Home » Headline » Soal Ijazah Jokowi, Intelijen Kecolongan?

Soal Ijazah Jokowi, Intelijen Kecolongan?

Dhio Justice Law 04 Jun 2025 349

Oleh: Ridwan Umar
(Direktur Lentera Keadilan Indonesia)

 

NasionalPos.com, Jakarta – Tulisan ini terinspirasi dari bincang-bincang santai dengan kawan – kawan aktivis. Usai kumandang Azan Isya, kami menunaikan sholat berjamaah. Setelahnya, seduhan kopi panas menemani perbincangan santai kami.

Awalnya, bincang ngalor ngidul hingga masuk ke tema yang lagi viral. Soal kasus ijazah Jokowi. Tampaknya, kian hari bukti-bukti semakin kuat mengarah pada dugaan ijazah Jokowi memang palsu. Publik menyaksikan bagaimana ilmu pengetahuan melalui kajian akademis Roy Suryo Cs tak berhenti untuk mengungkap dugaan ijazah palsu sang mantan Presiden.

Obrolan mengalir hingga sampai pada satu kesimpulan bahwa jika benar ijazah Jokowi itu palsu, maka bisa jadi intelijen kecolongan dan itu bisa berarti ada konspirasi besar dibalik ini semua.

Beberapa hari berselang, tepatnya Senin (26 Mei 2025) ramai diberitakan di media massa tentang Rismon Sianipar yang getol mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi diperiksa di Direktorat Keamanan Negara (Kamneg) Polda Metro Jaya.

Publik menilai ini aneh, karena Rismon diperiksa di Dir. Kamneg bukan di Direktorat Pidana Umum atau Direktorat Pidana Khusus. Beragam pendapat pun mencuat mengapa Rismon harus diperiksa di Dir. Kamneg? Ada yang mengaitkan posisi Jokowi sebagai mantan Presiden RI, sehingga kasus ini berpotensi ancaman terhadap keamanan Negara.

Baca Juga :  Perkuat Sinergi, Kalapas Lumajang Terima Kunjungan Kepala Kejari Lumajang yang Baru

Namun, jika argument itu benar, maka pertanyaan selanjutnya, mengapa hanya Rismon yang diperiksa di Kamneg sementara Roy Suryo dan dr. Tifa yang selama ini bersama Rismon mempersoalkan ijazah Jokowo tidak ikut diperiksa di Kamneg? Apakah karena Rismon seorang ahli Forensik Digital dianggap yang paling ‘berbahaya’ membongkar kasus tersebut? Dan, jika ini menadi urusan Kamneg, maka tentu erat kaitannya dengan intelijen Negara.

Kembali ke perbincangan saya dengan kawan aktivis senior itu. Kami menyimpulkan bahwa jika benar ijazah Jokowi itu palsu, maka kemungkinan ada konspirasi sehingga intelijen kecolongan.

Begini, Jokowi berbekal ijazah itu bisa melenggang dari Walikota Solo lalu Gubernur DKI Jakarta hingga Presiden RI dua periode (2014 – 2024).

Apa iya, seseorang bisa menduduki posisi Gubernur Ibukota Negara yang menjadi pusat kekuasaan tanpa diketahui rekam jejaknya (profiling) oleh intelijen? Apalagi menjadi Presiden sampai dua periode.

Intelijen tentu memiliki kemampuan untuk melakukan profiling dengan mengumpulkan informasi detail tentang seorang Cagub apalagi Capres. Intelijen memiliki sumber daya lengkap termasuk agen-agen lapangan untuk menelusuri rekam jejak sang cagub, capres bahkan tokoh berpengaruh. Jangan kaget, kalau sampai tempat nongkrong dan ngopi seorang tokoh bisa diketahui. Itulah tugas profiling intelijen yang bertujuan untuk menjaga keamanan Negara.

Baca Juga :  FSAB : Kolaborasi Meraih Prestasi di Tahun 2022, Modal Untuk Tahun 2023

Nah, jika Ijazah Jokowi benar palsu, apakah intelijen kecolongan? Sebab, intelijen yang bekerja untuk Negara tentu sudah memprediksi dampak yang bisa ditimbulkan jika seseorang yang memanipulasi identitasnya bisa lolos menjadi pemimpin Negara. Ini tak hanya akan berdampak pada stabilitas politik dan keamanan, tapi juga soal integritas sang pemimpin dan kepercayaan publik serta image Negara di mata dunia internasional.

Dalam sebuah perhelatan demokrasi atau pesta Pemilu, maka intelijen berperan penting dalam menjaga potensi terjadinya kekacauan, provokasi dan manipulasi.

Tapi kok bisa lolos ijazah Jokowi itu? (jika memang benar palsu). Jika benar intelijen kecolongan, siapa yang bermain dan apa targetnya? Adakah konspirasi besar sehingga intelijen kecolongan? Kita tonton saja, siapa elit yang bersuara pro, kontra atau bungkam dan seperti apa endingnya.
Wallahualam bissawab.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Di Momentum Hari Musium Nasional, H. Waspada SAg MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor, Himbau Musium Bisa Jadi Ajang Edukasi Anak

dito

13 Okt 2026

NasionalPos.com, Bogor- Pada setiap tanggal 12 Oktober, di peringati sebagai peringatan Hari Musium kemarin, oleh karena itu, terkait dengan hal tersebut, kepada wartawan, H. Waspada MK, S.Ag, MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor dan Dosen PG PAUD UNUSIA Jakarta., Selasa, 13/10/2026 di Bogor, ia mengatakan bahwa tentu musium sangat bermanfaat dan sangat penting bagi anak …

Makan Anggaran Rp1,4 Miliar, Proyek Jalan di Pesisir Barat Malah Diduga Caplok Lahan Mantan Bupati

Taufik Hidayat

12 Okt 2026

Pesisir Barat — Pembangunan proyek jalan menuju rumah sakit di Kabupaten Pesisir Barat yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 senilai Rp1,4 miliar tengah menjadi sorotan publik. Proyek tersebut diduga dibangun di atas lahan pribadi milik mantan Bupati Pesisir Barat, H. Agus Istiqlal, tanpa izin. Protes Langsung di Lokasi Proyek Pemilik lahan, H. …

Pernikahan RINI ANGGRAENI dan AZHAR DZULFIQAR di BANDUNG Berlangsung Megah, Karangan Bunga Tokoh Publik Curi Perhatian

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANDUNG, NASIONALPOS.COM — Suasana penuh kebahagiaan dan kemeriahan menyelimuti pernikahan Rini Anggraeni, S.Tr.Kes., dan Azhar Dzulfiqar, S.T., yang berlangsung pada Minggu (11/10/2026) di Maison Grande, Bandung, Jawa Barat. Perhelatan istimewa ini menjadi momentum bersejarah bagi kedua mempelai untuk memulai perjalanan baru dalam membangun rumah tangga. Pernikahan tersebut berlangsung dengan nuansa elegan, memadukan kesakralan prosesi dengan …

Dugaan Penarikan Kendaraan oleh Debt Collector di Banyuwangi, WOM Finance Diminta Buka Dasar Hukumnya

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS. COM – Penarikan satu unit mobil Toyota Avanza tahun 2009 bernomor polisi DK 1156 IS di wilayah Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, tepatnya di depan Masjid Arohman, menuai keberatan dari pemilik kendaraan, (RR). Mobil yang disebut dibeli melalui pembiayaan WOM Finance tersebut diduga telah ditarik paksa oleh pihak ketiga yang disebut sebagai debt …

Karhula TNBBS Pesisir BARAT Disorot : 2 Hektare Terbakar, Kapolres Turun Langsung – Pembakar Hutan Jangan Berharap LOLOS!!!

- Banyuwangi

08 Okt 2026

PESISIR BARAT, NASIONALPOS.COM  — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, menjadi peringatan keras bahwa ancaman terhadap kawasan hutan tidak boleh dianggap sepele. Sekitar ±2 hektare kawasan hutan terdampak kebakaran, sementara dampak lingkungan masih dalam pendataan. Peristiwa tersebut diketahui pada Rabu, …

3 Hektare TNBBS Terbakar, Kapolres Pesisir Barat Turun Langsung: Jangan Main Api, Pembakar Hutan Bakal Diburu!!!

- Banyuwangi

07 Okt 2026

PESISIR BARAT, NASIONALPOS.COM  — Kebakaran yang melanda kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di wilayah Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Sedikitnya ±3 hektare kawasan hutan dilaporkan terdampak, sehingga pengawasan dan pencegahan kebakaran susulan terus diperketat. Kapolres Pesisir Barat AKBP Rinto Haivan Simbolon, S.E., S.I.K., …

x
x