Home » Headline » Soal Ijazah Jokowi, Bareskrim Dukung Rismon Cs?

Soal Ijazah Jokowi, Bareskrim Dukung Rismon Cs?

Dhio Justice Law 05 Jun 2025 202

Oleh: Ridwan Umar

(Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)

 

NasionalPos.com, Jakarta – Beberapa bulan terakhir, publik terus memusatkan perhatiannya pada kasus ijazah mantan Presiden Jokowi. Betapa tidak, jika ijazah Jokowi terbukti palsu, maka ini akan menjadi skandal terburuk sepanjang sejarah negeri dan melibatkan sejumlah elit. Tak hanya itu, image negeri ini dimata dunia internasional semakin terpuruk pasca Jokowi masuk finalis pemimpin terkorup versi OCCRP (Organized Crime and Corruption Reporting Project).

 

Lantaran itu pula, apapun isu atau kabar terbaru terkait kasus tersebut, akan mendapat porsi perhatian lebih dari publik.

 

Nah, ini ada hal menarik yang mungkin luput dari perhatian publik terkait perjalanan kasus ijazah Jokowi. Jika dicermati dengan baik, maka akan terlihat beberapa peristiwa yang bisa mengarah pada petunjuk adanya skenario untuk mengungkap keabsahan ijazah Jokowi. Bisa jadi, penilaian publik terhadap penegak hukum yang dianggap ‘berpihak’ pada Jokowi justru sebaliknya..eng..ing..eng

 

Jadi begini, pasca Bareskrim Mabes Polri menggelar jumpa pers pada Kamis (22 Mei 2025), Publik mengungkapkan kekecewaanya setelah mendengar penjelasan Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro soal hasil uji forensik ijazah Jokowi. Publik kecewa dan menilai Bareskrim tidak fair dalam melakukan uji forensik yang hasilnya menunjukkan ijazah Jokowi asli. Meskipun, Bareskrim secara implisit menyebut antara bukti dan pembanding adalah identik atau berasal dari satu produk yang sama. Jadi, sejatinya Bareskrim tak menyebut ijazah Jokowi itu asli.

Baca Juga :  Diduga Konspirasi Dengan Swasta Serobot Lahan PTPN IV, Kajati Sulteng Harus Dicopot

 

Kekecewaan juga dilontarkan Rismon Sianipar yang selama ini bersama Roy Suryo, dr. Tifa dan lainnya telah meragukan keaslian ijazah Jokowi melalui kajian ilmiah.

 

Pada Minggu (24 Mei 2025), Rismon melalui akun X pribadinya menolak hasil uji forensik yang dinilai tidak ilmiah dan subyektif.

 

Sehari setelahnya, Rismon diperiksa di Subdit Kamneg Polda Metro Jaya pada Senin (26 Mei 2025). Ini aneh, karena hanya Rismon yang diperiksa di Subdit Kamneg, sementara Roy Suryo dan dr. Tifa tak diperiksa di Subdit Kamneg. Ingat, jika Kamneg itu terkait intelijen Negara.

 

Selang beberapa hari kemudian, tepatnya pada Kamis (29 Mei 2025) Rismon melalui akun X miliknya, melontarkan pertanyaan tentang gelar yang disandang Jokowi. Menurutnya, Jokowi hanya mengikuti program Sarjana Muda di Fak. Kehutanan UGM. Lalu, darimana Jokowi mendapatkan gelar Ir (Insinyur)?

 

Rismon juga mempertanyakan bahwa apakah program Sarjana Muda di UGM bergelar Ir. Kehutanan?

 

Lalu, pada Sabtu (31 Mei 2025) melalui akun X miliknya, Rismon menulis bahwa Jokowi akan dilaporkan atas dugaan skripsi palsu. Alasannya, total SKS (Satuan Kredit Semester) yang diambil Jokowi saat menjadi mahasiswa di Fak. Kehutanan UGM hanya 122 SKS. Padahal, total SKS yang dibutuhkan untuk lulus program Sarjana (S1) minimal 144 SKS. Dan itu artinya, Jokowi hanya menempuh studi Sarjana Muda tanpa syarat penulisan skripsi.

 

Masih dalam akun X miliknya, Rismon menampilkan tangkapan layar Form Her Registrasi Jokowi semester dua tahun akademi 1981/1982 yang menunjukkan Jokowi melingkari pilihan Sarjana Muda. Gambar ini diambil saat jumpa pers Bareskrim Polri yang digelar pada Kamis (22 Mei 2025) sebelumnya.

Baca Juga :  Tingkatkan Wawasan Kebangsaan, Pertikawan Regional Jawa 2023 Resmi Dibuka

 

Pertanyaannya, mengapa Rismon baru mengungkap fakta dari Jumpa Pers Bareskrim Polri soal program studi Sarjana Muda Jokowi setelah diperiksa di Kamneg Polda Metro Jaya?

 

Lalu, mengapa Bareskrim Polri membeberkan data soal Her Registrasi dan Form. Registrasi Jokowi yang justru menjadi amunisi baru bagi Rismon untuk mengungkap keabsahan ijazah Sarjana (S1) dan skripsi Jokowi?

 

Apa iya, Bareskrim Polri senaif itu untuk memberikan amunisi kepada Rismon? Atau memang Bareskrim Polri telah sengaja memberikan amunisi baru sebagai bentuk dukungannya kepada Rismon Cs untuk mengungkap fakta sebenarnya yang bisa menjungkalkan Jokowi?

 

Sebab apabila Jokowi hanya menempuh jalur program Sarjana Muda, maka otomatis ijazah Sarjana (S1) Jokowi dan skripsinya itu palsu.

 

Jika benar Bareskrim dukung Rismon Cs, maka apakah itu ada kaitannya dengan rencana Presiden Prabowo untuk mengganti Kapolri yang dianggap Geng Solo? Kabarnya, penggantian Kapolri terkait dengan ‘Operasi Senyap’ Prabowo untuk membenahi tubuh TNI dan Polri.

 

Jika benar ‘Operasi Senyap’ menyasar Polri dengan penggantian pucuk pimpinannya, maka tentu aparat dibawahnya akan menyesuaikan diri. Artinya, mereka tidak ikut lagi perintah geng Solo dengan mendukung Rismon Cs.

 

Wallahu ‘Alam bissawab

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

DPD Partai Hanura Jabar Gelar Musda 2026 di Bandung

Suryana Korwil Jabar

28 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026 di Hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan No. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat Partai Hanura, Ketua DPD …

Partai Hanura Gelar Musda 2026 di Bandung, Fokus pada Regenerasi Kepemimpinan

Suryana Korwil Jabar

28 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026. Yang berlangsung di sebuah hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan, no. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat …

x
x