Home » Headline » Petani Semarang Sebut Biosaka Bikin Cepat Panen

Petani Semarang Sebut Biosaka Bikin Cepat Panen

dito 27 Jul 2023 92

NasionalPos.com, Semarang – Kelompok Tani (Poktan) Ayem Tenang Semarang menyebutkan bahwa penggunaan larutan Biosaka yang dibuat sendiri sebagai ramuan penyubur tanaman membuat masa panen menjadi lebih cepat.

“Panen lebih cepet. Kalau tidak pakai biosaka kurang lebih tiga bulan, pakai biosaka 50 hari sudah siap panen,” kata anggota Poktan Ayem Tenang Jaimin, di Semarang, Kamis 27/7/2023.

Hal itu disampaikannya di sela kunjungan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk panen perdana padi berbiosaka yang ditanam Poktan Ayem Tenang di Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Semarang.

Biosaka adalah gagasan dari Muhamad Anshar, petani asal Blitar, berupa ramuan larutan yang diramu dari minimal lima jenis tanaman seukuran satu genggaman tangan yang diperas dengan air.

Air hasil perasan ramuan dedaunan itulah yang dinamakan biosaka yang berperan sebagai elisitor yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman, sekaligus perlindungan berbasis ekologi.

Baca Juga :  Membedah Alam Pemikiran Dalam Perspektif Indonesia.

“Biosaka itu saya tahu dari dinas (Dinas Pertanian), terus saya terapkan. Itu dari awal benih sampai panen, penyemprotannya tujuh kali. Pertumbuhannya jadi lebih bagus,” katanya.

Untuk kapasitas produksi padi yang berbiosaka itu, Jaimin belum bisa menyebutkan karena baru saja dipanen dan masih dilakukan perhitungan, tetapi jika dilihat dari masa panen sudah terlihat bedanya.

“Kalau dilihat masa panen yang berbiosaka sama yang tidak kan terlihat jauh ya bedanya. Saya gunakan biosaka 14 mililiter untuk dicampur dengan air satu tangki, 15 liter,” pungkasnya.

Ketua Poktan Ayem Tenang Zaenal Arifin mengakui bahwa manfaat biosaka sangat besar, yakni membuat tanaman lebih subur, sekaligus terhindar dari berbagai penyakit, terutama wereng. “Pemupukannya sangat hemat. Dengan biosaka bentuk tanaman sudah subur dan kokoh, nggak perlu dipupuk lagi. Kecuali, pertumbuhan agak kurang, baru dipupuk,” katanya.

Baca Juga :  Jadwal Pembahasan RPJPD 2025-2045 dan RTRW 2024-2044 Ditetapkan Bamus DPRD DKI Jaakrta

Untuk bahan yang digunakan, para petani Poktan Ayem Tenang biasa menggunakan tanaman yang ada di sekitar, seperti berbagai jenis rumput segar untuk diramu menjadi cairan.

“Daerah (pertanian) sini harus menggunakan rumput di daerah sini, tidak bisa dari daerah lain. Karena suplemen yang diserap tanaman bukan dari wilayahnya nggak bisa maksimal,” katanya.

Zaenal menyebutkan kapasitas produksi gabah kering di Poktan Ayem Tenang rata-rata 6 ton per hektare, tetapi untuk panen berbiosaka itu masih dalam penghitungan karena panen masih berjalan.

“Belum ditimbang, baru sampel tadi. Beberapa hari lagi baru bisa. Poktan ini beranggotakan 30 petani dengan luasan areal pertanian 20 hektare. Kalau pertanian satu Kelurahan Tambangan total 50 ha,” ujarnya.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Ketika Meritokrasi Dipertanyakan dalam Pengangkatan Komisaris BUMN

Dhio Justice Law

29 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengangkatan komisaris pada perusahaan-perusahaan BUMN kembali menjadi sorotan publik setelah muncul nama-nama yang memiliki kedekatan dengan figur publik maupun pejabat negara. Misalnya, pengangkatan Barry Tamin sebagai Komisaris Independen di PT Sarinah yang diketahui merupakan adik ipar dari Raffi Ahmad, serta sorotan terhadap pengangkatan Mufli Budi Ananda, yang dikenal sebagai asisten pribadi Raffi …

Himbauan MUI Khutbah Jum’at tentang Cegah Narkoba Sarana Efektif Sadarkan Umat Lawan Penyalahgunaan Narkoba

dito

26 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2026 ini , yang jatuh tepat di tanggal 26 Juni , maka Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan instruksi khusus melalui Surat Himbauan Nomor Kep-63/DP-MUI/VI/2026. MUI mengimbau seluruh masjid dan khatib di Indonesia untuk menggelar khutbah Jumat serentak dengan tema “Bahaya Narkoba dan Penyelamatan Generasi Bangsa …

Dapur MBG beserta Aktivitasnya di Pulogebang Permai, Resah kan Warga, Warga Tuntut Tutup

dito

24 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Meski dapur MBG di komplek Pulogebang Permai RT 01/RW 12 Kelurahan Pulogebang dalam tahap persiapan operasi namun pada realitas nya di duga justru menimbulkan keresahan masyarakat dilingkungan komplek tersebut .   Adapun keresahan itu muncul antara dari soal Amdal yang dicurigai akan berdampak kepada masyarakat sekitarnya, baik masalah Bau, maupun masalah sanitasi, serta …

Poros Rawamangun Peringatkan Sudin Dishub Jakarta Timur, agar Bijaksana Dalam Lakukan Penertiban

dito

20 Jun 2026

NationalPos.com, Jakarta- Peristiwa pengemudi ojek online (ojol) yang memohon-mohon hingga menangis histeris karena motornya diangkut petugas Suku Dinas Perhubungan (Sudin Dishub) Jakarta Timur terjadi di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Kendaraan tersebut ditindak karena kedapatan parkir di atas trotoar yang melanggar aturan dan memicu kemacetan. Setelah video yang menayangkan Kejadian tersebut viral, hingga menuai respon simpatik …

KM Fortune Melimpah Disita, Nasib 1 Nahkoda dan 36 ABK Jadi Sorotan

- Banyuwangi

20 Jun 2026

Jakarta, Nasionalpos.com – Tim Kuasa Hukum PT Fortun Berkah Samudra menyampaikan keprihatinan atas penanganan perkara yang saat ini sedang berlangsung terhadap KM. FORTUNE MELIMPAH 99 GT 258. Perkara tersebut tidak hanya berdampak terhadap perusahaan sebagai pemilik kapal, tetapi juga berdampak langsung terhadap 1 (satu) orang nahkoda dan 36 (tiga puluh enam) Anak Buah Kapal (ABK) …

Klarifikasi Dugaan Pungli, SMAN 3 Painan Tegaskan Dana Orang Tua Merupakan Sumbangan Berdasarkan Kesepakatan Bersama

Primadoni,SH

19 Jun 2026

Pessel, Nasionalpos.com — Mencuatnya dugaan pungutan liar (pungli) di SMA Negeri (SMAN) 3 Painan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), pihak sekolah bersama Komite Sekolah dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Sumatera Barat (Sumbar) memberikan klarifikasi terbuka kepada publik. Mereka menegaskan bahwa dana yang selama ini dibayarkan oleh orang tua siswa bukanlah pungutan liar, melainkan sumbangan yang …

x
x