Home » Headline » Sidang KWI Kedua Tahun 2024 Sampaikan Pesan Kepeduliaan Terhadap Masalah Kemanusiaan

Sidang KWI Kedua Tahun 2024 Sampaikan Pesan Kepeduliaan Terhadap Masalah Kemanusiaan

dito 12 Nov 2024 197

NasionalPos.com, Jakarta- Selain membahas dan menyikapi berbagai permasalahan kebangsaan, Sidang kedua KWI tahun ini juga diwarnai oleh keprihatinan yang amat mendalam atas bencana alam erupsi gunung berapi Lewotobi. Peristiwa itu menimbulkan trauma cukup besar di semua kalangan dan lapisan masyarakat. KWI merespons bencana alam itu melalui emergency response yang dikoordinir oleh Caritas Indonesia, sekaligus menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan nanti untuk pemulihan, rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana. Semua itu dilaksanakan dalam semangat sinodalitas dan cinta kasih, demikian disampaikan Ketua KWI, Mgr Antonius Subianto Bunjamin, OSC, didampingi Sekretaris Jenderal KWI, Mgr. Pakalis Bruno Syukur, OFM, pada Konferensi Pers dilakukan menjelang penutupan Sidang KWI II Tahun 2024.

Adapun Sidang Bagian II ini berlangsung dari tanggal 7-13/November 2024. Sidang ini dihadiri oleh para uskup dari seluruh Indonesia (38 keuskupan dan satu Keuskupan TNI-POLRI). Ada tiga uskup baru pertama kali hadir (baru ditahbsikan/dikukuhkan), masing-masing, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD (Uskup Agung Ende), Mgr. Fransiskus Nipa (Uskup Agung Makassar), Mgr. Maksimus Regus (Uskup Labuan Bajo) yang baru diresmikan pada tanggal 1 November 2024 lalu.

“ Untuk membantu secara serius korban terdampak bencana alam erupsi Gunung Berapi Lewotobi Laki-laki tersebut, KWI sudah menyalurkan bantuan tersebut disalurkan melalui Caritas Indonesia alias Karina dan berkoordinasi dengan keuskupan, serta caritas setempat, Demikian juga pengumpulan dana sebagai ungkapan bela rasa kepada saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan.” ungkap  Mgr Antonius Subianto Bunjamin, OSC.

Sementara itu, dalam konferensi pers ini, Mgr Antonius Subianto Bunjamin, OSC juga menyampaikan tema Sidang KWI kedua Tahun 2024 yakni “ BERJALAN BERSAMA MEMBANGUN GEREJA DAN BANGSA, serta menyampaikan pernyataan sebagai berikut :

1. Tahun 2024 ini, kami, para Uskup yang tergabung dalam Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) merayakan 100 tahun kehadiran KWI di Indonesia, tepatnya tanggal 15 Mei, dengan menyelenggarakan sidang dalam dua masa sidang. Masa sidang pertama tanggal 13–16 Mei dan tanggal 7–13 November 2024 di Jakarta dengan tema Berjalan Bersama Membangun Gereja dan Bangsa. Dalam masa sidang pertama kami bersama-sama mendengarkan suara-suara umat dari berbagai kelompok masyarakat. Suara umat tersebut kami refleksikan bersama. Kami berusaha untuk menemukan pesan-pesan yang tersembunyi di balik kesak-sian-kesaksian mereka. Pada sidang kedua ini, kami melihat kembali dan mengevaluasi karya pelayanan kami bagi Gereja dan Masyarakat Indonesia.

2. Perayaan 100 tahun ini juga menjadi kesempatan bagi kami untuk merefleksikan secara bersama-sama perjalanan 100 tahun KWI, baik di tingkat Nasional melalui webinar, maupun hari studi di tingkat keuskupan. Perayaan 100 tahun KWI ini kami laksanakan dengan melibatkan semua pihak, khususnya saudara-saudari kita yang menyandang disabilitas. Kami bersyukur bahwa Allah menjaga dan membimbing perjalanan KWI selama satu abad. Perjalanan yang panjang itu telah menjadikan konferensi sebagai persekutuan para waligereja yang memiliki karakter kuatnya persaudaraan (kolegialitas) dan kerjasama dalam mewartakan kabar gembira serta melaksanakan misi melalui berbagai pelayanan pastoral.

Baca Juga :  Panglima Kolinlamil Ikuti Rapat Anggota Pertanggungjawaban Inkopal

3. Selama 100 tahun ini, Gereja Katolik terus berupaya untuk menjadi persekutuan umat Allah yang peka dan peduli dengan situasi dan persoalan yang terjadi. Hal itu tampak dari pewartaan kabar gembira di berbagai belahan negeri ini dalam rupa pelayanan pendidikan, karya kesehatan, dan tindakan amal kasih yang masih terus berlangsung. Dalam menjalankan berbagai pelayanan tersebut, Gereja Katolik tidak berjalan sendirian, melainkan bersama semua orang, sesama makhluk ciptaan Tuhan. Gereja membuka diri untuk membangun jaringan, menerima unsur baik dalam budaya, adat istiadat, dan kearifan lokal setempat serta mewartakan kasih Allah secara kontekstual. Dengan diterangi oleh kasih Allah yang begitu besar, Gereja Katolik selalu memandang bahwa semua orang dengan segala perbedaannya adalah saudara “Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya”(Rm. 10:12)

4. Upaya berjalan bersama itu semakin diteguhkan dengan kehadiran Bapa Suci Fransiskus ke Indonesia tanggal 3–6 september 2024 yang lalu. Bapa Suci hadir sebagai sahabat bagi semua orang yang ditunjukkan dengan tindakan sederhana tetapi amat mengesankan hati banyak orang, seperti membuka kaca jendela mobil, melambaikan tangan sambil tersenyum, dan beberapa kali berhenti untuk menyapa, bersalaman serta memberkati orang-orang yang telah menunggu di pinggir jalan. Kesederhanaan, keramahan, ketulusan dan kerendahan hatinya memberikan sukacita tidak hanya bagi umat Katolik tetapi juga umat beragama lain. Kepeduliannya yang besar untuk menerima saudara-saudari yang menderita diungkapkan dengan kesediaan beliau berjumpa, berinteraksi, dan memberkati para penyandang disabilitas, lansia, dan orang-orang sakit.

5. Secara khusus Bapa Suci mengajak Gereja Katolik dan umat beragama lain untuk semakin erat berjalan bersama. Kerinduan dan harapan Bapa Suci tersebut diungkapkan melalui penandatanganan Deklarasi Bersama Istiqlal 2024: Meneguhkan Kerukunan Umat Beragama untuk Kemanusiaan, yang mengaskan kembali pesan Dokumen Abu Dhabi 2019. Dengan deklarasi itu, Paus mengingatkan kita akan panggilan semua orang untuk menabur benih harapan dan membangun perdamaian. Dia juga mengingatkan semua agar mencari jalan untuk mengatasi soal dehumanisasi dan perubahan iklim. Dalam gerak bersama itu semua umat beragama diharapkan semakin menghidupi nilai-nilai agamanya untuk mengalahkan budaya kekerasan dan meningkatkan sikap hormat terhadap martabat manusia, solidaritas, dan rekonsiliasi; para pemimpin agama bekerja sama menanggapi berbagai krisis yang ada dengan mengidentifikasi penyebab dan mengambil tindakan yang tepat; dan menempatkan dialog antar budaya dan antarumat beragama sebagai sarana yang efektif untuk menyelesaikan konflik lokal, nasional, dan regional, yang dipicu oleh masalah SARA.

Baca Juga :  Unhan RI Wisuda 493 Lulusan, Siap Wujudkan Pemimpin Masa Depan yang Visioner

6. Sidang kedua KWI tahun ini juga merumuskan pesan Natal Bersama PGI-KWI yang mengambil tema: “Marilah sekarang kita pergi ke Betlehem” (Luk 2:15). Menyambut pemerintahan baru kita, baik PGI maupun KWI mengajak kita semua untuk bersyukur dan berharap agar kita bergandengan tangan, mempererat persaudaraan dan berjalan bersama memajukan negeri tercinta ini. Semoga negara Indonesia dapat menjadi “Betlehem” baru, tempat lahir dan bertumbuhnya para pemimpin yang berjiwa pelayan, ugahari, tidak rakus dan tamak, hidup sederhana, dan mengutamakan kepentingan bangsa. Agar harapan-harapan tersebut dapat diwujudkan, sikap kritis dan sportif yang dilandasi cinta tanah air dan bangsa Indonesia, sangat diperlukan.

7. Sidang kedua KWI tahun ini juga merumuskan pesan Natal Bersama PGI-KWI yang mengambil tema: “Marilah sekarang kita pergi ke Betlehem” (Luk 2:15). Menyambut pemerintahan baru kita, baik PGI maupun KWI mengajak kita semua untuk bersyukur dan berharap agar kita bergandengan tangan, mempererat persaudaraan dan berjalan bersama memajukan negeri tercinta ini. Semoga negara Indonesia dapat menjadi “Betlehem” baru, tempat lahir dan bertumbuhnya para pemimpin yang berjiwa pelayan, ugahari, tidak rakus dan tamak, hidup sederhana, dan mengutamakan kepentingan bangsa. Agar harapan-harapan tersebut dapat diwujudkan, sikap kritis dan sportif yang dilandasi cinta tanah air dan bangsa Indonesia, sangat diperlukan.

8. Dengan cara itu, kita turut mewujudkan hidup berbangsa yang lebih menghormati hak asasi manusia, melestarikan alam semesta, mengedepankan dialog, dan cara-cara damai dalam menyelesaikan persoalan. Kita berharap pemerintah mengayomi seluruh warga negara tanpa pandang bulu, menegakkan hukum seadil-adilnya, dan dapat selalu hadir dalam kegelisahan, ketakutan, kekawatiran, dan kegalauan masyarakat. Para pemimpin hendaknya memimpin dan membuat kebijakan dengan menggunakan hati nurani (bdk. Rm. 13:5) dan mendengarkan harapan serta keinginan rakyat dengan telinga hati.

Sebagai penutup, lanjut Mgr Antonius Subianto Bunjamin OSC, menyampaikan bahwa Tahun 2025 nanti adalah Tahun Yubileum bagi umat Katolik di seluruh dunia, oleh karena itu Paus Fransiskus telah memilih tema untuk Bulla Yubileum ini “Spes Non Confundit” dengan maksud untuk meneguhkan para peziarah harapan agar tetap kuat dalam pengharapan akan kebaikan dan kemurahan hati Allah. Percayalah, pengharapan itu tidak akan mengecewakan!

“ Maka tahun 2025 nanti juga menjadi tahun pengharapan bagi kita semua, pengharapan akan yang terbaik bagi Gereja dan Bangsa Indonesia. Semoga kita semua tidak pernah kehilangan pengharapan untuk terus berjuang demi terciptanya Gereja dan Bangsa Indonesia yang dipenuhi oleh cinta kasih Allah.” pungkas Mgr Antonius Subianto Bunjamin, OSC mengakhiri penyampaian rumusan hasil pembahasan Sidang KWI kedua tahun 2024 .

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
PRAKTISI HUKUM ANDI DARWIN RANRENG, EKSEKUSI LAHAN 6.900 M² TERANCAM MERAMPAS HAK MILIK PIHAK KETIGA SELUAS 4,5 HEKTAR

dito

06 Agu 2026

NasionalPos.com, Makassar- Perkembangan sengketa tanah di kawasan Tallo, Makassar, yang kini digunakan sebagai Asrama Polisi (Aspol) Polda Sulsel, nampak menemukan titik terang benderang untuk membuktikan kebenaran dan keabsahan kliennya sebagai pemilik lahan tersebut, yang tidak di pindah tangan kan ke pihak manapun,demikian di sampaikan Andi Darwin R. Ranreng, Pimpinan DRR Associates Legal Consultants yang bertindak …

Kontribusi Pemikiran Anti Penjajahan Sumitro Djojohadikusumo Dalam Undang-Undang Perekonomian Nasional

dito

04 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan: Pergolakan Pemikiran Ekonomi Politik Indonesia karya Agus Rizal dan Dedi Setiadi diluncurkan oleh Nusantara Centre pada tanggal 4 Agustus 2026 di Auditorium Jusuf Ronodipuro, RRI Jakarta.   Acara ini dikemas bersama simposium nasional untuk menggali kedaulatan ekonomi nasional.   Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengangkat kembali pemikiran Prof. …

JDIH Kabupaten Pesisir Selatan Hadirkan Inovasi Layanan Hukum Digital untuk Wujudkan Pemerintahan Transparan

Primadoni,SH

04 Agu 2026

Pessel, Nasionalpos.com — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melalui Bagian Hukum Sekretariat Daerah terus memperkuat pelayanan informasi hukum kepada masyarakat dengan menghadirkan inovasi Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH). Layanan berbasis digital ini menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan akses cepat, akurat, dan terpercaya terhadap berbagai dokumen hukum resmi tanpa dipungut …

Viviannne Vernetta Wangsa Memukau Panggung Awarding Banyuwangi Ethno Carnival, Suara Emas Generasi Muda Gaungkan Pesona Budaya Blambangan

- Banyuwangi

03 Agu 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM  – Penampilan penyanyi muda berbakat Viviannne Vernetta Wangsa menjadi salah satu sajian paling memikat dalam malam Awarding Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026. Dengan membawakan lagu legendaris Banyuwangi “Grajagan Banyuwangi”, Viviannne sukses mencuri perhatian para tamu undangan, pegiat seni, pelaku budaya, serta masyarakat yang memadati lokasi acara. Di bawah sorotan lampu panggung, Viviannne tampil …

A.DARWIN R. RANRENG SH,MH : DUA LEMBAGA NEGARA BERSENGKETA ATAS TANAH YANG BUKAN MILIK MEREKA, TAPI TANAH ITU MILIK WARGA NEGARA YANG TIDAK PERNAH MENJUALNYA

dito

02 Agu 2026

NasionalPos.com, Makassar- Terkait sengketa tanah di Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, yang sedang diperebutkan antara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan RI dan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan tersebut.   Kepada wartawan yang menghubungi, Minggu, 2 Agustus 2026 di Makassar, Andi Darwin R. Ranreng SH, MH, selaku Kuasa Hukum dari Hj. Magdalena Demunic / …

HUT Ke-75 SMPK Santo Yusup Banyuwangi Berlangsung Spektakuler, Pentas Seni Kolosal “PARAKRAMAH” Teguhkan Karakter, Budaya, dan Semangat Pancasila

- Banyuwangi

02 Agu 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM  – Gemuruh tepuk tangan ribuan penonton memenuhi arena pertunjukan saat SMPK Santo Yusup Banyuwangi sukses menggelar pentas seni kolosal bertajuk PARAKRAMAH (Sukma Sang Ksatria) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75, Sabtu (1/8/2026). Pertunjukan megah yang menjadi puncak rangkaian perayaan tersebut tidak hanya menyuguhkan hiburan berkualitas, tetapi juga menghadirkan pesan kuat tentang …

x
x