut tidak hanya berdampak terhadap perusahaan sebagai pemilik kapal, tetapi juga berdampak langsung terhadap 1 (satu) orang nahkoda dan 36 (tiga puluh enam) Anak Buah Kapal (ABK) …

Klarifikasi Dugaan Pungli, SMAN 3 Painan Tegaskan Dana Orang Tua Merupakan Sumbangan Berdasarkan Kesepakatan Bersama

Primadoni,SH

19 Jun 2026

Pessel, Nasionalpos.com — Mencuatnya dugaan pungutan liar (pungli) di SMA Negeri (SMAN) 3 Painan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), pihak sekolah bersama Komite Sekolah dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Sumatera Barat (Sumbar) memberikan klarifikasi terbuka kepada publik. Mereka menegaskan bahwa dana yang selama ini dibayarkan oleh orang tua siswa bukanlah pungutan liar, melainkan sumbangan yang …

Ketum PP- PPM Paramita: PPM Siap sebagai solusi Ketahanan Nasional di bawah naungan Bacadnas

dito

19 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP-PPM), Patriani Paramita Mulia, SH., LL.M, beserta jajaran dan rombongan diterima dengan sangat baik oleh Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas), Letjen TNI Gabriel Lema beserta seluruh pimpinan Bacadnas pada Kamis, 18 Juni 2026 di Markas Besar Badan Cadangan Nasional di Jakarta.   Pada kegiatan ini, Letjen …

PRJ 2026 Tak Berpihak ke Warga Jakarta, Poros Rawamangun Desak Pemprov DKJ Evaluasi PRJ 2026

dito

15 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta Fair 2026 atau Pekan Raya Jakarta sudah di buka oleh Gubernur Pramono Anung pada tgl 12 Juni 2026 merupakan Event yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1968 silam, dan untuk tahun 2026 ini, merupakan pelaksanaannya ke 57 kalinya.   Adapun untuk tahun ini, harga tiket masuk ajang pameran tahunan ini dibanderol mulai dari …

PPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha

dito

14 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat.   Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …

x
x