- daerahDP3A Kota Bandung Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria dalam Keluarga
- Top NewsKemenag Muratara-STAIS BS Tandatangani PKS Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
- Top NewsSekda Hadiri Pelantikan Pengurus PGRI Cabang Kecamatan dan Cabang Khusus Kota Lubuk Linggau * Masa Bakti 2026-2030
- daerahWujudkan Kebijakan Disdik Sumbar, SMKN 1 Painan Antar Langsung Ijazah ke Rumah Alumni
- daerahDP3A Kota Bandung Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria di Bandung Wetan

Rencana Pemblokiran NIK KTP di DKI Jakarta, RT-RW Tidak DiLibatkan Pembahasannya, Diduga Sumber Hukumnya Rancu & Rentan Disalahgunakan, Sebaiknya Ditunda saja
NasionalPos.com, Jakarta– Rencana kebijakan pemblokiran NIK KTP elektronik, dengan alasan sebagai upaya menertibkan administrasi kependudukan di mana penduduk ber-KTP DKI Jakarta harus secara de facto tinggal di wilayah DKI Jakarta. Dengan penertiban administrasi kependudukan, pemberian bantuan sosial kepada warga pun dapat lebih tepat sasaran dan akurat.
Rencana kebijakan tersebut pun, tampaknya mendapatkan respon beragam dari kalangan masyarakat, dan bahkan menjadi perbincangan hangat oleh berbagai lapisan masyarakat, salah seorang diantaranya dari seorang tokoh masyarakat, sebut saja Poly Siahaya.
Ketika di hubungi wartawan, Polly Siahaya mengatakan bahwa penertiban itu, dipicu oleh adanya kondisi kekacauan dari pengurusan hingga kepemilikan dokumen kependudukan, dan hal itu terjadi Akibat KTP berlaku Seumur hidup dan berlaku secara nasional maka dengan sendirinya si warga tidak lagi berinteraksi dengan pengurus Lingkungan RTRW atau dengan pihak kelurahan, sehingga RT RW tidak mengetahui bahkan tidak mengenal asal usul si pemilik NIK KTP yang berdomisili di wilayahnya.
“Dengan kondisi tersebut, memang suka tidak suka Ketua RT-RW harus ikut menertibkan Data Kependudukan di lingkungannya.”ucap Polly Siahaya yang juga salah seorang inisiator dan salah satu Pendiri Forum RT RW Provinsi DKI Jakarta kepada awak media, Senin, 8 Mei 2023 di Jakarta.
Menurut Polly, mengenai penertiban dokumen kependudukan, seharusnya bagi warga yang masih numpang alamat domisili harus ada Izin dari pemilik Rumah, apabila pemilik Rumah Keberatan maka warga tersebut harus segera pindah ke Alamat Domisili yang baru, tentunya hal itu harus di ketahui oleh RT RW, melalui Surat pengantar RTRW saat membuat dokumen kependudukan (KTP dan Kartu Keluarga), karena itu perlu diaktifkan kembali Surat pengantar RT-RW dan harus ada Tanda Tangan Ketua RT pada Kartu Keluarga.
“Pada prinsipnya kami setuju dengan penertiban NIK KTP, terutama NIK WARGA yang telah meninggal dunia saat akte kematiannya telah diterbitkan, karena kalau tidak diblokir NIK KTPnya, diduga masih banyak nama nama warga yg sudah meninggal dunia dapat di salah gunakan dalam Daftar Pemilih Sementara di Pemilu dan Daftar penerima Manfaat (bansos).”ungkap Polly Siahaya tokoh masyarakat yang tinggal di Kawasan Kebon Melati, Tanahabang.
Namun demikian, lanjut Polly, kebijakan pemblokiran NIK KTP itu oleh Dinas Dukcapil Provinsi DKI Jakarta sepatutnya di dasarkan pada Undang-Undang No.24 Tahun 2013 tentang administrasi kependudukan, persoalannya sekarang, di undang-undang tersebut tidak mengatur ketentuan mengenai pemblokiran NIK KTP, sedangkan surat keputusan No.100 Tahun 2023 tentang pedoman pemblokiran NIK KTP yang diterbitkan Kadis Dukcapil DKI Jakarta telah mencantumkan dasar hukumnya adalah Undang-Undang No.24 Tahun 2013 tentang administrasi kependudukan, sehingga hal ini menjadi kerancuan dan membingungkan warga.
“Inikan bicara kepatutan, apakah patut, Surat Keputusan Kadis Dukcapil tersebut dilaksankan dengan mengabaikan Undang-Undang No.24 Tahun 2013 tentang administrasi kependudukan, yang tidak mengatur tentang pemblokiran NIK KTP, padahal di Undang-Undang tersebut jelas disebutkan NIK KTP itu bersifat permanen dan privat.”tukas Polly.
Polly juga mengungkapkan bahwa di dalam surat keputusan No.100 Tahun 2023 tentang pedoman pemblokiran NIK KTP yang diterbitkan Kadis Dukcapil DKI Jakarta, juga mencantumkan penon-aktifan NIK KTP berasal dari keberatan oleh pemilik atau pengelola rumah kontrakan, yang notabene adalah pihak luar yang bukan pemilik NIK KTP, dan hal ini rentan terhadap penyalahgunaan untuk kepentingan tertentu, misalnya tiba-tiba NIK seseorang dinonaktifkan maka yg bersangkutan bisa kehilangan Hak Pilih sebagai warga negara.
“Hal tersebut perlu diwaspadai menghadapi Tahun politik, untuk itulah, maka sebaiknya penertiban administrasi kependudukan melalui pemblokiran NIK KTP, ditunda saja, sebab selain adanya kerancuan dalam dasar hukumnya, juga bisa memicu munculnya tindakan kesewenang-wenangan seseorang untuk melakukan pemblokiran NIK KTP yang bisa berdampak hilangnya hak suara di pemilu 2024 mendatang.”tandas Polly.
Di akhir perbincangan dengan wartawan, Polly menegaskan sudah sepatutnya Tugas DUKCAPIL harus terus menerus melakukan verifikasi data kependudukan mengingat pergerakan kependudukan masuk dan keluar Jakarta sangat cepat setiap hari untuk itu perlu kerja sama yang intens dengan para KETUA RT dan KETUA RW, nah soal NIK KTP ganda atau pemilik NIK KTP yang sudah meninggal dunia, itu boleh di blokir NIK KTPnya, tapi harus dikoordinasikan terlebih dahulu ke ketua RT maupun ketua RW, serta ketentuan peraturan perundang-undangannya harus jelas dan baku, karena bagaimanapun Indonesia negara hukum, punya hirarki sumber hukum dari mulai Pancasila, UUD45, Peraturan Presiden dst, semua kebijakan harus mengacu pada sumber hukum diatasnya, kalau nggak sesuai dengan sumber hukum diatasnya, bisa menimbulkan kekacauan hukum sehingga bisa memunculkan konflik, lebih baik batalkan saja kebijakan tersebut, jangan dipaksakan.
“Saya berharap sebelum membuat kebijakan, dukcapil harus juga mencermati sumber hukumnya donk, kalau nggak ada jangan dipaksakan, selain itu, dukcapil sepatutnya mengundang dan berdiskusi dengan pihak RT-RW, supaya tidak terjadi miskomunikasi, karena apapun yang terjadi Ketua RT maupun Ketua RW akan menjadi garda terdepan menghadapi masyarakat yang terdampak atas kebijakan yang di keluarkan oleh Dukcapil, masyarakat sekarang ini tidak seperti dulu, mereka selalu bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah, intinya kebijakan itu jangan bikin cemas warga, kami ketua RT RW yang bakal kena getahnya ikutan cemas.”pungkas Polly.
dito
15 Jun 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta Fair 2026 atau Pekan Raya Jakarta sudah di buka oleh Gubernur Pramono Anung pada tgl 12 Juni 2026 merupakan Event yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1968 silam, dan untuk tahun 2026 ini, merupakan pelaksanaannya ke 57 kalinya. Adapun untuk tahun ini, harga tiket masuk ajang pameran tahunan ini dibanderol mulai dari …
dito
14 Jun 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat. Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …
Dhio Justice Law
12 Jun 2026
Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …
Dhio Justice Law
11 Jun 2026
Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …
Primadoni,SH
10 Jun 2026
Pesisir Selatan, Naainalpos.com – Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Dedie Tri Hariyadi, didampingi Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Wilayah Sumatera Barat, Seftie Dedie, melaksanakan kunjungan kerja ke Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan pada Rabu (10/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, Kajati Sumbar turut didampingi Asisten Pembinaan, Asisten Tindak Pidana Khusus, Kepala Bagian Tata Usaha serta rombongan dari Kejaksaan Tinggi …
dito
06 Jun 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta kini berada dalam kondisi darurat sampah dengan produksi harian mencapai lebih dari 9.000 ton, di mana sekitar 7.500 ton di antaranya dibuang ke TPST Bantargebang. Kapasitas penampungan di Bantargebang telah berada di ambang batas kritis, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo Ketua LSM Biru Voice kepada wartawan, Sabtu, 6 Juni 2026 di …
21 Nov 2024 1.966 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.561 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
17 Mei 2022 1.408 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
28 Jul 2025 1.355 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
23 Jul 2025 1.319 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.285 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.177 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.