Home » Top News » Praktisi Hukum Mengapresiasi KPK Bernyali Bongkar Makelar Kasus Di Mahkamah Agung

Praktisi Hukum Mengapresiasi KPK Bernyali Bongkar Makelar Kasus Di Mahkamah Agung

dito 15 Jul 2023 170

NasionalPos.com, Jakarta– Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menahan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) nonaktif Hasbi Hasan pada Rabu kemarin, 12 Juli 2023. Hasbi ditahan terkait kasus dugaan suap penanganan perkara kasasi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana di MA.

Hasbi diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, selama kurang lebih 5 jam. Mulai dari pukul 10.30 WIB hingga 16.30 WIB pada Rabu, 12 Juli 2023. Hasbi yang keluar dengan tangan terborgol dan mengenakan rompi oranye irit bicara.
“Dalam hal untuk kepentingan penyidikan, penyidik melakukan penahanan terhadap tersangka HH selama 20 hari ke depan di rutan KPK Gedung Merah Putih,” kata Firli, Rabu 12 Juli 2023 kemaren lusa.

Sontak saja, penangkapan dan penahanan Hasbi Hasan Sekretaris Mahkamah Agung ini, mendapatkan berbagai tanggapan dari kalangan, termasuk dari praktisi hukum, salah seorang diantaranya adalah Presidium Dewan Pimpinan Pusat Kongres Advokat Indonesia (KAI),Andi Darwin Ranreng,SH, MH, saat dihubungi awak media,

Ia mengatakan bahwa terkait dengan pejabat MA yakni Sekretaris Mahkamah Agung Hasbi Hasan, yang diduga terlibat dalam konspirasi bersama secara sadar maupun tanpa disadari telah melakukan dugaan kejahatan merubah sebuah keputusan Kasasi berdampak menguntungkan pihak terdakwa, maka ini sudah memasuki dunia baru babak baru dengan yang bersangkutan menjadi tahanan KPK.

Baca Juga :  Wawako Rustam Effendi Hadiri Apel Tahunan Pondok Pesantren Al Madani

“Jadi segala sesuatu prosesnya kita hormati, jadi diharapkan juga para penegak hukum tidak tumpul ke atas runcing ke bawah, maka masyarakat bisa melek hukum, dan setidaknya ini jugamerupakan babak baru kinerja KPK untuk memberantas KKN, saya sangat mengapresiasi kinerja KPK,”ucap Andi Darwin Ranreng,SH, MH yang juga berpofesi sebagai pengacara publik kepada awak media, Sabtu, 15/7/2023 di Jakarta.

Kinerja KPK kali ini, lanjut Andi Darwin Ranreng,SH, MH, patut diapresiasi karena telah berhasil mengendus, mengungkap, membongkar dan bahkan menangkap satu-persatu pelaku sesuai kapasitas maupun kapabilitas yang diduga terlibat dalam suatu konspirasi yang sangat rapi untuk mengatur putusan kasasi kasus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana di MA, ini suatu prestasi luar biasa dari kinerja KPK, yang membuat masyarakat mengetahui adanya kejahatan di Lembaga peradilan yang bisa diatur oleh “makelar kasus”berkonspirasi dengan aparat hukum,

Baca Juga :  Berikan Pelayanan Prima Kepada Masyarakat, Kapolres Tegal Kota Pimpin Langsung Giat AG Pagi

“ Ini kemajuan, bagi KPK, dan ini juga koreksi bukan hanya bagi aparat hukum terutama di lingkungan peradilan, melainkan juga insan peradilan lainnya, agar tidak mengotori Lembaga peradilan dengan melakukan tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme yang berdampak tidak hanya merugikan masyarakat, akan tetapi juga bisa berdampak turunnya kepercayaan masyarakat terhadap Lembaga peradilan.”tukas Andi Darwin Ranreng,SH, MH.

Nah, imbuhnya, kalau masyarakat sudah tidak percaya dengan Lembaga peradilan, itu sangat membahayakan suatu kedaulatan negara, bisa kacau semua bisa terjadi chaos, ini sangat membahayakan bagi kehidupan berbangsa dan bermasyarakat di sebuah negara.

“Oleh karena itu, saya mengapresiasi dan mendukung segala upaya untuk mencegah terjadinya korupsi, gratifikasi, suap dll terjadi di Lembaga peradilan yang di lakukan oleh oknum aparat hukum.”pungkas Andi Darwin Ranreng,SH, MH

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Sempat Kejar-kejaran di Kebun Sawit, Tim Tabur Kejari Pessel Akhirnya Berhasil Amankan DPO Terpidana Kasus Kehutan

Primadoni,SH

28 Agu 2026

Pessel , Nasionalpos.com — Operasi penangkapan Daftar Pencarian Orang (DPO) terpidana kasus tindak pidana kehutanan di Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (28/8/2026), berlangsung menegangkan. Tim Tabur Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan harus melakukan pengejaran hingga ke area kebun sawit setelah terpidana Marsedes Pgl. Sedes melakukan perlawanan saat hendak dieksekusi. Seperti diketahui, …

Pisah Sambut Kepala SMAN 12 Padang, Gusnaldi Serahkan Kepemimpinan kepada Evide

Zulwandi

26 Agu 2026

Padang, Nasionalpos.com — SMAN 12 Padang menggelar acara pisah sambut kepala sekolah, Senin (24/8/2026), sebagai momentum serah terima kepemimpinan dari Pelaksana Tugas (PLT) Kepala SMAN 12 Padang, Gusnaldi, M.Pd., kepada kepala sekolah definitif, Evidel, S.Pd. Acara tersebut dihadiri Kasi SMA Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Alit Anugrah Maria, M.Pd., yang mewakili Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) …

Ojol jadi UMKM, ganti Istilah bukan Ganti nasib, Perpres no 27 tahun 2026 Rentan Di gugat Di batalkan

dito

23 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ojol bakal resmi menyandang status UMKM. Pemerintah bilang ini kabar baik. Tapi coba tanya: apa yang benar-benar berubah buat pengemudi di jalan?     Selama bertahun-tahun, status ojol ada di zona abu-abu, bukan buruh, bukan juga pengusaha. Sekarang lewat Perpres 27/2026, status itu “diselesaikan.” Jutaan pengemudi otomatis jadi pelaku usaha mikro. Tanpa daftar. …

TB Massa: Prabowo Pimpin Revolusi Atau Melanjutkan Pola Rezim Lama?

Dhio Justice Law

23 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Saatnya Presiden Prabowo Subianto memimpin revolusi untuk menjawab keraguan rakyat. Saat ini, ada sebagian masyarakat yang menilai Pemerintahan Prabowo hanya kelanjutan dari rezim Jokowi. Pengamat politik sekaligus Ketua Program Studi Doktor Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof. Dr. TB Massa Djafar, mengatakan keresahan masyarakat terhadap berbagai persoalan nasional semakin meningkat. …

Dua Bulan untuk 13.044 SPPG: Mana Roadmap BGN?

dito

23 Agu 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Pius Luistrilanang mantan anggota BPK RI dan mantan kader Partai Gerindra    Pemerintah menyampaikan bahwa penyelesaian sekitar 13 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang masih berada dalam tahap persiapan membutuhkan waktu hingga dua bulan. Berdasarkan data BGN, jumlah tepatnya mencapai 13.044 SPPG Proses Persiapan. Selain itu, terdapat 27.469 …

MAPPI & Dosen Usakti Desak KPK Tangkap Ainun Naim atas Dugaan Keterlibatan Kasus Google Cloud

dito

19 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Sebanyak ratusan orang dari Masyarakat Aliansi Peduli Pendidikan (MAPPI) menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu, 19/8/2026   Mengusung tuntutan agar Mendesak KPK agar segera memanggil Ainun Na’im Sekjen Kemendikbudristek 2019-2021, terkait penyidikan dugaan korupsi pengadaan Google Cloud di Kemendikbudristek di bawah kepemimpinan Nadim Makarim     ” Ya, …

x
x