Home » Nasional » daerah » Sambut 50 Tahun Gua Maria Anjungan, KAP Bakal Gelar Lomba Cipta Lagu Etnis Bertema Maria

Sambut 50 Tahun Gua Maria Anjungan, KAP Bakal Gelar Lomba Cipta Lagu Etnis Bertema Maria

dito 14 Feb 2023 654

NasionalPos.com, Pontianak-  Bertepatan menyambut 50 tahun Gua Maria Ratu Pencinta Damai Anjungan, Kalimantan Barat, di wilayah Keuskupan Agung Pontianak dan secara umum Wilayah Kalimantan Barat (Keuskupan Sanggau, Keuskupan Ketapang dan Sintang), diperoleh informasi adanya  berkat itu untuk turut menyumbangkan daya cipta lagu etnis yang digelar, dengan mendapatkan berkat dari Uskup Agustinus, pada acara yang digelar pada  29 April 2023 mendatang, dalam bentuk kegiatan Lomba Cipta Lagu Etnis Maria dalam rangka 50 tahun Gua Maria Ratu Pencinta Damai Anjungan.

Sementara itu, Kabar gembira ini sudah di launching langsung oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus pada 2 Februari 2023 di Anjungan kemarin, bertepatan dengan misa pemberkatan salib IYD dan penutupan Temu Pastores Keuskupan Agung Pontianak.

Di kesempatan itu, Uskup Agustinus mengajak seluruh umat Katolik baik diwilah Keuskupan Agung Pontianak maupun tiga Keuskupan yang ada di Kalimantan Barat lainnya. Diantaranya ada Keuskupan Ketapang, Keuskupan Sanggau dan Keuskupan Sintang.

Baca Juga :  Ketua FPK Provinsi DKI Jakarta Wakafkan kitab Suci Al-Qur’an Di Jumaat Berkah

Di depan seluruh Pastor Paroki Keuskupan Agung Pontianak, dan sejumlah utusan OMK seluruh paroki Keuskupan Agung Pontianak Bapa Uskup resmi membuka secara resmi Lomba Cipta Lagu Etnis yang bertema “Maria”.

Etnis yang dimaksudkan oleh Bapa Uskup Agustinus adalah bisa bernuansa Tionghua, Melayu atau Dayak. Seluruh peserta diajak untuk bebas berkreasi untuk memberikan persembahan yang terbaik untuk 50 Tahun Gua Maria Ratu Pencinta Damai Anjungan yang berbersejarah itu.

Sedikit gambaran, hadirnya Gua Maria Anjungan di Keuskupan Agung Pontianak merupakan peristiwa yang boleh dikatakan sebuah mukjizat pengampunan antar etnis yang kala itu sempat diadu domba oleh kepentingan politik masa “demonstrasi’ dari orang Dayak terhadap orang Tionghoa yang berakibatkan korban nyawa dan harta yang begitu banyak tepat pada 17 Oktober 1967 lalu.

Baca Juga :  Cegah Karhutla Terus Terjadi, Legislator Dorong Pendekatan Kearifan Lokal

Peristiwa kelam itu diobati oleh kehadiran Gua Maria Ratu Pencinta Damai dan tepat pada 29 April 1973, Mgr. Hieronymus Bumbun, OFM.Cap yang pada saat itu masih pastor dan menjabat sebagai Vikjen Keuskupan Agung Pontianak, meresmikan dan memberkati Gua Maria Anjongan yang kemudian diberi nama “Maria Ratu Pecinta Damai”. Uskup Agunng pada waktu itu dijabat oleh Mgr. Herculanus Joannes Maria van der Burgt, OFM.Cap. (31 Jan 1961- 2 Juli 1976).

Sejak saat itulah gua Maria Ratu Pecinta Damai Anjongan resmi digunakan oleh umat Katolik sebagai tempat ziarah. Pelayanan pastoralnya dilaksanakan oleh P. Herman Yosep van Hulten, OFM.Cap yang bertugas di Paroki Menjalin (1964-1974). (*Red/By. Samuel – KOMSOS Keuskupan Agung Pontianak)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Perkumpulan Konsumen Transportasi online, Usulkan Status Hybrid bagi Ojol dan pembentukan BLU bid Transportasi Online Berbasis Koperasi

dito

12 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Menanggapi usulan pemerintah agar ojol Berstatus sebagai pelaku UMKM, kepada wartawan, Ign Wibowo ketua umum Perkumpulan Konsumen Transportasi online, Rabu, 12/8/2026 di Jakarta, ia mengatakan bahwa pihaknya sangat tidak setuju jika ojol di masukkan sebagai pelaku UMKM, pasalnya ojol bukan pelaku usaha mandiri seperti pelaku UMKM yang lain, karena tergantung pada penyedia layanan …

Lagi-Lagi Kabupaten Pesisir Selatan Raih Nilai Terbaik, JDIH Diganjar Predikat AA Istimewa

Primadoni,SH

12 Agu 2026

Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pengelolaan dokumentasi dan informasi hukum. Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Kabupaten Pesisir Selatan berhasil meraih nilai 94 dengan predikat AA (Istimewa) berdasarkan hasil Evaluasi Penilaian Kinerja Anggota Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional (JDIHN) Tahun …

Viral Isu Minim Bendera di Siguntur, Hasil Cek Lapangan: Warga Justru Semarakkan HUT RI dengan Berbagai Lomba dan Goro

Primadoni,SH

12 Agu 2026

Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Isu minimnya pemasangan Bendera Merah Putih di Kanagarian Siguntur, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, akhirnya diklarifikasi. Kodim 0311 Pessel menurunkan langsung personil kelapangan untuk memastikan hal tersebut, Dari hasil pengecekan langsung ke lapangan pada Senin (10/8/2026) menunjukkan kondisi …

GGBC Jabotabek Tolak Ojol Berstatus UMKM”

dito

12 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Gojek Grab Bikers Comunity (GGBC) Jabotabek menolak status ojek daring atau ojek online (ojol) menjadi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rencana peraturan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online yang segera disahkan Pemerintah, demikian di sampaikan Aping Ketua Umum GGBC Jabotabek kepada wartawan, Rabu, 12/8/2026 di …

Dosen Dipecat Laporkan Yayasan Trisakti pimpinan Ainun Naim ke Polda Metro Jaya

dito

11 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta –  Berangkat dari persoalan PHK sepihak tanpa pemberitahuan dan tanpa pesangon, yang di duga dilakukan oleh pihak Universitas Trisakti dan di dukung oleh Yayasan Trisakti pimpinan Ainun Na’im terhadap seorang dosen senior berinisial NIS, dengan alibi tidak dibayarkannya hak tersebut di karenakan yang bersangkutan masih dikategorikan sebagai calon dosen tetap selama 2015-2025, Serta …

Predikat AA Istimewa, Pesisir Selatan Raih Nilai 98,80 pada Indeks Reformasi Hukum 2026

Primadoni,SH

09 Agu 2026

Pessel, Nasionalpos.com — Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) ,kembali mencatat capaian positif dalam pelaksanaan reformasi hukum. Berdasarkan hasil penilaian Indeks Reformasi Hukum (IRH) Tahun 2026 oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Barat, Pesisir Selatan memperoleh nilai 98,80 dengan predikat AA (Istimewa). Hasil penilaian tersebut menjadi gambaran atas pelaksanaan reformasi hukum yang berlangsung …

x
x