Home » Headline » Satgasus Bentukan Mahfud MD Diragukan Bisa Buka Tabir Konspirasi Kejahatan Keuangan Negara

Satgasus Bentukan Mahfud MD Diragukan Bisa Buka Tabir Konspirasi Kejahatan Keuangan Negara

dito 13 Apr 2023 72

NasionalPos.com, Jakarta- Diperoleh infromasi beberapa waktu lalu, Ketua Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Mahfud MD menegaskan untuk segera membentuk satuan tugas TTPU guna menelusuri transaksi janggal senilai 349 triliun rupiah di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Komite TPPU akan segera membentuk satgas yang nanti melakukan supervisi penanganan dan penyelesaian seluruh Laporan Hasil Analisis (LHA) dan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang berisi laporan transaksi keuangan mencurigakan,” kata Mahfud MD dalam konferensi pers di kantor PPATK pada Senin (10/4/2023).

Mahfud menegaskan satgas ini akan diisi oleh anggota yang berasal dari lintas instansi negara. Termasuk Badan Intelijen Negara (BIN), adapun instansi yang terlibat adalah PPATK, Ditjen Pajak, Ditjen Bea Cukai, Bareskrim Polri, Pidsus Kejaksaan Agung, Bidang Pengawasan OJK, BIN, dan Kemenkopolhukam.

Sontak saja rencana pembentukan Satgasus tersebut, mendapatkan respon dari berbagai kalangan, baik dari kalangan anggota DPR RI yang Sebagian menolak rencana tersebut, maupun dari kalangan komponen masyarakat lainnya, salah seorang diantaranya adalah ekonom Rizal Ramli, melalui twiter pribadinya, ia menuliskan bahwa pembentukan satgas tersebut sebagai becandaan terpopuler pada bulan ini.

Baca Juga :  Legislator PKS Berkeberatan Penerapan ERP di Jakarta

“”Joke of the month, Pak Mahfud bikin Satgas langkah bagus. Tapi ngajak Menkeu SMI, si pokok masalah, ya ambyar,” kicaunya lewat akun Twitter pribadi, Selasa 11/4/2023 kemaren.

Selain ekonom Rizal Ramli, ada juga Bethor Suryadi Penasehat Repdem ini pun angkat bicara mengenai pembentukan satgasus TPPU tersebut, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa seharusnya pada rapat hari Senin, tanggal 10 Maret 2023 di Kantor PPATK, seharusnya Mahfud MD membentuk team pembersihan cabinet dengan melakukan penangkapan terhadap  Dirjen Pajak, Dirjen Beacukai beserta jajarannya dengan dua alat bukti keterlibatan, termasuk juga Mahfud MD bisa menangkap Menteri keuangan Sri Mulyani

“Tindakan yang dilakukan Mahfud MD melalui pembentukan Satgasus dengan melibatkan para diduga pejabat penjahat di dalam teamnya, adalah suatu perbuatan yang sia-sia, memalukan dan menampar wajahnya sendiri.”ungkap Beathor Suryadi seperti dilansir di video youtube, Kamis, 13/4/2023

Baca Juga :  Peneliti Sebut Ada Dua Tindakan Respons Hasil "Quick Count"

Menurut Beathor, keterlibatan Sri Mulyani sangat jelas dan terang benderang, seperti yang diungkap Yenti Ganarsih, bahwa Menteri keuangan tak mengerti laporan keuangan bertahun-tahun atau sengaja pura-pura tidak tau karena mungkin di duga kebagian, bahkan sosok Bursok seorang ASN pegawai pajak berani bertaruh nyawanya, karena dia menemukan dua PT bodong di kementerian keuangan.

Beathorpun mempertanyakan pembentukan satgas yang beranggotakan diduga pejabat penjahat ini sebenarnya apa targetnya dan siapa yang akan ditangkap agar kabinet bersih dari koruptor, Seharusnya Mahfud MD memasukkan personal yang berada diluar pemerintahan, misalnya para aktivis anti korupsi yang integritasnya sudah teruji dan terbukti, serta tokoh bangsa yang bersih dari kasus korupsi saat berada di pemerintahan.

“Kalau anggota Satgasus itu hanya ada dilingkaran mereka, ya, kayak jeruk makan jeruk, sama juga bohong, tidak efektif justru di duga bisa terjadi saling menutupi, dan ada celah terjadi konspirasi yang menghalangi terbongkarnya tabir kejahatan tersebut.”pungkas Beathor.

 

 

 

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Dewas KPK Diminta Selidiki dan Klarifikasi Tudingan Terhadap Faisal Assegaf

Dhio Justice Law

18 Apr 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Barang bukti disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diserahkan aktivis Faisal Assegaf terkait kasus dugaan korupsi di Direktorat Jendral Bea Cukai terus menuai polemik. Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof, TB Massa Djafar mengungkapkan kekawatirannya terhadap KPK yang dicurigai publik telah diintervensi kekuatan politik untuk membungkam kelompok sipil …

Sorotan Publik Terhadap Sultan Madura, H.Her

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

17 Apr 2026

NASIONALPOS.com | PAMEKASAN – Nama Khairul Umam atau yang lebih dikenal dengan sapaan akrab Haji Her, pemilik dari Bawang Mas Group, kini menjadi sorotan publik usai dirinya diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada April 2026. Pemeriksaan ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah publik, terutama karena yang bersangkutan selama ini dikenal getol memperjuangkan terbentuknya …

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Perkuat Seluruh Pos Keamanan serta Rest Area di PT Freeport Indonesia

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

17 Apr 2026

  NASIONALPOS.com | Papua – Pascaserangan mendadak dan mematikan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, TNI bahkan menyiagakan kendaraan tempur taktis, salah satunya panser Anoa Pindad, di sejumlah titik PT Freeport Indonesia. Dengan mengenakan senjata lengkap, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyambangi Rest Area Mile 50 PT Freeport …

Muscab PKB Kota Bandung 2026 Lancar, Target 10 Kursi DPRD 2029

Suryana Korwil Jabar

13 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos.com – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bandung yang di gelar pada Minggu (12/4/2026) berlangsung mulus tanpa gejolak. Forum konsolidasi internal partai ini tak hanya menjadi ajang regenerasi kepemimpinan, tetapi juga memunculkan arah baru PKB Kota Bandung menghadapi kontestasi politik 2029. Ketua DPC PKB Kota Bandung, Erwin, menegaskan seluruh rangkaian Muscab …

Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka

Dewi Apriatin

11 Apr 2026

*Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka*   Majalengka – Sebuah potret buram penegakan hukum kembali tersaji di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ivan Afriandi, seorang jurnalis dari media Jurnal Investigasi, hingga kini (11 April 2026) masih terkatung-katung dalam ketidakpastian hukum. Lebih dari dua tahun sejak laporan resmi dilayangkan …

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Dewi Apriatin

10 Apr 2026

Boyolali — Ketua DPRD Boyolali Susetya Kusuma DH.SH. menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) 2026 dan Musyawarah Nasional Sekretariat bersama Wartawan Indonesia (Munas SWI) 2026. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi dari panitia penyelenggara di Kantor DPRD Boyolali, pada kamis (09/04/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Boyolali menyambut baik agenda …

x
x