Home » Headline » PPM Menginisiasi Penerapan Politik Kebajikan Wujudkan Pemilu 2024 Bermartabat & Berintegritas

PPM Menginisiasi Penerapan Politik Kebajikan Wujudkan Pemilu 2024 Bermartabat & Berintegritas

dito 24 Jan 2023 139

NasionalPos.com, Jakarta- Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahunnya ke 42, Pengurus Pusat Pemuda Panca Marga menggelar acara Focus Group Discusion, bertempat di Balai Sarbini Gedung Veteran RI  di Kawasan Plasa Semanggi, Jakarta Selatan, dengan Tema; Urgensi Penyelenggaraan Pemilihan Umum   yang Beradab dan  Bermartabat Demi Kelangsungan Hidup Bangsa dan Pemajuan  Negara Indonesia yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur,

Oleh karena itu, sebagai putra-putri keturunan Veteran RI dan pejuang kemerdekaan RI, PPM berupaya agar Pemilu 2024 dapat terselenggara dengan bersih, bebas dari korupsi dalam segala bentuk dan wujudnya, karena Pemilu 2024 merupakan momentum strategik untuk menyaring, memilah dan memilih kader maupun pemimpin bangsa bagi penyelenggaraan negara dan pemerintahan berkapasitas unggul, andal dan tangguh, dengan menyelenggarakan FGD yang hasilnya akan diserahkan kepada para pihak yang berkepentingan, demikian disampaikan Berto Izaak Doko Ketua Umum PP Pemuda Panca Marga, saat menyampaikan sambutan pembukaan di acara Fokus Group Diskusi tersebut, Selasa, 24/1/2023 di di Balai Sarbini Gedung Veteran RI  di Kawasan Plasa Semanggi, Jakarta Selatan.

“Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 pada tanggal 14 Februari, saat Valentine Day, adalah mekanisme konstitusional negara bangsa Indonesia untuk membentuk pemerintahan bersifat dari, oleh dan untuk rakyat sebagai atribut negara kesatuan berbentuk republik yang menganut demokrasi deliberatif, yaitu Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan-perwakilan, terkait dengan hal tersebut, maka Pengurus Pusat Pemuda Panca Marga terdorong untuk menggelar kegiatan Fokus Group Diskusi sebagai wahana mengelaborasi gagasan yang hasilnya akan diserahkan kepada para pihak yang berkepentingan”ucap Berto Izaak Doko

Adapun Kegiatan Fokus Group Diskusi yang dipandu oleh Sekretaris Wantimpus PPM Suryo Susilo ini menghadirkan  dua narasumber, yakni Dubes Nurracahman Oerip sebagai Pemantik dan Dr. Riant Nugroho, S.IP., M.Si. sebagai pembawa materi, ini diselenggarakan secara online melalui linz zoom, dan juga dilaksanakan secara offline, yang dihadiri sebanyak 50-orang dari jajaran anggota Pengurus Pusat PPM, para anggota Wantimpus PPM, serta nampak pula perwakilan dari KPK, perwakilan PP Pemuda Katolik, maupun dari Lembaga lainnya,  begitu pula di link zoom tercatat sebanyak 20 orang dari kalangan internal PPM di Pusat maupun daerah, serta dari kalangan akademisi, veteran TNI dan dari kalangan generasi milineal.

Baca Juga :  Pemprov DKI Jakarta Dihimbau Jangan Ada Larangan Takbir keliling, Tapi Tertibkan Penyalahgunaan Petasan Di Bulan Suci Ramadhan

Dalam materinya, sebagai pemantik di FGD ini, Dubes Nurracahman Oerip mengatakan bahwa Selama ini pada tiap Pemilu, rakyat sebagai pemilik suara/pemegang kedaulatan pada umumnya bersikap pasif, sekedar follower Parpol. Rakyat tidak berdaulat lagi setelah    meninggalkan tempat pemungutan suara. Aspirasi rakyat juga kerapkali diabaikan Parpol sehingga mereka merupakan The Voice of The Voiceless. Hal itu disebabkan rakyat dalam Pemilu tidak mempunyai daya tawar politik terhadap Parpol. Oleh sebab itu diperlukan Voters education konstruktif menjelang Pemilu 2024 guna menggugah kesadaran kolektif rakyat untuk membangun daya tawar politik bagi kebaikan hidup mereka.

“ Ya, saat ini, kondisi Bangsa Ini sedang tidak baik-baik saja, apalagi menghadapi Pemilu 2024 mendatang, dengan system sekarang ini, cenderung masih memberikan peluang bagi terjadinya korupsi secara proses, dan juga hasilnya pun bakal melahirkan pemimpin ataupun wakil rakyat yang cenderung korup, karena itu perlu adanya Gerakan moral untuk mendesak adanya komitmen terhadap para peserta pemilu, agar tidak korup dan tidak menjadi calon koruptor, dengan berani mengatakan “Kalau Korupsi, Tidak Selamat Dunia Akhirat, kalimat tersebut saya berharap dicantumkan di setiap spanduk calon legislatif di Pusat sampai Daerah, dan juga Capres-Cawapres, sebagai salah satu wujud nyata komitmen untuk Cegah Korupsi”Tukas Dubes Nurracahman Oerip.

Sementara itu, Dr. Riant Nugroho, S.IP., M.Si seorang pakar kebijakan publik, menyampaikan materi tentang bagaimana mewujudkan Pemilu berintegritas, ia mengatakan bahwa untuk menwujudkan Pemilu Berintegritas diperlukan Tri Strategis, Yakni intergritaskan Pemimpin dan Komisioner KPU, perkuat kelembagaan KPU dan juga integritaskan Peserta Pemilu, untuk dapat menerapkan Tri Strategi itu, perlu menerapkan  beberapa langkah, diantaranya adalah seleksi pemimpin berintegritas, menyiapkan system pemilu berintegritas melalui pemanfaatan teknologi digital, kemudian perlu menyiapkan data terintegritas yang benar-benar akuntabel dan kredibel sehingga tidak menimbulkan konflik, selanjutnya melakukan kolaborasi dengan menerapkan prinsip Penthahelikal, yakni Pemerintah, Partai Politik, Publik, Pers & Pakar.

Baca Juga :  Terpilihnya Cak Imin sebagai Cawapres Anies, Pengamat BRIN : Tak Ada Pengkhianatan

“Yang namanya pemilu itu seharusnya tidak ada konflik, karena pemilu sebuah pemilihan yang sistematis dan memiliki aturan main, oleh karena itu sebenarnya KPU menjadi leader strategis yang bisa mengeluarkan kebijakan strategis untuk menciptakan pemilu damai tanpa konflik, KPU bukan sebagai leader teknis, yang kemudian mengabaikan hal strategis “ucap Dr. Riant Nugroho, S.IP., M.Si.

Dari penyampaian dua narasumber, dan beberapa tanggapan dari para peserta, maka diakhir kegiatan FGD ini, disampaikan suatu MEMORANDUM Tentang KEBAJIKAN POLITIK BAGI KEMASLAHATAN BANGSA, yang isinya sebagai berikut :

  1. Penyelenggaraan Pemilihan Umum 2024 yang beradab dan bermartabat adalah keniscayaan dan bersifat mendesak bagi terwujudnya sistem dan perangkat penyelenggaraan negara yang berkualitas.
  2. Korupsi sebagai kejahatan kemanusiaan merupakan musuh bersama masyarakat sehingga wajib diperangi pula dengan kekuatan spiritualitas keimanan dengan mengaktualisasikan kesalehan ritual menjadi amal kebajikan kesalehan sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  3. Penyelenggara negara dan pemerintahan wajib berkomitmen pada etika bernegara secara beradab, yaitu: berintegritas, jujur dan bertanggung jawab bagi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik.

Setelah pembacaan Memorandum  tersebut yang dibacakan oleh Dubes Nurracahman Oerip, acara ini ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dari Berto Izaak Doko Ketua Umum PP Pemuda Panca Marga kepada para pembicara. (*dit)

 

 

 

 

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

DPD Partai Hanura Jabar Gelar Musda 2026 di Bandung

Suryana Korwil Jabar

28 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026 di Hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan No. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat Partai Hanura, Ketua DPD …

Partai Hanura Gelar Musda 2026 di Bandung, Fokus pada Regenerasi Kepemimpinan

Suryana Korwil Jabar

28 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026. Yang berlangsung di sebuah hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan, no. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat …

x
x