- daerahPremanisme di Balik Sengketa, Ahli Waris Iqbal Adiguna Ungkap Adanya Intimidasi dan Paksaan
- daerahRespons Aspirasi Pedagang, Pemdes Cipendeuy Buka Dialog Soal Sistem Parkir Pasar Cipeundeuy
- HeadlineMomentum Kedua Anas Urbaningrum dalam Pentas Politik Nasional
- daerahCegah Tawuran dan Balap Liar, Tim Siaga C Polres Pesisir Selatan Sisir Titik Rawan
- daerahTanda Tangan Ketua DPRD Diduga Dipalsukan, Skandal Undangan PAW Pesibar Memanas: Siapa Aktor Intelektualnya

Prabowo Pahamilah Filosofi Siri’ Na Pacce
Oleh: Ridwan Umar
(Sekjen Gerakan Daulat Bumiputera dan Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI)
NasionalPos.com, Jakarta – Himbauan Presiden Prabowo Subianto kepada rakyat untuk menghormati pemimpin dan mantan pemimpin dengan cara mengangkat setinggi-tingginya kebaikannya dan memendam kekurangannya, masih menjadi bahan perdebatan di tengah masyarakat.
Bagi publik, pernyataan Prabowo saat peresmian Pabrik Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Banten, Kamis (6/11/2025) tersebut, tentu memiliki makna atau pesan mendalam mengingat posisinya sebagai kepala negara.
Terlebih, himbauan Prabowo itu dibalut dalam kalimat filosofi Jawa, yakni mikul duwur mendem jero atau kurang lebih diartikan memikul (menjunjung) tinggi kehormatan (leluhur, orangtua, guru atau pemimpin) dan mengubur (menyembunyikan atau menutup dalam) aib, kekurangan, kesalahan leluhur, orangtua, guru atau pemimpin. Sampai disitu, tentu publik bisa menerima makna luhur dan mulia dibalik kalimat tersebut.
Namun, kalimat berikutnya yang dilontarkan Prabowo menyinggung kedekatannya dengan mantan Presiden Jokowi yang sedang dikritik keras publik terkait sejumlah dugaan skandal korupsi, kolusi, nepotisme (KKN), tak pelak membuat geram publik.
Prabowo pun menyebut Jokowi sebagai hopeng (dialek hokkian, Tionghoa yang berarti teman baik). Disisi lain, Prabowo juga menyatakan bertanggungjawab penuh atas kisruh pembayaran hutang proyek kereta cepat Woosh yang diduga ada mark-up dan ditengarai menyeret Jokowi, Luhut dan Erick Thohir.
Prabowo menyatakan akan menggunakan uang rakyat melalui pajak untuk melunasi hutang Indonesia kepada China terkait proyek kereta cepat Woosh.
Pernyataan itupun dimaknai publik sebagai upaya Prabowo untuk ‘pasang badan’ melindungi Jokowi, keluarganya dan kroninya yang diduga terseret sejumlah kasus KKN dan dugaan kebohongan publik serta pelanggaran konsitusi terkait ijazah Presiden Jokowi dan sang anak Gibran Rakabuming Raka yang kini menjabat wapres. Kini, kasus ijazah Jokowi telah menjadikan Rismon Cs sebagai tersangka fitnah dan sebelumnya Gus Nur dan Bambang Tri telah dibui.
Raja Majapahit Tak Anti Kritik
Jika kritik rakyat yang dilontarkan kepada pemimpinnya dimaknai sebagai sikap tidak sopan atau tidak menghormati pemimpin dan dianggap bertentangan dengan filosofi mikul duwur mendem jero, maka mari kita coba bercermin pada kisah legendaris Raja Majapahit Hayam Wuruk.
Dikisahkan, seorang pejabat tinggi keagamaan Buddha bernama Mpu Prapanca mengkritik sang Raja Hayam Wuruk penganut agama Hindu Siwa karena diangap tak adil pada rakyatnya.
Raja Hayam Wuruk yang beragama Hindu Siwa lebih mementingkan pembangunan dan pemeliharaan tempat ibadah Umat Hindu Siwa. Lalu, Mpu Prapanca mewakili umat Buddha mengirim surat kepada Raja Hayam Wuruk sebagai bentuk ‘protes’ atau kritik. Menerima kritik dari bawahannya yang mewakili sebagian rakyatnya itu, Raja Hayam Wuruk tidak tersinggung apalagi marah. Dengan bijak, Raja Hayam Wuruk bukan hanya menerima kritik itu, tapi langsung menindaklanjuti dengan bersikap adil soal pembangunan dan pemeliharaan tempat ibadah semua agama yang dianut rakyatnya.
Di sisi lain, dalam budaya Jawa juga dikenal tapa pepe atau ritual mengadu kepada raja. Tradisi tapa pepe di Kraton Yogyakarta Hadiningrat merupakan perwujudan dari sikap jiwa besar dari sang raja yang mau mendengar keluhan rakyatnya.
Rakyat atau abdi dalem berhak menyampaikan keluhan atau aspirasi langsung kepada sang raja dengan menggelar tapa pepe, caranya duduk berjemur di bawah terik matahari di Alun-alun Kraton.
Ritual tapa pepe ini, tampaknya ada kemiripan dengan cara mahasiswa atau masyarakat yang menggelar aksi protes di depan gedung parlemen atau kantor pemerintahan.
Maka sepatutnya, pemimpin negeri ini bisa mencontoh para leluhur yang bijak dalam memimpin. Pemimpin sejati tak boleh marah apalagi represif juga tak boleh sekedar mendengar tapi menindaklanjuti keinginan rakyatnya dengan penuh tanggungjawab.
Filosofi Siri’ Na Pacce
Sebenarnya, setiap leluhur suku-suku di negeri tercinta ini telah mewariskan nilai-nilai luhur nan mulia bagi penerusnya. Tak satupun nilai buruk yang diajarkan, bukan hanya untuk kemaslahatan suku atau golongan tapi juga dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
Akan halnya suku Bugis – Makassar yang memegang teguh falsafah hidup siri’ na pacce. Dalam lontara La Toa yang berisi petuah-petuah (paseng), makna siri’ adalah harga diri atau kehormatan atau bisa bermakna pernyataan sikap yang tidak serakah terhadap kehidupan duniawi. Sedangkan makna pacce adalah rasa empati atau soliditas terhadap sesama anggota komunitas yang dalam konsep bernegara bisa dimaknai soliditas sesama anak bangsa.
Dalam kehidupan sosial bermasyarakat, suku Bugis- Makassar dituntut memiliki keberanian, pantang menyerah sehingga memiliki orientasi yang sanggup menghadapi semua tantangan hidup.
Karena itu, suku Bugis – Makassar berpedoman pada paseng leluhur yakni senantiasa berkata benar (ada’ tongeng), jujur atau bersikap lurus (lempu), memiliki sikap, keyakinan dan pendirian (getteng), saling menghormati (sipakatuo), pasrah/tawakkal pada kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa (mappesona ri dewata seuwae).
Itulah wujud dari filosofi siri’ na pace yang dipegang teguh suku Bugis – Makassar untuk menjaga kehormatan dan soliditas antarsesama. Seorang keturunan Bugis – Makassar harus berani mengatakan kebenaran dihadapan pemimpin. Sebaliknya, pemimpin harus berani menanggung resiko dari kesalahan yang telah dilakukan, misalnya dengan meminta maaf atau mengundurkan diri dan menanggung dampak hukum atas perbuatannya. Pemimpin tak boleh larut dan haus pujian.
Bercermin dari hal di atas, maka pemimpin sejati itu tidak anti kritik dan pantang berlindung dibalik filosofi mulia leluhur demi mempertahankan kekuasaan. Demi harga diri, seorang pemimpin sejati harus mengutamakan kemaslahatan bangsa diatas kepentingan hopeng, kelompok dan keluarga.
Maka, selayaknya Presiden Prabowo lebih memahami filosofi dari berbagai suku di negeri ini, termasuk siri’ na pacce dari Bugis – Makassar.
Wallahu a’lam bishawab
(Tulisan ini disari dari beragam sumber)
Dewi Apriatin
02 Mar 2026
Bandung Barat,NASIONALPOS .COM<> 2 Maret 2026 – Pemerintah Desa Cipendeuy, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, angkat bicara terkait polemik pemasangan sistem gateway parking di Pasar Tradisional Cipeundeuy yang sebelumnya disebut dilakukan tanpa sosialisasi dan perencanaan matang. Kepala Desa Cipendeuy, Rusmana, menegaskan bahwa proyek tersebut bukanlah kebijakan mendadak. Menurutnya, program itu telah dirancang sejak beberapa bulan …
Dhio Justice Law
01 Mar 2026
Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Pesta Demokrasi Tanah Air masih tiga tahun lagi, namun publik mencermati mesin politik mayoritas partai politik mulai dipanaskan. Branding partai dan sosok atau figure pun dibangun. Meski ada pesimis dibenak sebagian publik Tanah Air menyaksikan sepak terjang para elit politik yang kerap mengecewakan dan tak …
Admin Redaksi
28 Feb 2026
NASIPNALPOS.com PESISIR BARAT, 28 Februari 2026 – Aroma skandal mencuat dari gedung DPRD Kabupaten Pesisir Barat. Tanda tangan Ketua DPRD dalam surat undangan pertama pelantikan Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD diduga dipalsukan. Kasus yang sempat menjadi bisik-bisik internal kini resmi memasuki babak hukum. Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Barat, Mohammad Emir Lil Ardi, atau yang …
Dewi Apriatin
27 Feb 2026
Darurat Tak Bisa Menunggu: Dugaan Kelalaian IGD RSUD Cikalong Wetan Uji Kepatuhan Hukum BANDUNG BARAT – Dugaan tersendatnya penanganan pasien sesak napas di IGD RSUD Cikalong Wetan bukan sekadar isu pelayanan. Ini menyentuh jantung kewajiban hukum rumah sakit dalam kondisi gawat darurat. Video yang beredar memperlihatkan kepanikan keluarga yang merasa anaknya tidak segera ditangani. Di …
Dhio Justice Law
26 Feb 2026
Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Pada 25 Februari 2026, Komando Barisan Rakyat (KOBAR) genap berusia 11 tahun. Sebagai sebuah organisasi gerakan, perjalanan panjang telah dilalui KOBAR. Ia telah melalui sejumlah fase; Pembentukan, Konsolidasi, ujian internal hingga ujian eksternal. Dalam pengamatan publik, KOBAR pun telah melewati beragam dinamika tak hanya …
Primadoni,SH
25 Feb 2026
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Anggota Komisi VIII DPR RI, Lisda Hendrajoni, melakukan kunjungan ke lokasi Hunian Sementara (Huntara) korban banjir dan longsor di Nagari Puluik-Puluik, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (23/2). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi warga terdampak bencana yang saat ini masih menempati Huntara. Sebanyak …
21 Nov 2024 1.508 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.258 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
17 Mei 2022 1.185 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
23 Jul 2025 1.111 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
28 Jul 2025 1.092 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
31 Okt 2024 1.042 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …
09 Jul 2025 1.040 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …



Comments are not available at the moment.