Home » Nasional » daerah » Sengkarut Pembuangan Sampah Di Modernland Tangerang, Siapa yg bertanggung jawab ?

Sengkarut Pembuangan Sampah Di Modernland Tangerang, Siapa yg bertanggung jawab ?

dito 14 Jan 2023 94

NasionalPos.com, Tangerang– Diperoleh informasi sebelumnya, yang menyebutkan bahwa pada bulan September 2021 lalu Pemkot Tangerang bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutann telah mengusut tuntas mengenai keberadaan Tempat Pembuangan Sampah Ilegal di wilayah Kota Tangerang, dalam pengusutan dan penelusuran di lapangan telah ditemukan 6 TPS Ilegal baik pada pengelolaannya maupun lokasinya yang tidak sesuai ketentuan, sehingga pada tanggal 29 September 2021 KLHK telah menyegel keenam TPS liar tersebut.

Sementara itu, petugas Gakkum KLHK pun turut mengamankan tiga tersangka di Kota Tangerang, yang diduga mencemari bantaran Sungai Cisadane dengan sampah yang terkontaminasi limbah B3.

“Lokasi ini berada di Bantaran Sungai Cisadane. Berdasarkan bukti-bukti dan pemeriksaan saksi, kami telah menetapkan 3 orang sebagai tersangka” ungkap salah seorang penyidik Gakkum KLHK

Menurutnya, melalui penegakan hukum ini, Pemkot Tangerang dan KLHK berharap agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar tidak melakukan pengolahan atau pembuangan sampah ilegal. Berdasarkan Pasal 98 dan/atau Pasal 99 Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, penanggung jawab dan/atau pelaku pengelolaan sampah ilegal diancam hukuman penjara 15 tahun dan denda Rp 15 miliar.

Dari hasil penelusuran informasi oleh awak media, Pasca penyegelan TPS Liar tersebut, enam bulan kemudian nampaknya muncul kembali fenomena keberadaan TPS Liar di Kota Tangerang, utamanya di kawasan perumahan elit Kota Modern Tangerang, hal ini terlihat dari adanya tumpukan sampah setinggi kurang lebih 2 meter di camp pekerja environmental di Jalan Villa Golf Raya, yang menimbulkan keresahan warga.

Di saat team menelusuri Kawasan tersebut, sempat bertemu dengan salah seorang warga di salah satu RT ( Rukun Tetangga) terdekat dengan lokasi TPS liar tersebut,  ketika dikonfirmasi mengenai keberadaan TPS liar itu, sebut saja Melani (25), mulanya ia enggan berkomentar, namun Ketika diberi tahu tentang adanya tumpukan sampah tersebut, kemudian ia mengatakan bahwa  Ini perumahan elit dengan pengelolaan sampah yang buruk.

Baca Juga :  PLN konkep Dinilai Gagal Layani Masyarakat,JPKP : Pemadaman sudah Keterlaluan !

“ Ya, beginilah suasana perumahan mewah dan elit yang nampaknya saja dari luar bagus dan bersih, tapi sayang sekali masih ada Tempat Pembuangan Sampah liar”keluh Melanie kepada awak media yang menemuinya, Sabtu, 14/1/2023 di kawasan Perumahan Elit Modernland Tangerang.

Usai berbincang-bincang dengan Melanie, maupun dengan beberapa pekerja, diketahui bahwa penanggung jawab lokasi tersebut adalah CV. Mitra Karya Sukses yang merupakan kontraktor landscape di perumahan Kota Moderen Tangerang, selain itu, dari penuturan mereka, diperoleh informasi bahwa tumpukan sampah itu adalah sampah landscape hasil penyapuan dan pemangkasan rumput serta pruning pohon dari kawasan dan cluster perumahan Kota Modern Tangerang.

“Kami dari CV. Mitra Karya Sukses hanya bertanggung jawab sampai pada pembuangan sampah ini, sedangkan pengangkutan sampah dari lokasi ini ke TPA di kerjakan oleh pihak lain”ungkap salah seorang pekerja yang enggan menyebut Namanya kepada awak media

Lebih lanjut ia mengatakan, soal sampah di lokasi ini yang menggunung itu disebabkan oleh kinerja buruk dari  pihak yang bertanggung jawab dalam pengangkutan sampah , sehingga berdampak menciptakan lingkungan sangat kotor, kumuh dan rawan kebakaran.

Sayangnya pada hari itu team awak media tidak dapat bertemu dengan dengan penanggung jawab operasional CV. Mitra Karya Sukses, sehingga tidak mendapatkan informasi profil kontraktor yang bertanggung jawab dalam pengangkutan sampah ke TPA.

Dua hari kemudian, penelusuran mengenai TPS liar tersebut dilanjutkan, Secara kebetulan team berpapasan dengan kendaraan yang mengangkut sampah landscape di Kawasan Perumahan Kota Modern Tangerang, kemudian sopir kendaraan pengangkut sampah itu, mengungkapkan bahwa penanggung jawab pengangkutan sampah dari TPS liar Kota Modern Tangerang ke TPA adalah PT. Tanjung Alam Semesta (PT. TAS).

Usai mengelilingi kawasan Perumahan Elit Kota Modern Tangerang, terlihat truk yang sedang pick up pengangkut sampah berplat nomor B 9714 PC (huruf belakangnya agak kurang jelas). Dari penuturan sopir  truk pick-up itu diketahui  bahwa PT. Tanjung Alam Semesta (PT. TAS) diduga kontraktor yang bertanggung jawab atas pengangkutan sampah rumah tangga dan sampah landscape dari kawasan Perumahan Kota Modern Tangerang ke Tempat Pembuangan Ahir Sampah.

Baca Juga :  PD IX KB FKPPI DKI Jaya Periode 2022-2027 Bertekad Menjaga Stabilitas Wilayah Untuk Keberlanjutan Pembangunan

“Sampah-sampah ini tidak di buang ke TPA Rawa Kucing, Sampah ini kami buang ke Jatiwaringin Kali Item Sepatan di Lapaknya Bang Kucing”tegas Sopir truk yang sedang pick up pengangkut sampah berplat nomor B 9714 PC ke team awak media, Sabtu, 14/1/2023

Dari pengakuan sopir tersebut, diketahui bahwa Lapak Bang Kucing di Jatiwaringin Kali Item Sepatan adalah area yang berdekatan dengan TPA Jatiwaringin Kabupaten Tangerang, dan disinyalir Tindakan tersebut merupakan tindakan illegal yang melanggar aturan pemerintah, karena pembuangan sampah tidak boleh melintas wilayah, serta juga adalah sikap yang sangat ironis dari Pengelola Perumahan Kota Modern Tangerang, wajar saja jika mereka menginginkan wilayahnya bersih tapi seyogyanya tidak dengan cara yang menimbulkan dampak pada pencemaran lingkungan di Wilayah lain.

Selain itu, diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa  Charles Honoris Pemilik atau Owner PT. Modernland Tbk yang juga anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, serta menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IX membidangi Kesehatan, ternyata bertempat tinggal di Salah satu Cluster Kawasan Perumahan Kota Modern Tangerang tersebut.

Dari penelusuran team awak media, menemukan pendapat dari beberapa orang warga, yang mengungkapkan pertanyaan mengenai keberadaan Charles Honoris yang dianggap tidak peka dan tidak peduli dengan kondisi TPS liar di Perumahan Kota Modern Tangerang yang sangat kumuh, rawan penyakit dan rawan kebakaran ?

“Apakah beliau menutup mata dari fakta atas pelanggaran yang dilakukan oleh kontraktor pengangkutan sampah di Perumahan Kota Modern Tangerang yang melakukan pembuangan sampah lintas wilayah, sampah dari Kota Tangerang dibuang ke Kabupaten Tangerang.”ucap salah seorang warga.

Sayangnya,  sampai berita ini  diturunkan kami tidak dapat menghubungi Charles Honoris untuk mengkofirmasi berita ini.

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Dinas Perpustakaan Kota Bandung Gelar Gala Final Pemilihan Duta Baca 2026

Suryana Korwil Jabar

30 Apr 2026

Bandung, NasionalPos.com – Dinas Perpustakaan Kota Bandung menggelar Gala Final Pemilihan Duta Baca Kota Bandung 2026 dengan mengusung tema “Peran Strategis Duta Baca dalam Pengembangan Budaya Literasi di Lingkup Keluarga”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Balairung Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Kamis (30/04/2026). Acara tersebut di hadiri oleh Wali Kota Bandung H. Muhammad Farhan …

Aktifitas Lapangan Padel Dianggap Mengganggu, Jalan Sutami Mengadu Ke Komisi I

Suryana Korwil Jabar

30 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos.com – Komisi I DPRD Kota Bandung menerima dua audiensi dari perwakilan warga, di Ruang Rapat Komisi I DPRD Kota Bandung, Rabu, 29 April 2026. Penerimaan audiensi itu dipimpin Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung, Radea Respati Paramudhita, dan dihadiri Anggota Komisi I DPRD Kota Bandung, Ahmad Rahmat Purnama, A.Md., Ir. H. Kurnia …

Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Komisi IV DPR RI Terima Audensi Siap Perjuangkan Nasib Pembudidaya Benih Lobster

Admin Redaksi

29 Apr 2026

  Jakarta,Nasionalpis.com JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI, Melati, mengusulkan pembentukan Panitia Kerja (Panja) khusus pengelolaan Benih Bening Lobster (BBL). Langkah ini diambil sebagai respons konkret terhadap berbagai persoalan di sektor kelautan yang berdampak langsung pada kesejahteraan nelayan dan pembudidaya. Melati menegaskan, pembentukan Panja merupakan bentuk keseriusan Komisi IV dalam menampung serta menindaklanjuti aspirasi …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

x
x