Home » Headline » Soal Ijazah Jokowi, Intelijen Kecolongan?

Soal Ijazah Jokowi, Intelijen Kecolongan?

Dhio Justice Law 04 Jun 2025 303

Oleh: Ridwan Umar
(Direktur Lentera Keadilan Indonesia)

 

NasionalPos.com, Jakarta – Tulisan ini terinspirasi dari bincang-bincang santai dengan kawan – kawan aktivis. Usai kumandang Azan Isya, kami menunaikan sholat berjamaah. Setelahnya, seduhan kopi panas menemani perbincangan santai kami.

Awalnya, bincang ngalor ngidul hingga masuk ke tema yang lagi viral. Soal kasus ijazah Jokowi. Tampaknya, kian hari bukti-bukti semakin kuat mengarah pada dugaan ijazah Jokowi memang palsu. Publik menyaksikan bagaimana ilmu pengetahuan melalui kajian akademis Roy Suryo Cs tak berhenti untuk mengungkap dugaan ijazah palsu sang mantan Presiden.

Obrolan mengalir hingga sampai pada satu kesimpulan bahwa jika benar ijazah Jokowi itu palsu, maka bisa jadi intelijen kecolongan dan itu bisa berarti ada konspirasi besar dibalik ini semua.

Beberapa hari berselang, tepatnya Senin (26 Mei 2025) ramai diberitakan di media massa tentang Rismon Sianipar yang getol mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi diperiksa di Direktorat Keamanan Negara (Kamneg) Polda Metro Jaya.

Publik menilai ini aneh, karena Rismon diperiksa di Dir. Kamneg bukan di Direktorat Pidana Umum atau Direktorat Pidana Khusus. Beragam pendapat pun mencuat mengapa Rismon harus diperiksa di Dir. Kamneg? Ada yang mengaitkan posisi Jokowi sebagai mantan Presiden RI, sehingga kasus ini berpotensi ancaman terhadap keamanan Negara.

Baca Juga :  Alia Noorayu Laksono Hadiri Pertemuan Mediasi dengan Pengurus RW & Tomas Antisipasi Tawuran Berkelanjutan

Namun, jika argument itu benar, maka pertanyaan selanjutnya, mengapa hanya Rismon yang diperiksa di Kamneg sementara Roy Suryo dan dr. Tifa yang selama ini bersama Rismon mempersoalkan ijazah Jokowo tidak ikut diperiksa di Kamneg? Apakah karena Rismon seorang ahli Forensik Digital dianggap yang paling ‘berbahaya’ membongkar kasus tersebut? Dan, jika ini menadi urusan Kamneg, maka tentu erat kaitannya dengan intelijen Negara.

Kembali ke perbincangan saya dengan kawan aktivis senior itu. Kami menyimpulkan bahwa jika benar ijazah Jokowi itu palsu, maka kemungkinan ada konspirasi sehingga intelijen kecolongan.

Begini, Jokowi berbekal ijazah itu bisa melenggang dari Walikota Solo lalu Gubernur DKI Jakarta hingga Presiden RI dua periode (2014 – 2024).

Apa iya, seseorang bisa menduduki posisi Gubernur Ibukota Negara yang menjadi pusat kekuasaan tanpa diketahui rekam jejaknya (profiling) oleh intelijen? Apalagi menjadi Presiden sampai dua periode.

Intelijen tentu memiliki kemampuan untuk melakukan profiling dengan mengumpulkan informasi detail tentang seorang Cagub apalagi Capres. Intelijen memiliki sumber daya lengkap termasuk agen-agen lapangan untuk menelusuri rekam jejak sang cagub, capres bahkan tokoh berpengaruh. Jangan kaget, kalau sampai tempat nongkrong dan ngopi seorang tokoh bisa diketahui. Itulah tugas profiling intelijen yang bertujuan untuk menjaga keamanan Negara.

Baca Juga :  Peduli Terhadap Kesehatan Anak, Babinsa Desa Wongaya Gede Dampingi Penyerahan Makanan Tambahan

Nah, jika Ijazah Jokowi benar palsu, apakah intelijen kecolongan? Sebab, intelijen yang bekerja untuk Negara tentu sudah memprediksi dampak yang bisa ditimbulkan jika seseorang yang memanipulasi identitasnya bisa lolos menjadi pemimpin Negara. Ini tak hanya akan berdampak pada stabilitas politik dan keamanan, tapi juga soal integritas sang pemimpin dan kepercayaan publik serta image Negara di mata dunia internasional.

Dalam sebuah perhelatan demokrasi atau pesta Pemilu, maka intelijen berperan penting dalam menjaga potensi terjadinya kekacauan, provokasi dan manipulasi.

Tapi kok bisa lolos ijazah Jokowi itu? (jika memang benar palsu). Jika benar intelijen kecolongan, siapa yang bermain dan apa targetnya? Adakah konspirasi besar sehingga intelijen kecolongan? Kita tonton saja, siapa elit yang bersuara pro, kontra atau bungkam dan seperti apa endingnya.
Wallahualam bissawab.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
PRJ 2026 Tak Berpihak ke Warga Jakarta, Poros Rawamangun Desak Pemprov DKJ Evaluasi PRJ 2026

dito

15 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta Fair 2026 atau Pekan Raya Jakarta sudah di buka oleh Gubernur Pramono Anung pada tgl 12 Juni 2026 merupakan Event yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1968 silam, dan untuk tahun 2026 ini, merupakan pelaksanaannya ke 57 kalinya.   Adapun untuk tahun ini, harga tiket masuk ajang pameran tahunan ini dibanderol mulai dari …

PPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha

dito

14 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat.   Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …

Jelang Muktamar NU: Sebaiknya Cak Imin Fokus Besarkan PKB, Daripada Bertarung di NU

dito

12 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Di tengah semakin semarak nya situasi menjelang penyelenggaraan Muktamar NU yang rencananya di laksanakan pada tahun 2026 ini,   Tersiar info, mengenai para kandidat calon Ketum PBNU, salah satunya, dikabarkan Gus Imin ketua umum PKB akan maju di muktamar NU, demikian di sampaikan Damuri Fikri pengamat politik kepada wartawan, Jumat, 12/6/2026 di Jakarta. …

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

H. Bagus Machdiantoro Kembali Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Umum BBC Periode 2026-2031

Suryana Korwil Jabar

07 Jun 2026

Bandung, NasionalPos.com – H. Bagus Machdiantoro kembali dipercaya memimpin organisasi BBC untuk periode 2026-2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam forum pertanggungjawaban dan pemilihan kepengurusan yang digelar di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Minggu (7/6/2026). Terpilihnya kembali H. Bagus menjadi momentum penting bagi organisasi yang telah berdiri sejak tahun 1956 tersebut. Dalam wawancara usai …

x
x